(Minghui.org) Praktisi Falun Gong di Rumania melakukan pengumpulan tanda tangan di pusat kota Bucharest, ibu kota negara tersebut, pada tanggal 17 Februari, hari kedua Tahun Baru Imlek.

Mereka mendirikan sebuah stan di depan sebuah supermarket yang ramai, para praktisi memeragakan latihan Falun Gong dan membagikan brosur informasi tentang latihan kultivasi jiwa dan raga tradisional ini. Beberapa praktisi berbicara kepada orang-orang yang lewat tentang pengalaman praktisi di Tiongkok yang telah dianiaya karena mengikuti prinsip Falun Gong yaitu Sejati-Baik-Sabar. Mereka juga mengatakan kepada orang-orang bahwa rezim Komunis Tiongkok telah membunuh praktisi untuk mengambil organ tubuh mereka demi mendapatkan keuntungan dalam industri transplantasi.

Banyak orang terkejut mendengar kekejaman dan marah terhadap rezim komunis yang melakukan kejahatan semacam itu. Mereka menandatangani petisi yang menyerukan diakhirinya pengambilan organ praktisi Falun Gong secara paksa dan penganiayaan terhadap Falun Gong.


Pengumpulan tanda tangan diadakan di pusat kota Bucharest pada hari kedua Tahun Baru Imlek

Banyak orang telah mendengar tentang penganiayaan Falun Gong dan pengambilan paksa paksa organ yang direstui pemerintah Tiongkok dari praktisi Falun Gong. Setelah membaca papan pengumuman informasi, banyak orang berjalan menuju meja untuk menandatangani petisi. Beberapa mengambil brosur dari para praktisi dan menandatangani petisi yang menyatakan dukungan mereka atas upaya untuk mengakhiri penganiayaan.

Beberapa orang mendengar kabar tersebut untuk pertama kalinya dan menandatangani petisi tersebut. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka percaya bahwa adalah tidak adil dan tidak dapat diterima penganiayaan semacam itu dilakukan terhadap praktisi Falun Gong di Tiongkok.

Seorang guru SMA mengatakan bahwa dia akan menunjukkan brosur tersebut kepada murid-murid dan koleganya, sehingga lebih banyak orang akan mengetahui tentang apa yang terjadi di Tiongkok.

Seorang pria bernama Adi mengatakan bahwa dia berharap agar praktisi Falun Gong dan tahanan nurani lainnya di Tiongkok tidak akan dianiaya dan dibunuh, dan sebaliknya mereka akan dapat merayakan Tahun Baru Imlek yang bahagia dan menjalani kehidupan yang lebih baik. Dia juga berharap akan ada kebebasan berbicara di Tiongkok dan orang tidak lagi dibatasi oleh rezim komunis.

Ileana menerima origami bunga lotus yang indah dari seorang praktisi. Dia menghargai keindahan lotus dan indahnya Falun Gong yang mengajarkan Sejati-Baik-Sabar. Dia terkejut dengan kebrutalan penganiayaan yang dialami praktisi Falun Gong di Tiongkok dan menyatakan bahwa dia berharap agar penganiayaan dihentikan.