Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Praktisi berusia 80 Tahun Tetap Teguh

1 Agu 2017 |   Oleh Praktisi Falun Dafa di Tiongkok

(Minghui.org) Saya berusia 80-an dan membeli buku Falun Dafa yaitu Zhuan Falun tahun 1998. Namun, tidak mempelajarinya sampai saya pindah ke kota tahun 1999. Saat itu Jiang Zemin, mantan pemimpin rezim komunis mulai melakukan penganiayaan terhadap Dafa. Namun, saya tidak merasa terganggu dan mencari sekelompok praktisi untuk mempelajari ajaran Falun Dafa.

Pentingnya Toleransi untuk Mengatasi Konflik

Karena buta huruf, saya mengalami kesulitan membaca Zhuan Falun. Awalnya saya hanya memandang buku dan mendengarkan yang lain membaca. Saya mencatat setiap kata yang saya tidak tahu dan menggambar di sampingnya. Hanya dalam dua tahun, saya bisa membaca semua ajaran Dafa.

Sebelum berlatih Falun Dafa, saya menderita banyak penyakit. Tapi, saya sangat percaya pada Dafa dan tahu bahwa berlatih Falun Dafa bermanfaat bagi saya.

Ketika saya mengalami gejala penyakit, cucu saya, seorang dokter, ingin memberi suntikan. Saya mengerti bahwa ini adalah ujian dan menolak segala pengobatan atau pergi ke rumah sakit. Saya tidak tergoda dan sembuh setelah satu bulan. Putra saya menyaksikan kesembuhan dan yakin bahwa Dafa baik untuk saya. Seluruh keluarga menyaksikan saya sembuh dari semua penyakit dalam waktu satu tahun!

Dulu saya dikenal memiliki tabiat yang buruk dan sering bertengkar dengan anak-anak. Saya mencoba mendisiplinkan diri dan memperbaiki karakter. Saya mendengar kata toleransi dalam pikiran, dan menyadari bahwa ini adalah petunjuk. Sejak saat itu, setiap menghadapi konflik, terlebih dahulu saya mencari kesalahan pada diri sendiri dan mundur selangkah dari situasi itu.

Melenyapkan Rasa Takut

Setelah mempelajari Falun Dafa secara mendalam, saya mengerti bahwa sangat penting peran praktisi untuk membantu masyarakat umum memahami kebaikan Dafa dan penganiayaan yang kejam.

Ketika pertama kali terlibat dalam proyek klarifikasi fakta, saya menyebarkan brosur di malam hari. Saya juga pergi ke pedesaan dan membagikan brosur Dafa dari rumah ke rumah.

Setelah Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis diterbitkan tahun 2004, saya dan praktisi lain membagikan di wilayah kami.

Kemudian saya berbicara dengan orang-orang tentang Falun Dafa secara tatap muka dan membantu mereka mundur dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan organisasi afiliasinya. Awalnya, saya takut dan hanya berbicara dengan orang yang saya kenal. Namun, setelah membaca ceramah Guru Li, saya tidak lagi selektif dalam berbicara dengan orang lain.

Terharu

Saya bertemu seorang pria anggota Partai. Awalnya, dia menuduh praktisi menentang Partai. Saya mengatakan padanya bahwa praktisi adalah orang baik, namun dianiaya sewenang-wenang. Saya juga menyebutkan insiden bakar diri di Tiananmen dibuat pemerintah. Dia tidak mau mendengarkan. Tetapi ketika saya meneteskan air mata, ketulusan saya membuatnya tersentuh, dan setuju mundur dari Partai.

Kemudian saya berbicara dengan seorang pemuda, yang tidak ingin mengatakan apa pun. Saya tidak menyerah, bahkan setelah dia mengatakan tidak percaya kalau saya berusia 80-an. Tetapi, dia terus mendengarkan dan kemudian tidak hanya setuju untuk mundur dari PKT dengan nama aslinya, dia juga akan berusaha meyakinkan keluarganya untuk mundur dari Partai.

Selama liburan, saya berbicara dengan murid-murid tentang Falun Dafa. Saya meminta siswa sekolah dasar untuk melepaskan syal merahnya, dan menjelaskan bahwa itu ternoda oleh kejahatan berdarah yang dilakukan oleh PKT. Kebanyakan dari mereka mundur dari Pioner Muda.

Saya merasa sedih jika orang-orang tidak mau mundur dari Partai. Sering kali saya merasa seseorang telah mundur dari partai, bukan karena saya fasih menjelaskan, tetapi karena mereka tersentuh oleh hati saya yang murni. Kebanyakan orang mundur dari partai menggunakan nama aslinya.

Guru berkata,

“Belas kasih mampu mencairkan langit dan bumi untuk mendatangkan musim semi Pikiran lurus dapat menolong manusia di dunia ini” (“Fa Meluruskan Alam Semesta”, dari Hongyin)

Menuntut Jiang Zemin

Ketika praktisi mulai mengajukan tuntutan hukum pada Jiang Zemin bulan Mei 2015, saya khawatir karena putra saya seorang pejabat tingkat rendah di Komite Urusan Politik dan Hukum. Saya takut, kebijakan PKT yang menyeret kerabat mempengaruhi masa depannya.

Setelah belajar Falun Dafa dengan pikiran tenang, saya menyadari bahwa praktisi harus menuntut Jiang Zemin. Saya melepaskan kekhawatiran dan mengajukan tuntutan dengan nama dan alamat asli. Saya dan praktisi lainnya juga membagikan brosur "Menuntut Jiang Zemin" ke seluruh kota dan pedesaan.

Pentingnya Berkultivasi

Suami mulai belajar Dafa setelah saya. Dia berusia 81 tahun, namun masih mempelajari teknik pencetakan yang berbeda sehingga dia bisa menyediakan materi informasi tentang Falun Dafa kepada rekan-rekan praktisi

Guru Li, pencipta Dafa, meminta kami untuk belajar Fa dengan baik, berbicara pada orang-orang tentang penganiayaan, dan memancarkan pikiran lurus. Saya juga menyadari bahwa kultivasi pribadi sangat penting. Suami dan saya mempelajari ajaran guru setiap hari. Kami juga datang belajar bersama mingguan.

Ketika saya mengendur, Guru Li menggunakan berbagai cara untuk menunjukkan. Suatu ketika, saya bermimpi tentang sebuah kolam dan semua ikan telah mati. Saya menyadari ini isyarat tidak boleh mengendur. Saya harus gigih berkultivasi!