Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Belajar Fa Bersama dan Konferensi Berbagi Pengalaman di Pingtung, Taiwan

19 Jan. 2020 |   Oleh koresponden Minghui di Pingtung, Taiwan

(Minghui.org)

Sekitar 200 praktisi Falun Dafa di Kota Pingtung, Taiwan, menggelar sesi belajar Fa dan konferensi berbagi pengalaman di Star Garden, pada tanggal 4 - 5 Januari 2020.

Mereka membagikan pengalaman dalam kultivasi mereka yang mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar dan saling mendorong satu sama lain agar tetap gigih maju.

Praktisi Falun Dafa melakukan latihan Gong di pagi hari

Praktisi mengikuti belajar Fa dan latihan Gong bersama dalam kelompok besar. Selain itu mereka juga berdiskusi dalam kelompok kecil. Dengan berbagi pengalaman pribadi dan mendengarkan pengalaman lainnya, praktisi dapat mencari ke dalam untuk menemukan kekurangan mereka yang mendasar, serta meningkatkan Xinxing mereka sendiri.

Sejati-Baik-Sabar Membawa Kedamaian ke Dunia Saya”

Zeng berkata bahwa berkat Falun Dafa, dia telah belajar bagaimana menjadi seorang yang belas kasih, memiliki ketulusan hati dan toleran. Dia merasa tidak lagi egois, dan memiliki kehidupan yang lebih tenang. Ia yakin bahwa jika setiap orang mulai mengubah perilaku mereka menjadi lebih toleran dan mempertimbangkan kepentingan orang lain, maka akan membawa dampak positif pada lingkungannya, membawa kedamaian serta kehangatan bagi dunia.

Mengatasi Ujian Karma Penyakit

Jinzhi dari Daerah Hengchun membagikan pengalamannya saat ia melalui ujian karma penyakit lebih dari 10 tahun lalu. Dia menghadapi ujian karma penyakit, saat baru berlatih Falun Dafa. Saat itu pernikahan putrinya hampir tiba, namun Jinzhi merasa tidak enak badan dan mendapat infus di rumah sakit. Sehari sebelum pernikahan putrinya, dia tiba-tiba sadar bahwa dia seorang praktisi Falun Dafa. Dia memutuskan keluar dari rumah sakit dan kembali ke rumahnya, mandi dan memancarkan pikiran lurus. Ketika dia terbangun keesokan harinya, kesehatannya menjadi lebih baik dan ia mampu berpikir jernih, seakan tidak ada hal yang terjadi padanya. Jinzhi sangat bersyukur pada Guru, karena ia pulih sangat cepat sehingga dapat menghadiri pernikahan putrinya dengan suka cita. “Dafa pasti memberikan keajaiban,” ujar Jinzhi.

Tidak peduli seberapa sulitnya untuk bangun pagi dan latihan Gong, Jinzhi berkata pada dirinya sendiri bahwa kesempatan untuk berkultivasi Dafa sangat langka dan berharga. “Karena saya beruntung bisa mendapatkan Dafa, saya harus gigih maju dalam kultivasi saya,” ungkapnya. Dia menikmati kebahagiaan dalam menjalani kultivasinya selama 10 tahun lebih.

Tidak Mengendurkan Diri dalam Berkultivasi

Zhaoxiang telah berkultivasi Falun Dafa selama tiga tahun. Dia menemukan bahwa satu-satunya cara agar kondisi fisik dan mentalnya tetap stabil adalah melakukan tiga hal dengan baik.

Dia menceritakan sebuah pelajaran yang dia alami dalam kultivasinya: “Saya tidak berpartisipasi dalam latihan atau belajar Fa bersama, karena kesibukan bekerja dan keluarga. Saya tidak sungguh-sungguh melakukan tiga hal dengan baik.”

Beberapa tahun lalu ia mengalami ujian karma penyakit yang serius. Kondisinya sangat buruk sehingga dia tidak bisa membaca Zhuan Falun. Para praktisi turut membantu dia melalui ujian ini, menyarankan agar dia mendengar rekaman ceramah Guru dan memancarkan pikiran lurus secara intensif. Gejala penyakitnya lenyap dalam tiga hari.

Ini membuat saya menyadari bahwa betapa seriusnya dan mendesaknya kultivasi. Saya tidak boleh mengendurkan diri lagi,” ucapnya.

Zhaoxiang kini melakukan yang terbaik untuk berpartisipasi dalam belajar Fa dan latihan Gong bersama. Dengan itu, dia memperoleh banyak hal, seperti mampu berkonsentrasi lebih baik saat belajar Fa dan memancarkan pikiran lurus. Dia juga melakukan panggilan telepon ke daratan Tiongkok setiap hari untuk mengklarifikasi fakta kepada orang-orang yang terpedaya oleh fitnahan rezim komunis Tiongkok tentang Falun Dafa. Waktunya telah dimanfaatkan untuk berkultivasi dengan baik.

Guru Menyelamatkan Saya dari Dua kali Stroke”

Suxiang menceritakan pengalamannya sembuh dari dua stroke.

Suxiang bekerja sebagai pedagang yang menjual perhiasan emas dan perak. Dia telah berkultivasi Falun Dafa selama 19 tahun. Lima belas tahun lalu, seorang karyawan dari perusahaan asuransi telah mencuri tabungannya sebesar 18 juta dolar Taiwan. Saat mendengar berita ini, dia langsung mengalami stroke dan dilarikan ke rumah sakit. Setelah ia sadar, sebagian tubuhnya menjadi lumpuh dan mulutnya menjadi mencong.

Satu-satunya pikiran saya adalah Guru dapat menyelamatkan saya. Saya percaya bahwa hanya Guru dan Dafa, yang dapat menyelamatkan saya.” Terlepas dari keberatan dokter dan putrinya, Suxiang bersikeras meninggalkan rumah sakit.

Saat kembali ke rumah, Suxiang langsung mendengarkan ceramah Guru dan latihan meditasi dengan tenang. Dia menemukan bahwa ternyata dia sudah dapat minum air dan mengangkat tangannya setelah mendengarkan dua ceramah. Ketika mencoba berjalan, ia juga merasa terkejut saat mampu melakukannya. Belas kasih Guru telah memulihkan kesehatannya begitu cepat.

Suxiang kemudian menuntut kompensasi dari perusahaan asuransinya. Dengan bantuan saudaranya, Suxiang mendapatkan kembali 12 juta dolar, meski sisanya tidak dibayar. Dia berkata, “Yang sering saya pikirkan adalah bagaimana memperoleh kembali 6 juta itu. Hati saya selalu merasa kesal.”

Suatu hari saat liburan, dia mendapat stroke kedua. Ini membuatnya menyadari bahwa dia memiliki keterikatan yang kuat pada uang. Saat terkena stroke, dia mendengar suara Guru, “Jika kamu mendapati uang kamu lagi, apakah kamu bisa menghabiskannya, mengingat keadaan kamu saat ini?” Dia sangat malu pada keterkaitannya yang mendalam dan berkata, “Guru, saya salah! Saya melakukan kesalahan lagi! Tolong selamatkan saya!”

Saya menangis saat melakukan latihan Gong malam itu. Pagi harinya, tubuh saya kembali normal. Seluruh gejala stroke juga lenyap. Keluarga dan teman-teman saya merasa takjub menyaksikan keajaiban Falun Dafa!”

Suxiang memperoleh pemahaman yang lebih mendalam terhadap prinsip Falun Dafa setelah mengalami dua kali stroke. “Saya biasanya bekerja keras untuk mendapatkan uang, tapi saya lupa pada misi saya. Saya tidak secara aktif berpartisipasi dalam melakukan tiga hal. Saya bersyukur pada Guru karena mengajar saya bagaimana melepaskan keterikatan hati akan nama dan uang!”