Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Israel: Menghadirkan Falun Dafa di Kota Beit Shemesh

2 Sep. 2018 |   Oleh praktisi di Israel

(Minghui.org) Saya sedang dalam perjalanan untuk bekerja dan berhenti di sini. Saya merasa ada sesuatu di sini yang berbicara kepada saya, sesuatu yang energik dan spiritual. Ide tentang “Sejati” berbicara paling banyak kepada saya, kata seorang wanita yang bertemu dengan peragaan latihan Falun Dafa.

Ini terjadi pada hari Jumat, tanggal 17 Agustus, di Beit Shemesh, Israel. Beberapa lusin praktisi Falun Dafa (Falun Gong) berkumpul di pusat kota untuk mempresentasikan latihan dan memberi tahu orang-orang yang lewat tentang penganiayaan praktisi Falun Gong di Tiongkok.

Memperkenalkan perangkat latihan Falun Dafa

Seperti beberapa rabbi (pendeta Yahudi) terkemuka yang telah menyatakan dukungan mereka untuk menghentikan pengambilan organ dari praktisi Falun Dafa di Tiongkok, banyak pejalan kaki juga menyatakan dukungan mereka dan menandatangani petisi yang menyerukan untuk mengadili mantan pemimpin PKT, Jiang Zemin.

Orang-orang menandatangani petisi yang menyerukan untuk membawa pelaku penganiayaan, Jiang Zemin, ke pengadilan

Energi yang sangat nyaman dan menyenangkan dapat dirasakan di lokasi. Bunga lotus kertas buatan tangan dan banyak pamflet informasi dibagikan, dan banyak orang mendekati praktisi untuk menandatangani petisi.

Penari dengan pakaian tradisional Tiongkok tampil dengan musik yang diciptakan oleh praktisi Falun Dafa

Beberapa praktisi menampilkan tarian yang elegan berpadu dengan musik yang diciptakan oleh praktisi Falun Dafa dari seluruh dunia. Banyak orang berhenti dan memotret para penari dan menyatakan minat yang besar.

Sharon Tal, seorang guru bahasa Inggris dari Beit Shemesh, berhenti untuk menonton. Apa yang saya lihat di sini adalah sesuatu yang langka: “Tiongkok membutuhkan kebebasan berekspresi. Perlu ada lebih banyak kebebasan di sana bagi orang-orang untuk memutuskan sendiri,” katanya.

Rachel Yitzhak bekerja di akademi kepolisian di Beit Shemesh

Rachel Yitzhak yang bekerja di akademi polisi di Beit Shemesh, terkejut mendengar tentang penganiayaan yang terjadi di Tiongkok sekarang ini. “Ini adalah pertama kalinya saya mendengar tentang ini. Saya tidak tahu ada hal-hal seperti itu terjadi di Tiongkok sekarang ini,” katanya. “Itu sangat mengejutkan. Bagaimana orang bisa melakukan kejahatan seperti itu? Apakah mereka tidak punya hati?”

Latar Belakang

Falun Dafa adalah latihan spiritual berdasarkan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar, dan mencakup lima latihan meditasi sederhana. Pada awal 1990-an, latihan ini mendapatkan popularitas luar biasa ketika diperkenalkan ke publik di Tiongkok (survei menunjukkan bahwa pada saat sebelum penganiayaan dimulai, sekitar 100 juta orang mempraktekkannya), dan menyebabkan perubahan dalam kehidupan jutaan orang-orang Tiongkok yang memutuskan untuk hidup sesuai dengan prinsipnya. Sayangnya, diktator Jiang Zemin merasa terancam oleh popularitas latihan ini, dan memulai penganiayaan brutal yang berlanjut sampai hari ini. Penganiayaan ini termasuk hukuman penjara yang tidak sah, penyiksaan kejam, dan pengambilan organ secara paksa dari praktisi Falun Gong.