(Minghui.org) Barclay Center New York menjadi tuan rumah bagi Konferensi Berbagi Pengalaman Falun Dafa. Pada tanggal 14 Mei, lebih dari sepuluh ribu praktisi Falun Dafa dari 58 negara dan wilayah menghadiri konferensi.

Meski mayoritas peserta adalah orang Tionghoa, terdapat banyak praktisi dari berbagai etnik di antara peserta. Beberapa dari mereka diwawancarai tentang pandangan mereka setelah mengikuti konferensi.

Praktisi Falun Dafa dari 58 negara dan wilayah menghadiri Konferensi Berbagi Pengalaman Falun Dafa 2017 di New York pada 14 Mei 2017

Diubah Oleh Sejati-Baik-Sabar

Praktisi Falun Dafa Imanna dari Moldova

Imanna berasal dari Moldova bersama suaminya. Ini adalah pertama kalinya ia menghadiri konferensi internasional Falun Dafa. Ia berkata saat pencipta Falun Dafa, Shifu Li Hongzhi, memberikan ceramah di konferensi, ia bisa merasakan belas kasih yang sangat besar.

Imanna menjadi praktisi enam tahun lalu saat kuliah. Ia mengetahui latihan ini dari seorang praktisi yang mengundangnya ke Pameran Seni Internasional Sejati-Baik-Sabar. Ia terkesan pada lukisan yang menggambarkan seorang wanita Tionghoa sedang membaca Zhuan Falun sambil menggendong bayinya yang tertidur. Imanna meminta buku tersebut dan menjadi kultivator Falun Dafa sejak itu.

Imanna berkata bahwa ideologi dan nilai-nilai moralnya meningkat drastis setelah berlatih. “Saya biasa suka berbohong dan melakukan hal-hal buruk, orang yang sangat iri hati. Saya meningkat begitu besar setelah mempelajari Falun Dafa dimana teman-teman saya memperhatikannya,” katanya.

Ketika menemui masalah, Imanna bisa mencari ke dalam dan melihat kekurangan dirinya sendiri bukan menyalahkan orang lain. “Bilamana timbul tantangan, kata-kata di buku muncul dalam benak dan saya segera tahu bagaimana mengatasinya. Kesehatan fisik saya juga banyak meningkat,” katanya.

Ibunda Imanna terinspirasi oleh perubahan positifnya dan juga ikut membaca buku Zhuan Falun.

Menghargai Latihan dan Menjadi Gigih Maju

Praktisi Falun Dafa Natalia dari Yunani

Natalia telah menjadi praktisi selama tujuh tahun, mengatakan sangat terharu saat mendengar Shifu Li sekali lagi mendorong praktisi berkultivasi seperti awal mula.

“Shifu mengingatkan kita lagi untuk berkultivasi seperti awal mula. Saya telah mengendur dalam berlatih dan tahu harus menganggap peringatan Shifu dengan serius. Saya bertekad untuk menjadi saya ketika saat memulai latihan tujuh tahun lalu,” kata Natalia.

Kita Semua Memiliki Misi

Praktisi Falun Dafa Daksha dari India

Daksha telah berlatih Falun Gong selama 16 tahun, sejak berumur 8 tahun. Saat mendengarkan Shifu Li berbicara, ia mengatakan, ”Saya merasa hal yang paling bagi kita adalah penyelamatan lebih banyak orang. Itu adalah tanggung jawab kita.”

Kisah-kisah dari praktisi lain menginspirasi Daksha untuk menjadi lebih rajin, ”Praktisi dari seluruh dunia melakukan yang terbaik untuk meningkatkan kesadaran dengan kemampuan unik masing-masing.” Ia menjadikan ibunya sebagai contoh. “Beliau adalah seorang guru dan percaya bahwa anak-anak kecil akan mendapatkan banyak manfaat jika mereka bisa mempelajari Falun Dafa. Ketika saya melihat murid-murid melakukan latihan Falun Dafa di ruang kelasnya, saya sangat terharu dengan energi murni,” kata Daksha.

Ketika Daksha masih kecil, ibunya menderita sakit parah dan tidak bisa berdiri selama enam tahun. Sepuluh hari setelah ibunya belajar Falun Dafa, ia bisa berdiri dan berjalan lagi. Inilah mengapa Dasha memutuskan untuk menjadi praktisi saat masih kecil. Segera abang dan ayahnya mengikuti mereka.

Memberikan Harapan dan Dukungan

Praktisi Falun Dafa May Bakhtiar dari Swiss

May Bakhtiar melakukan perjalanan untuk menghadiri konferensi dari Swiss dan telah menjadi praktisi sejak tahun 1997. Ia tahu bahwa tak peduli betapa banyak kesengsaraan, selama ia teguh percaya, selalu ada jalan ke depan.

May berkata bahwa selama Shifu Li berceramah, ia bisa merasakan bahwa beliau mengorbankan segalanya untuk membantu praktisi. Ia juga menjadi paham bahwa kemajuan pelurusan Fa telah memasuki tahap baru dan ia masih harus meningkat. Masih banyak keterikatan yang belum dilenyapkan dan banyak orang yang masih perlu diselamatkan olehnya.

Ia juga mencatat bahwa Shifu mendorong praktisi dalam ceramahnya dan memberikan harapan kepada mereka, dimana memberikan kepastian kepada May bahwa ia bisa mengatasi tantangan di depan. Ia merasa bersyukur berada dalam lingkungan dimana para praktisi berbagi pengalaman dan saling menyemangati untuk meningkatkan kultivasi mereka.

http://www.minghui.org/mh/articles/2017/5/17/2017%E7%BA%BD%E7%BA%A6%E6%B3%95%E4%BC%9A-%E8%A5%BF%E4%BA%BA%E5%AD%A6%E5%91%98%E6%84%9F%E5%8F%97%E6%B4%AA%E5%A4%A7%E6%85%88%E6%82%B2

http://en.minghui.org/html/articles/2017/5/18/163893.html