Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Konferensi Berbagi Pengalaman di Taiwan : Hidup Berubah Setelah Berlatih Falun Gong

21 Feb. 2016 |   Oleh koresponden Minghui Xia Yun di Taiwan


(Minghui.org) Praktisi Falun Gong dari Taiwan tengah mengadakan konferensi berbagi pengalaman di Taichung pada 20 Desember 2015 untuk berbagi cerita dan wawasan tentang peningkatan kultivasi mereka. Mereka juga menggunakan kesempatan untuk mengucapkan  Selamat Tahun Baru kepada pencipta Falun Gong Guru Li Hongzhi.

Praktisi di Taiwan Tengah saat acara Konferensi Berbagi Pengalaman dan mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada pencipta Falun Gong Guru Li Hongzhi.

Banyak praktisi berbagi bagaimana mereka telah memperoleh manfaat dari Falun Gong, khususnya melalui mengikuti prinsip-prinsip ajaran Falun Gong dalam kehidupan sehari-hari mereka. Berikut adalah beberapa cerita mereka.

Bertemu Falun Gong saat Terpuruk dalam Hidup

Liao Zhennan berkata, "Saya mendapatkan Falun Dafa ketika saya telah kehilangan harapan dalam hidup. Saya merasa sangat beruntung, dan bersyukur setiap saat atas apa yang telah Guru lakukan bagi saya." Selama ini ia berlatih qigong lain dan menyembuhkan penyakit orang lain selama lebih dari 20 tahun. Pada akhirnya, ia menyadari dengan melakukan itu ia telah merusak tubuh sendiri dan prinsip-prinsip moral.

Pada saat itu Liao Zhennan putus asa dan berpikir bahwa semuanya berakhir, ia menemukan Zhuan Falun, buku yang berisi ajaran utama Falun Gong. Setelah membaca Zhuan Falun, pertanyaan-pertanyaannya terjawab dan dia tahu tujuan dan arti hidupnya.

Sekarang di tahun ke delapan dari kultivasi, Liao Zhennan merasa bahwa Guru telah membersihkan dan memurnikan tubuhnya. Dia berkata, "Saya sangat bersyukur. Saya akan terus berlatih tidak peduli apa pun yang terjadi."

Kehidupan Baru

Dengan menahan air mata, Wang Baoqing menggambarkan bagaimana kesehatannya kembali melalui berlatih Falun Gong. Dia lahir dengan cacat jantung dan pusing berat yang sering dia alami. Suatu kali jantungnya terasa berhenti ketika ia sedang tidur. Ibu mertua Wang memperkenalkannya dengan Falun Gong ketika dia berusia 29 tahun.

Pertama kali Wang melakukan meditasi duduk, jantungnya berdebar sangat cepat. Dia memutuskan untuk membaca Zhuan Falun dan mulai berlatih Falun Gong. Tiga hari kemudian, saat ia sedang mengendarai sepeda motor di jalan, dia merasa tiga pukulan keras pada helm. Wang berkata, “Saat itu saya benar-benar sadar, dengan pikiran sangat jernih." Pusing dan penyakit yang selama ini ia derita lenyap juga. Dia melanjutkan, "Tangan dan kaki saya kembali normal dan tidak dingin lagi. Saya merasa hangat dan merasakan energi yang kuat mengalir dalam diri saya. Terima kasih kepada Guru dan Falun Gong, saya sekarang memiliki tubuh baru."

Orang tua Wang dan anak juga menjadi praktisi karena dia. Dia menyaksikan bagaimana Falun Gong membantu anaknya menjadi orang yang lebih baik. Saat makan siang, kelima siswa temannya di kelas diberikan buah terbaik dan yang rusak ia makan sendiri. Dia memungut  sampah di tanah sementara yang lain hanya menendang.

Peningkatan Kepribadian dan Kesehatan

Lin Yanyan, mantan Katolik, menderita kanker. Seorang kerabat memperkenalkannya kepada Falun Gong setelah ia menjalani kemoterapi ke delapan. Lin Yanyan membenci kehidupan dan tidak mengerti apa yang telah ia lakukan sehingga ia menderita kanker. Setelah dia membaca Zhuan Falun, ia mengerti segalanya.

Lin Yanyan sebelumnya adalah orang yang pemarah dan tidak bisa memaafkan orang lain dengan mudah. Dia sering marah dengan rekan kerjanya ketika mereka tidak bisa memberikan apa yang ia inginkan, dan dia sering menyimpan dendam dalam hati. Setelah ia menjadi praktisi Falun Gong, Lin Yanyan mampu merefleksikan dirinya sesuai dengan prinsip-prinsip Falun Gong - Sejati, Baik dan Sabar. Dia menjadi orang yang lebih mendahulukan orang lain dan mampu menjadi lebih perhatian pada orang lain. Dia bekerja dengan lebih baik dan menjadi orang yang lebih baik. Lin Yanyan sekarang benar-benar sehat dan hidupnya jauh lebih bahagia.

Merindukan Arti Kehidupan

Insinyur Software Gong Qingde menemukan jawaban untuk pertanyaan seumur hidupnya setelah ia mulai berlatih Falun Gong. Dia selalu bertanya-tanya apakah ada tujuan lain dalam hidup selain hanya mencari kebahagiaan. Dia ingin tahu semua tentang lahir, tua, sakit dan mati.

Dalam tahun kedua di perguruan tinggi, atasannya di pekerjaan paruh waktu, adalah seorang praktisi Falun Gong, mengatakan kepadanya bahwa tujuan hidup adalah untuk mengultivasi  diri sendiri. Gong Qingde membaca buku-buku Falun Gong dan menyadari bahwa ia ingin menjadi orang baik dengan mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar, dan menemukan kembali diri sejatinya. Dia kini telah menemukan jalan dan lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan.

Chinese version click here
English version click here