Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Perincian Penindasan terhadap Almarhum Guru Sekolah, Huang Yanli

29 Nov. 2010 |   Oleh: koresponden dari Provinsi Jiangsu, China


Nama: Huang Yanli (黄艳丽)
Jenis kelamin: Wanita
Umur: 35
Alamat: Tidak diketahui
Pekerjaan: Guru kimia di SMA Qixiu, Nantong (南通市启秀中学 任高中化学老师)
Tanggal meninggal: 15 Desember 2004
Tanggal penangkapan terakhir: Juni 2002
Tempat penahanan terakhir: Penjara Wanita Tiexingqiao di Nanjing (南京铁星桥女子监狱)
Kota: Nantong (南通)
Provinsi: Jiangsu (江苏)
Penganiayaan yang dialami: Cuci otak, hukuman ilegal, disuntik paksa, pemukulan, pemenjaraan,  kurungan isolasi, disiksa, ditahan, berdiri untuk waktu yang lama

(Minghui.org) Huang Yanli lahir pada tahun 1969. Dia lulus dari Perguruan Tinggi Guru Yangzhou dan sebagai guru kimia di SMA Qixiu, Nantong. Setelah Huang mulai berlatih Falun Dafa pada 1997, gejala lupusnya benar-benar hilang dan ia sehat baik mental maupun fisik. Dia hidup sesuai dengan standar Sejati-Baik-Sabar, bekerja keras, dan diakui sebagai guru teladan baik oleh orang tua murid maupun rekan-rekannya.

Setelah penganiayaan dimulai pada 20 Juli 1999, dia ditangkap beberapa kali oleh Kantor 610 Nantong karena tidak mau melepaskan latihan Dafa. Dia dikirim ke sebuah pusat pencucian otak, pusat penahanan, kamp kerja paksa, dan penjara. Dia dijatuhi hukuman satu tahun kerja paksa pada 2001 oleh Kantor 610Nantong dan dikirim ke Kamp Kerja Paksa Judong. Dia disiksa secara brutal di Kelompok 4 Kamp Kerja Paksa Judong, di mana mereka memaksa dia berdiri untuk jangka waktu yang lama, dan betisnya membengkak begitu parah hingga tampak lebih besar dari pahanya. Dia dikirim kembali ke Nantong dan pulang ke rumah setelah menghabiskan dua bulan di Kamp Kerja Paksa Judong.

Pada awal tahun 2002, dia dikirim ke pusat penahanan karena membuat materi klarifikasi fakta kebenaran. Pada Juni 2002, ia ditangkap oleh Kantor 610 Nantong saat berkerja dan dikirim ke pusat pencucian otak. Dia menolak untuk melepaskan latihan Falun Gong, sehingga ia dikirim ke pusat penahanan selama beberapa bulan.

Pada November 2001, Kantor 610 Nantong dimanipulasi aparat keamanan umum setempat dan mengadili Huang. Tanpa tuduhan yang sah, Huang dijatuhi hukuman enam tahun penjara dan dikirim ke Penjara Wanita Nantong. Untuk mencegah kunjungan yang sering dilakukan oleh ibunda dari Huang, Huang kemudian dipindahkan ke Penjara Wanita Tiexingqiao di Nanjing. Selama menghuni Bangsal No. 5, Huang mendapat siksaan dan pemukulan brutal dari para penjaga penjara.

Kekerasan yang berkepanjangan mengakibatkan kesehatannya merosot, dan penyakit lupusnya kambuh kembali. Menurut hukum, penyakit lupus dapat membatalkan seseorang dari menjalani hukuman penjara. Kantor 610 Nantong mengabaikan hal ini. Keluarga Huang meminta agar Huang dilepaskan untuk perawatan medis, tetapi Kantor 610 bersekongkol dengan penjara agar dia tidak bisa pulang. Selain itu, mereka melarang ibunda dari Huang melakukan kunjungan.

Huang tidak bisa makan selama empat bulan, dan penjara sering memberi infus dan obat-obatan yang tidak diketahui jenisnya kepada Huang. Dia sebelumnya sadar. Ketika kondisinya kritis, penjara mengirimnya kembali ke Nantong didampingi seorang dokter pada 22 Oktober 2004, namun Kantor 610 Nantong tetap tidak membiarkan dia pulang ke rumah ibunya.

Huang meninggal dunia pada 15 Desember 2004. Ia baru berumur 35 tahun.

13 November  2010

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2010/11/13/232413.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/11/25/121605.html