Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Permohonan seorang Ibu Tua: (Kembalikan Putriku)

3 Okt. 2010 |   Oleh: seorang koresponden di Provinsi Heilongjiang


(Minghui.org) Tanggal 22 Juni 2010, Nn. Sun Libin, seorang praktisi Falun Gong dari Kota Jiamusi, ditemani seorang remaja pergi menjenguk ibunya, seorang teman praktisi yang dipenjara di Kantor Polisi Jiadong. Tetapi akhirnya Nn. Sun ditahan oleh Polisi Jiadong. Sudah lebih dari lima puluh hari, dan ibunya belum mengetahui keberadaannya.

Berikut ini adalah Surat Permohonan yang dibuat oleh ibu Sun Libin yang berumur hamper berusia 80 tahun kepada Kejaksaan Jiamusi dan pejabat pemerintah terkait.

Praktisi Falun Gong Sun Libin dari Kota Jiamusi 

Saya ibu dari Sun Libin, seorang praktisi Falun Gong dari Kota Jiamusi. Sejauh ini sudah 51 hari, dan saya tidak dapat menemukan putrid tercinta Sun Libin, yang tinggal dengan saya. Saya tidak bisa mendapatkan informasi mengenai keberadaannya. Setiap hari saya hanya bisa menangis, memegangi fotonya. Putri saya ditahan di Kantor Polisi Jiadong pada tanggal 22 Juni. Saya dan semua orang baik di sekitar saya, tidak tahu apa kesalahan yang telah dia lakukan.

Teman Libin, Nn. Ma Chunli yang dulu pernah hampir lumpuh. Setelah dia mulai berlatih Falun Gong, dia tidak hanya mampu berdiri, tetapi juga dapat melakukan pekerjaan ringan. Dia tinggal dengan anaknya Zhao Xin. Pada tanggal 17 Maret 2010, Ma Chunli ditangkap oleh Sun Lei dari Departemen Kepolisian Jiadong. Dia dihukum dua tahun menjalani pendidikan ulang melalui kerja paksa. Karena penganiayaan yang dialaminya di Kamp Kerja Paksa Harbin, dia lumpuh lagi dan tidak mampu merawat dirinya sendiri. Selama kurun waktu ini, teman Ma Chunli, praktisi Tong Yaqing, pergi bersama Zhao Xin, yang masih remaja, ke Kantor Polisi Jiadong untuk menanyakan keadaan Nn. Ma. Namun, Nn. Tong ditahan di kantor polisi dan dijatuhi hukuman satu tahun kerja paksa.

Melihat Zhao Xin muda hidup sendiri, tidak bisa bertemu dengan ibunya setelah mengunjungi Harbin beberapa kali, dan khawatir dengan keadaan Ma Chunli saat ini, Libin pergi ke Kantor Polisi Jiadong lagi untuk memberitahukan fakta-fakta ini kepada polisi di sana. Namun, pihak kepolisian, dipimpin oleh Feng Kaidong, direktur kantor polisi; Geng Yue, pemimpin Divisi Keamanan Domestik Departemen Kepolisian Dongfeng di kota Jiamusi; dan Xu Yongli, direktur Kepolisian Dongfeng, menahan putri saya secara paksa, lalu menggeledah rumahnya dan mencuri barang-barang pribadinya.

Sun Libin berumur 57 tahun. Dulu dia menderita sakit parah, dan sering mengalami sakit kepala. Kadang-kadang, ketika serangan sakit kepalanya sangat kuat, ia merasa ia lebih baik mati. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan sakit kepalanya, dan rumah sakit juga tidak tahu penyebabnya.

Seorang teman telah memperkenalkan Falun Gong kepada Libin. Dia mulai berlatih Falun Gong di musim semi 1998. (Melalui berlatih Dafa] ia menyadari tujuan dan arti hidupnya. Dia memutuskan, ini adalah jalan baginya dan dia akan tetap teguh! Belajar Fa, melakukan latihan, meningkatkan Xinxing, dia benar-benar telah berubah. Semua penyakitnya menghilang, dia merasa ringan ketika berjalan, dan tidak perlu minum obat lagi. Setiap saat, ia merasakan belas kasih dan perlindungan dari Guru Li. Dia sangat bahagia.

Berlatih Falun Gong memberikan Libin lebih dari sekedar kesehatan fisik. Dia bekerja keras dan tidak berseteru demi keuntungan pribadi. Dia berkata, "Tanpa Dafa, saya tidak bisa hidup sampai hari ini dan saya tidak bisa melakukan hal ini."

Suatu ketika, cucu saya tertabrak taksi. Ia terlempar tinggi ke udara dan menghantam tanah dengan keras. Cucu saya lama terbaring di tanah dan tidak bisa bangun. Sopir taxi tersebut sangat ketakutan. Setelah ia melihat anak itu bangun dengan susah payah, ia baru menyadari apa yang terjadi dan menawarkan untuk mengajaknya ke rumah sakit. Cucu saya mengatakan dia baik-baik saja dan tidak perlu pergi ke rumah sakit. Semua orang yang melihat mengatakan bahwa sopir taxi tersebut telah bertemu dengan orang yang sangat baik. Setelah sopir taxi tersebut mengantarkan anak tersebut pulang, dia bersikeras memberikan keluarganya 500 yuan. Nn. Sun menolak pemberian uang itu dan berkata kepadanya, "Saya adalah seorang praktisi Falun Gong. Saya tahu Anda tidak sengaja melakukannya. Guru Li selalu Memberitahu kami untuk selalu memikirkan orang lain terlebih dahulu. Anak saya baik-baik saja dan saya tidak memerlukan uang Anda. Anda harus lebih hati-hati mengemudi di kemudian hari. "

Hanya beberapa hari sebelum Libin ditangkap, ia pergi membayar tagihan pemanas rumah kami. Ketika suami saya masih hidup, kami mendapatkan kompensasi dari tempatnya kerjanya. Dia meninggal belum lama ini, jadi tempat kerjanya tidak tahu tentang hal itu. Mereka masih membayar kami sesuai catatan yang lama. Hal seperti ini adalah sesuatu yang banyak orang harapkan. Namun, Libin pergi ke departemen terkait, memberitahukan mereka keadaan sebenarnya, dan mengembalikan semua uang yang mereka telah salah kirimkan kepada kami. Dia telah melakukan banyak perbuatan baik seperti ini. Namun, mulai tanggal 20 Juli 1999, hanya karena anak saya percaya pada Sejati-Baik-Sabar, ia telah disiksa berkali-kali.

Pada tanggal 8 Januari 2000, Libin pergi ke Beijing untuk memohon keadilan bagi Falun Gong. Dan dia ditahan di Pusat Penahanan Jiamusi selama dua setengah bulan. Tanggal 8 Januari 2001, dia pergi lagi ke Beijing untuk memohon keadilan bagi Falun Gong, dan dia ditahan di Pusat Penahanan Jiamusi selama satu setangah bulan. Pada tanggal 6 Maret 2002, Shao Fuxiang, seorang polisi dari Kantor Polisi Zhongshang, Departemen Kepolisian Qianjin di Kota Jiamusi, dengan dua orang polisi lainnya dan seorang anggota staf perempuan, menahannya dan membawanya ke Kantor Polisi Zhongshan. Alasan penangkapannya adalah karena dia memberitahukan orang lain tentang manfaat yang dia peroleh dari berlatih Falun Gong. Dalam perjalanan ke kantor polisi, para polisi memukulinya. Setelah mereka tiba di kantor polisi, para polisi mengikat putri saya ke sebuah kursi besi. Shao Fuxiang mengambil kunci rumah putri saya, lalu pergi ke rumahnya dan mengobrak-abriknya. Apartemennya menjadi berantakan dan mereka mencuri banyak barang-barang pribadi. Setelah mereka kembali ke kantor polisi, mereka mencoba untuk memaksa Libin menginjak foto Guru Li. Libin menolak. Mereka mengangkat kakinya untuk memaksanya menginjak foto. Karena perlawanannya, celana panjang Libin robek. Polisi menempatkan foto Guru Li di atas kursi dan berusaha memaksa libin untuk duduk di atasnya. Melihat dia masih menolak untuk melakukannya, mereka mengikat Libin ke sebuah kursi besi di tengah-tegah ruangan dan tidak diijinkan bergerak. Lalu mengirimnya ke pusat penahanan. Kemudian, Libin dihukum empat tahun penjara dan mengalami penyiksaan yang tidak manusiawi di Penjara Wanita Heilongjiang.

Sekitar pukul 10:00 malam tanggal 17 Maret 2009, ketika tidur pulas, Libin dibangunkan oleh ketukan pintu. Beberapa polisi dari Kantor Polisi Zhongshan di Kabupaten Qianjin berusaha mengelabuinya agar membuka pintu. Putri saya sendirian dan saat itu cukup larut malam. Dia tidak membukakan mereka pintu. Para polisi tidak mampu memaksanya untuk membuka pintu, jadi mereka pergi. 

Sore hari tanggal 22 Juni 2010, putri saya ditemani Zhao Xin muda pergi ke Kantor Polisi Jiadong untuk menanyakan keadaan ibunya Zhao Xin. Dia ditangkap dan dipukuli. Saya mendengar, polisi memegang Libin, menarik rambutnya dan membantingnya ke dinding. Kemudian, Libin ditahan di Kantor Penahanan Jiamusi. Telah 51 hari mereka tidak mengizinkan keluarga berkunjung, dan saya mendengar bahwa mereka merencanakan untuk menganiaya dirinya lebih berat lagi.

Ada banyak orang seperti Libin di China, yang memperoleh mamfaat dari berlatih Falun Gong. Namun, 11 tahun penganiayaan ini telah menghancurkan banyak keluarga, mengganggu kehidupan tenang banyak keluarga dan menyebabkan kematian banyak orang baik. Menurut situs Clearwisdom, sudah ada 3.383 praktisi Falun Gong dipastikan telah meninggal, dan ada sekitar setengah juta praktisi Falun Gong ditahan. 

Saya hampir berumur 80 tahun dan saya memerlukan putri saya untuk merawat saya. Suami saya baru saja meninggal, Departemen Kepolisian Jiamusi telah menahan putri saya. Saya sangat sedih. Putri saya tidak bersalah. Dia tidak melakukan hal-hal yang buruk. Saya harap Anda dapat mengetahui kebenaran dan mengembalikan anak saya secepat mungkin.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2010/8/14/228324.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/8/23/119563.html