Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Keterikatan terhadap Kenyamanan Merusak Tekad Kultivator

6 Nov. 2010 |   Oleh: praktisi Dafa dari Kota Dashan, Provinsi Hebei


(Minghui.org) Untuk beberapa alasan, saya menjadi kurang gigih berkultivasi sampai pada satu titik tertentu, meskipun saya telah melakukan tiga hal secara rutin untuk waktu yang lama. Saya hanya meningkat untuk beberapa hari setelah belajar Fa atau berbagi pengalaman dengan rekan-rekan praktisi. Saya tidak bangun cukup pagi untuk latihan Gong di pagi hari, dan jika saya lakukan, saya sering tidak menyelesaikan semua perangkat latihan Gong. Saya tidak aktif dan terus-menerus mengklarifikasi fakta kebenaran, dan bahkan tidak bisa belajar Fa dengan tenang.

Mengetahui itu adalah salah dengan menikmati kenyamanan, saya berusaha untuk memperbaiki mentalitasku, tapi ini hanya berhasil untuk sementara waktu. Ketika saya menyesali kegagalanku dan mencari ke dalam, Guru menggunakan berbagai cara untuk menyadar dan membantuku untuk menemukan penyebab masalah ini. Saya pernah bermimpi bahwa saya memiliki rambut panjang dan perlukan dicukur, dan saya menyadari bahwa saya tidak belajar Fa dengan baik, dan prioritasku salah. Saya hanya terfokus pada manifestasi di permukaan. Saya menjadi sadar betapa pengejaran kenyamanan telah merasuk ke dalam diriku.

Secara eksternal, saya merasa lebih santai karena proses Pelurusan Fa telah maju, dan ingin menghilangkan tekanan internalku. Kegagalanku untuk memperbaiki mentalitas ini menyebabkan timbulnya keterikatan terhadap kenyamanan. Akibatnya, saya merindukan latihan dan belajar Fa bersama sebelumnya. Lengah, saya gagal untuk mengklarifikasi fakta kebenaran. Akibatnya, keterikatan manusia biasa saya mulai timbul.

Saya hampir tidak menonton TV sebelumnya, tapi saya menjadi terikat karena tidak gigih di jalur kultivasi. Karena keterikatan-keterikatanku, saya tidak bisa berkonsentrasi saat belajar Fa dan linglung ketika memancarkan pikiran lurus. Akhirnya saya tersadarkan setelah membaca ceramah Guru yang diberikan di New York pada 2010.

Guru berkata, 

“Benda apapun yang terisi ke dalam pikiran manusia akan eksis di sana. Manusia mempunyai ingatan. Disebut sebagai ingatan, jika dibicarakan seakan-akan hanyalah berupa konsep, sesungguhnya dia adalah materi yang nyata. Manusia di saat berbicara, ketika dia membicarakan suatu dalil kepada anda, atau ketika dia ingin meyakinkan anda, “blah-blah-blah” dengan sebuah kekuatan dia mengisikan ke dalam otak anda, itu benar-benar adalah sedang melemparkan suatu benda kepada anda.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa New York Tahun 2010”).

Meskipun saya memahami bahwa kegagalanku untuk meningkat di dalam kultivasi dikarenakan mengejar kenyamanan, saya tidak mampu menyingkirkan keterikatan ini sepenuhnya, tergantung pada kondisi pikiran lurus saya. Saya berjuang antara keberhasilan dan kegagalan sampai saya membaca ceramah baru Guru, di mana saya tahu mengapa saya tidak bias menghilangkan keterikatanku terhadap kenyamanan.

Guru berkata, 

“Saya paling tidak suka mereka yang hanya bisa berbicara namun tidak berbuat, saya juga tidak suka mereka yang licik itu. Saya suka mereka yang polos, yang bekerja dengan sungguh hati. Saya juga harap anda sekalian di dalam Xiulian sekian banyak tahun, tingkatkan kebijakan dari aspek yang positif, jangan meraih hasil yang terlalu banyak dalam pergaulan dan perilaku di masyarakat.” (“Ceramah Fa pada Konferensi Fa New York 2010”).

Guru benar-benar memaku tepat di kepalaku! Dengan keterikatanku terhadap kenyamanan, saya tidak teguh melaksanakan tugas-tugas saya di proyek-proyek Dafa. Saya sering sedikit berbicara selama belajar Fa bersama, namun saya tidak berbuat banyak sesudahnya.

Tingkat kultivasiku yang rendah juga mempengaruhi peningkatan praktisi lain. Saya tidak memandang masalah tersebut dengan serius. Saya salah berpikir bahwa itu adalah masalah mereka sendiri, sampai saya tahu dari ceramah Fa Guru. Setelah mengidentifikasi penyebab kemunduranku, saya bertekad untuk menjadi seorang pengikut Dafa yang polos, tulus, dan membumi. Saya menyingkirkan keterikatanku terhadap kenyamanan, dan mengenali bahwa itu bukan diri saya yang sejati, melainkan kekuatan lama yang jahat sedang berusaha untuk menghancurkan tekadku untuk berkultivasi dengan teguh. Saya langsung mengembalikan pikiran lurusku.

Saya menulis artikel ini dengan harapan bahwa rekan-rekan praktisi yang juga mengalami keterikatan terhadap kenyamanan dapat menyingkirkan gangguannya, maju dengan gigih, dan melakukan hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang praktisi Dafa.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2010/10/16/231075.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2010/10/28/121078.html