Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

San Francisco: Pawai dan Pengumpulan Tanda Tangan Untuk Menyerukan Diakhirinya Pengambilan Organ Paksa di Tiongkok

22 Sep. 2016 |   Oleh praktisi Falun Gong di San Francisco

(Minghui.org) Praktisi mengadakan pawai di pusat kota San Francisco pada tanggal 11 September 2016, untuk meningkatkan kesadaran terhadap pengambilan organ praktisi Falun Gong yang masih hidup yang sedang terjadi di Tiongkok.


Pawai di San Francisco pada 11 September 2016

Praktisi Gao (wanita) berkata kepada para pejalan kaki, “Mohon beritahu teman-teman kalian agar tidak mengikuti wisata organ ke Tiongkok.” Di sebelahnya terdapat poster dengan tulisan Inggris dan Mandarin, “Parlemen Amerika Meloloskan Resolusi H.Res. 343 untuk Mengutuk Kejahatan Pengambilan Organ Praktisi Falun Gong yang Dilakukan oleh Rezim Tiongkok.”

Resolusi Dewan 343, disetujui pada bulan Juni, “Mengecam praktik pengambilan organ paksa yang direstui oleh negara di Tiongkok.” Ini juga menyerukan kepada Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok agar mengakhiri praktik pengambilan organ dari para narapidana tidak bersalah, juga meminta untuk mengakhiri penganiayaan terhadap latihan spiritual Falun Gong yang sudah berlangsung 17 tahun serta membebaskan praktisi Falun Gong serta narapidana lainnya yang tidak bersalah.

Lauren Fricchione dari Southern California mendengar tentang kekejaman ini untuk pertama kalinya. Ia merasa ini tidak bermoral dan menentang kemanusiaan. Temannya, Farnaz Eslambolchi berkata, “Ini seolah-olah memberi tanda harga pada seseorang untuk dijual.” Mereka berdua berterima kasih kepada praktisi atas informasi yang diberikan.




Para pejalan kaki menandatangani petisi untuk membantu praktisi

Rafael Vargas, seorang seniman visual di Bay Area, merasa terusik dengan kebrutalan tersebut. “Ilmu pengetahuan dan teknologi dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Namun ini sangat salah bagi mereka yang membunuh orang.” Ia mengatakan bahwa lebih banyak orang perlu mengetahui masalah ini.

Cao, seorang praktisi wanita yang mengikuti kegiatan, mengatakan bahwa upaya akan terus menerus dilakukan untuk membantu lebih banyak orang mengetahui fakta sebenarnya Falun Gong, dan juga tragedi pengambilan organ paksa.