Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mantan Guru Hilang, Teman Mencurigai Ia Ditangkap lagi karena Keyakinannya

13 Mei 2020 |   Oleh seorang koresponden Minghui di Provinsi Guangdong, Tiongkok

(Minghui.org) Setelah mengalami penganiayaan selama dua dekade karena keyakinannya pada Falun Gong, seorang wanita dari Kabupaten Boluo, Provinsi Guangdong, telah hilang sejak Maret 2020. Temannya curiga bahwa guru ini telah ditangkap lagi karena keyakinannya dan meminta komunitas internasional untuk membantu menyelamatkannya.

Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah disiplin spiritual dan meditasi kuno yang telah dianiaya oleh Partai Komunis Tiongkok sejak 1999.

Yan Ping (wanita) dulu mengajar di sekolah dasar setempat. Meskipun dia sangat disenangi oleh murid-muridnya dan merupakan guru yang hebat, biro pendidikan memecatnya setelah dia dijatuhi hukuman penjara pada tahun 2016 karena dia menolak untuk melepaskan keyakinannya.

Mengetahui keadaan finansial Yan yang sedang buruk, salah satu teman Yan mencoba untuk menghubunginya pada bulan Maret 2020 mengenai kesempatan kerja, yang membuat dia mengetahui bahwa Yan telah hilang selama beberapa minggu.

Dua Dekade Penangkapan, Penahanan, dan Penyiksaan

Selama 20 tahun terakhir, Yan, penduduk asli Kota Macheng, Provinsi Hubei, telah berulang kali menjadi sasaran karena keyakinannya pada Falun Gong dan bahkan disiksa sampai hampir mati.

Dia pertama kali ditangkap pada Desember 2000 karena mengajukan permohonan untuk Falun Gong di Beijing. Setelah dia dibawa kembali ke Macheng, polisi menendangnya dan memaksanya untuk berlutut. Seorang petugas menjambak rambutnya. Dia ditahan selama empat bulan dan dipaksa membayar biaya hidup sebesar 2.100 yuan ke pusat penahanan.

Yan ditangkap lagi pada 29 September 2002, karena berbicara dengan orang-orang di luar bioskop ketika film yang memfitnah Falun Gong diputar. Dia melakukan mogok makan di Pusat Penahanan Macheng untuk memprotes penganiayaan dan dicekok paksa makan. Beberapa giginya lepas ketika para penjaga membuka paksa mulutnya. Mereka juga mengikatnya dalam posisi elang melebarkan sayap di ranjang kematian sampai dia pingsan.

Polisi kemudian mengirimnya ke Kamp Kerja Paksa Shayang selama setahun. Para penjaga terkadang melarang dia tidur dan memaksanya untuk berdiri atau berjongkok sepanjang hari. Dia juga dipaksa melakukan pekerjaan intensif tanpa upah, termasuk pekerjaan pertanian, pembuatan earphones, dan membuat lampu Natal. Para penjaga tidak akan membiarkannya tidur jika dia tidak menyelesaikan kuota hariannya.

Yan kemudian pindah ke Kabupaten Boluo, Provinsi Guangdong, bersama suaminya. Dia kemudian ditangkap pada 21 Juli 2011, karena mendistribusikan materi tentang Falun Gong.

Polisi menggeledah rumahnya di depan suami dan putranya yang masih duduk di kelas enam. Bocah itu sangat ketakutan sehingga dia tidak bisa makan sepanjang hari. Suaminya juga stres setelah penangkapannya — berat badannya turun drastis dalam beberapa hari, dan dia tampak tua dan lelah.

Pada bulan Agustus, Yan dikirim ke Pusat Cuci Otak Sanshui di Kota Guangdong dan ditahan di sana selama hampir setahun. Dia dipaksa menonton video yang memfitnah Falun Gong pada siang hari dan dipantau oleh dua anggota staf sepanjang waktu. Gajinya sebesar 10.000 yuan juga ditahan oleh sekolah.

Pihak berwenang terus melecehkannya dari waktu ke waktu dan memaksa agar dia menulis laporan pemikiran untuk merenungkan kesalahannya dalam berlatih Falun Gong.

Yan ditangkap lagi pada 23 April 2016, karena mempelajari ajaran Falun Gong dengan praktisi setempat. Karena dia melakukan mogok makan untuk memprotes penangkapan sewenang-wenang, penjaga pusat penahanan memborgol kedua tangan dan kakinya sehingga dia tidak bisa berdiri. Pada saat mereka melepaskan borgol beberapa minggu kemudian, dia tidak bisa lagi berdiri atau berjalan.

Ilustrasi penyiksaan: Tangan dan kaki diborgol bersama

Pada 19 September 2016, Pengadilan Distrik Huicheng mengadakan sidang rahasia untuknya tanpa memberi tahu keluarganya. Dia hadir di pengadilan dengan kursi roda.

Hakim kemudian menjatuhkan hukuman satu setengah tahun penjara, dengan denda 5.000 yuan. Pada 16 Januari 2017, dua hari sebelum dia dipindahkan ke Penjara Wanita Guangzhou, Biro Pendidikan Kabupaten Boluo memecat Yan.

Di penjara, Yan terus-menerus dilarang tidur, dilarang untuk menggunakan kamar kecil, dan dipaksa untuk melakukan pekerjaan tanpa dibayar. Kadang-kadang penjaga memaksanya untuk duduk di kursi kecil tanpa bergerak untuk waktu yang lama dan kadang-kadang akan memaksanya untuk menyalin materi cuci otak. Jari-jari kanannya hampir menjadi cacat akibat penyiksaan ini.

Ketika dia dibebaskan dari penjara, rambutnya telah memutih dan dia sering menderita sakit kepala, pusing, dan berkeringat berlebihan.

Pengadilan membekukan rekening banknya agar membuatnya membayar denda 5.000 yuan.

Pihak berwenang terus-menerus mengganggu Yan dan memasang beberapa kamera pengintai di luar apartemennya.

Laporan terkait dalam bahasa Inggris:

Guangdong Elementary School Teacher Illegally Imprisoned, Harassed

Laporan terkait dalam bahasa Mandarin:

狱、劳教、洗脑-一名优秀女教师的遭遇