Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Keluarga Hancur dengan Penahanan Putrinya Lagi setelah 8 Tahun Dipenjara karena Keyakinannya

30 Nov. 2018 |   Oleh koresponden Minghui di Tianjin

(Minghui.org) Seorang wanita lanjut usia di Tianjin berurusan dengan satu masalah dalam sebelas bulan terakhir. Putrinya yang berumur 50 tahun ditangkap pada 28 Desember 2017, karena menolak melepaskan Falun Gong, latihan kultivasi pikiran-tubuh yang dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok.

Suaminya, seorang pasien kanker, terlihat kesehatannya dengan cepat menurun saat penangkapan putri mereka. Dia meninggal pada bulan Maret 2018.

Abangnya, seorang duda yang bergantung pada keponakan untuk merawatnya, sangat trauma dengan penangkapan tersebut sehingga dia terbaring di tempat tidur dan dikirim ke panti jompo beberapa hari sebelum saudara iparnya meninggal.

Saat sedang berduka atas kematian suaminya dan mengkhawatirkan abangnya, Shu Yufen menyerukan pembebasan putrinya, Xu Xueli, yang dijatuhi penahanan pidana pada tanggal 2 Februari 2018, dan sekarang menghadapi dakwaan karena keyakinannya. Xu sebelumnya dipenjara selama delapan tahun, selama waktu itu dia berulang kali diracun dan disiksa.

Ayah Meninggal Sebulan Setelah Penangkapan Terakhir Putrinya

Xu baru-baru ini ditangkap pada tanggal 28 Desember 2017. Petugas dari Departemen Kepolisian Beichen menyita dari rumahnya lebih dari 45.000 yuan, yang telah disimpan untuk tagihan medis ayahnya. Uang Xu sendiri dan uang pamannya juga diambil. Kartu identitas paman dan asuransi kesehatan juga dirampok.

Dua petugas dari Kantor Polisi Tianmu menelepon orang tuanya, Shu dan Xu Wenda, pada tanggal 24 Januari 2018, meminta mereka untuk datang kantor polisi. Sesampai di sana, Shu diinterogasi dan dipaksa memberikan bukti yang memberatkan putrinya. Polisi juga meraih lengannya untuk membubuhkan sidik jarinya pada catatan interogasi. "Kamu melanggar hukum!" Dia protes dengan marah, tapi tidak berhasil.

Suaminya, seorang pasien kanker perut, merasa terganggu setelah menyaksikan apa yang terjadi pada istrinya. Karena takut, ia membantu para petugas memegang istrinya untuk mendapatkan sidik jarinya. Setelah kembali ke rumah, dia menyadari bahwa dia telah membantu polisi untuk menangkap putrinya yang tidak bersalah, dan dia sangat menyesal.

Dia menghubungi polisi berkali-kali setelah itu, mencoba untuk menjelaskan bahwa dia membantu mereka mengamankan sidik jari istrinya karena dia berada di bawah tekanan luar biasa. Tidak ada petugas yang menanggapinya.

Penderitaan mental dan rasa bersalah membebaninya. Kesehatannya menurun dari hari ke hari, dan dia dirawat di rumah sakit pada bulan Maret 2018 untuk mengobati ascites-nya. Karena polisi menolak mengembalikan uang yang disita, dia harus menghentikan kemoterapi dan pindah ke rumah sakit lain untuk operasi invasif minimal yang lebih terjangkau. Dia meninggal beberapa hari setelah pemindahan rumah sakit. Putrinya tidak diizinkan menemuinya untuk terakhir kalinya.

Keponakannya Ditahan, Paman Dirawat di Rumah Sakit

Paman Xu, Shu Yumin, berusia 70 tahun, tinggal sendiri. Istri dan anak tunggalnya meninggal, dan dia dirawat oleh keponakannya.

Setelah Xu ditangkap, pamannya sangat ketakutan sehingga dia berfikir bahwa dia telah dibawa pergi dan terus mengatakan "ahh" tetapi tidak bisa mengucapkan kalimat lengkap. Dia segera menjadi bisu dan terbaring di tempat tidur.

Dengan uang, kartu asuransi medis, dan kartu identitas semua diambil oleh polisi, dia tidak dapat menerima perawatan medis pada waktu yang tepat. Pada saat dia mendaftar kembali untuk kartu asuransi baru dan memeriksakan diri ke rumah sakit pada tanggal 21 Februari 2018, dia sudah dalam kondisi kritis. Dia dikirim ke panti jompo segera setelah dia keluar dari rumah sakit pada tanggal 2 Maret.

Cobaan Terakhir Membangkitkan Kenangan Pengalaman Masa Lalu yang Mengerikan

Sementara Shu menghabiskan hari-harinya sendirian di panti jompo, saudara perempuannya, Shu, khawatir tentang putrinya, Xu, yang telah disiksa secara brutal dalam delapan tahun penjara sebelumnya.

Xu menghargai Falun Gong karena menyembuhkan penyakit jantung dan hepatitis serta menyelamatkan pernikahannya. Setelah rezim komunis Tiongkok memulai kampanye melawan Falun Gong pada Juli 1999, dia ditahan 5 atau 6 kali karena keyakinannya pada tahun itu saja.

Setelah dia ditangkap pada bulan Oktober 2005, Dia dijatuhi hukuman 8 tahun penjara pada tanggal 20 Januari 2006. Majikannya memutuskan pekerjaannya di akhir tahun itu. Di bawah tekanan dan beban keuangan, suaminya menceraikannya pada tanggal 11 Juli 2011.

Sebagai akibat dari penganiayaan di penjara, Xu berada dalam kondisi yang mengancam jiwa beberapa kali. Tiga bulan sebelum dia dibebaskan, dia menderita penyakit jantung dan diberikan infus IV. Ketika obat-obatan tak dikenal memasuki aliran darahnya, dia merasa seolah kepalanya akan meledak. Kesehatannya memburuk, tetapi para penjaga terus memaksanya minum obat. Karena takut dengan obat-obatan yang tidak diketahui dan rasa sakit yang mereka sebabkan, Xu terkadang tidak berani minum air yang diberikan oleh narapidana, karena air jelas memiliki sedimen di dalamnya.

Xu dibebaskan pada tanggal 25 September 2013, dan berat badannya hanya 42 kg. Dia menderita gejala gangguan mental yang parah dan merasa ada kamera di kepalanya. Dia tidak berani melihat sesuatu dan merasa seolah ada sesuatu yang merangkak di atas tubuhnya. Dia terus tegang dan merasa takut setiap hari.

Dengan perawatan dari anggota keluarga dan melanjutkan latihan Falun Gong, Xu secara bertahap pulih dan mampu merawat pamannya.

Sekarang dia dalam tahanan, keluarga harmonis kembali lagi hancur.

Laporan Terkait dalam Bahasa Inggris:

Practitioners Tortured to the Point of Mental Collapse in Tianjin Women's Prison

Tianjin Prisons’ Systematic Use of Drugs in Persecution of Falun Gong

Artikel Terkait dalam Bahasa Mandarin:

曾被冤判八年-徐雪丽又被非法抓捕