Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Para peserta Konferensi New York Berbicara tentang Apa yang Mereka Pelajari

21 Juni 2019 |   Oleh koresponden Minghui

(Minghui.org) Pada tanggal 17 Mei, Konferensi Berbagi Pengalaman Kultivasi Falun Dafa New York tahun 2019 diselenggarakan di Barclays Center. Sekitar 10.000 praktisi Falun Gong dari seluruh dunia menghadiri Konferensi tersebut.

Guru Li Hongzhi, pendiri Falun Gong, (juga disebut Falun Dafa) memberikan ceramah dan menjawab pertanyaan dari para praktisi. Dua belas pembicara membagikan pengalaman mereka. Banyak peserta merasakan belas kasih Guru yang luar biasa. Setelah konferensi, beberapa praktisi mengatakan adalah suatu kehormatan besar untuk menjadi pengikut Dafa, dan mereka menghargai kesempatan untuk berkultivasi.

Ruang konferensi

Terdorong oleh Konferensi tersebut

Li, seorang kolonel Taiwan, mulai berlatih Falun Gong 18 tahun yang lalu. Li sangat tersentuh dan bersyukur bahwa dia dapat mendengarkan ceramah Guru Li secara langsung.

Dia berkata, “Saya merasa bahwa Guru telah berulang kali mengingatkan praktisi untuk mencari ke dalam. Sangat penting untuk mencari ke dalam untuk masalah kita ketika menghadapi kesulitan atau konflik."

Dia melanjutkan, “Setelah kembali ke Taiwan, saya harus bekerja keras dalam [aspek kultivasi] hal ini. Ini akan membantu saya menyelesaikan banyak konflik, lebih efisien, dan selaras dengan orang lain.”

“Saya melihat begitu banyak pengikut Dafa dari berbagai negara. Kami berbicara dalam bahasa yang berbeda, dan berasal dari budaya yang berbeda, namun kami mengkultivasi latihan yang sama. Sangat menyenangkan mendengar berbagi pengalaman dari para praktisi, yang mana sangat memberi semangat. Saya merasa seolah berada di tanah suci di dunia manusia. Dibandingkan dengan kekacauan di dunia, kesempatan ini sangat berharga,” kata Li.

Berbagi pengalaman dari beberapa praktisi juga menyentuh hatinya, terutama berbagi pengalaman oleh penari muda Shen Yun Performing Arts, yang menyebutkan bahwa hanya setelah dia dipaksa untuk meninggalkan lingkungan, dia memiliki pemahaman yang nyata tentang "menghargai kesempatan berkultivasi."

“Dari berbagi pengalaman para kultivator ini, saya melihat kekurangan diri saya sendiri. Saya sibuk dengan pekerjaan dan terkadang mengendur dalam berkultivasi. Ini sangat memalukan. Saya benar-benar harus lebih rajin dan saya harus menghargai kesempatan ini.”

MeningkatkarenaBerbagi Pengalaman yang Inspiratif

Jiahui, seorang guru dari Tainan, Taiwan

Jiahui berkata: “Merupakan kemuliaan yang tak tertandingi untuk menjadi seorang pengikut Dafa." Baginya, pesan yang paling menginspirasi di konferensi adalah "melepaskan keterikatan pada diri sendiri.”

Dia melanjutkan dengan mengatakan, “Beberapa praktisi menyebutkan bahwa mereka dapat melakukan hal-hal dengan lebih baik, hanya jika mereka dapat melepaskan keterikatan pada 'diri', dan mencari ke dalam untuk kekurangan mereka sendiri. Di masa depan, saya harus ketat dengan diri saya sendiri, dan lebih rajin berkultivasi.”

Jiahui juga tersentuh oleh herbagi pengalaman dari penari muda tersebut, di mana berbicara tentang menghargai kesempatan untuk berkultivasi. Dia berkata, “berbagi pengalaman tersebut cukup menginspirasi. Untuk benar-benar menghargai [kultivasi] berarti terlepas dari seberapa sulit situasinya, seseorang dapat tetap bersyukur, melakukan apa yang harus dilakukan, dengan tabah menghadapi semua kesulitan, dan mengatasi segala kesulitan untuk memperkuat diri sendiri.”

"Sangat menyentuh. Ketika saya berpartisipasi dalam sebuah proyek, saya tidak mengutamakan kultivasi dan kebenaran, namun selalu ingin membuat hidup saya lebih baik. Ketika menghadapi kesulitan, saya ingin melarikan diri.

Mencari Ke Dalam atas Keterikatan

Insinyur Taiwan, Huikuan

Huikuan, bekerja di sebuah universitas terkenal di Taiwan. Dia berpartisipasi dalam banyak konferensi berbagi pengalaman di Amerika Serikat.

Dia menyebutkan berbagi pengalaman dari penari Shen Yun dan berkata, “Ketika seorang rekan praktisi menemukan kesengsaraan, alih-alih memikirkan dirinya sendiri, pikiran pertamanya adalah tentang Guru. Kemudian dia berpikir tentang mencari ke dalam atas keterikatannya dan kembali ke Shen Yun dalam upaya untuk menyelamatkan makhluk hidup. Saya melihat kekurangan saya.”

"Guru telah menyebutkan bahwa para praktisi muda Dafa lebih cenderung bercita-cita tinggi dan mendambakan sesuatu yang tidak terjangkau. Artinya, beberapa orang ingin melakukan banyak hal pada saat yang bersamaan. Yang benar-benar perlu saya lakukan saat ini adalah melakukan dengan baik dalam mengkultivasi diri sendiri. Hanya dengan cara ini saya dapat melakukan segalanya dengan baik."

Tersentuh oleh Berbagi Pengalaman dari Penari Shen Yun

Yanchun (kanan)

Yanchun, yang baru saja lulus dari Jurusan Teknik Telekomunikasi menghadiri konferensi tersebut bersama seluruh keluarganya.

Dia berkata: "Saya akan bergegas dan mengkultivasi diri untuk mengikuti proses pelurusan Fa."

Dia sangat tersentuh oleh berbagi pengalaman dari penari Shen Yun. Dia berkata: “Dia seusia saya. Ketika hamstringnya secara tidak sengaja cedera, dia melihat keterikatannya karena belajar Fa yang gigih.”

Dia melepaskan rasa takut, dan berhasil melewati kesulitannya dengan keyakinan teguh pada Guru dan Dafa. Saya melihat masalah saya sendiri melalui dia. Ketika saya pertama kali mengalami masalah, hal pertama yang biasanya saya pikirkan adalah selalu tentang diri saya sendiri."

Yanchun juga mengatakan bahwa dia akan melakukan dengan lebih baik dalam hal berlatih. "Saya akan bergegas dan mengikuti proses pelurusan Fa," katanya.

Praktisi Baru Terdorong oleh Konferensi tersebut

Emmanuelle Bourdy

Emmanuelle Bourdy berasal dari Jura, Perancis timur. Dia adalah praktisi yang relatif baru, yang mulai berlatih Falun Dafa (juga disebut Falun Gong) pada tahun 2018. Dia berkata, "Sejak saat itu, kehidupan saya telah mengalami perubahan mendasar."

Ceramah Guru Li membantunya menyadari bahwa waktu untuk berkultivasi terbatas, dan dia harus lebih rajin.

Berbagi pengalaman dari rekan-rekan praktisi membuatnya kagum. Dia berkata: “Saya sangat tersentuh. Mereka memiliki kemampuan untuk membuktikan prinsip Sejati-Baik-Sabar. Sangat menyentuh."

Dia ingat saat pertama kali menghadiri konferensi. “Itu adalah di Washington DC tahun lalu. Saya menangis sepanjang waktu. Saya tidak bisa menahannya. Saya juga menangis hari ini. Belas kasih yang terpancar dari berbagi pengalaman para praktisi membuat saya menangis.”

Dia melanjutkan, “Saya mencari jawaban untuk makna kehidupan sejak saya berusia 14 tahun. Saya juga berlatih banyak metode [kultivasi] lainnya dan tidak pernah mendapat jawaban. Namun Zhuan Falun (buku utama Falun Gong) menjawab semua pertanyaan saya. Misalnya, mengapa kita hidup? Mengapa orang menderita? Apa itu alam semesta? Semua jawaban ada di dalam Zhuan Falun. Saya tidak lagi mempunyai keraguan."

Menghargai Kesempatan untuk Bertemu dengan Rekan-rekan Praktisi

Sonia dari Montreal, Kanada

Sonia tinggal di Montreal dan telah berlatih Dafa selama enam tahun. Dia merasa bahwa konferensi tersebut sakral, luar biasa, dan menyentuh.

Dia berkata, “Saya memiliki kesempatan untuk bertemu begitu banyak rekan praktisi, dan kerja sama di antara mereka sangatlah baik. Saya mendengarkan berbagi pengalaman. Semua orang berbicara tentang bagaimana memikirkan orang lain, dan menemukan kekurangan mereka. Ini bukan sesuatu yang dibicarakan manusia biasa.”

Dia merasa adalah luar biasa bahwa para kultivator selalu mencari ke dalam ketika menghadapi kesulitan.

“Saya tersentuh hingga menangis di dalam Konferensi tersebut. Berbagi pengalaman tersebut membuat saya berpikir tentang bagaimana meningkat, sehingga saya dapat melakukan dengan lebih baik tanpa menyakiti orang lain. Hanya Dafa yang dapat membuat orang melakukannya.”

Dia merasa bahwa “Guru Li sepertinya menganggap para praktisi sebagai keluarganya sendiri. Dia sangat baik hati. Dia peduli tentang segala di dalam diri kita. Setelah ceramahnya, saya merasa tidak cukup melakukan dalam berkultivasi.”

Sonya juga menyebutkan bahwa dia menderita migrain serius sebelum mulai berlatih Dafa. Dia berkata, “Kakek, ayah, bibi, dan semua anggota keluarga saya menderita penyakit ini. Namun setelah berlatih Dafa selama tiga bulan, sakit kepala saya hilang. Dokter mengatakan bahwa itu adalah keajaiban."

Menyadari bahwa Waktu Terbatas

Mathieu, seorang pengusaha Prancis

Mathieu mulai berlatih Falun Dafa pada tahun 2003. Ceramah Guru Li hari ini menyadarkannya bahwa waktu terbatas dan kita harus berusaha keras untuk maju.

Artikel terkait dalam bahasa Mandarin:

http://www.minghui.org/mh/articles/2019/5/19/法语区学员感恩师父-抓紧时间做好该做的事(图)-387541.html