<<Tujuan Terakhir dari Paham Komunis-Bagian Tiongkok>>

Bab 5. Roh Jahat Merebut Takhta -- Kebudayaan Runtuh Tenggelam (Akhir)

Daftar isi

4. Kaya Namun Bermoral -- Menenangkan Eksternal dengan Berkultivasi Internal

5. Model Teladan Tatanan Manusia vs Mengekang yang Lurus Menyembah yang Jahat

6. Kesenian Tradisional Menyanjung Tuhan -- Kesenian Partai Jahat Menyanjung Iblis

7. Partai Komunis Tiongkok Menentang Nilai Universal -------- “Sejati - Baik - Sabar”

1) Nilai Universal Menghancurkan Area Terlarang “Ateisme”

2) Ajaran Sesat Partai Komunis Tiongkok dan Jiang Zemin Saling Memanfaatkan, Menantang Nilai Universal

3) Menggunakan “Nafsu Keinginan” untuk Menggantikan Nilai Universal

4) Penganiayaan Roh Jahat Komunis terhadap Kepercayaan Ortodoks Ditakdirkan Gagal

Kesimpulan

******

4. Kaya Namun Bermoral -- Menenangkan Eksternal dengan Berkultivasi Internal

******

Orang zaman dulu berujar: uang adalah materi di luar tubuh. Setiap orang juga tahu, setiap orang mencarinya. Orang kuat mencarinya demi memenuhi nafsu keinginan; kaum wanita mencarinya demi kemolekan dan kemewahan; orang berusia lanjut memerlukannya demi mengatasi kekhawatiran di hari tua; kaum intelektual menghendakinya demi kemuliaan; pegawai menunaikan tugas deminya, dan seterusnya, oleh sebab itu semua orang mencarinya.

Ada orang yang bahkan bertarung deminya, orang yang agresif berani mengambil risiko; orang yang bertemperamen tinggi dapat menempuh jalan kekerasan untuk memperolehnya; orang yang iri hati mati penasaran karenanya. Memakmurkan rakyat adalah prinsip raja dan pejabatnya, pemujaan terhadap uang merupakan kelakuan yang paling nista. Kaya namun tak bermoral akan membahayakan semua makhluk hidup, sedangkan kaya dan bermoral [memiliki De] merupakan harapan semua orang, oleh sebab itu orang kaya tidak boleh tidak menjunjung moralitas [De].

De adalah terakumulasi dalam kehidupan sebelumnya, menjadi raja, pejabat, kaya dan kedudukan terhormat semua dihasilkan dari De. Tanpa De tidak ada yang dapat diperoleh, kehilangan De berarti sirna segalanya. Oleh sebab itu, orang yang mengejar kekuasaan dan mencari kekayaan harus terlebih dahulu mengumpulkan De, menanggung penderitaan dan berbuat kebajikan dapat mengumpulkan banyak De. Untuk itu haruslah mengerti prinsip sebab akibat, dengan memahami hal ini, maka pemerintah dan rakyat dapat mengendalikan hatinya masing-masing, dunia akan makmur dan damai.

-------- Li Hongzhi [Pendiri Falun Dafa] (<<Kaya Namun Bermoral>>, 27 Januari 1995)

Jika manusia tidak mengutamakan akhlak [De], akan terjadi kekacauan besar yang tak terkendalikan di dunia, sesama manusia saling bermusuhan dan hidup tanpa kebahagiaan, bila hidup tanpa kebahagiaan maka tidak akan takut mati; Lao Zi berkata: Jika rakyat tidak takut mati, bagaimana dapat menakutinya dengan kematian? Ini adalah suatu ancaman besar yang segera datang. Kedamaian dunia adalah keinginan rakyat, pada saat demikian jika lebih banyak lagi undang-undang dan peraturan diberlakukan untuk memperoleh kestabilan, akan berakibat sebaliknya. Untuk mengatasi kekhawatiran ini, maka harus berkultivasi akhlak [De] secara universal baru dapat mengobati dari dasarnya, bila pejabat tidak egois maka negara tidak akan bobrok, bila rakyat lebih mengutamakan kultivasi diri dan menjunjung akhlak [De], pemerintah dan rakyat masing-masing mengendalikan hatinya, maka seluruh negeri akan stabil dan rakyat mendukungnya, negara menjadi kokoh, ancaman dari luar akan takut dengan sendirinya, seluruh dunia seyogianya jadi damai, ini adalah perbuatan orang suci.

--------Li Hongzhi [Pendiri Falun Dafa] (<<Menenangkan Eksternal dengan Berkultivasi Internal>>, 5 Januari 1996)

******

Orang Tiongkok tradisional beranggapan bahwa: “Kaya De Menguasai Segalanya”, De merupakan akar dari keberuntungan dan kekayaan, keberuntungan dan kekayaan -- semuanya datang dari transformasi De. De itu bagaikan air, kekayaan bagaikan perahu, bila air dangkal maka tidak dapat membawa perahu. “De Tidak Sesuai Jabatan [dari Yi Jing]” akan mendatangkan malapetaka bagi manusia. Bagi Raja Agung, boleh dikatakan kultivasi tubuh dan mengutamakan De merupakan akar dari ilmu kenegaraan dan memimpin rakyatnya, ketika Raja Agung - Perdana Menteri berdoa pada Tuhan dan menghormati Langit, serta mempunyai moralitas tinggi, maka barulah dapat mengerakkan hati seluruh masyarakat mengarah ke kebaikan [Shan], sehingga negara menjadi stabil, menghindari pergolakan masyarakat dan invasi dari musuh luar, rakyat berkembang jadi makmur, hidup damai dan kerja dengan senang hati, Sungai Bersih Lautan Tenang [dunia dalam kedamaian], Negara Makmur Rakyat Tenteram. Dengan demikian semua raja suci dari berbagai dinasti menjadikan kelurusan hati dan kultivasi tubuh sebagai fondasi, “Kelurusan hati untuk meluruskan istana kekaisaran, istana kekaisaran lurus untuk meluruskan ratusan pejabat, ratusan pejabat lurus untuk meluruskan ribuan rakyat, ribuan rakyat lurus untuk meluruskan empat penjuru [dari buku Qunshu Zhiyao; lit: Kumpulan Buku Penting Pemerintahan; era dinasti Tang].” Pemimpin Terang Kaisar Pendiri dari Istana kaisar tradisional, seperti Fuxi - Huangdi - Yao - Shun - Yu - Han Wudi - Tang Taizong, Ming Chengzu - Kangxi dan lainnya, ilmu kenegaraan dan kepemimpinan mereka telah berhasil mempraktikkan sekaligus menempa Jalan [Tao] dari Sang Raja selama lima ribu tahun.

Moralitas [Daode; lit: jalan kebajikan] memiliki kehangatan yang sangat besar, membuat manusia rindu - hormat - akrab - mempraktikkan sendiri. Shun diantar oleh Yao hingga tiba di Lishan [lit: Gunung Li], penduduk lokal awalnya berjuang keras menentang, di bawah pengaruh moralitas Shun, setahun kemudian penduduk Lishan terbiasa hidup sopan. Setiap kali Shun tiba di suatu tempat, sikap penduduk secara besar-besaran menjadi lemah lembut, semua orang berpindah tempat ke sebelah dia. Shun pindah ke suatu tempat, di situ setahun kemudian menjadi desa, dua tahun kemudian menjadi kota, tiga tahun kemudian mungkin menjadi ibu kota. Kaisar Yao memerintahkan Shun mengajarkan peradaban, agar manusia mematuhi Lima Hubungan [Wu Lun; lima tatanan hidup dari Konfusianisme] yaitu sebagai Ayah harus Adil - sebagai Ibu harus Belas Kasih - sebagai Kakak harus Bersahabat - sebagai Adik harus Penuh Hormat - sebagai Anak harus Berbakti. Rakyat secara sadar mengikuti, Kolong Langit Aman Tentram - Rakyat Jelata Damai Harmonis, “Kolong Langit Memahami Kebajikan [De], Semuanya Dimulai Kaisar Yu Sendiri [Kaisar Yu=nama lain dari Shun; Yu Shun]” (<<Catatan Sejarah Agung [Shiji; Karya Sima Qian; Records of Grand Historian]>>).

Raja suci dalam memimpin negara, hati memedulikan kesejahteraan rakyat. Di masa Zhen Guan [masa pemerintahan Li Shimin] dari dinasti Tang (Tahun 632) akhir bulan Desember, ketika Tang Taizong menginspeksi penjara hukuman mati, terpikir tahun baru segera tiba, namun para tahanan ini malah berada di balik penjara, tidak bisa berkumpul dengan keluarga, hati timbul rasa kasihan. Itu sebabnya mengeluarkan perintah agar para tahanan hukuman mati ini dibebaskan kembali ke rumah, dan menetapkan mereka tahun depan saat musim gugur secara sukarela pulang kembali ke Chang’an [ibu kota saat itu] untuk menjalani hukuman. Menuntut para tahanan hukuman mati agar memegang janji, sama saja dengan mempercayai cerita dongeng! Akan tetapi, bulan September tahun berikutnya, 390 terpidana mati dalam kondisi tanpa tekanan dari siapa pun - tanpa kawalan dari siapa pun, “Semuanya tepat waktu pergi sendiri ke istana kekaisaran, tiada satu orang pun yang kabur bersembunyi.” (<<Zizhi Tongjian [lit: Cermin Bantuan Komprehensif dalam Pemerintahan; karya Sima Guang]>>) Tang Taizong menggunakan ketulusan hati mengajarkan peradaban - memberi inspirasi kepada semua orang, walaupun mendapatkan kepercayaan, namun para tahanan hukuman mati itu secara sukarela pulang kembali menjalani hukuman mati. Tang Taizong juga memberi keringanan hukuman terhadap para tahanan hukuman mati ini, kisah ini tersebar dan dikagumi sepanjang zaman.

Kaisar Kangxi hampir setiap tahun mengambil langkah-langkah untuk mengurangi pungutan pajak. Misalnya pada tahun ke delapan belas Kangxi, setelah proyek perbaikan Huaihe [Sungai Huai; sungai utama di timur Tiongkok terletak antara Huanghe dan Changjiang] selesai, daerah yang aslinya terkena banjir berubah menjadi lahan subur, sehingga mengundang para petani menggarapnya. Kaisar Kangxi menghapus pajak dari 261 kabupaten yang terkena dampak bencana seperti Shuntian - Jiangnan - Shandong - Shanxi - Henan - Zhejiang - Huguang dan lainnya. Pada saat itu Tiga Daerah Taklukan [Three Feudatories; Wu Sangui - Raja Pinxi; Shang Kexi - Raja Pingnan; Geng Zhongming - Raja Jingnan] masih belum berhasil ditaklukkan, akan tetapi tahun itu merupakan tahun yang penuh bencana, oleh karena itu masih belum cocok memungut pajak. Pada era yang berbeda, istana kaisar menerapkan pengurangan pajak terhadap berbagai daerah yang berbeda. Selama enam puluh dua tahun pemerintahan Kaisar Kangxi, telah menangguhkan pajak lahan seluruh negeri total 545 kali, yaitu sejumlah 150 juta tael perak, ini setara dengan 5 sampai 7 kali lipat pendapatan fiskal negara yang sebesar 20 juta sampai 30 juta tael.

Raja suci tidak hanya membantu rakyat, namun juga mengajari peradaban kepada rakyat jelata dan meningkatkan moralitasnya, setelah moralitas meningkat, Tuhan di langit dengan sendirinya akan memberkati manusia.

Para raja suci mewariskan perlindungan sepanjang zaman - perilaku moral yang abadi kepada rakyatnya. Genta Besar Kaisar Yongle yang dibuat Ming Chengzu [Kaisar Yongle dari dinasti Ming], merupakan sebuah “Raja Genta Buddha” sekaligus pencapaian terbesar dari penggabungan seluruh jenis genta kuno. Ia adalah genta Buddha yang paling berat - yang paling besar di dunia, badan genta luar dan dalam dipenuhi oleh mantera sutra ajaran Buddha, tersebar di setiap inci permukaan Genta Besar, di bagian luar berisikan <<Sutra Amitabha [A Mituo Jing] yang disabdakan oleh Buddha>> dan lain-lain, di bagian dalam berisikan <<Sutra Teratai [Miaofa Lianhua Jing]>> dan lain-lain, di bibir genta berisikan <<Sutra Intan [Jingang Bore Jing]>> dan lain-lain, jika dikumpulkan ada tujuh belas macam mantera sutra.

Dalam <<Sutra Dirghagama. Sutra Janavasabha>> menyatakan, nada Sanskrit ada lima karakteristik utama, “Pertama -- nadanya harus lurus dan penuh hormat. Kedua -- nadanya harus harmonis dan elegan. Ketiga -- nadanya harus jelas dan jernih. Keempat -- nadanya harus mendalam dan menyenangkan. Kelima -- daerah sekeliling terdengar hingga jauh. Ini semua berjumlah lima, dan kemudian diberi nama Sanskrit”. Ming Chengzu dengan jelas menyatakan, tujuan dari menyebarkan Sanskrit adalah “Secara universal memutar Roda Fa [memutar Falun; memutar Roda Dharma] demi semua makhluk”, “Secara universal bermanfaat untuk semua”, termasuk “Semua makhluk yang ada di sepuluh penjuru”. Suara genta dari Genta Besar Kaisar Yongle, menggunakan suara nadanya - makna nadanya, untuk menyerupai Sanskrit. Memukul genta satu kali, “Setiap Huruf Merangkai Nada”, daerah sekeliling terdengar hingga jauh. Dua ratus tiga puluh ribu lebih huruf dari sutra - nama Buddha dan bahasa Sanskrit yang terpahat pada badan genta -- seiring dengan suara genta diantar ke dalam telinga manusia, langsung menuju ke hati manusia, Fa Buddha meresap dalam medan besar materi dunia manusia, daya ampuh dan kuasa kebajikannya yang tanpa batas dapat menyadarkan dunia dan menyebarkan Fa - mengajari kebaikan [Shan] ke seluruh rakyat.

Dari jalan para Raja suci, yang kontradiktif dengan kebijakan mencelakakan negara milik ajaran sesat komunis, kita dapat menebak cara-cara jahat dari roh jahat komunis dalam menghancurkan moralitas dan kebudayaan. Yang paling parah dalam menghancurkan Kebudayaan bangsa Tionghoa lima ribu tahun -- contohnya adalah biang kejahatan Jiang Zemin [presiden Tiongkok 1993-2003]. Siluman Sungai Membanjiri Rakyat [Jiangyao ZeMin; makna literal dari nama Jiang Zemin itu sendiri], merupakan pencapaian terbesar dari kumpulan kejahatan, perilaku jahatnya yang kejam - penuh muslihat - tipu daya - keji - brutal - mata keranjang -- jumlahnya demikian banyak sulit terhitung. Ia menggunakan korupsi dalam memerintah negara, “Kontribusi” terbesarnya terhadap partai komunis adalah mendirikan sekaligus memperkuat korupsi yang sistematis. Jiang Zemin tidak saja “Menjadikan Diri Sebagai Contoh” dalam menghancurkan benteng moralitas, namun juga mempromosikan para pejabat yang paling keji dalam menganiaya Falun Gong dan orang-orang rendahan yang paling korup - yang paling cabul - yang paling tidak berkemampuan, untuk menyerang kebaikan dengan tanpa ampun, serta mendorong arus kejahatan di dalam masyarakat. Hanya pejabat utama di tingkat nasional - pejabat deputi di tingkat nasional - pejabat tingkat kementerian yang ia promosikan saja, sudah ada beberapa ratus orang yang ditarik paksa turun dari jabatan karena korupsi yang tanpa pandang bulu; ini masih belum termasuk barang palsu - barang beracun di segala tempat yang berada di bawah juridiksi orang-orangnya, termasuk juga banyak daerah di Beijing -- lingkungannya terkontaminasi sampai tingkat yang tidak layak untuk dihuni oleh umat manusia. “Kebijakan Emas dan Yuan [strategi keuntungan ekonomi untuk mengendalikan negara lain]” yang diciptakan oleh Jiang Zemin, telah meluncurkan “Perang Keserakahan” dalam lingkup dunia, telah merusak berbagai pemerintahan dan pejabat di dunia, persis seperti “Pelacur Besar [dalam Kitab Wahyu]” yang melakukan perzinahan -- seperti digambarkan di dalam “Alkitab”, siapa saja yang ditemui -- akan diseret masuk ke dalam air. Roh jahat memilihnya, memanfaatkan pelaku kejahatan pengacau dunia yang menjadi kumpulan dari segala kejahatan -- untuk mendorong umat manusia ke dalam neraka kehancuran yang abadi.

Alasan mengapa Jiang Zemin bisa memperoleh jabatan tinggi, justru karena kebutuhan dan pengaturan dari “Model Pemerintahan” roh jahat komunis, sebab Jiang Zemin dapat semaksimal mungkin membantu roh jahat komunis -- dalam merealisasikan peran secara total meruntuhkan moralitas masyarakat - merusak kebudayaan. Ketika Jiang Zemin dikarenakan faktor usia -- harus mundur ke belakang layar, roh jahat masih mengatur kaki tangan Jiang Zemin untuk terus merebut posisi yang paling penting, terus menyerang “Sejati - Baik - Sabar”, dan menghancurkan moralitas tradisional orang Tiongkok, pada akhirnya menutup habis jalan hidup bangsa Tionghoa. Tentu saja ia juga telah menghancurkan partai komunis itu sendiri. Jiang Zemin menggunakan tindak tanduknya yang paling jahat, telah melucuti pakaian dari partai komunis, membiarkannya telanjang di siang bolong, pada saat yang bersamaan juga telah selesai menggali kuburan untuk partai jahat komunis.

5. Model Teladan Tatanan Manusia vs Mengekang yang Lurus Menyembah yang Jahat

Kebudayaan Tradisional bangsa Tionghoa sangat memandang penting moralitas manusia, artikel-artikel dalam buku kuno yang menggambarkan moralitas tinggi - mendorong manusia ke arah kebaikan [Shan] -- jumlahnya sangat banyak dan mudah ditemui. Membuka sejarah lima ribu tahun, seperti hadir di sebuah galeri karakter yang sangat kaya, karakter dengan berbagai macam kepribadian datang silih berganti. Di sini ada para Raja suci yang membuat orang takjub, ada pahlawan yang membuat orang kagum dan hormat, ada ksatria yang menyebabkan orang terguncang dan terharu, ketika membaca semua ini mau tidak mau membuat hati terkagum-kagum.

Yang paling penting adalah, dalam catatan buku sejarah, dari sikap penampilan dan perilaku moral dari banyak orang -- sedikit banyak secara sama-samar dapat terlihat kesuksesan-kegagalan dan terhormat-tercela dari masa depannya. Pada era perang Chu dan Han -- Han Xin yang membantu Liu Bang [Han Gaozu; kaisar pertama dinasti Han] merebut kekuasaan di kolong Langit adalah jenderal bintang paling mempesona di era Tiongkok kuno. Pada era perang Chu dan Han -- orang-orang menghormati dia sebagai “Prajurit Negara Tanpa Tanding” “Kemampuan Tinggi Tiada Duanya, Strateginya Bukan Dari Dunia”, generasi selanjutnya menjuluki dia sebagai “Dewa Perang” “Dewa Prajurit”. Sejarah mencatat kisah muda Han Xin mengalami “penghinaan dengan merangkak di bawah selangkangan”. Justru karena Han Xin memiliki hati maha Sabar [Ren] yang luar biasa, barulah dapat menyelesaikan sebuah pekerjaan besar. Kisah ini secara mendalam mengilhami generasi selanjutnya dalam berkultivasi hati dan menumbuhkan kebajikan [De].

Penekanan Kebudayaan Tradisional bangsa Tionghoa terhadap “De [Kebajikan; moral]” berasal dari pengaturan sistematis Tuhan. Orang Tiongkok tradisional menganggap De adalah semacam materi, jika De banyak berarti orang baik, jika De sedikit berarti orang jahat. Di tingkat yang sangat tinggi -- banyak sedikitnya De juga menentukan baik buruknya kualitas kesadaran [Wuxing] seseorang. Bila De banyak - kualitas kesadaran baik, berarti mudah memahami sabda Tuhan; sebaliknya, bila De sedikit - kualitas kesadaran rendah, berarti tidak mudah memahami sabda Tuhan. Pada saat Tuhan datang untuk menyelamatkan umat manusia, manusia terakhir justru berada pada kondisi yang sangat berbahaya.

Roh jahat komunis demi memusnahkan umat manusia, maka harus merusak Kebudayaan warisan Tuhan kepada manusia yang mementingkan De. Itu sebabnya, ia harus menyebarkan yang Jahat hingga menjadi yang Baik, menyebarkan yang Rusak hingga menjadi yang Bagus, secara total mengacaukan kriteria etika manusia. Kritik partai komunis Tiongkok terhadap kisah “Sepanjang Masa Mengemis Kebenaran” Wu Xun [Reformis pendidikan Tiongkok] dan hinaan terhadap pahlawan bangsa Yuefei yang sangat loyal dan melindungi negara, membuat konspirasi roh jahat untuk memusnahkan manusia menjadi sangat jelas.

Wu Xun lahir di akhir era dinasti Qing, seumur hidup meminta sedekah, menahan hal yang sulit ditahan oleh orang biasa, menanggung derita yang sulit ditanggung oleh orang biasa. Dia mengandalkan meminta-minta, melalui upaya keras tanpa lelah selama tiga puluh tahun, telah mendirikan tiga sekolah gratis, memperoleh halaman sekolah seluas tiga ratus Mu [1/15 hektar] lebih, dan mengumpulkan dana pengelolaan sekolah sampai puluhan ribu Guan [ikatan dengan 1000 uang logam kuno]. Ini merupakan pencapaian luar biasa yang belum ada sebelumnya dalam sejarah pendidikan di Tiongkok maupun di dunia.

Setelah Wu Xun meninggal dunia, pemerintahan dinasti Qing menyebarkan pencapaian luar biasanya dengan menaruh catatan biografinya di dalam Museum Sejarah Negara, sekaligus memperbaiki makam - membangun kuil - mendirikan monumen untuknya. Pada era Republik Tiongkok -- berbagai kalangan masyarakat menggunakan istilah “Orang suci” “Jingang [Vajra]” “Patriot” dan lainnya untuk memuji Wu Xun atas jalan penderitaan dan kesabarannya yang sangat besar - tindakan kebenarannya yang memulai sekolah gratis. Wu Xun yang menggunakan seluruh hidupnya untuk meminta-minta dan tekad kuat untuk menanggung hinaan di jalan penderitaan, telah memberikan interpretasi yang jelas kepada orang Tiongkok tentang “Kebenaran [Yi]” dalam nilai-nilai tradisional. Sebelum partai komunis Tiongkok mengambil alih kekuasaan, Wu Xun yang Sepanjang Masa Mengemis Kebenaran merupakan tokoh pendidikan rakyat yang sangat terkenal, dan orang pertama yang digelari “Kebenaran Terdengar Ribuan Tahun” “Tindakan Mulia Sepanjang Masa”.

Di tahun 1951 -- partai komunis Tiongkok melakukan kritik terhadap film <<Biografi Wu Xun>>, menyebut sifat Wu Xun yang memakai cara-cara dengan dalih membangun sekolah sebagai kedok -- sebagai “Berandalan besar - Kreditor besar dan Tuan Tanah besar”. Dalam kritikan corong partai komunis Tiongkok, Wu Xun telah menjadi representatif dari budak berlian “Pemerintahan Feodal”, dan Wu Xun dihukum karena tidak melakukan Pertarungan Kelas [class struggle] - tidak menentang sistem masyarakat, “sebaliknya malah secara fanatik menyebarkan kebudayaan feodal”. Saat Revolusi Kebudayaan, makam Wu Xun dihancurkan oleh Pengawal Merah, jasad tulang berulang diarak di jalan -- kemudian dibakar.

Bahkan orang yang demikian bermanfaat bagi seluruh masyarakat dan sama sekali tidak menimbulkan masalah -- juga harus dikritik dan ditumbangkan, dapat ditarik kesimpulan betapa benci dan dendamnya roh jahat terhadap Kebudayaan Tradisional bangsa Tionghoa. Seiring gerakan politik semacam ini, kriteria moral tradisional dan pandangan alami tentang baik jahat dalam sifat manusia -- dalam waktu singkat hanya beberapa dekade telah sepenuhnya ditumbangkan.

Yuefei adalah seorang tokoh besar sejarah yang memiliki pengaruh spiritual luar biasa terhadap bangsa Tionghoa. Talenta - sifat dan kekuatan karakter dia dianggap sebagai teladan bagi jenderal militer di zaman kuno. Dia menggunakan hidupnya untuk menginterpretasikan “Loyalitas [Zhong]” dari nilai Kebudayaan Tradisional bangsa Tionghoa, semangat yang “sangat loyal dan melindungi negara” akan termasyhur sepanjang masa, energi positif yang luas memotivasi orang Tiongkok satu demi satu generasi.

Pada bulan Desember tahun 2001, Kementerian Pendidikan di bawah jurisdiksi Chen Zhili selaku kekasih Jiang Zemin -- telah memalsukan sejarah Tiongkok, dalam edisi baru <<Kurikulum Pendidikan Sejarah Sekolah Menengah Tingkat Atas Umum Penuh Waktu>> (edisi revisi uji coba) -- tidak lagi menganggap Yuefei dan Wen Tianxiang [pahlawan Tiongkok di akhir Dinasti Song selatan yang terkenal karena kesetiaannya pada negara] sebagai pahlawan bangsa. Ada orang yang juga mencoba “maju mengikuti perkembangan zaman” sesuai keinginan Jiang Zemin, dengan memuji Qin Hui [pejabat yang mengeksekusi Yuefei] sebagai pejabat loyal, memutar-balikkan fakta untuk sang pengkhianat penjual negara.

“Loyalitas []”, di atas huruf hati [心] ada sebuah huruf tengah [中], yang menandakan dalam hati harus ada mistar pengukur yang tidak menyimpang dan berat sebelah, mistar pengukur ini merupakan prinsip moral maha tinggi dari akar Tuhan yang ditanamkan ke dalam hati setiap orang. Yuefei sangat loyal dan melindungi negara, Loyalitasnya tidak hanya kepada istana kekaisaran, tetapi juga kepada rakyat jelata seluruh negeri dan Kebudayaan bangsa Tionghoa. Fitnahan dari roh jahat terhadap Yuefei, agar manusia tidak dapat memahami apa itu Loyalitas, dan telah menghalau energi positif dari dalam lubuk hati manusia, telah merusak tatanan hidup manusia, teknik-tekniknya tersembunyi dan juga berbahaya. Beberapa tahun terakhir -- orang zaman kuno yang dipalsukan sejarahnya - dihina oleh partai komunis Tiongkok dan oleh para sarjananya yang tidak tahu malu -- dapat dikatakan banyaknya sudah tidak terhitung.

Bila yang dihancurkan adalah yang Lurus, maka partai komunis Tiongkok masih harus menyebarkan yang Jahat hingga menjadi yang Lurus. Dari awal hingga akhir -- partai komunis Tiongkok telah menyiapkan banyak sekali “contoh” “model” “teladan”, agar orang-orang mempelajarinya. Zhang Side [prajurit komunis Tiongkok] yang menyulut rokok opium, Bai Qiu’en [Norman Bethune; dokter Kanada yang bekerja untuk Mao Zedong di Yan’an] yang mata keranjang, Liu Hulan yang baru berumur 14 tahun namun sudah disuruh partai komunis Tiongkok untuk membunuh kepala desa, Fang Zhimin -- pembunuh yang dieksekusi oleh Pemerintahan Nasionalis karena mengeluarkan perintah untuk mengeksekusi mati pamannya [adik ayah] sendiri, sekaligus membunuh suami istri misionaris asal Amerika, semua orang ini telah dipuji oleh partai komunis Tiongkok lewat lagu-lagu pujian.

Konsekuensi pemutarbalikan jangka panjang atas hitam dan putih ala partai komunis Tiongkok adalah orang-orang menjadi kehilangan kriteria moralitas dalam lubuk hatinya, tidak bisa lagi membedakan Baik Jahat - benar dan salah, ini tepatnya demi langkah jahat terakhir dari partai komunis Tiongkok, yaitu menentang nilai-nilai universal yang di baliknya berisikan “Sejati - Baik - Sabar”.

6. Kesenian Tradisional Menyanjung Tuhan -- Kesenian Partai Jahat Menyanjung Iblis

Kebudayaan Tradisional bangsa Tionghoa sering disebut sebagai “Peradaban dengan Etika dan Musik”. Etika [Li], artinya menghormati Tuhan dan memberi persembahan. Di dalam <<Zuo Zhuan [Tradisi Zuo; sejarah naratif Tiongkok kuno mengenai masa musim Semi dan Gugur]>> tertulis “Manusia Beretika, Sesuai dengan Kehendak Langit, Sesuai dengan Prinsip Bumi, Sesuai dengan Perilaku Rakyat”, juga yang sering disebut-sebut oleh orang Tiongkok “Sesuai Prinsip Langit dan Bumi”: Langit Bumi dan para Dewa merupakan sumber dari moralitas tatanan hidup manusia, Etika telah membangun hubungan antara Langit - Bumi - Manusia. Musik [Le] adalah musik dan tarian yang dimainkan saat memberi persembahan untuk menyanjung Tuhan. Musik dan tarian yang ditampilkan adalah perilaku rakyat yang Sesuai Prinsip Langit dan Bumi, juga berisikan ajaran moralitas yang bermanfaat. Menyanjung Tuhan dan memurnikan hati manusia, merupakan tujuan dasar dari kesenian dalam Kebudayaan Hasil Warisan Dewa. Ini merupakan makna sesungguhnya dari “Peradaban dengan Etika dan Musik” bangsa Tionghoa sebelum dirusak.

“Musik Agung dan Langit Bumi Saling Mengharmoniskan, Etika Tinggi dan Langit Bumi Saling Terhubung.” (<<Liji [Book of Rites].Leji [Catatan Musik]>>) “Etika Tinggi dan Langit Bumi Saling Terhubung”, adalah mengacu pada Langit sebagai junjungan dan Bumi sebagai landasan, esensi dari Etika adalah rasa “Hormat”. Antar manusia saling menghormati, yang berada di posisi bawah -- lebih-lebih harus mengungkapkan rasa hormat kepada kehidupan yang berada di posisi atas, ini sebabnya sikap hormat yang paling sakral adalah sikap hormat saat memberikan persembahan kepada para Dewa.

Ketika memberikan persembahan, menggunakan musik dan tarian serta bentuk kesenian lainnya untuk menyanjung Tuhan. <<Shi Jing [Kitab Nyanyian; kumpulan lagu-lagu Tiongkok kuno]>> terbagi dalam bagian Guofeng - Xiao Ya - Da Ya dan Song. Guofeng adalah lagu untuk kalangan rakyat, “Ya” adalah musik yang dimainkan dalam perayaan, sedangkan “Song” melampaui “Da Ya”, merupakan musik saat memberi persembahan yang juga diiringi dengan tarian, dan paling sakral.

Musik dan tarian berskala besar <<Gulungan Agung Pintu Awan>> yang diciptakan di era Huangdi [Kaisar Kuning], dan <<Keharmonisan Agung>> dari kaisar Yao - <<Irama Agung>> dari kaisar Shun - <<Xia [musim panas] Agung>> dari Da Yu - <<Curahan Agung>> dari Shang Tang [pendiri dinasti Shang] - <<Barisan Agung>> dari Zhou Wuwang [Jifa; kaisar dinasti Zhou] merupakan 6 musik dan tarian yang sangat terkenal di zaman kuno, dalam <<Zhouli [Rites of Zhou]>> menyebutnya sebagai “Musik Tarian Enam Dinasti”. Musik Tarian Enam Dinasti semuanya digunakan untuk memberi persembahan, <<Gulungan Agung Pintu Awan>> menyembah Langit - <<Keharmonisan Agung>> menyembah Bumi - <<Irama Agung>> menyembah empat penjuru - <<Xia Agung>> menyembah gunung dan sungai - <<Curahan Agung>> menghormati ibu yang telah meninggal - <<Barisan Agung>> menghormati leluhur yang telah meninggal. Bangsawan dan generasi penerus dari dinasti Zhou juga harus mempelajari 6 musik dan tarian ini, juga berarti mereka harus berhasil mempelajari Etika dan Musik dari menyembah Tuhan, jika tidak maka mereka tidak boleh memijakkan kaki ke dalam masyarakat.

Musik yang baik dapat mengharmoniskan Yin dan Yang - berisikan moralitas - mengajarkan peradaban kepada rakyat - membuat tunduk empat suku perbatasan. Ketika Zhu Xiangshi memimpin kolong Langit di masa prasejarah -- Yin Yang tidak seimbang, itu sebabnya semua makhluk berguguran, buah-buahan tidak dapat tumbuh matang. Setelah itu perdana menteri dari Zhu Xiangshi yaitu Shi Da menciptakan Se [zither Tiongkok kuno] dengan lima senar akar, untuk memainkan pertunjukan musik, demi menstabilkan semua makhluk di kolong Langit. Shun memetik zither bersenar lima, menyanyikan lirik <<Nan Feng [Angin Selatan]>> sehingga seluruh kolong Langit terkendali. Xuanzang [biksu Tang] melakukan perjalanan mengambil kitab di Langit Barat [Xi Tian; juga biasa dianggap India] -- ketika tiba di Zhongtian Duguo [nama kerajaan], raja Shiluo Yiduo memanggil Xuanzang dan berkata: “Negara saya ada muncul orang suci, yang menulis <<Musik Raja Qin Menghantam Barisan Depan Musuh [Raja Qin merupakan julukan dari Tang Taizong]>>, coba beritahu saya tindak tanduk orang itu.” karena hal ini -- Xuanzang menjelaskan kemampuan militer Tang Taizong yang bagaikan Dewa. Raja sangat gembira, berkata: “Saya menghadap ke timur memberi hormat.” (<<Xin Tangshu [sejarah dinasti Tang]>> volume ke 221)

Kesenian asalnya dari Tuhan, juga memiliki peran menghubungkan segala makhluk dengan Langit dan Bumi - menjalin hubungan dengan Tuhan. Di Timur dan Barat juga ada tradisi yang mirip, simfoni di Barat pada awalnya juga merupakan musik dari pertunjukan musik gereja, sedangkan lukisan minyak - pahatan dan lainnya pada awalnya juga kebanyakan mengekspresikan topik agama.

Selain untuk menyanjung Tuhan, kesenian juga mengabungkan fungsi estetika dan hiburan. Itu karena ketika Tuhan menciptakan manusia, telah memberikan berbagai macam perasaan kepada manusia. Manusia mudah dikendalikan oleh perasaan, “Etika [Li]” adalah sebuah batasan terhadap perasaan manusia; namun jika perasaan manusia hanya dapat ditekan dan tidak dapat diekspresikan, maka akan menumpuk di organ dalam, sehingga menyebabkan penyakit. “Musik [Le]” justru mempunyai peran membantu manusia mengekspresikan perasaannya, namun dituntut untuk “Gembira Namun Tidak Berlebihan, Sedih Namun Tidak Terluka”, sama-sama mengekspresikan perasaan, namun tidak akan mengiring manusia menjadi gila-gilaan.

Negara partai komunis tahu secara mendalam tentang kekuatan besar dari kesenian, ini sebabnya telah mengubah kesenian menjadi alat untuk mencuci-otak manusia. Setelah merebut Takhta Tuhan, partai komunis Tiongkok juga membutuhkan manusia menyembah mereka layaknya seperti menyembah Tuhan. Bila manusia menghormati dan menyembah para Dewa dan Buddha, maka para Dewa dan Buddha akan memberkati manusia; sebaliknya jika manusia menyembah setan iblis, maka manusia akan dikendalikan oleh setan iblis, bahkan setan iblis juga akan menyerap energi manusia saat manusia menyembahnya, ini memperkuat daya kuasa dari iblis.

Partai komunis Tiongkok memaksa orang-orang belajar menyanyikan lagu pujian pimpinan partai <<Dongfang Hong [Timur adalah Merah; The East is Red; asal Shaanxi utara]>>, lagu dari Mao Zedong ini disanjung sebagai “Matahari [liriknya]” “Sang Bintang Penyelamat [liriknya; versi Indonesia = penyelamat agung]”; “Pagi Menerima Perintah - Malam Memberi Laporan [upacara untuk menghormati Mao saat Revolusi Kebudayaan]” seperti misa pagi - misa malam dalam agama; orang kuno bersumpah kepada Langit, saat Revolusi Kebudayaan -- telah berubah menjadi “Memberi Jaminan kepada Ketua Mao”; mengaku di depan foto Mao - mengucapkan slogan “Huruf ‘Kebencian - Bertarung - Egois’ dalam Sekilas Pikiran”, telah meminjam tata cara menyanjung Tuhan dalam agama; menggantung foto Marx Engels Lenin Stalin Mao, agar manusia menyembah para pemimpin agama dari ajaran sesat komunis ini. Saat Revolusi Kebudayaan, ada yang namanya “Delapan Ratus Juta Rakyat -- Delapan Macam Opera Revolusioner [opera yang dirancang oleh Jiang Qing istri Mao]”, semuanya menggunakan tema menyanjung Mao dan roh jahat komunis, orang-orang terpengaruh karena tidak dapat menyentuh bentuk kesenian yang lain, hasilnya -- begitu buka mulut menyanyi dan berbicara, tepatnya adalah sedang menyatakan loyalitas kepada roh jahat sekaligus menuangkan energi kepadanya.

Sampai hari ini, apa yang disebut dengan “Menyanyikan Lagu Merah [bagian dari Gerakan Kebudayaan Merah oleh Bo Xilai]” “Tema Utama [film-film yang dibuat untuk mempromosikan ideologi Mao]” dan lain-lain, semuanya dalam bentuk film - tayangan TV - lagu - karya seni dan berbagai macam bentuk lainnya, dengan mencuri nama kesenian, membantu roh jahat merealisasikan cuci-otak dan merasuki tubuh. Dengan menonton sejumlah karya film dan televisi ini - mendengar dan menyanyikan lagu-lagu ini - membaca sejumlah novel dan majalah rutin ini -- juga dapat terjatuh dalam medan materi roh jahat komunis yang mengendalikan pikiran manusia. Sekarang ini setiap tahun apa yang disebut oleh partai komunis Tiongkok sebagai “Pesta Tahun Baru CCTV [CCTV New year’s Gala]”, sejumlah pertunjukan yang secara memuakkan dan menyolok dalam menyanjung roh jahat komunis itu, justru adalah pesta gila-gilaan roh jahat dalam mengintensifkan “Kebudayaan Partai” dan melalui tawa murahan menyerap energi dari para penonton di seluruh negeri.

Fungsi hiburan dari kesenian juga digunakan oleh roh jahat komunis untuk menggiring jatuhnya moralitas manusia. Ketika rasio manusia seimbang, maka dapat menyingkirkan gangguan pikiran -- dan sekaligus mencapai kondisi terhubung dengan informasi alam semesta di tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan sekarang ini beragam musik cabul yang membuat manusia terperangkap dalam jeratan cinta dan musik keras yang hingar bingar, telah memperbesar nafsu keinginan - meningkatkan kegelisahan, sehingga membuat manusia tidak dapat mendengar jelas bunyi lubuk hati sendiri, lebih-lebih tidak dapat terhubung dan beresonansi dengan Tuhan.

Semua buku yang mengajarkan manusia mengarah ke kebaikan [Shan], semuanya telah dipandang oleh partai komunis Tiongkok sebagai “Publikasi Ilegal”. Dalam berkali-kali gerakan “Menyapu Pornografi dan Melawan Ilegal”, partai komunis sebenarnya “Melawan Ilegal” namun tidak “Menyapu Pornografi”, berbagai macam karya yang mempromosikan kekacauan seksual secara antusias -- tersebar di mana-mana tanpa kendali. Manusia lalu memanjakan sifat keiblisannya di dalam medan materi yang disebut “kesenian” ini. Ketika suasana hati manusia berada pada medan jahat yang sangat jahat dan berpikiran liar ini, tidak mungkin dapat terhubung dengan para Dewa, apalagi memahami Kebudayaan Tradisional bangsa Tionghoa yang bersifat Dewa. Ini juga merupakan cara tersembunyi dari roh jahat komunis dalam merusak Kebudayaan Tradisional lalu kemudian memusnahkan umat manusia.

7. Partai Komunis Tiongkok Menentang Nilai Universal -------- “Sejati - Baik - Sabar”

Sejarah sama sekali tidak akan membiarkan roh jahat komunis menginjak-injak sesuka hati, karena bangsa Tionghoa memiliki kesempatan untuk lepas dari kungkungan roh jahat komunis. Jejak kebudayaan kuno dalam lubuk jiwa orang Tiongkok adalah sulit untuk dihapus. Begitu kondisi mulai melonggar, maka sifat Dewa semacam itu akan menampilkan fungsi yang tidak dapat dilawan.

1) Nilai Universal Menghancurkan Area Terlarang “Ateisme”

Munculnya “Demam Qigong” adalah sebuah contoh khas dari pulihnya sifat Dewa orang Tiongkok. Kelihatannya seperti gerakan menyehatkan tubuh, namun telah menghancurkan area terlarang Ateisme partai komunis Tiongkok selama beberapa dekade ini dan memperkokoh pola pemikiran. Orang-orang telah memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap misteri kehidupan, setelah peristiwa “Empat Juni [insiden pembantaian mahasiswa di Tiananmen]” di tahun 1989 -- pengejaran terhadap bidang ini juga tidak terputus. Walaupun saat “Demam Qigong” - ikan dan naga saling tercampur [sulit dibedakan mana Qigong asli dan palsu], namun keinginan untuk pulang kembali ke spiritual tradisional telah menimbulkan resonansi dari berjuta-juta rakyat Tiongkok, di antaranya yang paling representatif adalah “Falun Gong” yang berkultivasi ganda pada karakter dan kehidupan serta berprinsip pada “Sejati - Baik - Sabar”.

Falun Gong dengan jelas mengemukakan faktor-faktor di balik “Demam Qigong”, menunjukkan bahwa Qigong tepatnya adalah Xiulian, dan telah membuka misteri tubuh manusia - alam semesta - ruang dimensi lain -- serta misteri antara manusia dengan kehidupan tingkat tinggi, sekaligus mengungkap segala materi dari mikroskopis hingga makroskopis juga eksis karakter “Sejati - Baik - Sabar” ini, tujuan dari menjadi seorang manusia tepatnya adalah Balik ke Asal -- Kembali ke Sejati.

Didikan Ateisme partai komunis Tiongkok selama beberapa puluh tahun dan perusakan terhadap Kebudayaan Tradisional, masih belum sepenuhnya menghilangkan rasa dahaga yang telah lama dinanti orang-orang di dalam hatinya. Dengan mengandalkan penyebaran dari orang ke orang - hati ke hati, dalam beberapa tahun -- yang melangkah masuk dalam barisan Xiulian “Sejati - Baik - Sabar” telah mencapai ratusan juta orang. “Sejati - Baik - Sabar” adalah sistem nilai - nilai universal otentik dari Kebudayaan Tradisional Tiongkok. Bangsa mana di dunia yang akan menolak “Sejati - Baik - Sabar”? Yang lebih penting lagi adalah, tersebar luasnya Falun Gong, bukan mengandalkan paksaan dari sebuah gerakan. Di bawah inspirasi “Sejati - Baik - Sabar”, begitu banyak rakyat jelata secara spontan berusaha menjadi orang baik, ini merupakan pertama kalinya sejak tahun 1949, dan ini memiliki efek tak ternilai bagi bangkitnya moralitas masyarakat.

Bukan berarti semua orang berlatih Falun Gong, akan tetapi ketika kolega - keluarga anda atau pun pimpinan - bawahan anda berlatih Falun Gong, perkataan dan perbuatan mereka bukankah akan memberi pengaruh positif bagi lingkungan anda? Mereka tidak serakah juga tidak korup - hidup dengan benar - bersikap jujur - sungguh-sungguh dan teliti - tidak egois dan berdedikasi, jika komunitas semacam ini berada di dalam berbagai tingkat sosial masyarakat, dipastikan ada hasil positif bagi bangkitnya moralitas.

2) Ajaran Sesat Partai Komunis Tiongkok dan Jiang Zemin Saling Memanfaatkan, Menantang Nilai Universal

Sayangnya, roh jahat komunis secara alami tidak akan hanya berpangku tangan saja. Ketika ia merancang rencananya untuk memusnahkan umat manusia, juga telah memilih seorang pria yang dapat melakukan hal jahat dan bodoh luar biasa di masa ini, orang itu tepatnya adalah Jiang Zemin. Jiang Zemin yang pernah dilaporkan secara terbuka oleh sejarawan sebagai “Si Bodoh yang Mesum dan Palsu”, sangat membenci “Sejati - Baik - Sabar”.

Dengan pulihnya moralitas, masyarakat menjadi stabil, bagi Jiang Zemin yang pada saat itu memegang kekuasaan, bukankah itu adalah anugerah Langit dan kesempatan yang baik? Namun sebaliknya, Jiang Zemin yang secara ekstrem bernafsu memperluas kekuasaan - sifat iri hati yang berjamur hitam dan mentalitas orang rendahan yang suka mengubah manusia, telah dipilih oleh roh jahat bahkan didorong ke posisi puncak. Hasilnya partai komunis Tiongkok dan Jiang Zemin saling memanfaatkan, dan telah meluncurkan penganiayaan menyeluruh terhadap para praktisi Falun Gong yang percaya pada “Sejati - Baik - Sabar”.

Di tengah operasi jangka panjang roh jahat komunis, pada tubuh orang Tiongkok telah dijejali selapis materi “Ketakutan”. Sejak selimut beberapa dekade yang tidak sesuai keinginan ini hilang bagaikan asap, ia ingin sekali lagi membangkitkan Ketakutan mendalam dari orang-orang terhadap gerakan politik. Itu sebabnya, munculnya penganiayaan “Falun Gong” tepatnya merupakan kritikan besar terhadap pendapat publik di seluruh negeri dari atas sampai bawah, semua orang dimobilisasi untuk “menyatakan pendirian” “Mengungkap dan Mengkritik” -------- dalam pertemuan besar maupun pertemuan kecil, dari politbiro sampai dengan komite daerah, dari halaman Komisi Militer hingga dalam kelas sekolah dasar -------- televisi - koran - siaran radio, juga internet yang belum ada di masa lalu, terus beroperasi tanpa henti menyebarkan rumor dan fitnahan. Satu masa yang terasa merambah langit menyelimuti bumi - langit hitam bumi kelam, sebuah situasi “Revolusi Kebudayaan” ke-II timbul kembali. Yang diinginkan oleh partai komunis Tiongkok justru adalah hasil seperti ini, ingin membangkitkan kembali ingatan orang-orang yang perlahan-lahan telah dilupakan, ingin membangkitkan kembali ingatan tentang hujan darah dan angin anyir yang terjadi selama beberapa dekade, ingin membangkitkan kembali ingatan tentang pembunuhan keji partai komunis dan sifat kejamnya yang tak berperasaan, ingin menculik manusia agar bersama-sama mereka berdiri di posisi yang berseberangan dengan nilai-nilai universal “Sejati - Baik - Sabar”.

Dalam proses menindas “Sejati - Baik - Sabar”, taktik yang dikeluarkan oleh partai komunis Tiongkok semuanya adalah “Palsu - Jahat - Keji”. Dibandingkan dengan gerakan politik lainnya dalam sejarah, jumlah orang yang terlibat saat ini banyaknya belum pernah ada sebelumnya, yang dijadikan sasaran adalah orang Xiulian yang paling damai - yang tidak memiliki segala pengejaran politik - yang memiliki kepercayaan sendiri. Orang yang memiliki kepercayaan adalah yang paling tangguh, apalagi di saat partai komunis Tiongkok membuka lebar pintu negara - sedang mengharapkan promosi investasi - di bawah sorotan komunitas internasional, maka menindas komunitas ini akan menjadi sebuah persoalan yang sangat sulit. Bila partai komunis Tiongkok ingin menindas, maka artinya menggunakan pengalaman dan tenaga untuk mengubah manusia yang terakumulasi selama beberapa dekade terakhir -- masih belumlah mencukupi. Bisa dibayangkan, partai komunis Tiongkok telah menggunakan trik yang seperti apa untuk menyebarkan rumor dan fitnahan - menghasut benci dan dendam, telah menggunakan tenaga manusia dan uang yang seberapa banyak, telah menggunakan tindakan kotor yang seperti apa untuk menipu warga negara dan komunitas internasional! Investasi dari kelompok keuangan Barat di Daratan telah menjadi transfusi darah kapital bagi partai komunis Tiongkok untuk melakukan penindasan.

Saat ini orang-orang di dunia masih tidak dapat memperkirakan gerakan paling jahat milik partai komunis Tiongkok yang menganiaya hati nurani orang-orang di dunia ini -- telah mengakibatkan seberapa besar kerugian bagi umat manusia. Jika suatu hari di masa mendatang, ada orang yang keluar mengungkap, bahwa Jiang Zemin pernah memanfaatkan tentara dan polisi, melempar masuk lima ratus orang praktisi Falun Gong secara bersamaan ke dalam tungku penempaan baja dengan cairan baja yang sedang mendidih di suatu pabrik baja, dan melihat bahwa orang-orang ini yang hanya ingin berkultivasi hati menuju ke arah kebaikan [Shan], orang baik yang mendahulukan orang lain terlebih dulu - yang tanpa ego dan tanpa Aku, orang yang sungguh baik yang melangkah di atas jalan Dewa untuk meningkatkan moralitas, secara hidup-hidup dibakar hingga mati oleh cairan baja, lima ratus orang yang masih segar dan hidup -- oleh cairan baja ribuan derajat dilebur setiap inci kulit dan tubuhnya, terus berlangsung hingga lenyap dari dunia manusia! Bila sungguh adalah demikian, apakah anda semua akan terkejut? Tentu saja, juga tidak usah terkejut, jahatnya - kejinya siluman sungai [Jiang Yao] memang dapat mencapai tingkat ini! Iblis jahat yang memilih dan memanfaatkannya juga menjadi terkejut dibuatnya! Racunnya mengalahkan ular dan kalajengking, mengosongkan bambu di Nanshan [lit: gunung selatan] juga sulit menceritakan dosa kejahatannya yang memenuhi langit. Dengan sifat dasar Jiang Zemin yang sangat jahat, serta perbuatannya yang begitu brutal serampangan - yang mengundang kemarahan manusia dan Tuhan, tidak saja tidak terbayangkan oleh manusia, namun tanpa dirinya juga tidak akan tercapai.

Hampir dua dekade terakhir, penganiayaan getir membuat orang-orang tidak berani mendekati Falun Gong sekaligus mengenal “Sejati - Baik - Sabar”, kebohongan dan tipuan telah membuat orang-orang di dunia memandang “Sejati - Baik - Sabar” sebagai air banjir dan hewan buas [hal berbahaya], menghindar karena takut terlambat menyadari; jika anda memakai T-shirt dengan cetakan tiga huruf Mandarin “Sejati - Baik - Sabar [Zhen - Shan - Ren]”, lalu berkeliaran di Lapangan Tiananmen, yang menunggu anda adalah polisi dan pluit -- seperti berhadapan dengan penjahat besar dan bahkan kendaraan polisi; jika di internet mencari kata “Sejati - Baik - Sabar”, yang muncul semuanya adalah kritikan; “Sejati - Baik - Sabar” telah menjadi salah satu istilah yang diblokade paling ketat oleh partai komunis Tiongkok di internet; dikarenakan filter internet -- membuat orang tidak dapat menggunakan tiga kata “Sejati - Baik - Sabar” dalam kegiatan umum; karena pengaruh “takhayul” “tak berpendidikan” “berpolitik” dan label Kebudayaan Partai lainnya -- menyebabkan manusia tidak berani merenungkan makna sesungguhnya dari tiga huruf Mandarin ini.

Peran dari nilai universal tepatnya adalah membimbing perilaku manusia. Ketika orang-orang dikarenakan rasa takut, atau dikarenakan blokade kata [istilah], atau dikarenakan label Kebudayaan Partai, sehingga dalam kondisi normal ketika sedang melakukan komunikasi dan merenung -- tidak dapat menyentuh nilai universal “Sejati - Baik - Sabar”, pada kenyataannya juga berarti telah membuat diri sendiri terputus dengan nilai universal. Dan hal ini adalah sangat berbahaya.

3) Menggunakan “Nafsu Keinginan” untuk Menggantikan Nilai Universal

Ketika partai komunis berusaha menyelewengkan dan menganiaya nilai universal “Sejati - Baik - Sabar”, pada saat yang sama roh jahat komunis -- Dewa palsu ini juga sudah tidak dipercaya oleh orang Tiongkok, ini sebabnya roh jahat tanpa henti menggunakan “nafsu keinginan” untuk mengisi kekosongan kepercayaan. “Redam Suara Meraup Keuntungan Besar [Diam-diam melakukan kejahatan, untuk meraup keuntungan besar]” yang dipromosikan oleh Jiang Zemin justru merupakan sebuah pengakuan terhadap tujuan dari biang ajaran sesat komunis. Dalam sejarah umat manusia, “nafsu keinginan” dianggap sebagai kepercayaan negara, dianggap sebagai didikan ajaran negara untuk rakyat jelata, partai komunis Tiongkok adalah yang pertama kali melakukannya. Ada orang berkata sambil membayangkan, dalam atmosfer daratan Tiongkok -- selain ada kabut asap, semuanya adalah nafsu keinginan. Tiongkok telah memasuki sebuah era di mana seluruh populasi memperebutkan uang - memanjakan diri dengan nafsu - korupsi di mana-mana.

Ketika jiwa orang-orang telah dikuasai oleh partai komunis Tiongkok dengan menggunakan “nafsu keinginan”, mana ada lagi tempat untuk “Sejati - Baik - Sabar”? Ketika hubungan manusia dengan Tuhan telah dipenggal putus, bagaimanakah masa depan dari bangsa Tionghoa?

Dalam hati semua manusia sejak lahir ada niat yang mengarah ke kebaikan [Shan], ini adalah benih berharga yang ditanamkan oleh Tuhan ketika menciptakan manusia. Di tengah proses perputaran dunia, ada benih orang yang dikarenakan debu keserakahan pribadi yang terlalu tebal, atau pun dikarenakan telah rusak akibat terpisah dengan kebudayaan terlalu dalam, maka ketika Tuhan datang kembali menyelamatkan manusia, embun manis dari belas kasih Tuhan juga sudah tidak bisa lagi menyentuh benih yang berharga itu, untuk membuatnya bertunas tumbuh dewasa. Terhadap prinsip sejati penyelamatan manusia ini -- jika seseorang mendengarnya namun tidak bereaksi - mendengarnya namun tidak mengerti - mendengarnya tetapi menolak untuk menerima, maka dia sudah tidak bisa memperoleh penyelamatan.

Kebudayaan Tradisional bangsa Tionghoa yang terhubung dengan Langit hasil warisan Tuhan kepada manusia, dapat setiap saat membersihkan benih di dalam hati manusia yang mengarah ke kebaikan [Shan], yang sedang menunggu kedatangan Tuhan untuk yang terakhir kalinya; roh jahat merusak Kebudayaan Hasil Warisan Dewa, agar manusia jauh meninggalkan nilai universal “Sejati - Baik - Sabar”, tepatnya ingin agar benih yang berharga itu selamanya terpisah dari prinsip sejati, pada saat yang sama juga untuk merusak hati manusia, dan membuat benih itu menjadi busuk dan berjamur, selamanya kehilangan kesempatan untuk hidup.

4) Penganiayaan Roh Jahat Komunis terhadap Kepercayaan Ortodoks Ditakdirkan Gagal

Dalam sejarah, jika partai komunis ingin menumbangkan seseorang, maka tidak lewat dari tiga hari -- orang itu sudah tumbang. Akan tetapi, penganiayaan kali ini terhadap “Sejati - Baik - Sabar”, partai komunis Tiongkok ditakdirkan gagal. Para praktisi Xiulian Falun Gong selamanya tidak pernah menyerah, dengan segenap tenaga menentang penganiayaan. Menjadi orang baik mengikuti prinsip “Sejati - Baik - Sabar” - berkultivasi tubuh dan meningkatkan karakter, ini tidaklah salah.

Ribuan hingga jutaan praktisi Xiulian yang telah dimurnikan kembali oleh “Sejati - Baik - Sabar” dan juga telah membubung taraf moralitasnya, tepatnya adalah orang yang telah melangkah di atas jalan Tuhan. Ini adalah hal yang selamanya tidak bisa dipahami oleh Jiang Zemin dan partai komunis Tiongkok, ini juga alasannya mengapa praktisi Xiulian Falun Gong tidak peduli bagaimana pun situasinya juga tidak dapat ditumbangkan. Sebenarnya, ini juga adalah pengaturan dari Tuhan, demi meninggalkan sebuah bukti kepada manusia dunia di zaman ini, agar orang-orang dapat melihat, asalkan manusia mengandalkan keyakinan teguh pada Tuhan, maka dapat membuat iblis setan yang kelihatannya bengis merajalela -- tidak dapat memamerkan konspirasinya.

Kesimpulan

Demi menyelamatkan semua makhluk di saat terakhir, Sang Pencipta sendiri telah membangun Kebudayaan Tradisional bangsa Tionghoa di Tiongkok, yang memiliki makna luas dan mendalam, tinggi bagaikan gunung. Kemilau Bimasakti tidak cukup untuk dibandingkan dengan keindahannya, teratai es di gunung tinggi tidak cukup untuk melampaui kemurniannya, luasnya langit dan alam semesta tidak cukup untuk menggambarkan kebesarannya, dalamnya lautan dan luasnya perairan tidak cukup untuk menceritakan makna mendalamnya.

Sistem kepercayaan - tulisan bahasa - kebudayaan Xiulian - Jalan [Tao] dari Sang Raja - model tatanan hidup manusia - estetika kesenian dan lain-lain dalam Kebudayaan Tradisional, semuanya sedang membangun kemampuan manusia agar dapat memahami Fa [Hukum] yang diajarkan oleh Tuhan. Jika manusia memiliki daya pemahaman terhadap Kebudayaan Hasil Warisan Dewa, maka dapat memperoleh informasi dari atas Langit dan bawah Bumi, ribuan manifestasi alam semesta terkandung di dalamnya, benar salah -- baik jahat -- terisi di dalamnya; dengan demikian manusia dapat membaca dan memahami fenomena Langit, mengerti prinsip Langit alam semesta - tuntutan kriteria dari Jalan [Tao] Langit. Hal ini membuat moralitas masyarakat umat manusia terjaga pada taraf tertentu, tidak sampai terlalu cepat jatuh terdegradasi, pada saat yang sama -- di tengah kekacauan dunia yang terakhir, agar orang yang memiliki niat baik [Shan] masih memiliki referensi, dengan kebijaksanaan dapat membedakan dengan jelas antara yang Lurus dan yang Jahat, dan tidak kehilangan kesempatan mendapatkan penyelamatan.

Tujuan terakhir dari roh jahat komunis adalah memusnahkan umat manusia. Setelah merebut Takhta Tuhan, ia dengan kekerasan merusak dan menganiaya Kebudayaan Tradisional, dalam beberapa dekade, menghambur-hamburkan pusaka langka dunia, menguras sumber daya bumi hingga habis. Partai jahat komunis Tiongkok memanfaatkan kekosongan kepercayaan - degradasi moral - kekacauan nilai yang disebabkan oleh runtuhnya kebudayaan, juga memanfaatkan “pengalaman” jahat yang terakumulasi dalam proses pembantaian warga negara - perusakan kebudayaan selama hampir ratusan tahun ini, untuk melancarkan penganiayaan biadab terhadap orang Xiulian yang percaya pada nilai universal “Sejati - Baik - Sabar”.

Namun hal yang mutlak tidak berhasil diantisipasi oleh roh jahat adalah, iblis setinggi satu kaki, Tao setinggi satu Zhang [sepuluh kaki]. Tuhan tidak akan menolerir roh jahat yang sesuka hati merusak Kebudayaan Hasil Warisan Dewa - menganiaya rakyat Tuhan dan orang Xiulian yang melangkah di atas jalan Tuhan.

Dalam alam semesta yang luas tanpa batas, segala kehidupan tidak dapat lepas dari genggaman Tuhan. Tuhan sedang mengamati segala ini, segala tindak-tanduk dan perilaku dari partai jahat komunis Tiongkok dan biang iblis sungai [Jiang Motou], telah membuat Langit Bumi dan semua Dewa murka! Jaring Fa [Hukum] sedang ditebar. Di tengah proses ini, wahai orang Tiongkok yang terpuji, setiap niat dan pikiran kalian, pentingnya tiada banding.

(Sumber Dajiyuan)