Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Artikel Terbaru Shifu “Kepada Konferensi Fa Prancis” Membantu Saya Membuat Kemajuan

27 Sep. 2019 |   Oleh praktisi Falun Dafa di Tiongkok

(Minghui.org) Saya mulai berlatih Falun Dafa sejak tahun 1994. Sebelum penganiayaan dimulai pada tahun 1999, saya merasa beruntung karena pernah menghadiri konferensi berbagi pengalaman berskala besar dan kecil, dan sangat tersentuh oleh ketulusan dan ketidakegoisan rekan praktisi.

Setelah situs web Minghui muncul, saya sering membaca artikel berbagi pengalaman dari praktisi lain. Saya benar-benar mengagumi mereka yang mampu membuat terobosan dalam hal kultivasi, namun saya jarang merenungkan kekurangan diri sendiri, karena saya telah mengembangkan konsep manusia.

Guru berkata,

“Semoga kalian benar-benar memperoleh sejumlah peningkatan melalui Konferensi Fa. Temukan letak kekurangan, melakukan lebih baik lagi. Kalian adalah harapan umat manusia. Tetaplah semangat, seperti pengikut Dafa Amerika Utara yang tidak mundur di hadapan kesulitan. Jangan dihalangi oleh bingkai manusia. Jangan dibuat takut oleh kejahatan, karena sejarah adalah ditinggalkan untuk kalian.” (“Kepada Konferensi Fa Prancis”)

Dengan membaca artikel Guru, saya melihat kekurangan diri sendiri. Saya merasa ketika sedang melalui penderitaan, saya dapat memperoleh pemahaman dan pengalaman yang lebih dalam dari praktisi lain. Saya melihat letak kegagalan saya -- sesuatu yang tidak bisa saya sadari di masa lalu. Konsep manusia yang telah terbentuk menjadi penghalang besar di jalur kultivasi dan kemampuan saya untuk menyelamatkan manusia.

Ketika sampai pada klarifikasi fakta, saya memiliki pendapat negatif tentang orang-orang yang berkuasa, karena itu saya lebih suka berbicara dengan orang "biasa." Namun sebuah insiden menunjukkan kesalahpahaman saya. Saya bertemu dengan seorang wanita tua berpakaian buruk dan saya mulai berbicara dengannya tentang penganiayaan. Saya sangat yakin bahwa dia akan mau menerimanya, namun yang dia lakukan malah mencaci dan meneriaki saya.

Kejadian ini membuat saya melihat jelas di mana saya gagal, seperti membedakan orang-orang berdasarkan konsep yang saya miliki. Saya menyadari bahwa itu menciptakan penghalang dan saya tidak berbelas kasih pada semua orang.

Saya juga memelihara konsep lain. Misalnya, saya terbiasa bangun terlambat dan tidur lebih awal. Ketika ada yang mencegah saya tidur tepat waktu, saya otomatis berpikir bahwa saya perlu lebih banyak tidur. Jadi, saya mengambil tidur siang. Jika tidak melakukan itu, saya merasa mengantuk selama belajar Fa dan memancarkan pikiran lurus. Saya diblokir oleh konsep manusia dan tidak dapat menerobosnya dalam waktu lama.

Saya juga tidak tahan panas, dingin, haus, lapar atau lelah. Guru berkata,

“Seorang kultivator tidak dicemaskan oleh panas maupun dingin. Angin juga tidak dapat membuat kalian sakit.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa di Singapura”)

Jika kita dapat mengubah konsep manusia kita, hasilnya akan berbeda. Namun, saya sudah lama terjebak dalam konsep itu. Saya terikat pada segala perasaan dan tidak mampu lepas darinya.

Saya seorang pengajar di sekolah. Saya menyadari bahwa posisi saya telah membentuk banyak konsep. Misalnya, murid-murid menghormati saya, orang tua mereka memuji saya, dan pengawas sekolah mengakui kerja keras saya. Saya menjadi seorang yang hanya mengkritik orang lain dan menunjukkan kekurangan mereka. Sebaliknya ketika orang lain mengkritik atau mengeluh tentang saya, saya sulit menerimanya.

Saya telah berlatih Falun Dafa selama bertahun-tahun dan saya tahu bahwa ini adalah sesuatu yang perlu saya singkirkan. Saya telah menutupinya dengan tidak menunjukkan perasaan saya yang sebenarnya di permukaan. Ini juga salah satu alasan mengapa saya tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan selama 20 tahun lebih saya berkultivasi.

Keterikatan saya pada siapa benar dan siapa salah, juga menjadi penghambat di jalur kultivasi. Ketika orang lain mengkritik saya, saya selalu merasa tidak seimbang dan ingin mempertahankan posisi saya. Selain mencoba membebaskan dan membuktikan kebenaran diri sendiri, saya berpikir bahwa pihak lain juga memiliki kekurangan dan tidak harus menunjukkan kekurangan saya. Guru berkata,

Ada orang selalu mengutamakan dirinya benar, kendati anda benar, anda tidak bersalah, lalu bagaimana hendaknya? Apakah telah meningkat atas dasar Fa? Dengan hati manusia mengutamakan benar atau salah, itu sendiri sudah berupa kesalahan, karena anda menggunakan prinsip manusia biasa untuk menilai diri anda, anda menggunakan prinsip manusia biasa untuk menuntut orang lain. Seorang praktisi Xiulian dalam pandangan Dewa, anda benar atau salah itu sama sekali tidak penting, menyingkirkan keterikatan hati manusia malah dianggap penting, di tengah Xiulian bagaimana anda menyingkirkan keterikatan hati manusia, itu barulah penting.” (“Ceramah Fa di Manhattan,” Ceramah Fa di Berbagai Tempat X)

Fa telah sangat jelas dibabarkan oleh Guru. Kita perlu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Namun, saya selalu gagal melepaskan hati ini.

“Di bawah gangguan apa pun juga tidak terlibat dalam peristiwa konkret sehingga membuat kacau diri sendiri, dengan demikian baru dapat melangkah ke luar, dan juga semakin besar keagungan De yang diraih.” (“Pergolakan yang Ditimbulkan oleh Sebuah Artikel tentang Fu Yuanshen”)

Setelah merenungkan diri sendiri, saya menyadari bahwa saya sering "terlalu fokus pada hal-hal yang terjadi" dan bergelut dengan diri sendiri, dengan demikian membuat saya merasa sangat menderita.

Ini adalah pemahaman saya yang terbatas pada tingkat saya saat ini, tolong tunjukkan jika ada yang tidak pantas.