Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Sadar untuk Sejati Berkultivasi Melalui Rintangan Penyakit

22 Feb. 2019 |   Oleh praktisi Falun Gong di provinsi Shandong, Tiongkok

(Minghui.org) Saya mulai berlatih Falun Gong sejak tahun 1997, dan dalam waktu sebulan, seluruh penyakit kronis saya lenyap. Sebelum itu saya tidak memiliki kehidupan yang baik. Saya mabuk-mabukan dan merokok—3 sampai 4 bungkus setiap hari. Namun setelah berlatih Dafa, saya mampu keluar dari kebiasaan buruk ini, dan untuk pertama kalinya dalam hidup, saya merasa sehat. Saya sungguh bersyukur pada Falun Dafa.

Perubahan positif ini tercermin di tempat kerja, maupun di rumah. Saya diakui telah bekerja keras dan penuh dedikasi dengan pekerjaan saya, dan kehidupan rumah tangga menjadi harmonis.

Pada musim semi 2016, pandangan saya menjadi buram, diikuti dengan tangan dan kaki saya yang mati rasa. Saya kehilangan berat badan dan muncul bisul di bagian ekstremitas bawah (paha sampai ke jari kaki). Saya kehilangan banyak berat badan.

Keluarga mendesak agar saya segera mendapat perawatan medis. Karena saya tidak memperlakukan diri selayaknya seorang kultivator, saya pergi ke rumah sakit dan didiagnosis menderita diabetes dengan komplikasi sistemik. Dengan risiko kehilangan kaki saya, saya memeriksakan diri di sana selama dua minggu.

Setelah keluar, dokter memberi saya obat untuk setiap hari. Gula darah saya sangat tinggi, dan saya mengalami pendarahan di bawah mata. Penglihatan saya menurun menjadi 20/100—sehingga saya tidak dapat melihat kaki sendiri saat berjalan. Rasa kesemutan di kaki dan paha saya meningkat karena kepekaan saya menurun. Selain itu saya mengalami retensi dan konstipasi urin, serta bagian ekstremitas bawah dipenuhi borok.

Seorang praktisi datang berkunjung pada tanggal 30 November 2017. Hal pertama yang ia katakan adalah “Mengapa kamu masih minum obat!?”

Kata-katanya langsung menghujam ke sanubari, membuat saya merasa malu. “Mengapa saya masih minum obat?” pikir saya. “Bukankah saya memperoleh kesehatan setelah berlatih Falun Gong? Setelah 20 tahun berkultivasi, mengapa kesehatan saya semakin memburuk?”

Ketika merenungkan hal ini, sebuah fakta menghantam saya. Selama bertahun-tahun, saya bukan praktisi sejati! Saya tidak memiliki keyakinan penuh terhadap Guru dan Dafa.

Menuruti Keterikatan Saya

Ketika Partai Komunis Tiongkok (PKT) mulai menganiaya Falun Gong pada Juli 1999, saya mengendurkan diri dalam kultivasi. Saya tidak rajin belajar Fa, latihan Gong, atau memancarkan pikiran lurus. Saya hanya menghabiskan waktu dalam upaya mengklarifikasi fakta dan mengungkap penganiayaan. Xinxing saya jatuh karena keterikatan hati seperti mentalitas bersaing, berpamer diri, ketenaran, sentimentalitas, dll., yang semuanya semakin kuat.

Misalnya orang-orang di kota saya, sedang membangun rumah bergaya pekarangan. Karena keterikatan pada perolehan dan pamer diri, saya harus membangun rumah yang lebih besar. Tapi saya menutupi keterikatan tersebut dengan alasan, bahwa itu merupakan kesempatan bagi saya untuk berbicara tentang Falun Gong kepada para pekerja konstruksi.

Saya menyia-nyiakan waktu untuk mengemban tanggung jawab sebagai pengikut Dafa, dan beralih pada hobi baru seperti: kreasi ukiran akar, berkebun, koleksi batu-batuan, dll. Banyak indulgensi ini secara langsung bertentangan dengan kriteria Dafa.

Karena belajar Fa semakin jarang, saya jadi kehilangan kesabaran terhadap hal-hal kecil, bahkan menggunakan bahasa kotor. Guru sering memanfaatkan mulut manusia biasa untuk menyadarkan saya: “Kamu seorang kultivator, seharusnya mudah mengendalikan diri, jangan berbicara seperti itu. Bukankah kamu berasimilasi dengan Sejati-Baik-Sabar?” Namun saya tidak mendengarkan dan terus melakukan hal yang saya inginkan.

Saya bahkan mulai menyebarkan gunjingan dan memilih-milih makanan yang saya suka serta membuat alasan untuk tidak memancarkan pikiran lurus di waktu yang telah ditentukan. Ketika sibuk membangun rumah, saya tidak peduli memancarkan pikiran lurus sama sekali.

Namun ketika kesehatan saya memburuk, saya ingin sembuh lebih cepat, jadi saya membagikan brosur Falun Gong sepanjang waktu. Namun karena niat saya tidak murni, Xinxing saya tidak meningkat, dan kesehatan saya tidak mengalami kemajuan.

Ketika gangguan muncul, seseorang perlu mengultivasi diri dan mencari ke dalam. Saya bertanya pada diri sendiri: “Apakah saya praktisi sejati? Apakah saya layak menyandang predikat pengikut Dafa pada Masa Pelurusan-Fa, dengan tanggung jawab menyelamatkan makhluk hidup?”

Ketika saya mulai berkultivasi, Guru telah memurnikan tubuh dan mengembalikan kesehatan saya. Dia telah menanggung penderitaan lebih besar demi saya. Apa yang telah saya lakukan untuk Dafa? Atau untuk makhluk hidup dalam lingkup badan langit saya? Apakah saya mempertimbangkan praktisi lain?

Guru berkata:

“Sanggup atau tidak melepaskan hati manusia biasa, ini merupakan pengujian fatal yang tak dapat ditawar lagi dalam melangkah menuju manusia yang benar-benar luar biasa. Setiap pengikut yang sejati berkultivasi harus melewatinya, ini merupakan garis pemisah antara orang Xiulian dengan manusia biasa.” (“Sejati Berkultivasi” dari Petunjuk Penting Gigih Maju)

Mengubah Hati

Saya memutuskan untuk menjadi praktisi sejati.

Dengan pikiran lurus yang kuat, saya tiba-tiba merasa kesemutan pada jari kaki, kemudian kotoran di dorong keluar sampai kaus kaki saya basah. Ruangan saya dipenuhi oleh bau yang tidak sedap.

Saya tahu bahwa ini perbuatan kekuatan lama, dan saya harus memancarkan pikiran lurus untuk memberantas mereka. Saya memohon kebijaksanaan pada Guru dan kemampuan untuk mengatasinya.

Saya teringat bahwa Dafa berbelas kasih dan penuh martabat. Jadi saya berkata pada kaki saya yang penuh bisul;

“Kehidupan dan unsur-unsur yang mengganggu kesehatan saya—harap segera pergi. Saya seorang kultivator di bawah pengawasan Guru. Saya akan membayar karma saya sendiri, tapi saya tidak mengakui penganiayaan kalian, dan tidak ingin membiarkan kalian merusak tubuh saya lebih lama lagi.”

“Bukannya saya tidak berbelas kasih. Kalian akan diberkati jika mengingat Falun Dafa baik. Tetapi jika kalian tidak ingin pergi, saya akan membasmi kalian.”

Saya melafal kata-kata Guru:

"Alam semesta berada di tengah pelurusan Fa, yang tidak mengganggu saya membuktikan kebenaran Fa, semua juga dapat saya berikan sebuah pengaturan yang layak kepada kalian, menjadi kehidupan di masa mendatang; yang ingin diberikan solusi kebaikan maka pergilah meninggalkan saya, tunggu di lingkungan sekeliling saya, jika anda benar-benar tidak berdaya meninggalkan saya, juga jangan menimbulkan efek apa pun yang mengganggu saya, kelak bila saya dapat mencapai kesempurnaan, saya akan berikan solusi kebaikan kepada kalian; mereka yang seutuhnya tidak baik, yang masih sedang mengganggu saya, yang menurut standar sudah tidak dapat dipertahankan, itu hanya dapat diberantas, kendati saya tidak memberantas kalian, Fa alam semesta juga tidak dapat mempertahankan kalian." (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa Internasional New York Tahun 2004”)

Saya berkata pada para makhluk: “Saya berlatih Falun Gong dan mengikuti Sejati-Baik-Sabar. Guru telah membuka meridian saya saat pertama kali berkultivasi, serta sistem peredaran darah dan syaraf telah diperlancar.”

“Sejak saat ini saya yakin pada Guru Li dan Dafa sepenuhnya. Saya tidak perlu melakukan apa pun pada anda.”

Saya mengatakan pada mereka bahwa meski saya memiliki kekurangan dan keterikatan hati, namun sekarang saya adalah praktisi sejati, yang punya kendali penuh terhadap tubuh sendiri. Semua keterikatan dan kesalahan akan dikoreksi oleh Dafa. Setiap kehidupan tidak diperkenankan menjadi bagian dari kultivasi saya atau menggunakan karma penyakit untuk menganiaya saya. Jika tetap dilakukan, saya akan memusnahkan mereka. “Kalian menganiaya jasmani karena kesalahan saya. Saya perlu menggunakan kesehatan saya untuk lebih banyak menyelamatkan makhluk hidup dan membiarkan mereka menyadari kebaikan Dafa.”

Setelah memancarkan pikiran lurus selama dua setengah jam, kemerahan di kaki saya semakin berkurang. Kotoran berhenti mengalir, dan hampir 80 persen luka—telah mengering. Pembengkakan juga berkurang.

Saya berhenti minum obat meski istri saya merasa kesal. Ia bahkan sampai memanggil kerabat kami untuk menekan saya. Namun hati saya tidak tergerak. Dia mogok makan dan tidak ingin mendengar alasan. Dia bahkan mengancam akan mengakhiri pernikahan kami, untuk memilih antara dia atau Dafa.

“Kamu adalah istri saya, yang menjadi bagian penting dari hidup saya. Saya tetap menjagamu, kamu harus makan,” kata saya. “Jika kamu mau, kamu bisa menjadi istri yang baik—masa depan kita cerah. Tapi jika kamu memaksa saya untuk memilih, saya akan memilih Dafa. Saya tidak akan menghalangi kamu jika kamu pergi. Keputusannya terserah padamu.”

Hati saya terasa tenang. Saya memasak dan merawat dia. Dia pun mulai makan beberapa hari kemudian.

Bisul masih mengeluarkan darah dan nanah, tapi hati saya tetap teguh.

Saya jadi teringat lagi dengan ajaran Guru:

“Bukanlah jalur perjalanan kultivasi menderita,

Tapi dihalangi oleh karma kehidupan demi kehidupan;

Bertekad menyingkirkan karma dan berkultivasi hati,

Memperoleh tubuh manusia secara abadi adalah Buddha yang sesungguhnya. “

(Sebab Akibat, Hong Yin)

Benar! Saya adalah pengikut Dafa yang sejati, tidak ada yang dapat menggoyahkan keyakinan saya!

Keyakinan Penuh

Melihat proses kesembuhan saya, istri berbalik mendukung upaya saya. Jika saya lupa memancarkan pikiran lurus, dia dengan lantang berkata, “Sudah waktunya melakukan hal penting!”

Guru berkata:

“Sanggup atau tidak melepaskan hati manusia biasa, ini merupakan pengujian fatal yang tak dapat ditawar lagi dalam melangkah menuju manusia yang benar-benar luar biasa. Setiap pengikut yang sejati berkultivasi harus melewatinya, ini merupakan garis pemisah antara orang Xiulian dengan manusia biasa… Kalian haruslah ingat! Xiulian itu sendiri tidaklah menderita, kuncinya adalah tidak sanggup melepas keterikatan manusia biasa. Ketika nama, kepentingan dan perasaan kalian harus dilepas barulah terasa menderita.” (“Sejati Berkultivasi” dari Petunjuk Penting Gigih Maju)

Pengalaman ini menjadi sebuah ujian besar bagi saya. Hanya dengan memiliki keyakinan penuh terhadap Guru dan Dafa, saya mampu mengatasinya.

Ketika saya kembali memusatkan diri dan menggunakan waktu untuk belajar Fa, Xinxing saya meningkat serta pikiran saya menjadi jernih. Saya terus memancarkan pikiran lurus menyingkirkan gangguan, sehingga tubuh saya mengalami perubahan.

Kadar gula darah saya menjadi normal, dan saya kembali dapat mengonsumsi makanan apa pun. Bobot saya naik sembilan kg dalam setahun. Karena gula darah yang tinggi saya harus banyak minum air putih, kini saya mengonsumsi air secara normal. Retensi dan konstipasi urin juga lenyap.

Pandangan saya juga mengalami peningkatan dari 20/100 menjadi 20/30.

Kaki saya pulih kembali seperti semula, menjadi halus dan lembut. Saya biasa menggunakan dua pasang kaus kaki di musim dingin agar tetap hangat, kini satu pasang sudah cukup. Karena radang kulit, kamar saya berbau tidak sedap. Namun kini bau itu lenyap dari tubuh saya, dan saya memasuki kehidupan yang normal.

Tersadarkan

Di masa lalu, pemahaman Fa saya agak dangkal, dan tidak mampu melepaskan diri dari sisi manusia sepenuhnya. Karena tidak gigih maju, kondisi fisik saya semakin memburuk seiring waktu.

Setelah setahun menderita karma penyakit, saya akhirnya sadar.

Guru berkata:

“Masa untuk sungguh-sungguh berkultivasi dalam belajar Dafa adalah terbatas, banyak praktisi menyadari bahwa harus memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan lebih gigih maju tak berhenti, tapi ada sebagian praktisi yang tidak tahu menyayangi waktu, pikirannya digunakan pada tempat yang tidak perlu.” (Terbangun Dengan Kaget, Petunjuk Penting Gigih Maju)

Dari pengalaman ini saya menyadari bahwa selama saya menaruh hati untuk sungguh-sungguh berkultivasi, Xinxing dan Gong saya akan meningkat, dan kekuatan lama tidak akan dapat mengganggu kultivasi saya. Mencari ke dalam bukan sesuatu yang hanya diucapkan di mulut, tetapi juga harus secara aktif melenyapkan keterikatan kita.

Jika kita bisa membedakan dengan jelas antara pikiran manusia dan pikiran lurus dari seorang kultivator, Guru akan membantu kita. Kemampuan supernormal kita akan muncul hanya ketika kita mampu mencapai kriteria seorang kultivator.

Guru Li berkata,

“Tetapi sebagai seorang manusia biasa, yang ingin berobat, ingin mohon ini dan mohon itu, maka tidak dibenarkan, dan saya tidak dapat membantu anda.” (Zhuan Falun)

Saya berharap pengalaman saya dapat digunakan sebagai panggilan bagi praktisi lain yang sedang menderita karma penyakit dan penderitaan. Ini sebuah kesempatan untuk mencari ke dalam, dan bertanya pada diri kita: Apakah saya sungguh percaya pada Guru dan Dafa? Apakah saya hidup sesuai kriteria seorang kultivator? Apakah saya praktisi sejati?

Kita semua berjalan di jalur kultivasi yang lebih tinggi. Seperti yang Guru Li katakan:

“…namun sebagai orang Xiulian, anda harus benar-benar dapat mematut diri seperti orang yang menjalani Xiulian, walaupun kadang-kadang anda tidak mampu melakukannya, minimal anda harus mempunyai pikiran lurus semacam ini, anda harus mengultivasi diri sendiri.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Chicago 2004”)