Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pria Melakukan Mogok Makan untuk Memprotes Penganiayaan di Penjara Diambang Kematian

18 Des. 2019 |   Oleh koresponden Minghui di Provinsi Fujian, Tiongkok

(Minghui.org) Zhang Jing dijatuhi hukuman lima tahun dan enam bulan pada bulan Desember 2018 karena mendistribusikan materi tentang Falun Gong.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah aliran spiritual yang telah dianiaya oleh rezim komunis Tiongkok sejak tahun 1999.

Zhang, seorang warga Kota Fuzhou, penduduk Provinsi Fujian, melakukan mogok makan pada bulan Juni 2019 untuk memprotes penganiayaan yang dideritanya di Penjara Fuqing di Provinsi Fujian. Dia kehilangan lebih dari 40% dari berat tubuhnya dalam beberapa bulan dan sekarang dia berada di ambang kematian.

Banyak praktisi Falun Gong telah dipenjara di Penjara Fuqing selama dua puluh tahun terakhir. Petugas penjara membuat bangsal khusus mengadakan kelas cuci otak untuk menargetkan para praktisi yang teguh dalam keyakinan mereka dan menyiksa secara mental dan fisik.

Dijatuhi hukuman 5,5 Tahun

Zhang Jing, 45 tahun, adalah penduduk Kota Fuzhou, Provinsi Fujian. Dia ditangkap pada tanggal 30 April 2018 ketika membagikan materi dengan informasi tentang Falun Gong.

Polisi menggeledah rumahnya dan mengirimnya ke pusat penahanan. Dia melakukan mogok makan dan dibebaskan dua minggu kemudian.

Zhang kemudian menuntut pengembalian barang yang disita dari rumahnya, kemudian ditangkap lagi.

Dia dijatuhi hukuman lima tahun dan enam bulan pada tanggal 13 Desember 2018 dan diperintahkan untuk menjalani hukuman di Penjara Fuqing.

Dilecehkan dan Ditolak Bertemu dengan Pengacarat

Zhang dipindahkan ke bangsal khusus yang mengadakan sesi pencucian otak pada bulan Juni 2019. Dia dipaksa jongkok sepanjang hari dan kakinya menjadi bengkak. Untuk memprotes penganiayaan, ia melakukan mogok makan.

Ketika orang tua Zhang mengunjunginya pada tanggal 25 September 2019, mereka mengetahui bahwa berat badannya turun dari 70 kg menjadi sekitar 45 kg. Mereka menulis surat kepada petugas penjara yang meminta agar Zhang dipindahkan dari bangsal khusus, tetapi tidak berhasil.

Petugas penjara memberi tahu orang tuanya tentang perawatan di rumah sakit pada tanggal 7 November 2019. Mereka juga mengatakan Zhang meminta untuk bertemu pengacaranya. Ketika orang tuanya melihatnya hari itu, dia hanya terlihat kulit dan tulang dan berbicara dengan suara rendah dan lemah. Mereka tidak bisa berhenti menangis saat melihat penderitaan putra mereka.

Pengacaranya pergi dari kota lain untuk mengunjunginya pada hari berikutnya. Namun, penjara membalikkan keputusan mereka dan menolak untuk memberikan pertemuan seperti yang dijanjikan sebelumnya. Pengacara menunggu hampir dua jam tetapi masih tidak dapat bertemu dengan Zhang.

Kejahatan yang Dilakukan di Bangsal Khusus

Bangsal khusus dengan kelas cuci otak di Penjara Fuqing didirikan pada tahun 2009. Praktisi Falun Gong dipaksa untuk menghadiri sesi cuci otak dan menulis pernyataan untuk melepaskan Falun Gong. Mereka yang menolak untuk patuh dipaksa berdiri menghadap tembok, berjongkok atau duduk untuk waktu yang lama. Mereka juga dipukuli dan dilarang tidur.

Lin Wenwei dari Kota Xiamen disiksa sampai hampir mati dengan seluruh tubuhnya penuh memar pada bulan November 2010. Dia meninggal tak lama setelah keluarganya membawanya pulang.

You Changliang dari Kota Ningde menjadi lumpuh karena penganiayaan pada tahun 2012. Dia dikirim ke rumah sakit untuk perawatan darurat.

Zuo Fusheng menjadi sasaran cuci otak selama dua tahun antara tahun 2012 dan 2014. Karena ia masih menolak untuk melepaskan keyakinannya, penjaga penjara menghasut para tahanan untuk memukulinya hingga mata kirinya menjadi buta. Meskipun mengalami cedera internal yang parah, para penjaga menggantungnya selama enam jam setelah pemukulan.

Artikel terkait dalam bahasa Mandarin:

福建省福清监狱对法轮功学员的残忍折磨