Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Jangan Berpegangan Pada Keterikatan pada Perasaan Takut untuk Menyingkirkan Perasaan Takut

16 Okt. 2010 |   Oleh: seorang praktisi di China


(Minghui.org) saya membaca artikel "Penganiayaan Bukanlah suatu Alasan untuk Tetap Terikat Pada Perasaan Takut" (lihat http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/10/1/120361.html) dan paragraf tertentu dalam artikel sangat menyentuh saya dan membuat saya benar-benar berpikir.

"Kita memiliki rasa takut atau tidak juga mencerminkan dasar dari kultivasi kita. Jika dasar kita adalah keterikatan pada ego, kita boleh menganggapnya sebagai sebuah proses berangsur-angsur yang lambat dalam melepaskan keterikatan seperti itu. Dengan melakukan seperti itu sesungguhnya telah mengakui hal itu, juga mengakui penindasan yang menyertainya. Ini memberikan kesempatan bagi keterikatan itu untuk eksis. Jika dasar kita adalah tanpa ego, kita akan berpikir keterikatan seperti itu seharusnya tidak ada sama sekali. Maka, dengan pikiran lurus yang kuat seperti itu, kejahatan akan takut dan keterikatan akan tidak memiliki dasar untuk ada. Sang sadar sejati adalah pelindung alam semesta, orang yang akan mengorbankan segalanya untuk makhluk hidup. Apakah sang sadar seperti itu mempunyai perasaan takut?"

Paragraf itu garis besarnya menjelaskan proses menghilangkan keterikatan pada perasaan takut yang umum ada di antara praktisi. Banyak praktisi, termasuk saya, berpegang pada keterikatan pada perasaan takut untuk menyingkirkan ketakutan. Sengaja atau tidak sengaja kita berpikir bahwa adalah wajar untuk merasa takut, sehingga memberikan "takut" ruang untuk ada. Bahkan, kita memohonnya. Jadi, segera setelah sebagian dari takut itu disingkirkan, muncul lagi yang lain. Kita merasa bahwa "takut" selalu mengikuti kita, kemanapun kita pergi. Tetapi itu karena kita memegang erat-erat dan tidak membiarkannya pergi.

Ketika kita tidak mengenali keterikatan terhadap perasaan takut ini berdasarkan prinsip Fa dan sungguh-sungguh menyangkalknya, berarti kita mengijinkan "takut" ini untuk eksis dan berkembang. Akibatnya, kita memberikan kekuatan lama alasan untuk menganiaya kita: "Anda harus menghapus keterikatan pada perasaan takut Anda. Jadi bagaimana Anda akan melakukannya? Kami akan menciptakan lingkungan yang berbahaya, membuat Anda menulis surat jaminan, dan mengirim Anda ke pusat pencucian otak dan kamp kerja paksa, dll.” Bukankah itu berarti kita memohon semua yang disebutkan di atas? Hanya ketika kita melihat "takut" dari sudut Pelurusan Fa kita dapat benar-benar menghapus keterikatan pada perasaan takut kita.

Jadi ketika kita berpikir bahwa "Praktisi Dafa adalah manusia dan bukannya dewa yang sedang mengultivasi diri sendiri, adalah normal untuk memiliki rasa takut dan dapat disingkirkan perlahan-lahan," kita, pada kenyataannya, mengakui "takut." Takut adalah konsep pikiran manusia. Selama lebih dari sepuluh tahun, kekuatan lama telah menanamkan dalam diri kita konsep pikiran tentang "perlindungan diri." Tapi ini adalah konsep pikiran yang tidak boleh dimiliki oleh praktisi, karena kita berada di jalan menjadi dewa. Jadi bagaimana boleh konsep pikiran manusia menjadi bagian dari dewa? Ketika kita mengakui dan memohon mereka, mereka akan mengekang dan mengendalikan kita.

Alasan mengapa kultivasi kita sulit dan kita tetap menghilangkan keterikatan yang sama adalah karena jauh di lubuk hati, kita memberikan konsep pikiran manusia dan keterikatan ruang untuk eksis. Kita harus melakukan seperti yang Guru katakan, "...kita perlu secara fundamental mengubah konsep manusia biasa..." (Lunyu dalam Zhuan Falun) jika tidak kita hanya dapat menjadi manusia dan bukan dewa.

Di atas adalah pemahaman saya saat ini. Mohon tunjukkan jika ada yang tidak tepat.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2010/10/1/230371.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/10/10/120541.html