Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Kejaksaan Kota Dandong Menganiaya Shao Bersaudara

5 Feb. 2011 |   Oleh: koresponden Minghui dari Provinsi Liaoning


(Minghui.org) Pengadilan Distrik Zhenxing, Kota Dandong, Provinsi Liaoning secara ilegal menyidang praktisi Shao Changfen dan Shao Changhua pada 24 Desember 2010. Selama pembelaan, dua pengacara dari Beijing menunjukkan bahwa berlatih Falun Gong adalah menjalankan hak bebas berkeyakinan. Kebebasan berkeyakinan adalah hak asasi dasar. Pengadilan tidak dapat menyangkal pembelaan para pengacara yang adil. Hakim mengumumkan penundaan sidang hingga pemberitahuan lebih lanjut. 10 hari kemudian, pengadilan memvonis Shao bersaudara masing-masing tujuh dan empat tahun penjara, tanpa melakukan persidangan lebih lanjut.

Dua bersaudara, Shao Changfen dan Shao Changhua (keduanya perempuan) naik motor untuk mengunjungi keluarga mereka di Desa Tangchi pada 6 September 2010. Ketika mereka hendak meninggalkan rumah saudara mereka, kepala desa Wang Baochen mengunci pintu dan tidak mengijinkan mereka pergi. Dia menelepon kantor polisi setempat dan meminta petugas untuk menahan kedua bersaudara. Rumah mereka digeledah pada saat bersamaan. Sekitar pukul 10 malam itu, keduanya dikurung di Kantor Polisi Dandong. Enam hari kemudian mereka dipindahkan ke Pusat Penahanan Dandong.

Kejaksaan Zhenxing Secara Aktif Mempermainkan Keluarga dan Pengacara Korban

Pada 14 Oktober 2010, para agen dari Departemen Kepolisian Distrik Zhenxing dan dari Kantor Polisi Tangchi memindahkan kasus ke Kejaksaan Zhenxing. Keluarga korban menyewa pengacara dari Beijing Lan Zhixue dan Zhang Chuanli untuk membela kedua bersaudara. Kejaksaan mempersulit pengacara pada setiap kesempatan ketika mereka sedang menginvestigasi kasus klien mereka.

Pada 16 November 2010, kedua pengacara ingin memeriksa dokumen kasus. Para pejabat dari Kejaksaan menghentikan mereka masuk ke gedung, dengan alasan pejabat tinggi dari pusat sedang melakukan inspeksi dan agar mereka balik esok harinya. Ketika pengacara kembali esok harinya, mereka diberitahu pejabat yang menangani kasus sedang tidak di tempat, dan tidak jelas kapan dia kembali. Pada 23 November, para pengacara melakukan perjalanan lagi dari Beijing ke Kejaksaan Zhenxing untuk memeriksa dokumen. Mereka diinformasikan bahwa dokumen sudah dikirim balik ke petugas polisi Gao Junhui dari Kantor Polisi Tangchi. Anggota keluarga praktisi melakukan beberapa kunjungan ke kantor polisi untuk menemui Gao Junhui, tetapi tidak diijinkan menemuinya.

16 Desember pagi, anggota keluarga pergi lagi ke Departemen Kepolisian Zhenxing. Mereka diberitahu bahwa kasus sudah dikembalikan ke Kejaksaan Zhenxing. Ketika mereka pergi ke kejaksaan untuk menindaklanjuti kasus, mereka diberitahu bahwa praktisi telah disidang. Tanggal 19 Desember, anggota keluarga menerima telepon dari pengadilan, menginformasikan bahwa kedua bersaudara akan disidang pada 23 Desember, tetapi pengadilan menolak memberi tahu waktu sidang.

Tanggal 22 Desember, para pengacara bergegas ke Kota Dandong. Setelah tiba di pengadilan siang hari, mereka diberitahu bahwa sidang ditunda ke 24 Desember.

Pembelaan Para Pengacara

Di pengadilan, dua pengacara mengungkap aksi ilegal dari kejaksaan dan menunjukkan bahwa menurut undang-undang, aparat keamanan publik hanya dapat memutuskan apakah mengirim terdakwa ke penahanan, kamp kerja atau penjara. Namun, Departemen Kepolisian Zhenxing pertama-tama menahan dua bersaudara selama 15 hari. Enam hari kemudian, mereka merubah hukuman menjadi satu setengah tahun kerja paksa, dua hari kemudian, hukuman diganti dengan hukuman penjara. Dalam masa sepuluh hari, para pejabat menjatuhkan tiga vonis berbeda kepada orang yang sama. Itu merupakan contoh nyata dari kepolisian telah melecehkan proses hukum dan melakukan apa yang mereka suka.

Para pengacara menunjukkan bahwa Komite Kamp Kerja pemerintah setempat memutuskan apakah terdakwa seharusnya menjadi sasaran kerja paksa. Para pejabat Kantor Polisi Tangchi tidak memiliki wewenang untuk memutuskan apakah terdakwa harus dikenakan kerja paksa.

Pengacara lebih lanjut mengatakan bahwa Falun Gong adalah latihan untuk meningkatkan kondisi moral dan fisik. Membicarakan manfaat yang seseorang alami dalam latihan adalah tidak merugikan siapa pun, dan sesungguhnya Falun Gong bermanfaat dalam meningkatkan stabilitas sosial. Menurut Konstitusi China, warga memiliki hak bebas berkeyakinan dan berbicara. Ada hak-hak asasi dasar dan seharusnya dilindungi oleh hukum. Tidak ada yang salah dengan perbuatan kedua bersaudara itu.

Para pengacara mengatakan bahwa seluruh prosedur hukum adalah cacat hukum, dan menuntut agar kedua praktisi dibebaskan tanpa syarat.

Hakim dan jaksa tidak dapat menyangkal pembelaan pengacara. Pada akhirnya, hakim ketua Tao Zhenhua mengumumkan sidang ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Anggota keluarga dari kedua bersaudara terus menunggu pihak pengadilan menginformasikan kapan sidang akan digelar kembali. Namun, 10 hari kemudian mereka diberitahu bahwa Shao Changhua dan Shao Changfen masing-masing telah dijatuhi hukuman tujuh dan empat tahun penjara.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/1/14/辽宁丹东市公检法肆意迫害邵家姊妹-234869.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/1/27/122897.html