Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Praktisi Berusia 66 Tahun Dipenjara Tujuh Kali

1 Feb. 2011 |   Oleh: koresponden Clearwisdom dari Provinsi Jiangxi


(Minghui.org) Lu Zhenxiang, praktisi Falun Gong berusia 66 tahun dari Kota Jiujiang, ditangkap secara ilegal tujuh kali dan menjalani hukuman penjara lima tahun. Selama kerja paksa jangka panjang, cuci otak dan penyiksaan, ia menderita beberapa penyakit, termasuk hyperostosis tulang belakang, hipertensi, dan diabetes, ia juga kehilangan seluruh giginya. Kondisi fisiknya sangat buruk. Istrinya, Wang Shifan, ditangkap dua kali dan dijatuhi hukuman 18 bulan kerja paksa dan tiga tahun penjara.

Lu Zhenxiang bekerja pada perusahaan perikanan Saihu di Kabupaten Jiujiang, Provinsi Jiangxi. Sejak 20 Juli 1999 ketika Partai Komunis China (PKC) mulai menganiaya Falun Gong, Lu telah berulang kali ditangkap, dijatuhi hukuman penjara, dikirim ke kamp kerja paksa, didenda, dipecat, dan rumahnya digeledah. Berikut ini adalah kisah penganiayaan yang dialaminya:

Baik istri dan saya mulai berlatih Falun Gong pada tahun 1997. Kami mengalami peningkatan moral dan kesehatan fisik. Saya berhenti merokok dan bermain mahjong (judi). Penyakit saya seperti radang sendi, gangguan perut, dan insomnia semua lenyap. Setiap hari, kami membaca buku-buku Dafa dan melakukan latihan dengan praktisi lain. Kami penuh energi di tempat kerja.

Pada tanggal 20 Juli 1999, rejim Jiang Zemin mulai menganiaya Falun Gong. Pada tanggal 21 Juli 1999 saya sedang dalam perjalanan ke Beijing dengan praktisi lain untuk memohon keadilan bagi Dafa. Mobil kami dihentikan oleh polisi di Kabupaten Xiui, Provinsi Hubei. Seorang petugas polisi dari Kabupaten  Jiujiang mengawal saya kembali ke Pusat Penahanan Jiujiang, tempat  saya ditahan secara ilegal selama 15 hari. Polisi Li Jianhua (almarhum) sering memublikasikan artikel yang menyerang Dafa. Ia memerintahkan kami untuk berhenti latihan. Sebelum mereka membebaskan saya, mereka memeras keluarga saya sebanyak 350 yuan.

Saya dikirim ke pusat pencucian otak pada bulan Juli 2000. Polisi berusaha memaksa saya untuk menulis pernyataan jaminan untuk melepaskan Falun Gong,  saya menolak. Petugas Polisi dari Saihu membawa saya ke pusat penahanan. Setelah satu bulan dan  setelah memeras 2000 yuan dari saya, mereka membebaskan saya. Kepala Pos Polisi Saihu Li Meirong adalah pimpinan pelaku penganiayaan; petugas polisi dari Departemen Kepolisian Kabupaten juga terlibat.

Saya kembali pergi ke Beijing untuk mengajukan permohonan pada bulan November 2000. Polisi di Lapangan Tiananmen menangkap saya dan membawa saya ke Pusat Penahanan Kabupaten Pinggu. Polisi di sana tidak membiarkan kami menggunakan toilet dan melarang tidur. Perlakuan kasar mencederai saya sangat parah dan telah mengalami perdarahan dalam. Seminggu kemudian, mereka mengirim saya kembali ke Pusat Penahanan Jiujiang. Kantor 610 dan polisi setempat menolak kunjungan keluarga pada malam Tahun Baru Imlek. Setelah tiga bulan penahanan, saya dibawa ke pusat pencucian otak di Kantor Penelitian Geologi Kantor 916. Empat bulan kemudian, mereka membebaskan saya setelah memeras 3000 yuan biaya perjalanan dan makanan dari keluarga saya. Liu Yan dari Pos Polisi Saihu dan Wan Weijun, Li Jianhua, serta Rao Hongyan dari Kantor 610 kabupaten secara aktif terlibat dalam kasus ini.

Pada bulan Juni 2001, lima polisi dari Kota Jiujiang, Kabupaten Lushan, menggeledah rumah saya. Mereka mengambil salinan Zhuan Falun dan dua teleskop, dan membawa saya ke Departemen Kepolisian Kabupaten Lushan secara ilegal. Polisi mencoba memaksa saya untuk "mengakui"  kegiatan saya tanpa bukti apa pun. Saya ditahan dua minggu di sana, dan dibebaskan setelah mereka memeras keluarga saya 200 yuan biaya makan. Ketika saya meminta mereka untuk mengembalikan barang-barang saya, mereka tidak mengakui apa yang mereka ambil dari rumah saya.

Pada tanggal 27 November Rao Hongyan dari Kantor 610 Jiujiang dan Xu, kepala Kantor Polisi Kota Gangkou menangkap saya dan istri. Di pusat penahanan, saya menderita beberapa penyakit: kaki terasa kaku dan kesulitan berjalan. Saya juga menderita penyakit hipertensi dan jantung. Anak-anak saya meminta mereka melepaskan saya untuk mendapat pengobatan medis, tapi mereka menolak. Mereka juga membuang obat yang diberikan oleh keluarga saya. Setelah delapan bulan penahanan, mereka menghukum saya lima tahun penjara. Saya menghabiskan lima tahun berikutnya di Penjara Yuzhang di Provinsi Jiangxi. Kesehatan saya memburuk sehingga para penjaga meramalkan bahwa saya tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Tapi mereka juga melarang  pembebasan bersyarat karena sakit, dan bahkan melarang keluarga saya untuk mengirimi saya makanan.

Setelah lima tahun, saya dibebaskan. Ketika saya mengajukan manfaat pensiun, Kantor Departemen Sumber Daya Manusia Jiujiang menolak, dan menyatakan bahwa saya dipecat dan karenanya tidak pantas menerima manfaat pensiun seperti warga negara lainnya.

Istri saya secara ilegal ditahan di Pusat Penahanan Kabupaten Jiujiang pada tanggal 27 November 2002. Setelah tiga bulan, ia menjadi sasaran tiga tahun kerja paksa. Pada tahun 2005, ia mengajukan pensiun di Departemen Keamanan Sosial Kabupaten Jiujiang dan diberikan pensiun  60 yuan / bulan lebih sedikit dari apa yang seharusnya ia terima. Sekarang, dengan kondisi kesehatan saya yang buruk, kami harus hidup dengan uang pensiun minim sebesar 600 yuan per bulan.

Pada malam tanggal 7 Mei, 2008 istri saya dan saya pergi ke rumah praktisi lain untuk belajar Fa. Kepala Polisi Saihu Mei Jinhua dan delapan polisi tiba-tiba muncul dan menangkap kami. Mei Jinhua juga berencana untuk mencari rumah saya. Ketika saya protes, Mei menggelandang saya, memegang leher dan menyuruh petugas lain untuk memborgol  saya. Istri saya ingin menghentikan kekerasan, tapi ia memutar tangannya ke belakang dan mendorongnya ke dinding. Hari berikutnya, polisi membawa saya ke Pusat Penahanan Jiujiang,  saya dijatuhi hukuman 18 bulan kerja paksa. Kemudian, karena kesehatan saya yang buruk, mereka membebaskan saya. Polisi Mei Jinhua, Cai Meng, Zhou Chunbin, dan Cao Jie berpartisipasi dalam penganiayaan ini.  

Istri saya dikirim ke Pusat Penahanan Shili Jiujiang pada tanggal 8 Mei. Dia kemudian dikirim ke Kamp Kerja Paksa Wanita Provinsi Jiangxi pada 27 Mei. Karena penganiayaan berat, kesehatannya sangat buruk: Dia punya masalah jantung, hipertensi, dan sering merasa pusing. Pelaku utama yang menganiaya istri saya adalah: Wan Weijun, Li Jianhua, dan Rao Hongyan dari Departemen Kepolisian  Kabupaten Jiujiang;  Ye Hongtan, sekretaris partai di Pertanian Saichenghu, dan Liu Kai, ketua komite politik dan hukum.

Pada tanggal 21 Juli 2009, saya pergi ke Desa Aimin Kotapraja Yongan  dan membagikan beberapa brosur klarifikasi fakta. Kepala desa Gui Jiaxiang melaporkan kepada polisi. Kepala Pos Polisi Yongan, Huang Liang menangkap saya. Pada malam hari, polisi Feng Jianping dan Cai Meng membawa saya ke Pusat Penahanan Shili. Kemudian, Huang Liang dan beberapa dari Kepolisian Balihu berencana untuk mengirim saya ke Kamp Kerja Paksa Majialong di  kota Jiujiang, tapi kamp menolak untuk menerima saya karena kesehatan yang buruk, dan membebaskan saya. Tapi Huang Xiang dan yang lain tidak menyerah, dan mereka mengirim kasus saya ke kejaksaan setempat. Petugas kejaksaan sering mengganggu saya. Saya bersikukuh tidak bersalah dan mengatakan kepada mereka bahwa saya mengikuti prinsip Sejati-Baik-Sabar, dan tidak pernah melanggar hukum. Mereka mengancam akan memenjarakan saya selama tujuh tahun.

Untuk memprotes penganiayaan mereka, saya mulai mogok makan. Pada hari ke-12 mogok makan, mereka mulai memaksa saya makan. Mereka memasukkan selang plastik ke perut saya. Setelah memompa cairan ke perut saya, mereka meninggalkan selang di dalam. Mereka juga merantai lengan dan kaki saya ke sebuah papan kayu. Petugas medis dari Rumah Sakit No. 1 dan Rumah Sakit Wanita memaksa saya makan. Setelah dua hari dan satu malam, saya mulai mengalami gangguan hebat, seperti muntah dan sakit kepala. Beberapa tahanan melihat kondisi saya menurun drastis dan mulut saya berdarah, dan mereka melaporkan ke polisi. Setelah mereka mengeluarkan selang, saya mulai muntah darah. Seorang polisi bertanya kepada dokter, "Bisakah kami terus memaksa dia makan?" Dokter berkata, "Tidak." Mereka membawa saya ke dua rumah sakit, tetapi keduanya menolak untuk menerima saya. Polisi mengira saya sedang sekarat, sehingga mereka memberi tahu anak saya (istri saya berada di kamp kerja paksa).

Anak saya datang menemui saya pada tanggal 8 Agustus. Polisi memeras anak saya 1.000 yuan dengan alasan untuk biaya pengobatan. Polisi Feng Jianping berkata, "Ini adalah pembebasan bersyarat untuk perawatan medis. Saya bisa menangkap Anda kembali kapan saja."

Bahkan setelah saya pulang, mereka terus mengganggu saya. Karena penganiayaan berkelanjutan, kesehatan saya memburuk.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/1/9/江西六十六岁陆振祥遭七次绑架、五年冤狱-234694.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/1/24/122847.html