Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Berlatih Falun Gong dan Efek Kesehatannya, Survei terhadap Sepuluh Ribu Kasus di Beijing

23 Okt. 2008

(Minghui.org)

Ringkasan : Untuk menentukan pengaruh dari berlatih Falun Gong terhadap kesehatan, telah dilakukan suatu survai terhadap beberapa praktisi di lima daerah di Beijing, dari 12.731 daftar pertanyaan yang sah, dihasilkan: Tingkat penyembuhan penyakit karena latihan Falun Gong mencapai 99,1% dengan tingkat penyembuhan totalnya 58,5%. Penyembuhan kesehatan fisik adalah 80,3% dan penyembuhan kesehatan mental 96,5%. Hasil survai tersebut menunjukkan berlatih Falun Gong memiliki efek yang sangat berarti dalam hal penyembuhan penyakit dan meningkatkan kesehatan tubuh. Falun Gong adalah suatu Qi-gong yang sangat unggul, baik untuk meningkatkan kesehatan fisik maupun meningkatkan kesehatan mental.

Latar Belakang: Qi-gong Adalah suatu aktivitas orang-orang Tionghoa untuk mencapai kesehatan secara tradisional, dan telah memiliki sejarah yang sangat panjang. Orang-orang Tionghoa mempunyai keunggulan yang unik dalam latihan Qigong. Sejak Falun Gong mulai diperkenalkan pada tahun 1992, jumlah pengikutnya berkembang sangat pesat, jumlah praktisi bertambah setiap hari dan sulit untuk menentukan berapa jumlahsebenarnya. Efek yang unik dari Falun Gong dalam peningkatkan kesehatan, baik kesehatan fisik maupun mental telah dikenal secara baik oleh para praktisinya. Agar lebih banyak lagi orang-orang yang dapat mengenal Falun Gong, maka dilakukanlah suatu survai terhadap praktisi Falun Gong di lima daerah di Beijing.

1. Populasi Studi.

Pada tahun 1998, telah dilakukan penelitian terhadap lebih dari 200 tempat latihan di lima daerah (Barat, Chongwen, Timur, Xunwu dan Chaoyang) di Beijing. Daftar pertanyaan yang terkumpul sebanyak 14.199 . Dari data yang ada dibuatlah perbandingan status kesehatan praktisi sebelum dan sesudah latihan Falun Gong.

2. Perencanaan & Metode Studi

2.1. Penelitian

Meliputi : (Lihat lampiran daftar pertanyaan berlatih Falun Gong dan efek kesehatannya) Nama, jenis kelamin, umur, masa latihan, jumlah penyakit sebelum dan sesudah latihan, kesehatan tubuh sebelum dan sesudah latihan, kondisi kesehatan mental sebelum dan sesudah latihan, (dan penghematan biaya pengobatan rata-rata sesudah latihan).

2.2. Metode

Para praktisi secara sukarela mengisi daftar pertanyaan sesuai dengan intruksi yang ada. Formulir dikumpulkan & diorganisir oleh orang-orang yang merencanakannya. Data-data tersebut kemudian dimasukkan ke dalam komputer.

2.3. Analisa Data

Total formulir yang terkumpul sebanyak 14.199. Suatu kriteria umum yang dipakai, yaitu formulir manapun yang tidak diisi lengkap akan disingkirkan. Akhirnya daftar pertanyaan yang memenuhi syarat adalah 12.731, dan ini digunakan sebagai data yang syah. Data-data tersebut dianalisa dengan Microsoft office 97 Excel 8.0.

3. Kesimpulan

Dengan mempergunakan Excel 8.0 dan dua metode statistik yang berbeda, diperoleh hasil yang sama sebagai berikut :

3.1. Distribusi jenis kelamin:

Pria 3.554 = 27,9 % , wanita 9.177 = 72,1% , perbandingan antara pria dan wanita adalah 1 : 2,6

3.2. Distribusi umur :

Umur 50 tahun keatas = 67,5% , umur 20 – 50 th = 30,8 % ,umur 20 tahun kebawah = 1,7 %. (lihat tabel 1)

Umur <10 11-20 21-30 31-40 41-50 51-60 >60 total
Jumlah 44 176 608 1.071 2.241 3.498 5.093 12.731
% 0,3% 1,4% 4,8% 8,4% 17,6% 27,5% 40,0% 100%

Tabel 1. Jumlah praktisi berdasarkan umur

3.3. Masa Latihan

Dari masa belajar Falun Gong, dihitung masa latihannya. Masa latihan, jumlah praktisi dan persentasinya dihitung (lihat tabel 2). Kurva antara pertumbuhan jumlah praktisi dan masa latihan dibuat gambar (gambar 1). Dari kurva pertumbuhan ini, dapat kita lihat jumlah praktisi Falun Gong bertambah dengan cepat setiap tahun, hampir mendekati garis lurus

Masa (thn)
<0.5
0.5-1 1-2 2-3 3-4
4-5 >5
total
Jumlah 1.527 1.656 3,236 3.467 1.618 741 486 12.731
% 12% 13% 25.4% 27,2% 12,7% 5,8% 3,8% 100%

Tabel 2. Jumlah praktisi berdasarkan masa latihan

sv1-1.gif (4693 bytes)
Gambar 1. Kurva pertumbuhan jumlah praktisi dan masa latihan

3.4. Perbandingan status kesehatan sebelum dan sesudah latihan.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan, sebelum latihan 2.547 (20%) peserta mempunyai satu penyakit. 3004 (23,6) praktisi mempunyai dua penyakit. 6.341 (49,8%) mempunyai tiga penyakit. 11.892 orang mempunyai berbagai macam penyakit, itu sama dengan 93,4 % dari populasi penelitian (gambar 2). Sesudah latihan (table 3) 6.962 orang mencapai penyembuhan total (58,5%). 2.956 mulai sembuh (24,9%). Tingkat penyembuhan penyakit mencapai 99,1% sesudah latihan. Gbr.3 menunjukkan perubahan status kesehatan dalam 3 group praktisi sebelum dan sesudah latihan.


Gambar 2. Tiga penyakit= 49.8% Dua penyakit =23.6% Satu penyakit =20.0% Sehat =6.6%

Sembuh Total Secara dasar
Sebagian Tidak
Total Total efektif
Jumlah 6.962 2.959 1.876 107 11.892 11.785
% 58,5% 24,9% 15,7% 0,9% 100% 99,1%

Tabel 3: Status kesehatan sesudah latihan


Gambar 3. 1=Tidak berubah 2=Mulai sembuh 3=Hampir sembuh 4=Sembuh total

3.5. Penghematan biaya pengobatan.

Dari hasil penyelidikan telah disimpulkan penghematan biaya mencapai 41.700.000 yen (~Rp.41,7 milyard) dan rata-rata 3.270 Yen (~Rp.3,27 juta) per orang pertahun.

3.6. Perbandingan kesehatan fisik.

Tabel 4 menunjukkan status kesehatan fisik sebelum dan sesudah latihan. 9.811 (80,3%) praktisi telah memperoleh kemajuan kondisi fisiknya. Diantara mereka, "sangat energetik" naik dari 3,5% menjadi 55,5%. Gbr.4 membandingkan persentase dari distribusi status kesehatan.

Sulit
bekerja

Dapat
bekerja

Normal
bekerja
Energetic
Total
Jumlah sebelum latihan
1.788 5.799
4.700
444
12.731
% 14,4%
45,5%
36,6%
3,5%
100%
Jumlah sesudah latihan
171 1.442
4.085
7.033
12.731
% 1,3%
11,3%
32,1%
55,3%
100%

Tabel 4: Status kesehatan fisik sebelum dan sesudah latihan


Gambar 4. 1 = Sulit bekerja 2 =Dapat bekerja 3 =Normal Bekerja 4=Energetik

3.7. Perbandingan kesehatan mental

Tabel 5 menunjukkan sebelum latihan 52,4% mentalnya mengalami stress berat. Sesudah latihan 12.287 praktisi (96,5%) telah memperoleh kemajuan dalam kesehatan mentalnya, diantara mereka 7.202 (56,6%) mencapai "gembira", 3447 (27%) telah memperoleh "kemajuan berarti." 1.638 (12,8%) telah memperoleh "beberapa kemajuan." (Tabel 6)

Sangat stress stress
normal
gembira
total
Jumlah
3.075
3.598
5.311
747
12.731
%
24,1%
28,3%
41,7%
5,9%
100%

Tabel 5: Status kesehatan mental sebelum kultivasi

Tidak berubah
Berubah
erubah besar
gembira
total
jumlah 444
1.638
3.447
7.202
12.731
% 3,6%
12,8%
27,0%
56,6%
100%

Tabel 6: Status kesehatan mental sesudah kultivasi

3.8. Perbandingan perubahan status kesehatan diantara populasi yang tidak berpenyakit

839 praktisi (6,6%) tidak berpenyakit sebelum mulai latihan. Perubahan kondisi fisik dan kesehatan mentalnya sebagai berikut :Kesehatan fisik: 486 atau 57,9% diantara 839 praktisi telah memperoleh kemajuan kesehatan mental: 742 praktisi 88,4% atau 839 praktisi telah memperoleh kemajuan (lihat table 7,8).

Sangat stress
stress
normal
gembira
total
Jumlah
72
87
523
157
839
%
8,5%
9,5%
62,3%
19,7%
100%

Tabel 7: Status kesehatan mental orang-orang sehat sebelum kultivasi

Tidak berubah
Berubah
Berubah besar
gembira
total
Jumlah
97
126
167
449
839
% 11,6%
15,0%
19,9%
53,5%
100%

Tabel 8: Status kesehatan mental orang-orang sehat sesudah latihan

3.9. Analisa hubungan antara kesehatan fisik dan mental

Gambar 5 menunjukkan perbandingan hubungan antara physical, spiritual dan perubahan kondisi kesehatan sesudah kultivasi. Table 9 menunjukkan kelompok data tersebut. Dari Gambar 5 dapat kita lihat penyembuhan penyakit, peningkatan fisik, dan kesehatan mental adalah berhubungan.


Gambar 5. Perbandingan perubahan physical, spiritual dan kondisi kesehatan sesudah kultivasi

Kelompok 1
Kelompok 2
Kelompok 3
Kelompok 4
Mental
Gembira
Berubah besar
Berubah
Tidak berubah
Fisik
Energetic
Normal
Dapat bekerja
Sulit bekerja
Kesehatan
Sembuh total
Sembuh
Lebih baik
Tidak berubah

Tabel 9. Hubungan antara aspek mental, aspek fisik, dan kesehatan secara umumnya (dengan kelompok)

4 . Diskusi

4.1. Penyembuhan penyakit, menguatkan tubuh dan meningkatkan standard kesehatan

Menurut hasil penyelidikan terhadap 12.731 peserta 93,4% kondisinya sakit, dan 49,8% telah menderita paling sedikit tiga penyakit sebelum mereka latihan Falun Dafa. Melalui belajar dan latihan Falun Dafa, kondisi kesehatan para praktisi telah memperoleh kemajuan dalam beberapa tahap. Kasus-kasus tersebut secara total efektifnya mencapai 99,1%, diantaranya yang sembuh total mencapai 58,5 %. Bandingkan perubahan kondisi tubuh sebelum dan sesudah latihan Falun Dafa, 80,3% peserta memperoleh kemajuan dalam kesehatannya. Diantara orang-orang tersebut, yang "sangat energetik" mencapai 55,3 % sesudah latihan dari 3,5% sebelum latihan, kenyataan tersebut menunjukkan kultivasi Falun Dafa efeknya sangat berarti dalam penyembuhan penyakit dan peningkatan kondisi tubuh. Menurut ilmu pengetahuan pengobatan modern, menjadi sehat ada 2 aspek : Badan yang sehat dan pikiran yang sehat. Hasil penyelidikan menunjukkan 12.287 orang menjadi sehat secara psychologi sesudah berlatih Falun Dafa, ini meliputi 96,5% dari total peserta dalam penyelidikan.

Dengan makin berkembangnya masyarakat, standard kehidupannya juga makin naik, kebutuhan orang-orang terhadap peningkatan kesehatan makin tinggi, di negeri Tiongkok telah digalakkan suatu program peningkatan kesehatan seluruh penduduk. Hasil penyelidikan menunjukkan jumlah orang yang berkultivasi Falun Dafa bertambah setiap tahunnya, pertumbuhannya makin pesat, pertumbuhan tersebut mendekati linear. Dalam kenyataannya Falun Dafa mempunyai pengikut yang sangat banyak, diakui dan diterima oleh masyarakat umum, itu secara jelas membuktikan Falun Dafa sebenarnya sangat efektif dalam penyembuhan penyakit dan memperbaiki kondisi fisik.

4.2. Penghematan biaya pengobatan dan alat-alat kedokteran

Menurut hasil penyelidikan, praktisi Falun Dafa dapat menghemat 3,270 Yuan biaya pengobatan perorang pertahun untuk negara. Pengikut Falun Dafa telah menghemat biaya pengobatan yang sangat besar dan juga alat-alat kedokteran, dan telah meringankan beban masyarakat dan keluarganya. Efek yang positif ini sangatlah jelas. Kenyataan yang penting ini menunjukkan Falun Dafa sangat menguntungkan baik untuk masyarakat maupun untuk negara.

4.3. Faktor yang terpenting untuk menyembuhkan penyakit, meningkatkan kondisi mental praktisi

Hasil penyelidikan menunjukkan 83,6% dari praktisi Falun Dafa kondisi mentalnya telah memperoleh kemajuan yang sangat berarti. Melalui analisa paralel dari kondisi fisik dan mental manusia, telah diperlihatkan ada hubungan yang erat antara kedua pemulihan tersebut, memperkuat tubuh fisik dan kondisi mental orang. Teori dari ilmu pengetahuan medis modern memperkirakan penyakit ditimbulkan oleh faktor sosial, faktor lingkungan dan faktor biologis, dan ketiga faktor tersebut mempunyai tingkat pengaruh yang besar terhadap tubuh manusia melalui efek mentalnya, sehingga mengakibatkan sakit dan kondisi tidak sehat, oleh sebab itu kondisi mental memainkan peranan yang penting dalam kesehatan seseorang. Salah satu dari karakteristik Falun Dafa yang harus di pahami adalah permintaannya terhadap praktisi agar meletakan peningkatkan mental pada perioritas pertama dalam latihan kultivasinya. Dengan meningkatkan kondisi mental seseorang melalui peningkatan moral dan kebaikan. Falun dafa membawa tubuh fisik praktisi ke kondisi kesehatan yang diinginkan. Jelas sekali, kultivasi hati dan latihan gerakan mempunyai efek yang sangat besar dalam kemajuan kesehatan fisik dan mental praktisi.

Dengan latihan Falun Dafa, pada umumnya para praktisi membangun suatu sikap yang positif dalam kehidupan sehari-hari.Meningkatkan moralitas dan kebaikan pribadi, memperbaiki hubungan antara yang satu dengan yang lain, dan menjadi sebuah tanggung jawab dalam masyarakat. Semua ini mempercepat peradaban spiritual masyarakat. Kemajuan dari peradaban spiritual umat manusia sudah tentu akan menghasilkan lingkungan sosial yng lebih baik dan lebih stabil, menghasilkan lebih banyak hati yang baik, dan membuat pikiran dan tubuh manusia benar-benar sehat. Peningkatan dari pikiran dan tabiat manusia sudah tentu akan membawa kemakmuran dari seluruh umat manusia.

Studi statistik penyelidikan memperlihatkan faktor-faktor lain yang sangat perlu ditekankan. Sejumlah besar praktisi Falun Dafa kesehatannya sangat baik sebelum mereka kultivasi Falun Dafa, motivasi mereka untuk berlatih secara total adalah karena kesukaan mereka terhadap kebudayaan tradisional Tiongkok. Mereka tertarik oleh prinsip-prinsip Falun Dafa yang luas dan mendalam.

Peneliti yang berpartisipasi:

Nama
Rumah sakit / Institusi
Jabatan
Lin Dan
China Union Medical Univercity,
Basic Science College
Assistant Prof
RiYang Pu China Union Medical Univercity
Post Doctor
FuJun Li
China Union Medical Univercity Post Doc., Assistant
Prof
NaiYuan Li
Beijing Medical Univercity, (Oral-Maxillary Hospital)
Attending Physician
Qi Wang The Chinese People's Police General Hospital
Attending Physician
Ying Lu
Beijing Hospital No.2
Attending Physician
CaiXi Li
Chinese Traditional Medicine Research Institute,
Xiyun Hospital
Researcher
ZhiYun Liu
Chinese Traditional Medicine Research Institute,
Xiyun Hospital
Associate Researcher
ShuQing Feng
The Chinese People's Military General Hospital 304
Assistant Physician
ChengTao Lin
China Union Medical University, Basic Science College
Assistant Researcher
Xiao Liu
China Union Medical University, Basic Science College
Practical Researcher

23 Oktober 1998

Appendix : Daftar pertanyaan berlatih Falun Gong dan efek kesehatannya

No Nama
Pra / Wanita Umur
Masa latihan
Lokasi latihan
 


1. Status kesehatan sebelum latihan: [   ]

  1. Sehat atau tidak berpenyakit.
  2. Mempunyai satu penyakit.
  3. Mempunyai dua penyakit.
  4. Mempunyai tiga penyakit.


2. Status kesehatan sesudah latihan: [   ]

  1. Sembuh total.
  2. Berubah sangat berarti
  3. Berubah.
  4. Tidak berubah.


3. Kondisi tubuh sebelum latihan : [   ]

  1. Tidak dapat menerima pekerjaan fisik apapun.
  2. Dapat melakukan beberapa pekerjaan fisik
  3. Dapat melakukan pekerjaan normal
  4. Merasa sangat energetik


4. Kondisi tubuh sesudah latihan: [   ]

  1. Tidak dapat menerima pekerjaan fisik apapun.
  2. Dapat melakukan beberapa pekerjaan fisik
  3. Dapat melakukan pekerjaan normal
  4. Merasa sangat energetik


5. Kondisi mental sebelum latihan: [   ]

  1. Stress berat, selalu tidak gembira
  2. Kadang-kadang stress
  3. Normal
  4. Gembira dan senang


6. Kondisi mental sesudah latihan: [   ]

  1. Berubah total ke gembira dan senang
  2. Berubah sangat besar
  3. Berubah sedikit
  4. Tidak berubah