Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Melepaskan Nafsu Berahi dan Konsep Pikiran Manusia (Bagian 1)

17 Sep. 2017 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Tiongkok

(Minghui.org) Orang-orang menghormati masyarakat Tionghoa kuno karena standar dan prinsip moralnya yang tinggi. Sangat ditekankan untuk menegakkan moralitas dan ada peraturan ketat mengenai hubungan antara pria dan wanita. Bahkan memikirkan hubungan yang tidak tepat dianggap sebagai dosa yang mengerikan. Karena seluruh masyarakat menekankan prinsip-prinsip ini, masyarakat mampu mempertahankan standar moral yang tinggi.

Hari ini, kita dikelilingi oleh godaan nafsu berahi dalam masyarakat yang dengan mudah bisa menjebak para kultivator yang tidak rajin dalam kultivasi mereka. Beberapa kultivator telah terjebak dalam masyarakat yang merosot dan memanjakan diri mereka dengan nafsu berahi. Beberapa telah berhasil mengendalikan pikiran dan perilaku mereka, menyeberangi kolam penuh kotoran itu dan menuju masa depan yang lebih cerah.

Saya telah melihat bagaimana beberapa praktisi Falun Dafa dianiaya secara serius karena keterikatan mereka terhadap nafsu berahi. Beberapa bahkan kehilangan nyawa mereka. Beberapa praktisi telah menulis artikel untuk menunjukkan bahwa nafsu dan hasrat seksual adalah setan. Sebagai kultivator, kita harus tetap waspada dan tidak pernah terlena dalam hal ini. Melepaskan keterikatan ini adalah satu-satunya cara untuk meningkatkan tingkat kultivasi kita.

Saya ingin membagikan apa yang telah saya lihat dan pahami tentang masalah ini.

Dari lahir sampai tua, kita membentuk konsep pikiran dan keterikatan yang tak terhitung jumlahnya saat kita mengalami berbagai hal di sekitar kita. Karena pengertian dan keterikatan ini semakin kuat, mereka akhirnya bisa mengendalikan kita semua. Ketika kita menganggap mereka sebagai bagian dari diri kita, diri sejati kita tidak memegang kendali. Dikendalikan oleh konsep pikiran dan hasrat, orang menjadi tersesat dan secara bertahap menuju kehancuran.

Kehidupan asli kita berasal dari tingkat kosmos yang lebih tinggi. Sewaktu kita bereinkarnasi terus menerus kehidupan demi kehidupan, kita membentuk konsep pikiran tentang "diri."

Ketika seseorang bereinkarnasi sebagai laki-laki, akan tertarik pada kecantikan dan kelembutan wanita dan merasa tergoda untuk mengagumi tubuh mereka. Ketika seseorang bereinkarnasi sebagai wanita, akan merindukan kekuatan pria, dicintai dan dihargai oleh mereka.

Setiap kali kita bereinkarnasi, keluarga tempat kita dilahirkan, serta orang-orang yang kita jumpai dan berinteraksi, semuanya diatur oleh Dewa. Hubungan yang ditakdirkan ini menghasilkan ikatan karma positif atau negatif. Melalui interaksi, kita memenuhi keinginan masa lalu, melunasi utang lama, membangun hubungan baru dan tanpa sadar menumpuk banyak karma. Tubuh manusia membawa hal-hal yang diciptakan Dewa untuk manusia, serta berbagai konsep pikiran dan karma yang telah dibangun selama masa kehidupan yang lalu.

Praktisi Falun Dafa beruntung telah memperoleh Fa dan belajar arti sebenarnya dari kehidupan. Kita menikmati kebijaksanaan, kebahagiaan dan ingin berkultivasi dengan tekun dan kembali ke asal ke diri sejati kita.

Namun, moral masyarakat yang merosot menantang kita dengan berbagai rintangan. Faktor-faktor ini mengganggu kultivasi kita. Yang terburuk dari semuanya adalah gangguan dari nafsu berahi yang benar-benar dapat menarik kultivasi praktisi ke bawah.

Orang berpikir bahwa hasrat seksual itu normal dan naluriah, tapi sesungguhnya adalah sesuatu yang ditempatkan pada diri manusia untuk mempertahankan masyarakat manusia. Hal ini dikendalikan oleh makhluk dalam Triloka.

Guru berkata,

"Dari perspektif tingkat tinggi, dikatakan manusia biasa dalam masyarakat memang benar-benar berlepotan lumpur, tidak merasa kotor, bermain dengan lumpur di atas tanah. " (Zhuan Falun)

Sementara Dewa melihat nafsu berahi sebagai kotoran, manusia menganggapnya menyenangkan.

Jika seseorang bisa melihat dunia dari dimensi lain, mereka akan menemukan bahwa banyak faktor sedang mengendalikan manusia. Nafsu berahi dan keinginan diatur secara sistematis oleh kekuatan lama dan ditanamkan pada manusia. Mereka mengendalikan tubuh manusia secara langsung dan orang-orang menerima perasaan itu. Sulit bagi mereka yang tidak memiliki tekad kuat untuk menahan godaan nafsu berahi.

Meskipun praktisi Dafa hidup di bawah kendali semua faktor kekuatan lama di Triloka dan tidak secara lahiriah tampak berbeda dari orang lain, kita diangkat ke tingkat yang lebih tinggi saat kita mulai berkultivasi. Kita terus diangkat ke alam yang lebih tinggi dan melepaskan diri dari sekatan Triloka. Nafsu berahi adalah salah satu faktor yang harus kita hilangkan.

Begitu keinginan nafsu berahi muncul dalam pikiran seseorang, makhluk yang bertanggung jawab atas masalah ini memperkuat keinginan kita. Jika kita menganggap ini bagian dari kita, kita membiarkan diri kita dikontrol dengan lebih ketat oleh setan nafsu.

Suatu hari, saya melihat makhluk yang bertanggung jawab atas masalah ini di dimensi lain. Mereka termasuk dalam ranah hasrat sensual. Laki-laki itu tampak tidak bermoral dan wanitanya tampak genit. Mereka mulai bekerja segera setelah orang memiliki hasrat seksual. Mereka membawa dua botol, satu penuh dengan sentimen yang lain dipenuhi dengan keinginan. Sebuah kabut merah muda keluar dari sebotol sentimen yang dipegang oleh makhluk wanita dan menyelimuti wanita. Sebuah kabut merah muda yang lebih gelap berasal dari botol sentimen yang dipegang oleh laki-laki dan menyelimuti laki-laki. Kabut itu membuat pria dan wanita tersesat dalam ketertarikan bersama.

Bila orang dikendalikan oleh materi ini mereka berperilaku berbeda. Beberapa menjadi tidak masuk akal dan bahkan bertindak gila. Tubuh manusia tercemar saat melakukan hubungan seks dan makhluk di dimensi lain mendapatkan kepuasan dengan mengambil sari pati manusia. Namun, manusia berpikir bahwa perasaan puas ini adalah milik mereka dan mereka mengejarnya. Suara yang mereka buat saat bersenggama adalah kombinasi suara binatang dan setan.

Bagi para kultivator, memalukan berada di bawah kendali makhluk ini. Jika anda bisa melihat apa yang terjadi di dimensi itu, anda akan melihat setan-setan nafsu berahi memasuki organ reproduksi orang dan mengendalikan keberadaan orang itu. Mereka bisa menguras energi kultivator dan bahkan menyebabkan mereka mati.

Orang Tionghoa berkata, "Nafsu seperti pisau yang menggantung di atas kepala anda." Namun, hanya sedikit orang yang benar-benar dapat mendisiplinkan diri mereka dalam perilaku, ucapan atau pikiran mereka.

Beberapa wanita akhir-akhir ini senang mengenakan pakaian yang terbuka di depan umum dan beberapa pria terus menatap para wanita, memiliki fantasi dan membicarakannya. Melakukan itu adalah dosa. Kultivator seharusnya tidak memiliki pikiran akan nafsu berahi, karena Dewa memperhatikan kita dengan seksama. Karma segera terbentuk setelah kita memiliki pikiran penuh nafsu berahi.

Kehidupan asli kita berasal dari alam yang lebih tinggi, murni dan bersih. Nafsu dan hasrat seksual yang kita dapatkan seperti pakaian kotor dan bukan bagian dari kita. Makhluk Manipulatif berada di balik pikiran dan perasaan penuh nafsu ini dan sebagai kultivator kita harus menghancurkannya.

Semua orang datang ke dunia ini dengan sebuah keinginan untuk kembali ke jati diri mereka yang sebenarnya. Bagaimana bisa kekotoran dunia ini menghalangi keinginan tulus kita?

Bukan tugas mudah untuk melihat setan nafsu. Mereka telah menguasai tubuh dan pikiran manusia begitu lama dan terus menguras energi dari perilaku seksual, godaan, fantasi nafsu berahi, konten seksual di media dan sebagainya. Kelaparannya memicu reaksi biologis dalam tubuh manusia, membuat orang merindukan seks.

Orang merasa senang dengan nafsu berahi dan tidak mau berpisah dengannya. Ini karena setan nafsu tidak mau pergi. Dia akan mengirimkan rincian pengalaman seksual masa lalu ke otak untuk membuat orang mengingat pengalaman masa lalu, sehingga membuat mereka sulit melepaskan diri darinya.

Setan senang dengan keadaan pikiran ini, karena energi yang dimilikinya kembali terisi dan terus mengendalikan orang tersebut.

Nafsu itu adiktif dan juga perasaan paling egois. Ia membuat orang kehilangan kebijaksanaan dan membawa akhir menyedihkan ke dalam takdir pertemuan.

Seorang praktisi mengatakan bahwa karma terbentuk kehidupan demi kehidupan dan menjadi zat padat. Sulit untuk benar-benar membersihkannya hanya dalam beberapa percobaan. Satu-satunya cara adalah terus belajar Fa, dengan demikian pikiran kita akan dimurnikan dan tingkat kita akan naik.

Begitu pikiran penuh nafsu muncul, kita harus menyangkalnya dan memancarkan pikiran lurus untuk sepenuhnya menghilangkan iblis kekuatan lama.

(Lanjut ke Bagian 2)