(Minghui.org) Saya seorang pensiunan guru sekolah dasar berusia 78 tahun. Sebelum saya mengikuti Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong), saya menderita gangguan darah yang disebut thalassemia dan menjalani kehidupan yang menyedihkan.

Permulaan yang Sulit

Saya menderita anemia sejak saya masih kecil, jadi hemoglobin saya selalu rendah. Tekanan darah dan gula darah saya juga rendah. Itu berarti saya selalu lelah.

Saya tidak berobat untuk kondisi saya sampai penyakit itu menyebabkan saya jatuh ketika berumur lebih dari 40 tahun. Saya dibawa ke rumah sakit dan didiagnosis menderita thalassemia, penyakit keturunan tidak bisa diobati.

Ketika saya semakin tua, semua organ saya mulai gagal karena kekurangan darah dalam jangka panjang, dan akhirnya saya menderita semua jenis penyakit, seperti pembesaran hati dan limpa, peradangan kandung empedu, gastritis, masalah ginekologi, radang usus besar, insomnia , dan diare berat.

Saya harus minum obat kuat untuk menghentikan diare, tetapi obatnya merusak hati. Saya menjadi kurus kering dan lemah, dengan kulit keriput. Rambut saya mulai rontok, jadi saya harus memakai wig. Saya tidak lagi bisa mengajar dan dipindahkan ke pekerjaan lain.

Saya mencoba berbagai metode untuk mengurangi rasa sakit, mulai dari olah raga hingga latihan qigong, hingga pengobatan Tiongkok dan produk perawatan kesehatan lainnya. Tetapi tidak ada yang berhasil. Kondisi saya memburuk sampai harus mendapatkan transfusi darah untuk membuat saya tetap hidup.

Untuk membuat situasi menjadi lebih buruk, saya merasa bahwa saya harus berjuang demi nama dan keuntungan pribadi di tempat kerja meskipun saya sudah menjadi guru top. Saya sering bertanya pada diri sendiri mengapa saya harus tersiksa seperti ini.

Thalassemia Lenyap

Hidup saya berbalik pada tahun 1996 ketika tiga orang memperkenalkan Falun Gong kepada saya. Saya mulai berlatih pada 2 Februari 1997.

Ketika saya pergi ke tempat latihan bersama untuk pertama kalinya, saya melihat begitu banyak orang bermeditasi dengan tenang dan diam, diiringi musik yang indah. Tetapi saya tidak bisa duduk bersama mereka selama lebih dari 15 menit karena sakit punggung yang luar biasa. Meskipun saya tidak dapat melakukan meditasi lengkap, tubuh saya masih terasa ringan sesudahnya.

Sejak itu saya menghadiri latihan bersama setiap pagi tidak peduli cuaca bagaimana, atau betapa sakitnya kaki saya. Saya juga pergi ke tempat belajar Fa Bersama di malam hari. Saya secara bertahap menjadi mampu menempatkan satu kaki di atas selama meditasi, dan akhirnya bisa bermeditasi dengan kedua kaki disilang.

Para praktisi di kelompok kami berasal dari semua lapisan masyarakat, dan kami semua berbagi pemahaman setelah belajar Fa. Saya sangat merasakan bahwa lingkungan kultivasi Falun Gong adalah tanah yang murni.

Sejak saat itu, saya secara ketat mengikuti prinsip-prinsip Sejati-Baik-Sabar untuk memandu hidup saya. Semua penyakit saya hilang tak lama setelah saya mulai berlatih. Berat badan saya bertambah, kulit saya menjadi cerah, dan kemerahan. Saya bisa makan apa saja dan saya tidur nyenyak.

Saya sejak itu tidak pernah ke rumah sakit atau minum obat apa pun. Saya sangat sehat. Salah satu mantan siswa saya, yang adalah seorang peneliti yang mengkhususkan diri dalam penelitian darah, mengetahui tentang pemulihan saya dan berkata kepada saya, "Falun Gong menyembuhkan thalassemia anda, yang merupakan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan empiris."

Saya mengerti bahwa kesulitan dalam hidup adalah karena balasan karma dan tujuan menjadi manusia adalah kembali ke diri sejati. Saya tidak lagi khawatir tentang kehidupan yang tidak adil atau secara aktif mengejar nama dan keuntungan. Saya menjadi lebih bahagia, dan hidup saya menjadi jelas dan lurus.

Temperamen saya berubah seiring dengan perspektif tambahan tentang kehidupan ini. Saya menjadi santai dan damai. Saya lebih memperhatikan kebutuhan suami dan anak-anak dan mengerjakan lebih banyak pekerjaan rumah tangga. Keluarga mengetahui perubahan saya dan menghargai keindahan Dafa. Mereka semua mendukung saya berlatih.

Membuktikan Dafa dengan Pengalaman

Setelah penganiayaan Falun Gong dimulai pada tahun 1999, saya pergi ke ibu kota provinsi dan Beijing untuk memohon hak berlatih. Kemudian, saya ditahan selama sebulan. Polisi setempat sering datang ke rumah mengganggu saya sesudahnya.

Seorang petugas polisi bertanya mengapa saya pergi ke Beijing. Saya menceritakan pengalaman pribadi saya, bahwa Dafa menyelamatkan hidup saya dan Dafa membimbing saya untuk menjadi orang yang lebih baik.

Saya bertanya kepadanya, “Bagaimana mungkin saya masih memiliki hati nurani jika saya tidak membela Guru saya?” Dia terkejut mengetahui apa yang saya alami dan tidak lagi ikut serta dalam penganiayaan. Dia juga melindungi saya secara diam-diam.

Para pejabat tinggi di sekolah saya semua tahu bahwa saya bekerja dengan giat. Mereka juga menyaksikan perubahan saya dan tahu seberapa banyak saya menghemat biaya pengobatan setelah saya mulai berlatih Falun Dafa. Mereka melindungi saya meskipun mereka di bawah tekanan, dan semuanya diberi berkah.

Suami saya selalu di sisi saya. Ketika saya dibebaskan dari tahanan, dia tidak mengeluh tentang apa pun. Setelah saya mengatakan kepadanya bahwa saya mungkin dipecat dari pekerjaan dan kami mungkin akan mengalami kesulitan keuangan, dia dengan baik hati memberi tahu saya bahwa kami akan menghadapinya bersama-sama. Saya sangat tersentuh.

Ketika seorang petugas polisi bertanya kepadanya pendapatnya tentang berlatih Falun Gong, dia mengatakan kepada petugas polisi, "Saya mengerti dan mendukung keyakinannya."

Latihan Dafa telah membawa kebahagiaan dan berkah bagi seluruh keluarga saya. Baik putra dan putri saya memiliki keluarga yang bahagia dan juga harmonis. Saya ingin berbagi pengalaman saya dan memberi tahu semua orang tentang kebaikan Falun Dafa dan Sejati-Baik-Sabar.