Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Dibius Saat Penahanan, Wanita Hubei Terus Diganggu Setelah Dibebaskan

13 Des. 2018 |   Oleh seorang koresponden Minghui di Provinsi Hubei

(Minghui.org) Ketika Tao Xizhen [perempuan], seorang warga Provinsi Hubei di usianya yang ke 60 tahun, dibebaskan dari penjara pada 14 November, dia kurus kering, giginya hilang, pemikirannya lambat dan dia hampir tidak bisa berjalan—hampir menjadi orang yang berbeda dari sebelum ia ditahan.

Tao telah ditahan selama lebih dari empat tahun, dua bulan terakhir ia habiskan di pusat pencucian otak, Pusat Pendidikan Hukum Hubei, di mana ia kerap dipukul, dibius, dan tidak diperkenankan tidur.

Namun petugas tidak berhenti setelah Tao dibebaskan. Mereka menyuruh putranya untuk mengawasi Tao di rumah dan mencegahnya pergi ke luar rumah.

Baik penganiayaan selama penahanan dan gangguan berikutnya di rumah oleh petugas dimaksudkan untuk memaksa Tao melepaskan keyakinannya terhadap Falun Gong. Juga dikenal sebagai Falun Dafa, Falun Dafa adalah latihan spiritual berdasarkan prinsip Sejati-Baik-Sabar, dan telah dianiaya oleh partai komunis sejak tahun 1999.

Penangkapan dan Penjebakan

Tao ditangkap di rumah pada 8 Agustus 2014 dan dibawa langsung ke Pusat Pendidikan Hukum Hubei, di mana dua orang yang ditugaskan untuk mengawasinya pernah sekali membenturkan kepalanya ke tembok. Dia menolak untuk menyerah, dan petugas memindahkannya ke Pusat Penahanan Xianning 37 hari kemudian.

Pada 12 November 2014, polisi Kota Jiuquan meningkatkan kasusnya sebagai tahanan kriminal. Namun berbagai usaha polisi untuk mendakwa Tao semua ditolak oleh Kantor Kejaksaan Distrik Xianan karena “bukti tidak cukup.” Kepala Divisi Keamanan Domestik lokal Liu Ning dan Kepala Kantor 610 Yao Xiong diadili, tidak berhasil, memaksa beberapa praktisi bersaksi melawan Tao.

Hukuman Mendadak dan Banding Ditolak

Persidangan berlangsung di Pengadilan Xianan satu tahun kemudian pada 13 November 2015. Hanya putra Tao dan saudara suaminya yang diperkenankan untuk memasuki ruang pengadilan. Setelah Tao membantah semua tuduhan terhadapnya, hakim menunda persidangan.

Kasus tersebut masih terbengkalai hingga seorang petugas pengadilan pergi ke pusat penahanan pada 8 November 2016 untuk menginformasikan Tao bahwa ia telah dihukum empat tahun penjara. Tao segera mengajukan banding dan kasus tersebut diteruskan ke Pengadilan Menengah Xianning pada 25 November.

Keluarganya tidak mengetahui tentang hukuman penjaranya hingga mereka pergi ke pengadilan untuk menanyakan tentang kasus tersebut pada 14 November 2016. Mereka menyewa seorang pengacara untuk Tao, namun baik hakim Liu Ying dari pengadilan persidangan dan Dong Wei dari pengadilan menengah menolak untuk mendiskusikan kasus tersebut dengan mereka.

Pengacara dan keluarga Tao kemudian diberi tahu bahwa putusan asli dipertahnkan dan dia telah dikirim ke Penjara Wanita Wuhan pada 27 Desember 2016.

Karena tak ada satu pun yang berhasil melemahkan keyakinan Tao terhadap Falun Gong, otoritas mengirimnya ke pusat pencucian otak pada 14 September 2018, dua bulan sebelum tanggal pembebasannya. Penjaga pusat penahanan sering mencampur makanannya dengan obat-obatan yang tidak diketahui. Mereka juga memukulinya secara teratur dan memaksanya untuk tetap bangun dari waktu ke waktu.

Konsekuensi dari Penganiayaan

Tao adalah seorang pensiunan karyawan dari Perusahaan Konstruksi Kota Xianning. Latihan Falun Dafa membantu menyembuhkan berbagai penyakitnya seperti masalah perut, sakit jantung, insomnia, dan pusing. Prinsip Sejati-Baik-Sabar juga memperbaiki temperamennya, membuatnya lebih mudah bergaul dan bertenggang rasa.

Namun, sejak penganiayaan dimulai tahun 1999, dia ditahan beberapa kali termasuk di pusat pencucian otak dan kamp kerja paksa. Selama pemaksaan makan di Pusat Penahanan Shuangheqiao tahun 2001, seorang petugas memukul dadanya dengan borgol dan mematahkan tulang rusuknya.

Lamanya penganiayaan dan pemerasan finansial merupakan sebuah beban besar bagi suami Tao, Ren Kuojun, yang juga ditekan oleh tempat kerjanya untuk melepaskan latihan tersebut. Dia kemudian berhenti berlatih Falun Dafa dan kesehatannya merosot dari hari ke hari hingga ia meninggal dunia tahun 2007.

Laporan terkait dalam bahasa Inggris:

Authorities Violate Legal Rights of Three Practitioners in Hubei Province

Head of 610 Office Tries to Convince Falun Gong Practitioners to Give False Evidence

Artikel Terkait dalam bahasa Mandarin:

湖北省咸宁市陶席珍、徐长虹被秘密劫持入狱

数次被绑架-湖北咸宁市陶席珍被诬判四年