Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mengikuti Prinsip Fa, Bukannya Konsep Manusia Biasa

2 April 2016 |   Oleh praktisi Falun Gong di Provinsi Hebei, Tiongkok


(Minghui.org) Beberapa praktisi di kelompok belajar Fa saya baru-baru ini jatuh sakit dan berobat ke dokter. Bahkan, situasi yang sama juga terjadi di kelompok belajar Fa lainnya dan beberapa praktisi bahkan kehilangan nyawa mereka karena sakit.

Berkenaan dengan masalah ini, praktisi mananggulanginya dengan cara yang berbeda-beda: beberapa mencoba berbagi pengalaman dengan praktisi tersebut dengan harapan hal itu akan memperkuat pikiran lurus mereka; ada yang membantu menangani urusan pribadi mereka; ada yang bergiliran mengunjungi praktisi-praktisi ini untuk membentuk medan lurus di sekitar mereka; ada pula yang mengorganisir praktisi untuk memancarkan pikiran lurus secara bersamaan, dan berbagai cara lainnya.

Sementara membantu para praktisi ini dengan berbagai cara, beberapa juga mulai menilai tindakan praktisi lainnya. Ada pula yang berpikir bahwa para praktisi, sebagai tubuh kesatuan, harus saling membantu semaksimal mungkin. Keluarga praktisi yang tengah menghadapi kesusahan, memuji kelompok praktisi yang memberi dukungan, namun, ini malah menyebabkan beberapa praktisi mengkritik rekan-rekan yang tidak datang bergabung dan membantu. Beberapa mengingatkan kepada yang lain untuk melakukan tiga hal dengan baik dan jangan sampai terusik oleh kesengsaraan penyakit.

Menurut saya ketika praktisi merasakan ketidaknyamanan di tubuhnya dan memutuskan untuk berobat ke dokter, itu hanyalah mengikuti konsep manusia biasa dan tidak berbuat berdasarkan prinsip Fa. Sesungguhnya, banyak dari praktisi yang mengalami penyakit tersebut, belum melakukan dengan baik dalam kultivasi sehari-hari mereka.

Ketika kesengsaraan bertambah parah, mereka bukannya memiliki pikiran lurus yang kuat tetapi malah memilih berobat ke dokter demi meringankan penderitaan mereka. Di sisi lain, dalam keadaan seperti itu, mereka acap kali terikat pada penyakit mereka, dan itu membuat mereka lebih sulit menerobos kondisinya dalam waktu singkat, meski praktisi lain telah berbagi pemahaman dengan mereka.

Guru berkata,

“Ada yang masih punya kesempatan, ada yang bahkan sudah tidak punya kesempatan lagi; ada yang masih keburu, bagi sebagian orang hanya dapat berlari mengejar ketinggalan, akan tetapi, anda tidak memiliki dasar semacam itu, pemahaman terhadap Fa juga tidak dapat mencapai taraf seperti itu, jadi bagaimana dapat memiliki daya penggerak yang konsisten? Apakah anda sudah gigih maju? Tidak memiliki dasar yang dibangun atas basis Fa, anda juga tidak dapat mewujudkannya. Tekad hati tersebut, keyakinan yang teguh tersebut berasal dari Fa.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa Amerika Serikat Barat Tahun 2015”)

Saya berharap semakin banyak praktisi dapat lebih gigih maju dalam kultivasi mereka sehari-hari dan bukannya baru berkultivasi dengan tekun di saat penderitaan terjadi. Kita semua perlu melakukan tiga hal dengan baik.

Chinese version click here
English version click here