Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Falun Gong Memberi Saya Kehidupan yang Indah, Tetapi Penganiayaan Merenggutnya

23 Juni 2016 |   Oleh praktisi Falun Gong dari Tiongkok


(Minghui.org) Saya menderita cacat sejak lahir. Tangan dan kaki saya kaku, mulut dan mata saya tertarik ke satu sisi. Saya meneteskan air liur sepanjang waktu dan berjalan pincang. Tidak seorangpun ingin bermain dengan saya, saya selalu dihina dan diejek.

Impian saya agar dapat normal terwujud pada tahun 1996, ketika ikut berlatih Falun Gong. Akan tetapi, kehidupan baru saya dihancurkan ketika rezim komunis Tiongkok melancarkan penganiayaan terhadap Falun Gong tiga tahun kemudian.

Penduduk Desa Terkejut Melihat Perubahan Saya

Setelah membaca Zhuan Falun, saya memahami jika ingin memiliki tubuh yang sehat, saya perlu mengikuti prinsip Falun Gong yaitu Sejati-Baik-Sabar dalam kehidupan sehari-hari.

Saya berlatih setiap hari dan menjalani hidup sesuai prinsip-prinsip itu. Mata, tangan dan kaki saya mulai bekerja dengan normal dan tidak lagi pincang. Saya juga terlihat lebih cantik dari sebelumnya.

Temperamen saya juga berubah. Alih-alih menghindari kerumunan orang, saya mulai suka berbincang-bincang dengan orang. Sungguh gembira! Dengan tulus saya berterima kasih kepada Shifu Li Hongzhi, pencipta Falun Gong, dari lubuk hati saya!

Ketika pulang menemui orangtua saya, beberapa warga desa hampir tidak mengenali saya. Saya memberitahu mereka bahwa saya memperoleh tubuh sehat karena berlatih Falun Gong. Hasilnya, beberapa orang desa juga mulai berlatih Falun Gong.

Keluarga Tercerai Belai Setelah Penganiayaan Dimulai pada Tahun 1999

Setelah penganiayaan dimulai pada tahun 1999, pihak berwenang berulangkali mengganggu keluarga saya, menggeledah rumah dan menyita buku-buku Falun Gong.

Suami saya diancam oleh polisi karena keyakinan saya. Ia meninggal dunia beberapa bulan kemudian.

Putra saya tidak diperkenankan masuk tentara karena saya tidak melepaskan keyakinan pada Falun Gong. Ia menjadi putus asa dan kehidupannya memburuk. Ia melakukan kejahatan yang membuatnya dipenjara.

Ibu mertua saya tidak tahan atas tekanan besar dan gangguan bertubi-tubi dari polisi, kemudian meninggal dunia. Penganiayaan telah menyebabkan bencana besar bagi keluarga saya.

Chinese version click here
English version click here