(Minghui.org) Sekitar 300 murid dari empat sekolah di Brranco, Peru datang ke Pameran Seni Zhen - Shan - Ren (Sejati-Baik-Sabar) yang diadakan di El Centro Cultural Juan Parra Del Riego pada 21 November hingga 5 Desember 2017.

Semuanya dilukis oleh praktisi Falun Gong, karya seni ini menunjukkan keindahan dari latihan kultivasi peningkatan diri Tiongkok kuno, dan mengekspos kebrutalan penganiayaan terhadapnya di Tiongkok.

Karena pengunjung yang sangat banyak, pusat kebudayaan memperpanjang waktu pameran dari 10 hari menjadi 15 hari.

Seratus enam puluh siswa kelas lima dari Colegio Montero Bernales mengunjungi pameran

Cesar Huapaya dari sekolah Colegio Montero Bernales mengatakan ia sedang mengajarkan nilai-nilai kehidupan pada minggu itu, dan karya seni ini memberikan jawaban yang terbaik. Mereka pasti adalah prinsip-prinsip pembimbing Falun Dafa: Sejati-Baik-Sabar.

Siswa dari Colegio Montero Bernales belajar latihan

Patricia Mattos, seorang guru seni dari Colegio Tacna membawa 42 siswa ke pameran

Patricia Mattos, seorang guru seni dari Colegio Tacna, berterima kasih kepada panitia untuk undangannya, dan kesempatan yang diberikan kepada dia dan muridnya untuk mengetahui tentang penganiayaan.

Mattos berkata lukisan Air Mata Seorang Anak Yatim Piatu menyentuhnya. Gadis di dalam lukisan sedang memegang abu orang tuanya dengan air mata di pipi. Setiap detailnya menyentuh hati orang.

Guru seni Carlos Ponce dari Colegio Tacna senang melihat begitu banyak lukisan yang berkualitas tinggi. Ia berkata, “Baik sekali orang-orang mempunyai kesempatan untuk mengetahui tentang penganiayaan di Tiongkok.”

Setiap karya seni memiliki kesan yang mendalam pada diri Nelida, seorang siswa dari Colegio Tacna. Ia berkata, “Saya belum pernah melihat begitu banyak lukisan yang memiliki cerita. Saya banyak belajar dari pameran ini.”

Siswa dari Colegio Sagrado Corazon mengunjungi pameran

Beberapa siswa dari Colegio Sagrado Corazon menulis komentar di buku tamu

Banyak siswa dari Colegio Sagrado Corazon menulis komentar di buku tamu. Salah satunya mengatakan, “Saya sedih melihat orang-orang Tiongkok dibunuh karena keyakinan mereka pada Sejati-Baik-Sabar.” Yang lain mengatakan, “Saya menyukai semua karya seni. Mereka memiliki sisi yang menyedihkan, tetapi juga memberi saya harapan.” Satu lagi mengatakan, “Ini adalah pertama kalinya saya mendengar Sejati-Baik-Sabar. Sungguh baik. Saya akan mengikutinya.”