(Minghui.org) Dalam penganiayaan Falun Gong di Tiongkok yang telah berlangsung dua puluh tahun, pejabat sering menyiksa praktisi, memaksa mereka melepaskan keyakinan mereka pada Sejati-Baik-Sabar. Setelah praktisi meninggal dunia, pejabat kadang-kadang memberikan label jenazah sebagai “anonim (tidak diketahui identitasnya)” untuk menghindari tanggung jawab.

Dibawa untuk Dikremasi Ketika Masih Hidup

Yuan Shengjun, kepala biro komoditas Kota Jiyuan, Provinsi Henan

Yuang Shengjun, mantan Kepala Biro Komoditas Kota Jiyuan, Provinsi Henan, menulis sebuah surat kepada Pemimpin Partai Komunis, Jiang Zemin pada November 2000, supaya meniadakan propaganda yang bersifat memfitnah Falun Gong. Untuk itu, ia dijatuhi hukuman penjara tiga tahun. Ia kemudian dijatuhi enam tahun lagi pada tanggal 7 Oktober 2005. Setelah melakukan mogok makan beberapa hari, Yuan melarikan diri dari rumah sakit pada tanggal 25 Oktober 2005, dan tinggal bersama seorang keluarga di Desa Nantao.

Polisi mengepung tempat tinggalnya dan menangkap Yuan. Ketika ia masih hidup, polisi memaksa aparat desa menandatangani sebuah dokumen yang menyatakan kematian Yuan dan kemudian membawanya ke tempat kremasi. Dalam perjalanan, polisi terus menyiksanya sampai ia meninggal dunia.

Luka memar pada jenazah Yuan terlihat oleh anggota keluarga

Suatu perintah dari Kota Jiyuan meminta jenazah Yuan dikremasi dalam 24 jam. Satu orang yang melihat jenazahnya dalam lemari es di tempat kremasi mengatakan mata dan mulut jenazah terbuka lebar dan terdapat luka-luka memar di seluruh tubuh, termasuk wajahnya. Punggung dan satu kakinya berwarna ungu.

Keluarga Guru Bahasa Inggris Menerima Abu Setelah Satu Tahun Ia Meninggal Dunia

Shen Lizhi (pria) adalah seorang guru Bahasa Inggris di Kota Shenyang, Provinsi Liaoning. Ia dan istrinya, Lou Fang ditangkap di sebuah stasiun bis pada tanggal 1 Februari 2002. Polisi menahan mereka di Pusat Penahanan Chengdu dan menyiksa Shen, mengakibatkan ia meninggal dunia pada tanggal 3 Maret 2002.

Setelah Lou dibebaskan pada tanggal 28 Mei 2002, Lou mencari suaminya, tetapi polisi menolak memberikan informasi apa pun. Lou ditangkap lagi pada tanggal 5 Desember 2002, disiksa dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

Ayah Shen terus mencarinya. Setelah usahanya yang terus menerus, polisi memberitahukannya pada tanggal 3 Maret 2003 bahwa Shen telah meninggal satu tahun lalu. Keluarga hanya menerima abu jenazah seseorang dengan nama “anonim.” Sehingga keluarga tidak bisa meminta otopsi untuk mencari penyebab kematian.

Shen meninggal dunia di Rumah Sakit Distrik Pyongyang, sebuah tempat di mana banyak praktisi lain telah disiksa, dan telah dicurigai bahwa organ tubuhnya telah diambil paksa. Seorang praktisi lain, peserta latihan yang berusia 34 tahun, Dan Shillong, juga disiksa hingga meninggal dunia.

Menurut Praktisi Zhu Junxiu (wanita), contoh darah dikumpulkan secara rutin dari praktisi di penjara.

Pembunuhan Dicatat sebagai Bunuh Diri

Xiong Zhengming adalah seorang guru komputer di Wanyuan Technical School di Provinsi Sichuan. Setelah ia ditahan selama sembilan bulan karena berlatih Falun Gong, beberapa polisi Wanyuan dengan paksa membawanya masuk mobil polisi pada tanggal 4 Desember 2007, menegaskan bahwa mereka akan membawanya ke kamp kerja paksa Mianyang.

Pada malam berikutnya, Ye Xudong dari Kepolisan Wanyuan menelepon keluarga Xiong dan menyatakan ia telah bunuh diri. Ye memberitahukan anggota keluarganya untuk pergi ke tempat pemakaman.

Keluarga Xiong tiba pada pukul 5 pagi pada tanggal 6 Desember. Wajah Xiong tidak ada luka, tetapi ada sebuah lubang di belakang kepalanya. Ketika anggota keluarga bertanya bagaimana Xiong bisa bunuh diri ketika ia sedang diborgol dan dikawal oleh polisi di kedua sisi di dalam kendaraan, seorang polisi mengatakan kematiannya disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Tetapi kendaraan polisi dan semua polisi dalam keadaan baik, dan tidak ada catatan kecelakaan seperti itu.

Penyebab kematian Xiong Zhengming tetap tidak diketahui oleh keluarganya.

Polisi mengatakan Xiong mendapat perawatan darurat di sebuah klinik di Kota Deyang. Catatan medisnya menunjukkan pasien dengan nama “anonim.” Keluarganya mencurigai Xiong telah dibunuh meskipun kematiannya dicatat sebagai bunuh diri.

Jenazah Berusia 37 tahun Ditemukan di Sungai

Su Baolan, seorang Praktisi Falun Dafa di Kota kecil Shidui, Kota Anqiu, Provinsi Shandong. Pejabat dari Kantor 610 Anqiu dan polisi Shidui membawanya ke pusat pencucian otak yang dikelola oleh Kantor 610 Anqiu pada Oktober 2001.

Su Baolan meninggal dunia di tahanan polisi pada usia 37 tahun.

Setelah lebih dari 10 hari, jenazahnya ditemukan di sebuah sungai dekat Desa Sanhe dan dikubur oleh warga desa sebagai anonim. Keluarganya kemudian mengetahui penemuan ini dan tidak bisa mencari penyebab kematian.

Pada saat itu, ayah Su dan dua saudaranya dipenjara karena berlatih Falun Gong, sementara ibunya terpaksa harus bersembunyi.

Artikel Terkait dalam Bahasa Mandarin:

成都税务员几次险些被中共活摘器官的经历

深切悼念重庆大法弟子段世琼