Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Dua praktisi Falun Gong dari Beijing dan Jilin Meninggal Setelah Dianiaya di Kamp Kerja Paksa

18 Feb. 2010

Liu Zhenhua tinggal di Tianshuiyuan, Distrik Chaoyang, Beijing. Sebelum berlatih Falun Gong, Liu memiliki beberapa penyakit seperti diabetes, hiperlipidemia, glaukoma, dan lainnya. Setelah berlatih Falun Gong, semua penyakitnya lenyap. Pada awal 2006, ia ditangkap oleh polisi Partai Komunis China (PKC) dari rumahnya dan dihukum dua tahun kerja paksa. Dalam kamp kerja paksa, ia dianiaya oleh para penjaga dan narapidana, yang menyebabkan penyakitnya seperti diabetes dan glaukoma kambuh kembali. Dia hampir kehilangan penglihatan pada kedua matanya. Pada Juni 2007, dia dibebaskan untuk melakukan perawatan medis. Anggota staf PKC terus menerus mengganggunya. Pada 26 Agustus 2009, Liu Zhenhua meninggal dunia. Ia berusia 63 tahun.

(Minghui.org)

Liu Zhenhua (pria), praktisi Falun Gong dari Beijing, meninggal dunia



Jin Guangzhu (pria), praktisi Falun Gong dari Yanbian, Provinsi Jilin, meninggal dunia

Jin Guangzhu lahir pada tahun 1964 dan tinggal di Desa Shitou, Kotamadya Liangshui, Kota Tumen. Sebelum berlatih Falun Gong, meskipun ia adalah orang yang jujur, ia sangat pemarah dan sering menimbulkan masalah bagi keluarganya. Keluarganya sangat khawatir padanya, karena ia menderita radang sendi, sakit serius di kakinya. Dia mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1999. Setelah mulai berlatih, dia mengalami perubahan besar baik secara fisik maupun mental. Ia terbebas dari penyakit dalam tubuhnya. Selain itu, ia berhenti minum alkohol, maupun merokok. Dia tidak menimbulkan masalah bagi keluarganya lagi dan sangat menghormati orang tua serta peduli pada yang lebih muda. Ia menjadi tulang punggung rumah tangganya. Orang tuanya menyatakan bahwa Falun Gong telah menyelamatkan anak mereka.

Pada Januari 2001, Jin Guangzhu pergi ke Beijing untuk memohon keadilan bagi Falun Dafa dan secara ilegal ditangkap dan dikirim ke Kamp Kerja Paksa Yanji, di mana ia secara tidak berprikemanusiaan dan brutal disiksa. Ia dipukuli. Dikunci di dalam ruangan pendingin selama satu minggu hanya karena ia dianggap tidak mematuhi peraturan kamp dan mengangkat putrinya (5 tahun) yang datang mengunjunginya. Kamp kerja paksa tidak memberinya selimut. Dia terus menggigil kedinginan. Setiap hari mereka hanya memberinya dua roti kukus kecil (satu pada pagi hari dan satu pada malam hari). Itu jelas tidak mencukupi kebutuhan tubuhnya untuk bertahan. Ketika ia dibebaskan, wajahnya sangat pucat dan tubuhnya tidak bertenaga. Setelah kembali ke rumah, ia menderita kanker dan pergi ke rumah sakit namun pengobatan tidak efektif. Dia meninggal pada Mei 2008.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2010/2/2/216972.html
English: http://www.clearwisdom.net/emh/articles/2010/2/10/114545.html