Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Guru Melindungi Saya dari Dua Bencana Besar

3 April 2016 |   Oleh Qiuyun, praktisi Dafa dari Provinsi Shandong, Tiongkok


(Minghui.org) Tanggal 1 Mei 1998 adalah hari yang tidak akan saya lupakan. Hari itu saya mulai berlatih Falun Dafa.

Saya berusia 64 tahun. Enam tahun lalu, saya belajar mengemudikan mobil. Sejak itu, saya mengantar rekan-rekan praktisi kemana pun, semua jalan di setiap desa dan kota kabupaten dan sekitarnya.

Biasanya, saya tidak tahu bagaimana membaca dan penglihatan saya tidak bagus. Sebelum berlatih Falun Dafa, saya menderita berbagai macam penyakit, seperti sakit kaki, sakit punggung, sakit gigi, dan masalah pada mata.

Setelah mendengar rekaman ceramah Guru dan melakukan latihan selama enam bulan, saya bisa melihat dengan baik. Ketika mulai belajar Fa, saya belajar membaca. Sekarang, saya bisa membaca hampir segala hal yang berhubungan dengan Dafa. Di malam hari ketika mempelajari Zhuan Falun, kata-kata tampak besar dan gelap sehingga saya mampu mengenalinya.

Kemudian saya mulai menghafal Lunyu. Setelah itu, saya menghafal semua tulisan Guru.

Wajah Saya Terkena Susu Kedelai Mendidih

Di pagi hari pada tanggal 8 Agustus 2010, saya membuat sepanci susu kedelai panas. Saat itu turun hujan. Saya memakai sendal jepit dan terpeleset karena lantai licin saat membawa panci berisi susu kedelai panas. Susu panas tersebut menyiram ke seluruh wajah saya.

Suami sangat terkejut. Dia ingin membawa saya ke rumah sakit. Saya memberitahu dia bahwa saya baik-baik saja. Saya duduk dan mulai bermeditasi serta meminta bantuan Guru.

Sekitar 1 jam kemudian, wajah saya tidak sakit lagi, walaupun terus terasa berdenyut.

Saya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Suami berkata, “Wajah kamu terbakar oleh susu kedelai panas. Hati-hati saat mencuci wajah. Jangan menggunakan tenaga terlalu kuat.”

Setelah membersihkan diri, saya mengenakan pakaian bersih. Saya melihat ke cermin.  Mata kiri saya tidak bisa melihat dan mata kanan hanya terbuka sedikit. Saya melihat seluruh wajah saya melepuh.

Saya duduk untuk mendengarkan ceramah Guru dan memancarkan pikiran lurus. Malam itu, kedua mata saya bengkak sehingga tidak bisa melihat apapun.

Malam itu, suami berkata, “Mengapa kamu tidak tidur di kamar saya saja. Lebih leluasa bagi kamu pergi ke kamar mandi dari sana.”

Tapi saya berpikir, “Saya adalah seorang praktisi Dafa. Saya punya Guru dan saya tidak akan mendapatkan masalah.”

Saya pergi ke kamar tidur saya sendiri.

Ketika saya bangun di malam itu untuk memancarkan pikiran lurus pada waktu yang sudah ditentukan, saya bisa membuka mata sedikit. Pada pukul 03.30 pagi, saya bangun seperti biasa dan melakukan latihan.

Di hari ketiga, nanah gelap terus-menerus keluar dari kulit yang melepuh.

Pada malam ketiga, kelompok kami berkumpul seperti biasa, jadi suami mengajak saya. Rekan-rekan praktisi bahkan tidak mengenali saya. Mereka memancarkan pikiran lurus untuk saya.

Saya berkata, “Selama masih bisa melihat, saya akan berbicara kepada orang-orang [tentang penganiayaan Falun Dafa.”

Praktisi lain mempunyai pendapat yang berbeda, “Wajah Anda terlihat mengerikan. Bagaimana Anda ingin berbicara dengan orang-orang?”

Ketika pulang ke rumah, saya membakar dupa dan memohon pada Guru untuk memulihkan wajah saya, karena saya merasa cemas untuk segera bisa melangkah keluar.

Pada hari keempat, kulit mati yang gelap mulai terkelupas dan wajah saya perlahan-lahan mulai kembali ke warnanya semula. Di hari ketujuh, kulit yang mati sudah hilang.

Hari kesembilan, dengan wajah yang sudah kembali normal, saya pergi keluar untuk berbicara dengan orang-orang tentang Falun Dafa.

Saya benar-benar merasakan sisi dewa saya telah muncul. Saya menyadari bahwa saya belum pernah mengendarai mobil sejauh itu sebelumnya.

Beberapa orang bertanya kepada saya, “Apa yang terjadi dengan wajah Anda?”

Saya akan memberitahu mereka bahwa wajah saya terkena susu kedelai panas sembilan hari yang lalu.

Mereka ingin tahu rumah sakit mana yang menyembuhkan saya dengan begitu cepat.

Saya memberitahu mereka bahwa saya tidak pergi ke rumah sakit manapun. Saya hanya tinggal di rumah dan membaca buku utama Falun Dafa, yaitu Zhuan Falun dan mengucapkan sembilan kata emas “Falu  Dafa baik, Sejati – Baik – Sabar baik.”

Saya memberitahu mereka, “Falun Dafa benar-benar sangat bagus. Saya tidak pernah melakukan perawatan apapun selama 12 tahun dan juga tidak pernah sakit.”

Saya akan memberitahu mereka bahwa peristiwa bakar diri di Lapangan Tiananmen adalah kebohongan yang direkayasa oleh mantan diktator Tiongkok Jiang Zemin dan rezim komunis, serta Falun Dafa sedang dianiaya secara ilegal.

Saya berkata, “Sejak 1992, ketika Falun Dafa pertama kali diperkenalkan kepada publik oleh Guru Li Hongzhi, sampai tahun 1999, sebanyak 100 juta orang telah berlatih Falun Gong. Dalam tujuh tahun, jumlah praktisi sudah melebihi jumlah anggota Partai Komunis”

“Adalah kecemburuan dan pikiran sempit Jiang Zemin yang membuat dia bertekad melakukan penindasan dan membasmi Falun Dafa.”

Orang-orang mendengarkan dan berkata, “Partai Komunis tidak akan bertahan.”

Kemudian saya akan merekomendasikan mereka untuk mundur dari Partai komunis Tiongkok (PKT) dan organisasi afiliasinya demi menjamin keselamatan mereka.

Banyak yang mengerti, setuju, dan mundur dari Partai Komunis.

Saya memberi amulet Dafa kepada masing-masing dari mereka. Saya juga mengajari mereka untuk mengucapkan “Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik.”

Saya memberitahu mereka, “Sering ucapkan kata-kata itu dari lubuk hati Anda dan Anda akan menerima berkah besar.”

Ketika mereka ingin berterima kasih kepada saya, saya memberitahu mereka, “Kalian seharusnya berterima kasih kepada Guru Dafa.”

Hari itu, saya menempuh perjalanan sekitar 70 mil dan membantu 31 orang mundur dari PKT. Saya tahu itu semua adalah berkat dorongan Guru.

Insiden ini ternyata menjadi berkah tersembunyi. Wajah saya menjadi jauh lebih baik. Saya tidak hanya menjadi terlihat lebih muda namun juga cacat di wajah saya sebelumnya kini sudah lenyap.

Suami saya terharu dan berkata, “Jika kamu pergi ke rumah sakit, mungkin perlu tiga bulan untuk pulih dan hasilnya belum tentu sebaik ini. Wajah kamu mungkin saja berubah. Dafa benar-benar menakjubkan. Guru kamu benar-benar hebat!”

Kecelakaan Mobil yang Hampir Fatal

Pada tanggal 19 Maret 2014, saya mengalami kecelakaan mobil yang nyaris fatal.

Sekitar pukul 8 pagi, saya bersama dengan seorang praktisi berangkat untuk klarifikasi fakta. Keadaan tidak berjalan lancar. Saya harus menurunkan praktisi ini pada pukul 11.00. Kemudian mobil saya mengalami masalah sehingga saya harus berhenti di sebuah SPBU untuk menambah etanol.

Dalam perjalanan pulang, mesin mobil saya mati sebanyak tiga kali.

Di persimpangan jalan, saya melihat sebuah SPBU besar dan memutuskan untuk mengganti etanol di situ. Saya baru saja melewati persimpangan jalan ketika mesin mobil saya mati lagi. Saya harus berjalan ke SPBU itu. Sebuah truk besar datang dari arah belakang dan menabrak saya. Saya tidak sadarkan diri.

Truk itu mengerem sambil mengeluarkan suara decit dan berhenti setelah lebih dari 6 meter. Pengemudi truk memanggil ambulans, kemudian mengangkat saya. Dia mengguncang saya dan bertanya, “Apakah Anda baik-baik saja?”

Saya menjawab, “Oh, saya baik-baik saja.”

Istri dari pengemudi datang dan berkata, “Tangan Anda penuh dengan luka. Kepala Anda berdarah. Baju Anda sobek.”

“Tidak masalah. Semua itu hanya luka pada daging,” saya berkata. “Jangan salahkan diri kalian. Lanjutkan saja perjalanan Anda.”

Kemudian, sebuah mobil yang mengantar murid-murid sekolah lewat. Beberapa orangtua turun dan mengelilingi saya. Ada yang menghubungi suami saya. Tidak lama kemudian, suami saya tiba bersama putri dan menantu saya.

Menantu melihat saya penuh dengan darah dan jaket yang saya kenakan sobek, ia melompat dan menerjang ke arah pengemudi.

Saya menghentikannya. “Jangan memukuli siapa pun! Jangan menyalahkan pengemudi. Itu adalah kesalahan saya sendiri. Etanol yang saya tambahkan ke mobil membuatnya mogok di tengah jalan.”

Kemudian saya berbalik dan berkata kepada pengemudi, “Silahkan pergi. Saya berlatih Falun Dafa. Guru saya akan menjaga saya. Saya baik-baik saja.”

Pengemudi dan istrinya sangat khawatir. “Kami sudah memanggil ambulans. Kenapa lama sekali?”

Saat itu, ambulans datang.

Saya berkata, “Saya tidak akan masuk ke dalam ambulans.”

Namun mereka mengangkat dan memasukkan saya ke dalam ambulans meskipun saya menolak.

Pikiran saya jernih. Saya mengulang-ulang, “Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik” di sepanjang perjalanan ke rumah sakit. Saya merasa pendarahan di kepala saya berhenti.

Di rumah sakit, doktor berkata, “Luka ini sangat panjang dan perlu dijahit.”

Saya berkata kepada dokter, “Saya adalah seorang praktisi Falun Dafa. Anda tidak perlu menjahit saya. Luka itu akan sembuh dengan sendirinya.”

Pengemudi memohon kepada saya. “Mohon, nyonya yang baik, biarkan dokter melakukannya. Saya akan membayar semua biayanya.”

Tapi saya bersikeras.

Putri saya berkata. “Karena ibu saya tidak mau menjalani perawatan medis apapun, saya akan membawanya pulang.”

Pengemudi membantu putri saya untuk membawa saya ke dalam mobil. Saya berkata kepada pengemudi, “Anda tidak perlu khawatir. Saya berlatih Falun Dafa. Saya tidak akan mengambil uang Anda. Saya baik-baik saja. Tenangkan hati Anda.”

Dalam pejalanan pulang, saya mengklarifikasi fakta kepadanya, “Falun Dafa sedang dianiaya. Apa yang Anda lihat di televisi semuanya bohong. Guru kami mengajar kami untuk menjadi orang baik.”

Saya memberitahu ia untuk mengingat “Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik” dan sering-sering mengucapkan kata-kata tersebut. Dia berterima kasih kepada saya dan akan melakukannya.

Karena waktu yang sempit, saya meminta ia mundur dari Partai Komunis demi keselamatan dan kedamaian dirinya. Dia menyetujui dengan senang hati.

Saya juga memberitahu putri saya untuk tidak menerima uang apapun, karena mencari kompensasi adalah sama dengan berbuat kejahatan.

Mereka membawa saya pulang dan kembali ke tempat kecelakaan. Pengemudi menyerahkan 2.000 yuan kepada putri saya. Putri saya menolaknya dengan tegas.

Kemudian, putri saya memberitahu bahwa ketika pengemudi dan istrinya pergi, mereka berkata, “Hari ini, kita sangat beruntung bertemu dengan orang yang sangat baik yang berlatih Falun Dafa. Orang lain pasti akan meminta sejumlah besar uang. Kita bahkan mungkin akan kehilangan truk, yang mana kita bergantung padanya untuk mencari nafkah.”

Mereka berulang kali berterima kasih kepada keluarga saya.

Tiga hari kemudian, seseorang yang pada waktu itu berada di lokasi kecelakaan bertanya kepada suami saya, “Bagaimana keadaan istri Anda?”

Suami saya berkata, “Dia sangat baik. Jika dia pergi ke rumah sakit dan kepalanya dijahit, ia pasti harus kembali ke rumah sakit untuk melepaskan jahitannya. Dia berlatih Falun Dafa, dan luka di kepalanya sembuh dengan cepat. Falun Dafa ini benar-benar luar biasa dan ajaib.”

Ketika kembali ke rumah dari rumah sakit, saya membersihkan semua darah di rambut saya dengan tiga baskom air. Luka di kepala sekitar 7 cm panjangnya. Juga ada benjolan sebesar bola kecil, tapi tidak sakit dan hilang di malam hari.

Pagi berikutnya, saya melakukan latihan Falun Gong tanpa masalah. Tiga hari kemudian, saya hanya bisa melakukan empat latihan pertama dan tidak bisa melakukan yang kelima. Dada saya sakit. Saya kesulitan bernapas. Kondisi saya menjadi semakin parah seiring waktu berlalu. Saya menderita batuk. Batuk saya menjadi sangat sakit. Kemudian saya meludahkan lendir darah yang kental.

Hal itu terjadi selama lima atau enam hari.

Saya belajar Fa dan mencari ke dalam.

Saya berpikir, “Jika saya tidak mendapat perlindungan Guru, saya pasti sudah mati.”

Saya pulih sepenuhnya setelah beberapa hari kemudian. Saya segera kembali mengklarifikasi fakta kepada orang-orang.

Chinese version click here
English version click here