(Minghui.org) Pameran Seni Zhen-Shan-Ren kembali hadir di Kharkiv, Ukraina, dari tanggal 16 Maret hingga 11 April 2017. Karya-karya seni tersebut mengisahkan tentang praktisi Falun Gong, yang mengikuti prinsip Zhen-Shan-Ren (Sejati-Baik-Sabar) bahkan dalam menghadapi penganiayaan brutal dari rezim komunis di Tiongkok.




Para pengunjung mengamati karya seni dan mempelajari kisah di balik lukisan

Natasha, seorang insinyur, mengatakan dia diberi informasi dan terinspirasi oleh pameran ini

Natasha, seorang insinyur, pertama kali mengetahui tentang Falun Gong 10 tahun lalu saat berjalan-jalan di sebuah taman setempat. Dia melihat sekelompok praktisi sedang bermeditasi, lalu dia mengambil brosur dan mempelajarinya lebih lanjut di internet.

“Lukisan-lukisan ini secara sempurna mengungkapkan kebenaran yang tersembunyi,” katanya. “Menghadapi penyiksaan brutal, para praktisi ini tidak melawan dengan kekerasan. Meskipun nyawa mereka terancam, hati mereka masih berbelas kasih.”

Natasha mengatakan akan merekomendasikan pameran ini kepada teman-temannya, tidak hanya sekadar informasi tetapi inspirasi yang diperolehnya. “Lukisan-lukisannya membangkitkan rasa belas kasih dalam hati orang-orang. Saya percaya bahwa kebenaran akan menang, yang mana merupakan pesan yang disampaikan banyak lukisan ini.”

“Partai Komunis benar-benar kejam,” kata Anastasia, seorang mahasiswi yang mengunjungi pameran.

“Kisah dari lukisan-lukisan ini mengejutkan,” tambahnya, membandingkan korban yang dilukisan dengan umat Kristiani yang dianiaya oleh kaisar Romawi.

Anastasia mengambil banyak foto karya seni ini, berencana untuk mempostingnya di media sosial dan mendorong lebih banyak orang untuk pergi ke pameran.

Siswa dan staf fakultas dari State Flight Academy of Ukraine mengunjungi pameran

Sekelompok mahasiswa dan staf fakultas dari State Flight Academy of Ukraine mengunjungi pameran.

Julian, seorang staf fakultas, pernah mendengar tentang Falun Gong dan penganiayaan namun menghargai kesempatan untuk mempelajarinya lebih dalam.

“Saya tahu ini adalah latihan meditasi spiritual,” kata Julian, “tetapi saya tidak tahu tentang sejarah dan ajarannya. Di pameran ini, saya mempelajari tentang prinsip Sejati-Baik-Sabar.”

“Karya-karya seni ini menggugah hati,” ujarnya.