Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Penjara Qinduankou di Provinsi Hubei Menganiaya Praktisi Falun Gong: Bagian 1 dari 2 Bagian

31 Okt. 2011 |   Oleh: koresponden Clearwisdom dari Provinsi Hubei, China


(Minghui.org) Penjara Qinduankou adalah salah satu penjara yang langsung dikontrol oleh Biro Administratif Penjara Provinsi Hubei. Penjara ini terletak di 140 Miliangshan Desa Baru, Jalan Qinduankou, Distrik Hanyang, Kota Wuhan. Ini adalah salah satu tempat terburuk di mana PKC menganiaya praktisi Falun Gong di Provinsi Hubei. Sejak tahun 1999, lebih dari 100 praktisi telah ditahan dan dianiaya di tempat ini.

Para praktisi yang ditangkap dan ditahan di sini dengan teguh percaya pada Falun Dafa dan menolak penganiayaan. Akhirnya penganiayaan yang terjadi di Penjara Qinduankou tidak bisa dilanjutkan lagi. Pada tahun 2007, banyak praktisi Falun Gong yang dipenjara di tempat ini dipindahkan ke Penjara Fanjiatai di Shayang. Penganiayaan di Penjara Qinduankou terhenti.


Pintu depan Penjara Qinduankou di Propinsi Hubei

Bagian 1: Kasus Penganiayaan berat di Penjara Qinduankou

A. Zhou Jiangang Dipukuli Dengan Sangat Brutal, Ia Sekarang Lumpuh, Keluarganya Meminta Bantuan Kepada Publik

1. Dipukuli Dengan Brutal ketika Memprotes Penganiayaan

Mr. Zhou Jiangang lahir pada 10 Juni 1959, dan tinggal di 396-5 Zhongshan Road, Distrik Wuchang, Kota Wuhan. Setelah ia mulai berkultivasi Falun Gong, Ia memperoleh banyak manfaat pada tubuh dan pikirannya, standar moral pun membaik. Kedamaian mengisi keluarganya.

Setelah PKC mulai menganiaya Falun Gong, Mr. Zhou memberitahu orang-orang  tentang fakta kebenaran Falun Gong. Ditangkap dan ditahan beberapa kali, pada tahun 2002, ia dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara dan dihukum di Penjara Qinduankou di Provinsi Hubei.

Pada 10 Maret, 2006 dalam pertemuan di penjara di mana Falun Gong dikritik, praktisi yang ditahan Mr. Feng Zhen dan Mr. Zhou Jiangang berseru, "Falun Dafa baik!" Akibatnya, mereka dikunci dalam kurungan terisolasi. Penjaga Qin menghasut para tahanan agar menyiksa dan memukuli Mr. Feng Zhen dan Mr. Zhou dengan brutal. Mereka membelenggu Mr. Zhou belenggu seberat lebih dari 13,61 Kg, dan seorang tahanan menampar wajahnya dengan sepatu plastik. Wajahnya bengkak parah sehingga tidak ada yang bisa mengenalinya. Dia dipaksa memakai belenggu selama dua minggu dan dipaksa untuk melakukan kerja paksa membuat pemantik rokok. Dia sering kali dilarang tidur karena belum menyelesaikan kuota pada waktunya. Para tahanan yang lain pergi tidur pukul 10 malam, Ia dipaksa bekerja sampai jam 11 malam lewat, sebelum diperbolehkan untuk pergi ke tempat tidur. Kemudian, dia dikunci dalam kurungan terisolasi.


Peragaan Kembali Penyiksaan: Menampar Wajah Seseorang Dengan Sepatu

Pada tanggal 25 April 2006, Mr. Zhou diborgol dan dirantai serta dipaksa untuk berdiri menghadap dinding. Petugas penjara Xiao Weihua (86-13006377812 [seluler]) dari Bagian Politik Penjara dan wakil instruktur Qin Lin dari Tim Manajemen Ketat mengatakan bahwa tahanan Li Min, Wang Zhouhua, dan lain-lain yang bekerja untuk Tim Ketat untuk mengatur tahanan lain. Mereka berkata, "Kami ingin kau menyiksa mereka (Mr. Zhou dan Mr. Feng)." Para tahanan dari Tim 11 meminta secara khusus, "Di mana kami harus memukul mereka? Bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak baik?" kata Xiao Weihua," Anda dapat memukul mereka di mana saja kecuali ginjal. "Jadi para tahanan bersekongkol semua, memukul Mr. Zhou dengan benda-benda keras pada punggungnya, mematahkan rusuk keenam dan ketujuh tulang belakangnya. Dia pingsan segera. Tahanan Wang Zhonghua, Zhu Yong, dan Li Min adalah pelaku utama. Menurut saksi, kepala dan wajah Zhou Jiangang bengkak seperti ember air dan ia berada dalam kondisi serius.

Jam 3 sore, awalnya Mr. Zhou dibawa ke Rumah Sakit Keempat di Kota Wuhan. Rumah sakit melihat bahwa ia dalam kondisi kritis dan tidak akan menerimanya. Kemudian ia dipindahkan ke Rumah Sakit Tongji. Dia didiagnosis mengalami retak pada dua rusuk tulang punggung. Hanya dalam beberapa hari, biaya pengobatannya melebihi 300.000 yuan, yang menunjukkan seberapa parah cedera itu. Dia tidak sadarkan diri selama beberapa hari sebelum ia secara bertahap mampu berbicara tentang apa yang telah terjadi padanya.

2. Penjara Membuat Kebohongan untuk Lolos dari Hukuman atas Kejahatannya

Untuk menutupi kejahatan mereka, para penjaga penjara membuat skenario palsu berikut: Mereka menaruh ember di lantai dan mengatakan bahwa Mr. Zhou berdiri di atas ember untuk meraih sesuatu di atas tempat tidur bertingkat dan tanpa sengaja jatuh. Para penjaga kemudian menemukan bahwa kebohongan itu tidak akan kredibel, karena jatuh secara tak sengaja tidak akan bisa menyebabkan patah tulang belakang majemuk. Mereka kemudian membuat sebuah cerita baru, mengatakan bahwa karena Mr. Zhou tidak tahan terhadap tim monitoring ketat, ia melompat dari atas tempat tidur sendiri, menyebabkan patah tulang majemuk.

Setelah pemukulan pada tanggal 25 April, para petugas penjara mengirim Mr. Zhou Jiangang ke Rumah Sakit Tongji. Untuk menghindari tanggung jawab terhadap kemungkinan pembunuhan, para pejabat meramu beberapa skema.

Meskipun Mr. Zhou telah kehilangan kesadaran, mereka menugaskan Ketua Tim Yan dari tim monitoring ketat dan lima penjaga untuk mengawasinya sepanjang waktu, untuk mencegah agar Mr. Zhou tidak mengungkapkan apa yang telah terjadi. Menurut saksi, ketika Mr. Zhou pulih di rumah sakit, ia mempunyai memar hitam di punggung dan paha dari pukulan berat.

Ketika kondisinya telah stabil, tapi secara mental belum waspada, penjara dengan cepat mengirim satu perempuan dan dua penjaga pria untuk mewawancarai dan mendokumentasikannya. Mereka menjebaknya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Para penjaga mengatakan kepada Mr. Zhou dan keluarganya bahwa jika mereka memberikan jawaban yang menguntungkan ke penjara, ia akan dibebaskan dan menerima perawatan di rumah. Jika mereka menolak, konsekuensinya akan berat. Ini adalah bagaimana mereka memaksa Zhou Jiangang dan anggota keluarganya untuk menandatangani dokumen dan sidik jari yang berjudul, "Hukuman Zhou Jiangang untuk Kejahatannya dan Percobaan Bunuh Diri." Para penjaga melakukan ini untuk menghindari tanggung jawab dan untuk menyembunyikan rincian serangan.

Mr. Zhou dan keluarganya tidak tahu bahwa, menurut undang-undang hukum, mereka yang sengaja melukai diri sendiri, tidak memiliki hak untuk perawatan medis di luar penjara atau di rumah, sehingga para penjaga merencanakan untuk menggunakan celah ini untuk mencegah dia dari menerima perawatan di luar penjara. Mereka juga ingin menahannya di penjara untuk memastikan dia akan mati, memastikan bahwa kejahatan mereka akan tertutupi.

Ketika Mr. Zhou sedang dirawat di Rumah Sakit Tongji, penjara memerintahkan istrinya untuk tidak memberitahu anak mereka atau ayahnya yang berumur,  tentang keadaan Mr. Zhou yang menjadi cacat akibat pemukulan brutal. Salah satu dari mereka bahkan menekan istrinya agar menceraikannya.

3. Mr. Zhou Masih Dipenjara setelah Menjadi lumpuh, Media Fokus pada Penganiayaan

Setelah Zhou Jiangang dan keluarganya menandatangani dokumen itu, para penjaga penjara kemudian menunjukkan niat mereka yang sebenarnya. Mereka mengurangi jatah makanan dan memindahkannya ke Rumah Sakit Penjara Hongshan pada tanggal 1 Juni 2006, melarang setiap kunjungan dari sanak keluarga.

Di rumah sakit penjara, mereka berhenti merawatnya. Pada saat itu, ia hanya bisa mengambil sedikit makanan cair, nyaris tak sadar, dan hanya bisa menggerakan mata dan mulut. Dia tidak bisa rileks. Saat itu musim panas dan sejak ia tidak dirawat, ia mengalami luka baring yang semakin parah di seluruh tubuhnya.

Kemudian, ketika media luar negeri mempublikasikan apa yang terjadi pada Mr. Zhou, para petugas penjara yang penuh ketakutan mengirimnya kembali ke Penjara Qinduankou untuk mengisolasinya lebih lanjut. Mereka menempatkan dia di sebuah bangsal untuk pemantauan tahanan yang menunjukkan niat bunuh diri, di mana ia terus menerus diawasi. Mereka juga memastikan bahwa tidak ada yang bisa dekat dengannya, kecuali dokter penjara dan beberapa narapidana yang ditugaskan untuk memonitor dirinya. Mereka harus menandatangani jaminan tertulis untuk tidak mengungkapkan apa pun tentang dirinya.

Pada tanggal 7 November 2006, situs Clearwisdom melaporkan, "Praktisi Falun Dafa Mr. Zhou Jiangang secara ilegal ditahan di Penjara Qinduankou. Dia dipukuli karena memprotes penganiayaan dan dikirim ke Rumah Sakit Hongshan untuk perawatan. Dia lumpuh karena penganiayaan brutal. Dia dikirim kembali ke penjara dengan kursi roda pada tanggal 2 November 2006. " Para petugas khawatir bahwa jika kasus Mr. Zhou menerima publisitas lebih banyak lagi, itu akan menarik perhatian publik. Mereka secara ketat memantaunya dan juga melarang anggota keluarganya mengunjunginya.

Pada tanggal 20 Maret 2007, diam-diam pihak penjara mentransfer semua praktisi yang ada di Penjara Qinduankou ke Penjara Fanjiatai di Shayang, Provinsi Hubei, kecuali Zhou Jiangang.

Untuk menyembunyikan kejahatan mereka, penjara tidak mengizinkan istrinya untuk mengunjunginya pada berbagai kesempatan, meskipun ia dalam kondisi kritis. Mereka juga merekam istrinya dalam video. Suatu ketika ia pergi ke penjara untuk mengunjungi suaminya, mereka tidak hanya tidak mengizinkannya untuk bertemu dengannya, tetapi juga menahannya selama beberapa jam dan mengancamnya, dan mencoba memaksanya untuk menulis pernyataan palsu bahwa suaminya dalam kondisi baik.  Ketika dia menolak untuk bekerja sama, mereka mengawalnya ke sebuah kendaraan polisi menuju kantor komunitas jalan di dekat tempat tinggalnya, menyuruh mereka untuk mengawasinya. Mereka tidak membiarkan Ia melakukan pengaduan resmi atau meminta bantuan.

Pada tahun 2008, website Minghui melaporkan, "Mr. Zhou Jiangang telah lumpuh selama dua tahun sebagai akibat dari siksaan di Penjara Qinduankou di Provinsi Hubei. Lengan dan kakinya telah hilang rasa. Dia hanya bisa menggerakkan mata dan mulut. Hal ini seperti neraka baginya." Meskipun petugas di penjara telah melukainya dengan parah, mereka diam-diam masih menahannya dalam kurungan terisolasi dan mengikat kakinya dengan tali.

B. Banyak Praktisi Dianiaya hingga Cacat atau Mati, Tapi Penyiksaan Brutal Tidak Bisa Mengubah Keyakinan Mereka yang Benar

Kasus Zhou Jiangang bukanlah pengecualian. Banyak praktisi dianiaya sampai mati atau hingga cacat di Penjara Qinduankou.

Website Minghui melaporkan pada tanggal 8 April 2007, "Menurut orang dalam, Penjara Kesepuluh Kabupaten Qinduankou di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, memukul seorang praktisi Falun Gong sampai mati pada tanggal 10 Maret 2007. Berita ini telah ditutup-tutupi selama seminggu sebelum akhirnya keluar. Rincian mengenai praktisi masih dalam penyelidikan. Ada tiga praktisi ditahan di penjara kesepuluh pada waktu itu: Xie Yonggang, Wang Yuchao, dan Hu Zhigang. Menurut orang dalam, Hu Zhigang adalah yang paling tegas dan blak-blakan. Situasinya benar-benar serius."

Berikut adalah beberapa kasus yang terverifikasi dari praktisi yang telah dianiaya dengan kejam.

1. Banyak Praktisi yang Dianiaya Sampai Mati Setelah Mereka Disiksa Hingga Cacat

Mr. Wan Jixiang adalah seorang karyawan dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Kota Yingcheng (Sub-Biro Dongmafang) di Kota Yingcheng, Propinsi Hubei. Pada tanggal 28 Juni 2003, ia dijatuhi hukuman dan dibawa ke Penjara Qinduankou. Para penjaga penjara memerintahkan tahanan untuk memukulinya. Mereka memaksanya untuk jongkok dalam waktu lama. Mereka juga mengancam, "Kalau dia tidak ‘berubah’ dalam waktu seminggu, siksa dia sampai mati." Di bawah tekanan tak tertahankan dan kerja keras yang berlebihan, rambut Mr. Wan berubah abu-abu. Telinga kirinya mulai sakit. Selain itu, sebuah tumor ditemukan di tenggorokannya yang menyebabkan dia sakit parah. Kemudian ia didiagnosis mengalami kanker tenggorokan. Otoritas penjara tidak ingin membayar biaya medis dan takut bahwa Mr. Wan akan mati di penjara. Untuk menghindari tanggung jawab, penjara memberitahu unit kerja Mr. Wan, keluarga, dan polisi di dekat tempat tinggalnya untuk mengajukan pembebasan bersyarat medis untuk dirinya. Namun, Nie Moshan dari Unit Keamanan Negara Kepolisian Yingcheng berkali-kali menunda penyelesaian dokumentasinya. Akhirnya, setelah permintaan mendesak yang berulang dari keluarga Mr. Wan dan banyak panggilan telepon dari para praktisi di seluruh dunia, mengklarifikasi fakta dan meminta pembebasan Mr. Wan, Mr. Wan dilepaskan untuk perawatan medis pada tahun 2004. Setelah dibebaskan, ia mengalami kesulitan finansial karena dia sudah dipecat oleh majikannya. Rasa sakitnya semakin memburuk, dan ia sangat lemah. Dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Dia meninggal pada 24 Mei 2005, sebagai korban penganiayaan.

Mr. Zhou Chengjian, sekitar 46 tahun, pulih dari kesehatan yang buruk, segera setelah mulai berkultivasi Falun Gong. Pada akhir tahun 2003, ia secara ilegal dihukum tiga tahun penjara. Dia secara brutal disiksa oleh Tim Tengah Kelima dan menderita karma penyakit yang sangat parah. Dia tidak bisa makan dan mengalami sakit kepala terus-menerus. Sebuah sumber mengungkapkan bahwa ia menderita kanker otak. Akhirnya, beberapa bulan setelah ia ditebus untuk perawatan medis pada Maret 2004, ia meninggal akibat dari penganiayaan.

Mr. Zhu Zhijun, 73, tinggal di Distrik Hanyang, Kota Wuhan. Pada akhir tahun 1999, ia ditangkap dan ditahan di Penjara Qinduankou selama empat tahun. Dia disiksa secara mental dan fisik selama di penjara. Bahkan setelah ia kembali ke rumah, agen lokal tetap memantau dan mengganggunya. Dia meninggal pada tanggal 1 Mei 2009.

2. Seorang Petugas Kepolisian Muda Mengalami Gangguan Mental Karena Penganiayaan

Mr. Wang Yuchao, sekita 30 tahunan, berasal dari Kota Nanhuatang, Xun County, Kota Shiyan, Propinsi Hubei. Dia adalah seorang pemadam kebakaran polisi bersenjata yang menonjol. Dia dijatuhi hukuman lima tahun penjara dan dikurung di Penjara Qinduankou mulai bulan Agustus 2004. Dia dipaksa untuk meletakkan kepalanya ke tembok segera setelah ia dipenjarakan. Para pejabat PKC memukul dan menendang dia, mencoba memaksanya menulis surat yang disebut “pernyataan pertobatan “ untuk melepas Falun Dafa dan surat yang memfitnah Dafa. Pada malam hari, dia dianiaya secara mental. Dia dipaksa untuk membacakan peraturan penjara dan menulis laporan mengenai "transformasi" dan pelepasan keyakinan pada Falun Gong. Dia dipaksa melakukan kerja paksa di siang hari. Penyiksaan fisik brutal dan mental dalam waktu lama telah menghancurkan pemuda yang kuat ini. Pada Maret 2007, dia dipindahkan ke Penjara Fanjiatai di Shayang dan terus mengalami penganiayaan brutal. Ia mengalami gangguan mental dan tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Dia ditahan di rumah sakit di dalam penjara. Polisi penjara berkata, mereka menahan Mr. Wang di dalam sebuah sangkar besi sehingga ia tidak akan menyakiti orang lain. Mereka kadang-kadang memperbolehkannya keluar beberapa saat untuk menghirup udara segar. Tapi mereka biasanya tidak menaruh perhatian pada kondisi atau keadaannya. Anggota keluarganya tinggal di Kota Shiyan, Propinsi Hubei, yang jauh dari penjara. Kedua orangtuanya sudah tua, dan sulit bagi mereka untuk mengunjungi putra mereka.

3. Banyak Praktisi Dianiaya Hingga Mereka Menjadi Cacat

Mr. Hong Weisheng

Mr Hong Weisheng dikirim ke Penjara Qinduankou pada bulan April 2001. Dia menggunakan pengalamannya sendiri dalam kehidupan sehari-hari dan saat di penjara untuk membantah tuduhan palsu polisi. Dia mengungkap kejahatan mereka dan membuktikan kebenaran Falun Dafa. Menghadapi fakta-fakta, polisi penjara dibuat terdiam dan tidak mampu menjawab. Setelah Tahun Baru China pada tahun 2003, polisi penjara mengumumkan, "Hong sangat keras kepala. Namun, kami tidak khawatir bahwasanya ia sangat kukuh. Kami memiliki banyak cara untuk membuatnya menderita." Untuk "mengubah" Mr. Hong Weisheng, penjara mendatangkan seorang konselor bernama Chen Chuanhong dari unit lain untuk menganiaya Mr. Hong.

Pada saat yang sama, penjara kedatangan tahanan kejam yang dikirim dari tim pertama. Tahanan ini memukul praktisi dengan brutal agar masa tahanannya dikurangi. Dia memukul praktisi Mr. Cai Zidong hingga parah sehingga Ia tidak dapat mengontrol usus besarnya.

Penjara membuat proposal khusus untuk menganiaya Mr. Hong. Uang dan materi yang dikirim oleh sanak keluarganya diambil darinya. Dia bahkan tidak diberi selembar kertas toilet! Dia dipaksa melakukan pekerjaan berat sepanjang hari.

Penjara tidak mengizinkan dia untuk membersihkan dirinya sendiri, tidak memberinya cukup makanan untuk dimakan, dan hanya membiarkannya tidur dalam waktu yang sangat singkat setiap hari. Penjara tidak memberinya makanan selama tiga minggu. Ketika tahanan lain makan, dia hanya meminum air. Penjara juga melarangnya untuk tidur selama lima hari dan lima malam. Di malam hari, polisi memaksanya untuk menghadap “dinding” (Dalam penyiksaan ini, tangan praktisi diikat di belakang punggungnya. Dan ia harus berdiri satu meter dari tembok beton. Kemudian tahanan mendorong kepalanya ke arah dinding. Sudut tubuhnya harus kurang dari 90 derajat dari tanah). Dia dipaksa untuk melihat ke bawah dan akan dipukuli secara brutal meski hanya mengedipkan mata sekali. Beberapa tahanan dikirim untuk mengawasinya secara bergiliran. Karena ia dipaksa menghadap "dinding," kulit di kepalanya remuk dan sering mengalirkan darah dan nanah. Rambut di atas kepalanya juga lepas. Sebelum Mr. Hong dipenjara, dia memiliki rambut hitam tebal. Sekarang ia menjadi setengah botak karena penyiksaan, dan rambutnya memutih. Dia begitu kurus sehingga dia tampak seperti kerangka terbungkus kulit gelap yang terluka. Keringat dan kotoran menutupi kulitnya bersama dengan bekas luka dan luka potongan. Satu orang baik hati berkata, "Jangan bicarakan hal ini. Sulit untuk menggambarkan perlakuan yang tidak manusiawi ini. Sulit dipercaya bahwa seorang pejabat pemerintah dapat melakukan hal-hal seperti ini kepada orang lain."

Penjara memaksa Hong Weisheng untuk melakukan pekerjaan kotor dan berat yang para tahanan lain tidak ingin lakukan. Pada Maret 2003, cuaca sangat dingin dan hujan sepanjang waktu. Suatu hari para tahanan dikirim untuk mengangkat babi mati dari selokan bau. Biasanya ketika babi yang dipelihara di penjara mati, para tahanan sangat malas dan mereka hanya melemparkan babi ke dalam selokan. Babi mati membusuk dan baunya mengerikan. Para tahanan semua menutup hidung mereka dan berdiri jauh. Tapi mereka memaksa Mr. Hong turun ke parit dan mengangkat babi sendiri. Dia menahan bau busuk dan mengangkat semua babi mati. Keringat dan air hujan membasahi sweater dan jaketnya. Pada malam hari, ketika ia kembali ke ruang penjara dan hendak melepas sweater dan jaketnya yang benar-benar basah, para tahanan yang dikirim untuk mengawasinya segera memerintahkan dia untuk memakai pakaian yang basah kembali dan berdiri di atas lantai beton beku dengan kaki telanjang. Mereka memaksanya menghadap ke utara dan membuka jendela agar wajahnya terkena angin utara yang dingin. Di luar hujan terus turun. Dia mampu menanggung segala rasa sakit hingga saat ini, tapi kali ini ia ingin menangis. Para tahanan mengatakan, "Jadi apa? Jika Anda tidak dapat menanggungnya, maka Anda bisa melepas Falun Gong " Tapi dengan keyakinan kuat terhadap Falun Dafa, Hong Weisheng menembus kesengsaraan lagi dan lagi.

Para tahanan juga menggunakan tongkat bambu untuk memukul pergelangan kaki dan punggung tangan Mr. Hong, menggantungi lehernya dengan tong air, menampar wajahnya, membungkus kepalanya dengan drum besi dan memukulnya dengan keras, menjemurnya dengan brutal, memaksa dia untuk berdiri, dan menyiksanya secara brutal dengan berbagai cara.

Karena penyiksaan mental dan fisik yang tak ada habisnya, kesehatan Mr. Hong Weisheng semakin buruk. Suatu hari, perutnya terasa sangat sakit sehingga ia berguling-guling di tanah. Para tahanan di dekatnya acuh tak acuh. Mereka bahkan mengatakan ia berpura-pura. Dia berguling guling untuk waktu yang sangat lama. Para tahanan melihat wajahnya merah dan ia benar-benar berkeringat. Mereka akhirnya memanggil dokter penjara. Dokter memeriksa suhu tubuhnya, yang saat itu hingga mencapai 40 derajat Celcius. Dokter mencaci tahanan, "Kenapa kau tidak menelepon saya sebelumnya? Ini adalah usus buntu akut. Jika telah meledak, ia pasti akan mati "Mereka membawa Mr. Hong ke Rumah Sakit Pu'ai di Kota Wuhan (nama awal Rumah Sakit Keempat Wuhan). Dokter melihat bahwa itu adalah usus buntu akut dan bahwa itu sudah meledak. Perutnya penuh dengan nanah. Dokter segera mengoperasinya. Dokter mengatakan jika terlambat beberapa menit, dia mungkin tidak bisa diselamatkan.

Segera setelah dokter mencabut jahitan Mr. Hong, Chen Chuanhong merencanakan babak baru penganiayaan. Setiap hari mereka menggunakan banyak cara kotor untuk menyiksa Mr. Hong, coba memaksanya untuk melepas Falun Dafa. Setelah empat bulan penganiayaan siang dan malam secara terus menerus, dia berada pada titik puncak. Tapi ketika ia berpikir tentang Dafa dan bagaimana ia telah mendapatkan kembali hidupnya karena berlatih, ia menulis tiga baris: "Keyakinan saya pada Falun Dafa sekokoh batu. Tidak ada yang bisa mengubah keyakinan teguh saya kepada Guru Li Hongzhi dan Falun Dafa. Saya ingin selalu mengikuti Guru Li dan menggunakan hidup dan darah saya untuk menjaga Fa alam semesta."

Mr. Hong Weisheng selesai menulis kalimat tersebut kemudian menyerahkannya. Terpana, Chen Chuanghong berkata, "Anda sangat berani. Hukumanmu hampir berakhir. Berani-beraninya kamu menulis sesuatu seperti ini? Ambil kembali sekarang. Saya akan melupakannya. Kalau tidak, jika saya menyerahkannya, hukuman Anda akan segera diperpanjang." Kata Mr. Hong dengan tenang, "Saya tidak akan menariknya kembali. Saya bertekad. Itu sikap saya." Polisi penjara tidak tahu harus berbuat apa, tetapi mereka diam-diam menyuruh para tahanan untuk memperlakukannya lebih brutal. Untuk memperoleh imbalan dan penghargaan, para tahanan menggunakan segala cara untuk menyiksa Mr. Hong, seperti menggunakan pemantik rokok untuk membakar jari-jarinya satu per satu, memaksanya untuk "berubah."

Mr. Hong Weisheng lebih memilih mati daripada "berubah." Para tahanan semua sangat mengaguminya.

Ketika menyelesaikan masa empat tahun penjara, polisi mencoba untuk mengirimnya ke pusat pencucian otak, meskipun ia sudah terluka parah. Karena protes keras keluarganya, mereka harus membebaskannya. Ketika Mr. Hong dibebaskan pada tahun 2004, dia sudah sangat lemah. Tangan kirinya cacat dan tiga tulang rusuknya patah. Masih ada tiga pelat baja di lengan kirinya. Meski begitu, personil PKC di Kota Wuhan masih tidak membiarkan dia pergi dengan mudah. Pada tanggal 11 September 2009, pada malam hari, Mr. Hong ditangkap di dekat Desa Pertama di Huaqiao oleh Departemen Kepolisian Kota Wuhan Bagian Pertama dan Kantor Polisi Huaqiao. Kemudian dia ditahan di pusat pencucian otak di Erdaopeng di Kabupaten Jianghan.

Mr. Jiang Qixiang

Dr. Jiang Qixiang adalah seorang dokter di rumah sakit karyawan Dongfeng Auto Company di Kota Shiyan. Selama bulan April dan Mei 2002, ketika Dr. Jiang ditahan di Penjara Qinduankou, Bangsal No. 2, polisi (instruktur) Qi Jianxiong memerintahkan tahanan Hu Tao dari Penjara Distrik 12 untuk memukul Dr. Jiang dengan tongkat kayu, mematahkan bagian bawah dari kedua kakinya. Ketika Dr. Jiang dibebaskan dari penjara pada November 2003, kedua kakinya cacat.

Mr. Li Min

Mr. Li Min berasal dari Kota Wuhan. Mr. Li secara brutal disiksa di Penjara Distrik 13, Penjara Qinduankou dan menjadi cacat. Dia juga sering kali ditahan oleh Tim Ketat.

4. Kasus-kasus Khas Tentang Praktisi Yang Disiksa

Mr. Xu Xudong

Mr. Xu disiksa di Distrik 11 Penjara Qinduankou dari tahun 2005 hingga 2010. Dia dipaksa berdiri dalam jangka waktu yang lama, tanpa ampun dipukuli, dilarang tidur, dipaksa untuk "menempelkan" kepalanya ke pojok ruangan, dikunci dalam sel terisolasi, disuruh melakukan kerja keras, dijemur di bawah sengatan matahari, dipaksa menulis sebuah "laporan pikiran," dll. Fang Jianxin, Wang Zhonghua, Xiong Hui, Li Ziyong, Chang Zhiwen, Liu Qiang, Cao Zhijian, Huanhuan, Wu Sheng, dan Wang Zhouguo semua berpartisipasi dalam penganiayaan. Petugas polisi Qi Jianxong, Kuang Min, Qiu Fan, dan Fang Tianzhi menghasut narapidana di atas untuk melaksanakan penyiksaan.

Mr. Jiang Guangyang

Mr. Jiang berasal dari Kota Ezhou. Dia disiksa secara brutal. Dia dipaksa untuk jongkok dalam jangka waktu yang lama, dipaksa "Membawa Pedang di Punggung," pengurangan jam tidur, dan dipaksa beberapa kali untuk berdiri selama beberapa jam dengan tong 50-Jin tergantung di lehernya. Bahkan hingga saat ini ia masih memiliki bekas luka mendalam pada lehernya.

Mr. Wei Chunping

Wei Chunping berasal dari Kota Wuhan. Dia dijatuhi hukuman lima tahun penjara oleh Pengadilan Distrik Jianghan dan Pengadilan Menengah Kota Wuhan pada bulan Desember 2001 and ditahan di Penjara Qinduankou. Pada akhir Desember 2002, petugas penjara Liu Wensheng memerintahkan narapidana kriminal Wang Wei, Huang Qishun, dan Fang Wei untuk menggantung sebuah ember penuh air seberat lebih dari 36,29 kg pada seutas tali plastik tipis di leher Mr. Wei. Mereka menyuruhnya agar tidak menumpahkan apapun! Begitu Mr. Wei tidak bisa bertahan lagi dan air tumpah, orang-orang jahat ini memukul dan menendangnya dengan keras. Mereka memukuli dadanya dengan siku mereka dan menendang dengan ujung baja sepatu mereka. Pemukulan kadang-kadang berlangsung selama empat jam, kadang-kadang 17 jam tanpa istirahat. Para penjaga memaksa Mr. Wei untuk melakukan kerja berat secara teratur dan juga dijadikan sasaran cuci otak. Selain itu mereka sering memaksanya berdiri satu setengah kaki jauhnya dari dinding dan mendorong kepalanya ke dinding, yang mereka sebut sebagai "menggali secara retrospektif sampai ke akar." Antara April dan Juli 2003, Mr. Wei dikirim ke rumah sakit penjara untuk mengobati akumulasi cairan di dadanya. Lebih dari 800 mililiter cairan diekstraksi selama pengobatan. Antara 3 dan 27 Agustus 2004, Mr. Wei dipaksa untuk menyelesaikan tugas dan tugas-tugas "reformasi" dalam upaya untuk memaksanya mengaku bahwa dia salah karena telah menolak menghadiri sesi cuci otak. Pada tanggal 6 September 2004, narapidana kriminal Gao Wei Xiang membawanya ke lapangan di mana tidak ada seorangpun di sekitar tempat itu dan memukulinya dengan brutal. Wei mengajukan keluhan kepada kader Cai Hong dan Zhang Qinhua dan meminta agar diperiksa di rumah sakit. Polisi Kuang Min membuat laporan, mengatakan, "Wei melukai dirinya sendiri," benar-benar mengabaikan bahwa ia telah dipukuli dengan sangat jelas: pakaian Mr. Wei robek, hidungnya berdarah, dan wajahnya bengkak. Karena penyiksaan berkepanjangan, Wei Chunping sering kali menderita sakit yang tak tertahankan. Dia berjalan perlahan-lahan. Pada tanggal 28 Juni 2005, narapidana kriminal Ma Zhiqiang memukul dan menendang Mr. Wei, mengatakan ia bergerak terlalu lambat. Ma meninju punggung, perut, dan dada. Mr. Wei dipukuli begitu parah hingga dia berbaring di lantai, tak mampu bergerak. Dia kemudian melaporkan pemukulan kepada penjaga Cai Hong dan Zhang Qinhua dan meminta agar Ia dikirim ke rumah sakit untuk perawatan. Mereka segera setuju, tetapi mencoba dengan segala cara untuk menunda pengobatannya.

Mr. Li Ming

Mr. Li Ming berasal dari Kabupaten Gucheng, Kota Xiangfang. Dia ditahan di Distrik 4 Penjara Qinduankou. Di Distrik 12, karena ia menulis "Falun Dafa baik" di bagian belakang mantelnya, ia dikunci di sel terisolasi pada Januari 2004 hingga lebih dari satu bulan dan berlanjut lagi pada bulan Juni 2004 selama 40 hari. Polisi Kuang Min dan Yu membuat tuduhan palsu bahwa dia memukul seorang perwira polisi. Polisi khusus membawanya ke sel soliter. Mereka menahannya di papan kayu dengan borgol dan belenggu. Pada bulan Juni 2005 mereka menempatkan dia di sel soliter lagi karena diketahui menyembunyikan artikel Guru, kali ini selama sebulan. Setelah kurungan tersebut, Polisi Zhang Qinhua memindahkannya dari Distrik 12 ke Distrik 13. Pada tanggal 7 Juni 2006 ia dipindahkan ke Distrik 4.

Mr. Huang Fangbiao

Mr. Huang Fangbiao berasal dari Kabupaten Echeng. Dia secara brutal dipukuli oleh narapidana setelah dikirim ke bagian "penjagaan-ketat." Pada bulan Juni 2005, petugas polisi Zhang Qinhua dari Distrik 12 yang menjadikan Mr. Huang target pemantauan khusus. Ia disiksa selama tiga bulan.

Mr. Zhou Rao

Pada bulan Juli 2007 Mr. Zhou Rao duduk di tempat tidur karena cuaca panas. Ia dikirim ke sel soliter dengan tuduhan telah melakukan latihan Falun Gong.

Mr. Li Zheng

Mr. Li Zheng berasal dari Huang Shi. Pada akhir 2002 ia tidak bisa makan, dan memuntahkan apa pun yang ia makan sebagai akibat dari penyiksaan. Dia lemah. Pada tanggal 23 Januari 2004, ia batuk berdarah dan tidak bisa bernapas. Dia dikirim ke Rumah Sakit Penjara Hongshan Hubei dan didiagnosis dengan tuberkulosis akut.

Mr. Yang Chengsong

Menurut laporan Minghui pada tanggal 24 Agustus 2007, Mr. Yang Chengsong dijatuhi hukuman empat tahun penjara setelah delapan bulan penyiksaan di pusat penahanan. Dia dikirim ke Penjara Qinduankou. Penjaga memaksanya untuk menulis pernyataan pertobatan dan menugaskan beberapa narapidana memukulinya siang dan malam. Mereka memukulinya dengan penggaris logam dan tongkat bambu. Mereka memukulinya di kepala. Mereka mencederai tulang dadanya. Dia dipaksa untuk menghadiri pelatihan militer, berdiri untuk jangka waktu yang lama terpanggang sinar matahari dan bersandar dengan kepala membentuk sudut 45 derajat ke tembok. Dia juga dipaksa untuk menonton video yang memfitnah Falun Gong dan melafalkan aturan penjara pada siang dan malam hari. Dia dipaksa bekerja 18 jam tanpa istirahat kecuali tiga menit istirahat makan. Dia tidak diizinkan untuk mencuci muka atau mandi selama musim panas. Dia juga dipaksa untuk menerima obat dan suntikan yang mengandung obat yang tidak jelas.

5. Praktisi Falun Gong Lansia Dianiaya

Mr. Xia Shilong hampir berumur 60 tahun. Ia sering dipukul dalam waktu yang lama. Suatu kali dia dijatuhkan ke lantai oleh dua narapidana.

Mr. Peng Chuang, berumur lebih dari 60 tahun, berasal dari Distrik Caidian, Kota Wuhan. Dia sering memprotes ketidakadilan yang dialami praktisi ketika praktisi dipermalukan. Ia diserang oleh narapidana karena alasan ini. Mereka sengaja datang dengan alasan untuk memukulinya. Pada suatu kali, beberapa narapidana sengaja merusak kompor seorang narapidana, tetapi mereka berkata Mr. Peng yang melakukannya. Mereka kemudian memukulinya dengan parah. Pengawal sengaja datang terlambat dan menuduhnya mengabaikan aturan penjara. Suatu kali para penjaga meminta dia keluar dan mengatakan petugas lapas ingin berbicara dengannya. Ketika dia kembali, penjaga memukul dan mencacinya, tapi perwira di sebelah dinding pura-pura tidak mendengar apa-apa.

Mr. Wu Anming, berumur lebih dari 70 tahun, berasal dari Macheng, Provinsi Hubei. Dia hanya bisa berjalan dengan bantuan orang lain. Dia menderita banyak penyakit. Dia tidak bisa mendengar atau melihat dengan baik. Dia juga memiliki masalah dengan giginya. Tapi dia dipaksa untuk melakukan kerja paksa sehari-hari dan sering diteriaki.

Ada lebih banyak kasus seperti di atas.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2011/9/29/发生在湖北省琴断口监狱的迫害与反迫害(上)-247126.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/10/15/128784.html