Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Guru Berkata Jangan Takut, … Oleh Ziyan

25 Mei 2007

Pengalaman Praktisi

Guru Berkata Jangan Takut, …
Oleh Ziyan

(Minghui.org) Putra saya adalah siswa sekolah menengah. Suatu hari ia tiba di rumah dan berkata dengan penuh semangat, "Ibu, sekolah sekali lagi akan mengerahkan semua siswa untuk bergabung dengan Partai. Pelaksanaan akan dilakukan pada acara wisuda kelas dan mereka sedang meminta semua kelas untuk berpartisipasi. Pertemuan sekolah akan diadakan besok. Apa yang dapat saya kerjakan?"
 
Saya sangat tertarik dan berpikir, "Kita tidak bisa biarkan Partai Komunis yang jahat meracuni anak-anak tidak bersalah. Kita harus menghentikan hal itu!" Materi klarifikasi fakta di rumah hanya tinggal sedikit dan tidak ada waktu lagi untuk mencari lebih banyak dari praktisi yang lain. Bagaimana saya bisa menggunakan materi ini untuk mencapai hasil yang terbaik? Dengan keinginan yang membara, saya mohon bimbingan Guru.
 
Tiba-tiba gagasan yang berani datang mengalir dalan pikiran, "Saya dapat menyebarkan materi klarifikasi fakta kepada para guru dan pengurus sekolah. Tempat tinggal para guru ada di belakang sekolah dan saya mengetahui bagaimana caranya agar bisa sampai di sana. Inilah dia!"
 
Akan tetapi perasaan takut segera menyelimuti: "Penjaga sekolah bertugas 24 jam sehari, dan tempat tinggal guru ada di belakang sekolah. Bagaimana mungkin saya dapat masuk ke tempat tinggal guru dengan aman? Bagaimana cara saya bersikap bila ini tidak berjalan lancar? Bagaimana cara saya dapat kembali dengan aman? Saya tidak mempunyai pengalaman seperti ini." Saya tidak memiliki keberanian, pikiran penuh dengan konsep manusia biasa, dan merasa tidak ada harapan. Dengan pikiran yang tidak menentu saya masuk ke pekarangan rumah, menuju ruangan, dan duduk di sofa sambil berpikir. "Guru, apa yang harus saya lakukan?" Merasa tidak berdaya dan lemah, saya ingin menangis.
 
Sekitar dua menit berlalu. Saya kemudian mendengar suara lembut yang berkata, "Anakku, jangan takut! Pergilah dan aku akan menjagamu, anakku." Saya dengan seketika menyadari bahwa itu adalah Guru, "Guru!" Apakah Guru yang memanggil saya! "Guru!" Saya berdiri dan melihat sekeliling, air mata membasahi wajah. Saya menyeka air mata yang mengalir, mengambil tas yang berisi materi klarifikasi, pergi ke luar ruangan dan ke luar dari pekarangan rumah. Saya merasakan arus hangat menyelimuti tubuh dan terasa bermandikan cahaya Buddha.
 
Saya sendiri pergi ke sekolah itu dan selanjutnya menuju bangunan utama. Saya tidak berani melalaikan satu rumah pun. Dengan perlindungan Guru, segalanya berjalan dengan lancar, dan hampir 100 keluarga menerima materi klarifikasi fakta. Hari berikutnya sekolah gempar. Pengurus sekolah melaporkan peristiwa ini kepada pos polisi, dan para agen kantor 610 pergi ke petugas jaga untuk mencari informasi agar dapat memahami peristiwa itu. Petugas keamanan kampus berkata, "Saya sedang bertugas sore itu, tetapi saya tidak melihat seorang asing pun masuk ke sekolah. Tidak mungkin orang Falun Gong bisa melewati saya, sungguh tidak mungkin!" Polisi memeriksa semua dinding sekolah dan secara hati-hati memeriksa semua tempat. Mereka mempunyai banyak pertanyaan seperti, "Berapa banyak orang Falun Gong masuk? Bagaimana cara mereka masuk?" Ketika mereka melaporkan hasil penyelidikan mereka kepada pemerintah dan komite partai mereka tidak bisa menjelaskan dan mengatakan, "Falun Gong sangat misterius. Kita tidak temukan jejak apa pun, bagaimana mereka bisa memasuki sekolah."
 
Wakil kepala sekolah menengah itu adalah kemenakan seorang praktisi. Setelah penyelidikan selesai, ia pergi mengunjungi tantenya. Ia menceriterakan peristiwa ini bagai sebuah dongeng, dan pada bagian akhir ia berkata, "Peristiwa ini pasti mempunyai pengaruh besar pada sistem pendidikan. Kita tidak akan menghimbau para siswa untuk bergabung dengan Partai Komunis lagi. Peristiwa ini juga mengguncang komite partai kota. Mereka tidak ingin dampak dari peristiwa ini menjadi lebih besar untuk melindungi masa depan politik mereka. Falun Gong sungguh-sungguh luar biasa!"
 
Melalui peristiwa ini, saya sangat menyadari kemurahan hati Guru yang agung dan belas kasih Buddha yang tanpa batas. Saya berterimakasih kepada Guru atas nama anak-anak dan mahluk hidup yang telah diselamatkan di  kota itu. Terimakasih, Guru!
 
Chinese:http://www.minghui.org/mh/articles/2007/5/12/154623.html English:http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2007/5/25/86082.html