Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Wang Lijun Disiksa di Kamp Kerja Paksa Kedua di Shandong

7 Maret 2011 |   Oleh: Wang Lijun, praktisi di Kabupaten Chiping, Provinsi Shandong


Nama: Wang Lijun (王立军)
Jenis Kelamin: Pria
Usia: Tidak diketahui
Alamat: Kabupaten Chiping, Provinsi Shandong
Pekerjaan: Tidak diketahui
Tanggal Penahanan Terakhir: 5 November 2009
Tempat Penahanan Terakhir: Kamp Kerja Paksa Kedua di Shandong (山东省第二劳教所)
Kota: Kota Zhangqiu
Provinsi: Shandong
Penganiayaan yang Diderita: Disetrum listrik, dikurangi tidurnya, kerja paksa, cuci otak, vonis ilegal, pemukulan, digantung dengan borgol, penyiksaan, intrograsi, tidak diperkenankan menggunakan toilet

(Minghui.org) Wang Lijun ditangkap oleh polisi pada 5 November 2009, ketika ia membagikan materi Falun Dafa. Setelah dibawa ke Kantor Polisi Kota Gaoji di Kabupaten Dong’a, ia dipukuli hingga pingsan. Pada 27 November, Wang dibawa ke Kamp Kerja Paksa Kedua Provinsi Shandong di Guanzhuang, Kota Zhangqiu, di mana ia disiksa. Berikut adalah penuturan dari penyiksaan yang dialaminya.

Disiksa dan Dipukuli sampai Pingsan

Saya mulai berlatih Falun Gong pada 2003. Pada sore hari, 5 November 2009, beberapa petugas polisi menguntitku ketika saya membagikan materi Falun Dafa. Mereka keluar dari mobil polisi dan memukuliku. Seseorang menghantam kepalaku dengan tongkat dan menyeretku ke mobil. Saya dibawa ke Kantor Polisi Kota Gaoji di Kabupaten Dong’a.

Saya dibawa ke ruang introgasi. Ketika saya memberitahu mereka untuk berhenti menganiaya orang baik, saya dipukuli lagi. Seorang polisi memukuli kepalaku dengan tongkat sampai saya pingsan.

Pada saat saya sadar, mereka memborgolku ke kursi besi dan tidak dilepaskan sampai hari berikutnya. Borgolnya melukai pergelanganku. Beberapa petugas menuntut saya untuk menyebutkan nama, alamat dan lainnya, tetapi saya menolak menjawab. Saya memberitahu fakta penganiayaan terhadap Falun Gong kepada mereka, tetapi mereka mengacuhkan semua yang kukatakan.

Setelah makan pagi, petugas dari Kabupaten Dong’a terus mengintrogasi saya. Saya tetap diam. Untuk mendapatkan bukti yang dapat mereka gunakan terhadapku, mereka menahanku di lantai, meletakkan materi yang mereka sita di sekitarku dan memotretnya. Mereka kemudian mencoba untuk menghina dan menarik celanaku. Saya mempertahankan diri, jadi mereka memukuliku lagi. Akhirnya seluruh tubuhku biru lebam.

Interogasi berlanjut hingga jam 16.00. Saya kemudian dibebaskan dari bangku besi dan dibawa ke Pusat Penahanan Kabupaten Dong’a. Saya dipanggil “Tersangka A” karena saya menolak memberikan namaku. Petugas mengunciku di Bangsal 10. Penjaga memerintahkan tahanan untuk menyiramku dengan air dingin. Waktu itu di bulan November dan sangat dingin. Mereka mengambil foto dan sidik jariku.

Sepuluh hari kemudian, saya dibawa ke Bangsal 4. Penjaga memerintahkan tahanan untuk memukuliku sampai wajah dan dadaku lebam serta bengkak. Saya merasakan kesakitan yang sangat. Saya dipaksa mengepel lantai beberapa kali sehari dan mereka terus memukuliku seharian. Penjaga juga mendapat kontrak di luar pekerjaan di mana memaksaku untuk mengerjakannya.

Suatu kali, mereka mencoba menghinaku, jadi saya menolak mematuhi perintah. Beberapa tahanan kemudian mencopot bajuku dan menyiramkan air dingin kepadaku. Hari itu bersalju dan mereka terus memukuliku. Penjaga takut saya mati, jadi mereka memindahkanku ke Bangsal 5.

Penyiksaan di Kamp Kerja Paksa Kedua Provinsi Shandong

Saya dibawa ke Kamp Kerja Paksa Kedua Provinsi Shandong di Kotapraja Guanzhuang, Kota Zhangqiu pada 27 November 2009. Penjaga memaksaku untuk menulis pernyataan melepaskan Falun Dafa, tetapi saya menolak. Sebulan kemudian, penjaga Li Gongming memborgolku dan mengancam untuk menyetrumku dengan lima tongkat listrik jika saya tidak berhenti latihan Falun Dafa. Ia mencoba mencuci otakku selama sebulan.

Pada saat itu, saya dipaksa melakukan kerja paksa. Saya menulis “Falun Dafa baik” di meja. Setelah penjaga Li Gongming mengetahuinya, saya diborgol ke rangka ranjang, jadi saya tergantung di udara dengan pergelanganku menahan berat badanku. Saya merasakan kesakitan yang luar biasa dan berkeringat dingin. Li tidak mau bertanggung jawab, jadi saya dilepaskan dari penyiksaan gantung ini. Tubuhku kaku dan tidak dapat duduk dengan benar.

Beberapa hari kemudian, penjaga Luo Guangrong memerintahkan saya untuk melakukan kerja paksa. Saya menolak dan ia beserta tujuh penjaga lainnya menyiksaku. Mereka memborgolku ke rangka ranjang. Saya jongkok dengan tanganku dinaikkan ke atas selama tiga hari. Saya hanya diijinkan menggunakan toilet hanya sekali sehari. Saya merasa sangakt kesakitan. Pada hari keempat, mereka memborgolku ke rangka jendela dan membuatku duduk di bangku kecil.

Informasi yang memfitnah Guru dan Falun Dafa disiarkan setiap hari. Tiap malam, penjaga Li Gongming membawaku kembali ke sel dan beberapa mantan praktisi Falun Gong mencoba mencuci otakku dengan ajaran lain. Ini berlanjut selama sebulan.

Pada 28 September 2010, penjaga memerintahkan semua orang untuk menyanyikan lagu pujian terhadap Partai Komunis China sebelum ulang tahunnya pada 1 Oktober. Saya tidak mengikuti upacara, tetapi penjaga Guo Menghui berusaha untuk memaksaku menghadiri upacara. Ia memakiku dan menjambak rambutku.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/1/30/山东茌平县王立军被毒打折磨的遭遇-235505.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/2/22/123401.html