Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Laporan Langsung Penganiayaan Brutal yang Dialami Praktisi Falun Gong

7 Maret 2011 |   Oleh: seorang praktisi Falun Gong di China


(Minghui.org) Di bawah ini adalah kisah pribadi seorang praktisi Falun Gong atas penganiayaan yang dideritanya. Kesehatannya mengalami kemajuan pesat melalui latihan Falun Gong. Setelah Partai Komunis China (PKC) mulai menganiaya Falun Gong, dia disiksa parah beberapa kali. Petugas polisi menangkapnya pada 2001 dan menyiksanya dengan kekerasan fisik. Kemudian, dia ditahan di Penjara Harbin dan Daqing, di mana disiksa hingga Februari 2009. Ketika dia tidak dapat berjalan lagi karena penyiksaan, dia pun dilepaskan, dan keluarganya datang menjemputnya.

Laporan Langsung dari Korban Penganiayaan:

Saya adalah seorang intelektual di Kota Qiqihar. Saya pernah menderita tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan rematik parah sebelum berlatih Falun Gong. Setelah berlatih Falun Gong, kondisi kesehatanku mengalami kemajuan pesat, dan juga pola pikir saya mendapat kemajuan serta sikap yang lebih positif terhadap pekerjaan. Kemudian, PKC memulai penganiayaan besar-besaran terhadap praktisi Falun Gong.

Disiksa di Kantor Polisi Beidajie

Saya pergi ke Desa Gaotou untuk klarifikasi fakta pada 28 Febuari 2001. Petugas-petugas dari Kantor Polisi Beidajie di Distrik Jianhua menangkap saya secara ilegal. Kepala Kantor Polisi, Yu Zhiqiang dan beberapa petugas lainya membawa saya ke sebuah kamar yang tidak dipakai lagi di Perusahaan Pengembang Konstruksi Jianhua. Ada beberapa ranjang bertingkat di dalam kamar itu. Lima petugas terlibat di dalam penyiksaan saya. Mereka memborgol tanganku ke belakang dan menggantung borgolnya pada ranjang di atas, lalu merentangkan kakiku ke ranjang yang lain. Yu menendangku dengan keras hingga membuat tubuhku berputar. Saya segera bercucuran keringat akibat rasa sakit yang saya rasakan, lalu kehilangan kesadaran. Mereka meletakkan saya di lantai dan menggunakan sebuah tutup cangkir teh untuk menekan, memutar dan menggosok dengan keras pada tulang igaku. Lalau mereka mengambil tongkat listrik untuk menyetrum di sekitar jantung, dada, penis dan ketiak. Sangat sakit dan saya terus berkeringat. Para petugas itu melucuti semua pakaianku kecuali pakaian dalam dan mendorongku ke tumpukan salju yang dingin di luar. Mereka lalu menyiramkan air dingin ke tubuhku. Dengan menggigil kedinginan, saya gemetaran dan menjadi mati rasa. Dan akhirnya, lengan-lenganku tidak dapat digerakkan selama lebih dari 40 hari setelah itu.

Kedua Tangan dan Kaki Dirantai di Pusat Penahanan Pertama Qiqihar

Dua hari kemudian, para petugas mengirim saya ke Pusat Penahanan Pertama Qiqihar. Saya mengalami sakit yang luar biasa di kaki; lenganku tidak dapat digerakkan, dan tulang punggungku cidera berat akibat penyiksaan. Sebelas bulan kemudian, petugas polisi mencoba untuk mengirimku ke Penjara Harbin, tetapi saya menolak untuk difoto. Lalu, petugas merantai kedua kaki dan tanganku bersama selama 9 hari. Rantai ini tidak dibuka sampai saya dikirim ke Penjara Harbin.

Makin Disiksa di Penjara Harbin dan Kematian Wang Dayuan

Saya dikirim ke Penjara Harbin pada akhir Januari 2002. Saya dikurung di sel isolasi karena menolak memakai seragam narapidana. Tiga bulan kemudian, saya dikirim ke ruang ketel uap di Divisi 10. Petugas Li Zhilong, bersama-sama dengan narapidana Chen Lijiang dan Bai Jinglong, menyiksaku dengan berbagai cara. Mereka melarangku tidur selama 24 jam dan memaksaku untuk melakukan pekerjaan manual. Atas perintah Li Zhilong, napi Zhou Saner memukul saya ketika tidak orang yang melihat, mengakibatkan tulang igaku retak. Mereka melarangku berbicara dengan orang lain atau menggunakan toilet. Zhou dan Bai terus-menerus memukuliku di tengah malam dan menusuk sekitar tulang leherku dengan pena. Penyiksaan ini berlangsung hingga enam bulan lamanya.

Petugas di Divisi 6 dan Divisi 10 meningkatkan penyiksaan terhadap praktisi mulai tanggal 4 April 2004, untuk memaksa praktisi melepaskan keyakinan mereka. Pada suatu malam, mereka memukuli praktisi Wang Dayuan, yang ditahan di Divisi 6, sampai meninggal dunia.

Petugas dari Divisi 10, Liu memerintahkan lebih dari 10 narapidana untuk menyiksaku dengan brutal. Mereka mendorongku wajahku sampai menempel ke lantai, menarik lenganku sekuat mungkin dan menekuk kakiku ke belakang sekuat mungkin. Mereka terus mengulangi penyiksaan ini banyak kali. Dan juga, mereka memukul pergelangan kakiku dengan sebuah palu dan mencekikku dengan cara menutup kantong plastik yang berisi minyak sesawi di kepalaku. Lubang hidung dan paru-paruku terasa panas dan sakit. Mereka menyiksaku dengan cara ini selama tiga jam. Kepalaku berubah bentuk, bengkak dan memar. Saya kehilangan rasa di kakiku, begitu juga kedua lenganku menjadi kaku dan mati rasa.

Petugas secara Diam-diam Mengirim Praktisi ke Berbagai Penjara untuk Menutupi Penganiayaan

Untuk menghilangkan bukti penganiayaan, termasuk kematian Wang Dayuan, pada 1 Juli 2004, petugas Penjara Harbin secara diam-diam mengirim lebih dari 60 praktisi yang ditahan ke berbagai lokasi lain, seperti Penjara Mudanjiang, Penjara Tailai dan Penjara Daqing.

Banyak praktisi termasuk saya dikirim ke Penjara Daqing. Sebuah pemandangan yang mengejutkan ketika mobil van polisi berhenti di dalam Penjara Daqing. Semua praktisi berjalan dengan pincang keluar dari mobil van dan berjalan dengan sangat sengsara karena menderita cidera akibat penyiksaan.

Saya ditahan di Seksi 5 Penjara Daqing. Karena menderita cidera berat di Penjara Harbin, dan kurang terkena sinar matahari, saya akhirnya menderita anemia dan kedua tangan dan kakiku menjadi mati rasa. Saya bergabung dengan praktisi lain untuk menentang aksi penganiayaan pada 28 Agustus 2004, dengan cara menolak memakai seragam narapidana, mencukur rambut hingga botak, dan meminta waktu untuk keluar ke taman tiap hari. Karena ini, kepala penjara Wang Yongxiang dan para petugasnya menyeret kami ke lapangan dan memukul kami dengan brutal. Dan akhirnya, saya tidak dapat berdiri dan memerlukan bantuan ketika berjalan. Saya akhirnya dibebaskan pada 28 Febuari 2009, dan keluargaku harus datang menjemputku pulang karena saya tidak sanggup jalan.

Sekarang, saya tidak dapat menjaga diriku sendiri atau pergi bekerja, juga kehilangan seluruh penghasilanku. Petugas polisi masih sering menggangguku dari waktu ke waktu. Banyak praktisi masih ditahan di berbagai penjara, kamp kerja paksa, dan pusat-pusat pencucian otak. Kami menyerukan kepada semua organisasi HAM agar membantu orang-orang tidak berdosa ini dan menghentikan penganiayaan brutal oleh PKC.

Pihak-pihak yang Terlibat dalam Penganiayaan ini :

Kantor Polisi Beidajie: 86-452-2552224
Yu Zhiqiang, mantan kepala Kantor Polisi Beidajie
Zhao Ping, Kepala Kantor 610 Distrik Jianhua : 86-452-2551254 (Kantor), 86-452-5965262 (Rumah), 86-13079629533 (Selular)
Zhang Hong, kepala deputi Kantor 610 : 86-452-2551254

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2011/2/6/一位知识份子遭受的毒打折磨-235930.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/2/20/123367.html