Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Menggunakan Penderitaan untuk Mengenali Keterikatan Hati

14 Feb. 2019 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Tiongkok

(Minghui.org) Usia saya 76 tahun, saya mulai berlatih Falun Dafa sejak tahun 1997. Saya ingin membagikan sebuah pengalaman, bagaimana saya sembuh dari sebuah penyakit serius berkat bantuan Guru.

Pada tanggal 6 Januari 2017, saya sedang dalam perjalanan ke rumah seorang praktisi untuk belajar Fa. Biasanya saya selalu tiba 10 menit lebih awal, namun karena hari itu saya terlambat, saya memutuskan untuk naik taksi. Taksi berhenti sekitar 300 meter jauhnya dari rumah praktisi, karena terhalang. Sebelum meninggalkan rumah, saya merasakan nyeri di bagian perut dan kaki, namun saya abaikan. Tapi begitu saya melangkah keluar dari taksi, rasa sakit di perut dan kaki kanan saya bertambah parah. Sakitnya seperti ditusuk-tusuk oleh banyak jarum.

Saya bermaksud kembali ke rumah dengan taksi tadi, namun ketika sopir melihat kondisi saya, dia menjadi ketakutan dan berpikir bahwa saya akan menuntutnya karena “cedera.” Dia tidak mau mengantar saya, dan melaju pergi.

Rumah praktisi masih agak jauh, dan tidak ada orang yang membantu. Saya membungkuk sangat kesakitan dan tidak dapat bergerak. Apa yang harus saya lakukan? Saya berpikir bahwa ini adalah gangguan untuk menghalangi saya belajar Fa, dan saya tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Saya harus tetap belajar Fa!

Sambil menggertakan gigi, saya memancarkan pikiran lurus dan menyeret diri saya ke rumah praktisi. Ketika saya tiba, praktisi lain menanyakan pada saya apa yang terjadi. Setelah saya menceritakan, salah seorang rekan praktisi berkata, “Duduklah, belajar Fa, dan pancarkan pikiran lurus.” Saya segera duduk tapi kaki saya tidak dapat ditekuk karena kaku dan sakit.

Ketika kami memancarkan pikiran lurus, seorang praktisi berkata, “Saya melihat makhluk negatif besar di sisi anda.”

Saya menjawab, “Tidak peduli seberapa besarnya dia, tidak mungkin lebih besar dari Dafa. Kita memiliki Guru dan Fa, tidak ada yang perlu ditakutkan.”

Beberapa praktisi ingin mengantar saya pulang setelah belajar Fa, karena mereka khawatir pada saya. Namun saya tidak mampu berdiri. Ketika ingin memakai sepatu, saya terjatuh. Seorang praktisi segera membantu saya dan memapah saya keluar. Praktisi ini masih muda, tinggi dan kuat. Dia hampir membopong saya ke jalan, sementara praktisi lain memanggil taksi.

Apartemen saya di lantai tiga, jadi saya harus merangkak menaiki tangga. Ketika suami melihat kondisi saya, dia sangat khawatir. Saya meyakinkan agar dia tidak perlu khawatir, namun tubuh sebelah kanan saya terasa lumpuh, dan kaki saya sakitnya luar biasa.

Dua praktisi datang membantu. Suami saya yang khawatir, menelepon putra kami. Dia datang bersama istrinya. Istrinya memeriksa kaki saya dan mengatakan bahwa kedua kaki saya tampak normal.

Putra saya ingin saya berdiri dan berjalan beberapa langkah, namun saya tidak mampu. Saya hanya meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik saja.

Keesokan harinya, kedua putra kami datang bersama istri mereka. Mereka ingin membawa saya ke rumah sakit untuk diperiksa, tetapi saya berkata pada mereka, “Saya tahu kalian ingin membantu, tapi jika kamu memaksa saya pergi ke rumah sakit, bisa-bisa saya menjadi lumpuh. Saya sudah 20 tahun berlatih Falun Dafa, tidak pernah sekali pun saya menelan obat atau ke rumah sakit. Sebelum saya berlatih, saya selalu menderita berbagai penyakit dan harus meminum obat setiap hari, tidak satu pun yang membantu. Namun saya segera sembuh setelah berlatih Dafa. Kalian semua tahu hal ini. jika kalian ingin membantu, tetaplah ucapkan ‘Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik’ dan saya akan segera sembuh.” Mereka tersenyum dan berhenti mengajak saya ke rumah sakit.

Namun karena khawatir, mereka masih berusaha membuat saya merasa nyaman. Saya berkata, “Saya pasti baik-baik saja. Guru selalu menjaga saya, jadi saya akan segera sembuh. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Akhirnya mereka pun berpamitan.

Saya bermaksud untuk duduk meditasi sore itu, namun tidak dapat menekuk kaki kanan saya. Para praktisi membantu dengan memancarkan pikiran lurus, dan saya memohon bantuan pada Guru. Saya pun memaksakan diri dan berupaya mengangkat kaki kanan ke atas kaki kiri.

Rasanya sungguh menyakitkan, sulit bagi saya untuk mempertahankan kaki lebih lama. Jadi saya harus menahan kaki kanan saya. Saat itu, saya dapat merasakan ada benda berbentuk bulat seperti sebuah telur, mulai dari paha menggelinding turun ke kaki saya. Sakitnya luar biasa, saya sampai menggigil, menggigil tanpa henti sementara saya terus melafal Fa Guru,”Ketika sulit bersabar anda mampu bersabar. Ketika sulit dilakukan anda harus mampu melakukan.” (Ceramah Sembilan, Zhuan Falun)

Setelah setengah jam berlalu, keringat saya bercucuran, tetapi kaki saya akhirnya bisa ditekuk dan saya bisa latihan meditasi dengan bersila tunggal.

Terima kasih Guru, karena telah melenyapkan substansi negatif!

Malam itu, saya mencoba latihan meditasi dengan sila ganda. Ketika mengangkat kaki kedua, saya langsung merasakan sakit yang luar biasa sehingga cepat-cepat saya menurunkannya. Seketika itu saya teringat dengan perkataan Guru,

“…Demi menyelamatkan mahacakrawala diajarkanlah hukum langit
Hutang karma semua makhluk ditanggung seorang diri
Karma semua makhluk yang tak terhingga membentuk penderitaan yang amat besar
Membuat tubuh manusia terluka sehingga rambut hitam menjadi beruban…” (“Kembali Seperti Semula,” Hong Yin III)

Saya menangis karena haru, saat membayangkan apa yang Guru tanggung untuk kita semua. Guru telah melalui banyak rintangan demi diri kita, bagaimana rasa sakit kaki ini bisa dibandingkan? Saya segera mengangkat kedua kaki kembali. Rasa sakit yang intens terus menekan tubuh saya ke tempat tidur. Saya menolak melepaskan kaki dan menahan semua rasa sakit selama satu jam penuh. Setelah saya bertahan dan duduk bermeditasi di dalam penderitaan ini selama seminggu, saya akhirnya bisa mengatasinya.

Terus Berupaya Menyelamatkan Manusia

Karena tidak ingin orang lain salah paham dengan kondisi saya, serta berpikir negatif terhadap Falun Dafa, saya tidak pergi untuk berbicara dengan orang-orang tentang Dafa. Namun saya berangkat di malam hari untuk memasang materi klarifikasi-fakta.

Hari menjadi gelap lebih awal di musim dingin, jadi setelah memancarkan pikiran lurus pada pukul 6 sore, saya langsung berangkat. Saya berjalan dengan kaki kiri terlebih dahulu dan menyeret kaki kanan di belakang. Meski perut saya sudah tidak begitu sakit, dan juga sudah mampu berdiri, tapi kaki kanan saya masih belum pulih dan saya tidak ingin membebani kaki kanan saya saat berjalan.

Saya menempelkan materi klarifikasi fakta di dinding, dan di lantai dasar gedung apartemen. Ketika melewati unit yang terkunci, saya menempelkannya di pintu. Ketika sudah merasa lelah, saya menggunakan taksi kembali ke rumah.

Selagi dalam masa pemulihan, saya mengalami penderitaan lain. Suatu hari, perut saya tiba-tiba terasa sakit kembali hingga saya sulit meluruskan punggung. Seakan ada pisau yang memotong bagian perut dan saya merasa mual. Setiap kali makan, saya harus pergi ke toilet. Usus saya mengalami rasa sakit yang bukan kepalang.

Ketika sedang duduk di ranjang sambil memegangi perut, saya tiba-tiba teringat dengan seorang rekan praktisi bernama May (samaran), yang mengalami sakit perut saat berjalan pulang. Kondisinya begitu buruk sehingga dia harus duduk di sisi jalan dan menelepon anaknya untuk minta dijemput. Ketika anaknya datang untuk membawa dia ke rumah sakit, dia meninggal dunia.

Saat itu saya mendengar suara, “Kamu sekarat, sebaiknya kamu mempersiapkan pemakamanmu!”

Saya berkata dengan keyakinan, “Saya seorang praktisi Dafa. Hidup saya berada di tangan Guru, ucapanmu tidak dapat diperhitungkan. Saya memang memiliki keinginan dan keterikatan hati, tapi Guru yang menentukan jalur kultivasi saya. Saya sedang berusaha memperbaiki diri, jika kamu berniat menganiaya saya, kamu berbuat dosa.”

Karena sakit perut ini, saya tidak dapat memegang buku Zhuan Falun untuk belajar Fa, jadi saya mendengarkan rekaman audio ceramah Guru. Saya meningkatkan waktu untuk memancarkan pikiran lurus, dan mengulangi puisi Guru,

“Dafa tidak meninggalkan tubuh, Hati mengandung Zhen Shan Ren, Arhat besar di dunia, Dewa dan hantu paling takut.” (Keperkasaan De, Hong Yin)

Saya menolak mengakui segala pengaturan kekuatan lama, dan melalui belajar Fa dan memancarkan pikiran lurus, rasa sakit itu mereda.

Kesempatan untuk Mengenali Keterikatan Diri Sendiri

Ketika mencari ke dalam, saya terkejut ada begitu banyak keterikatan hati dalam diri saya, seperti sikap fanatik, mentalitas pamer, sifat bersaing, dan rasa takut. Saya juga mengembangkan kebencian terhadap suami saya.

Suami saya mengeruk barang-barang bekas untuk dijual. Dia menaruh barang-barang tersebut di gudang kami. Namun dia tidak ingin menjual atau melarang saya menjualnya. Ketika gudang itu sudah dipenuhi oleh barang bekas, dia mulai menaruhnya di lantai atas. Tidak peduli seberapa bersih saya membereskan rumah, rasanya seperti hidup di atas tumpukan sampah.

Sampah yang terus menumpuk membuat saya hilang kesabaran dan akhirnya berteriak marah pada suami saya. Kemarahan ini membuat saya kehilangan fokus saat belajar Fa dan gagal menenangkan diri saat memancarkan pikiran lurus. Saya masih menyimpan kemarahan ini bahkan membencinya.

Guru berkata,

“Sebab jika dia berbuat begini, anda juga berbuat begini, bukankah dengan demikian anda juga seorang manusia biasa? Anda bukan saja tidak boleh bersaing dan bertengkar seperti dia, bahkan anda pun tidak boleh menaruh dendam di dalam hati, benar-benar tidak boleh dendam kepadanya. Begitu anda dendam padanya, bukankah anda sudah menjadi marah? Dengan demikian anda tidak berhasil mewujudkan Ren. Kami mengajarkan Zhen, Shan, Ren, maka Shan anda makin tidak ada lagi.” (Ceramah Empat, Zhuan Falun)

Saya menyadari kesalahan saya, dan berlutut di hadapan foto Guru—mengakui kesalahan saya dan merasa menyesal. Dua hari kemudian, sakit perut itu lenyap dan kaki saya sudah tidak begitu terasa sakit lagi.

Penderitaan Terlewatkan

Dua puluh hari kemudian, saya kembali ke rumah praktisi untuk belajar Fa. Saya masih sedikit pincang dan kaki kanan saya miring ke luar. Saya berpikir bahwa situasi ini tidak boleh terus terjadi karena semua tetangga saya tahu bahwa saya berlatih Dafa, dan mereka juga menganggap Falun Dafa baik. Orang-orang sering berkomentar bagaimana saya selalu sehat dan penuh energi. Jawaban dari saya biasanya adalah, “Itu karena saya berlatih Falun Dafa.”

Saya berpikir bahwa saya tidak boleh merusak citra Dafa karena situasi ini. Saya mulai berlatih berjalan dari kamar tidur ke ruang tamu. Di pintu terletak cermin, jadi saya berjalan menghadap cermin untuk melihat apakah saya berjalan pincang atau miring. Saya berlatih selama satu jam sebelum memancarkan pikiran lurus di tengah malam. Saya melakukan ini selama lebih dari sepuluh hari.

Suatu malam saya memakai sepatu untuk latihan berjalan, suami saya menyuruh saya berhenti karena jalan saya sudah tidak lagi timpang.

Semuanya kembali seperti sedia kala, dan saya bisa sekali lagi melangkah keluar memberi tahu orang-orang tentang Dafa dan menyelamatkan mereka!

Jika kita dapat mengingat ajaran Guru saat kita mengalami penderitaan dan melepaskan keterikatan hidup dan mati, Guru pasti mampu membantu kita.