Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Australia Menyerukan Perdana Menteri untuk Mengangkat Isu Falun Gong Selama Perjalanannya ke Tiongkok

16 Sep. 2016

(Minghui.org) Sebelum kunjungan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull ke Tiongkok untuk KTT G20, praktisi dan pendukung Falun Gong mengadakan beberapa aksi unjuk rasa besar-besaran di Sydney, Canberra dan Brisbane, meminta Perdana Menteri untuk membicarakan penganiayaan Falun Gong selama pertemuannya dengan para pemimpin Tiongkok dan untuk membantu menghentikan pengambilan organ paksa dari tahanan hati nurani yang disetujui negara di Tiongkok.

Sydney

Beberapa anggota parlemen memberikan pidato pada rapat umum yang diselenggarakan di Martin Place di Sidney pada tanggal 31 Agustus.


David Shoebridge menyampaikan pidato pada rapat umum Falun Gong.

David Shoebridge, anggota Dewan dari Legislatif New South Wales (Greens), mengutuk keras pengambilan paksa organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup di Tiongkok. Ia percaya bahwa perdana menteri memiliki tanggung jawab untuk membawa masalah ini dengan para pemimpin Tiongkok.

Shoebridge juga mengutuk mantan pemerintah Australia karena tidak aktif pada isu pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok. Ia ingin menitikberatkan kepada perdana menteri bahwa Australia tidak akan kehilangan apa-apa jika pemerintah berdiri untuk melindungi praktisi Falun Gong dan kelompok lainnya yang ditekan.

Shoebridge mengatakan kepada peserta unjuk rasa bahwa ia telah mengusulkan sebuah resolusi kepada dewan untuk melarang perjalanan transplantasi organ ke Tiongkok.

Lee Rhiannon, senator federal, mengirim surat ke rapat umum, mengungkapkan dukungan dari Partai Hijau. Dalam surat itu, dia mengecam media arus utama karena diam terhadap pengambilan paksa organ di Tiongkok.

Senator Rhiannon percaya bahwa Resolusi 343 DPR AS dan resolusi yang setara dan pernyataan di Kanada dan Eropa, mengecam kejahatan ini, memberi harapan pada orang-orang, karena resolusi ini menunjukkan bahwa dunia sedang memperhatikan.

Dia mengatakan kepada para peserta rapat umum bahwa setelah pengambilan organ paksa di Tiongkok terekspos keluar pada tahun 2006, sebuah rumah sakit di Queensland yang khusus dalam transplantasi organ menghentikan program pelatihan dokter Tiongkok mereka dan menghentikan kerja sama mereka dengan peneliti ilmiah Tiongkok. Tapi Rhiannon percaya bahwa pemerintah Australia harus mengambil tindakan lebih, termasuk meloloskan resolusi yang diusulkan oleh David Shoebridge.


Mantan anggota dewan kota Parramatta dan pengacara James Shaw mengatakan pada rapat umum bahwa Jiang Zemin, mantan pemimpin Tiongkok yang meluncurkan dan mengarahkan penganiayaan Falun Gong, harus dibawa ke pengadilan. Dia menyerukan kepada pemerintah Tiongkok untuk menyelidiki kejahatan Jiang Zemin.


Aktivis hak asasi manusia Bo Vinnicombe menyerukan politisi Australia untuk tidak berpihak pada diktator dan tidak diam tentang penganiayaan karena manfaat ekonomi dari perdagangan dengan Tiongkok.

Beberapa ratus orang menandatangani petisi pada rapat umum tersebut, menyerukan perdana menteri untuk mengambil tindakan untuk membantu menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong.


Menandatangani petisi untuk mendukung perlawanan damai Falun Gong.

Canberra

Rapat umum serupa diadakan di depan Parlemen Hill di Canberra pada 31 Agustus. Dua anggota parlemen Green menyatakan dukungan mereka pada rapat umum tersebut.


Rapat umum di Canberra


Praktisi Falun Gong menyerukan Perdana Menteri untuk membantu.


Dua anggota parlemen Greens Janet Rice (kiri) dan Scott Ludlam (kanan) menyatakan dukungan mereka untuk Falun Gong.

Senator federal Scott Ludlam berterima kasih kepada praktisi Falun Gong atas upaya mereka untuk mengakhiri penganiayaan. Dia berjanji untuk berjuang dengan praktisi sampai tragedi itu berhenti.

Senator Janet Rice dari Victoria adalah pendukung lama Falun Gong. Dia mengatakan kepada hadirin bahwa dia mengetahui tentang penganiayaan ketika dia masih sebagai Walikota Kota Maribyrnong. Dia percaya bahwa masyarakat internasional harus berbicara dan menekan pemerintah Tiongkok untuk meningkatkan situasi hak asasi manusia mereka.

Pada rapat umum tersebut, praktisi Falun Gong menyampaikan 3.000 kartu pos ke anggota parlemen yang ditandatangani oleh orang-orang Australia dari semua lapisan masyarakat. Kartu pos meminta perdana menteri untuk membantu mengakhiri penganiayaan dan pengambilan organ paksa. Anggota parlemen berjanji untuk mengirimkan kartu pos tersebut ke DPR.

Setelah rapat umum itu, praktisi mengumpulkan banyak tanda tangan di pusat kota Canberra. Hanya dalam waktu dua jam, 600 orang menandatangani kartu pos.


Orang-orang menandatangani kartu pos untuk menunjukkan dukungan mereka bagi Falun Gong.


Praktisi memperagakan latihan di pusat kota Canberra setelah rapat umum.

Brisbane

Di Brisbane, praktisi mengadakan konferensi pers di Alun-alun King George pada 31 Agustus. Tiga korban penganiayaan berbicara tentang pengalaman mereka disiksa di Tiongkok karena kepercayaan mereka pada Falun Gong.


Praktisi Falun Gong Meng Jun pernah dipenjara dan beberapa temannya disiksa sampai mati selama penganiayaan.


Chen Peng dan istrinya keduanya berlatih Falun Gong. Beberapa anggota keluarganya dijatuhi hukuman penjara karena berlatih Falun Gong. Pamannya disiksa sampai mati di tahanan. Ayah mertua dan bibinya ditangkap Mei 2016, dan masih dipenjara.

Pembicara lain pada konferensi pers Yu Ping, Ph.D. kandidat di University of Queensland, pernah dipenjara selama empat tahun, dan dipaksa melakukan kerja berat di sebuah kamp kerja paksa selama dua setengah tahun.

Semua pembicara menyerukan perdana menteri untuk membantu menghentikan penganiayaan.


Praktisi Falun Gong berbicara dengan orang-orang yang lewat tentang penganiayaan di Tiongkok.

Artikel terkait dalam bahasa Mandarin

Artikel terkait dalam bahasa Mandarin