Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Pilihan Artikel: Bagaimana Saya Selamat dari Ledakan Ketel Uap Seberat Enam Ton

11 April 2011 |   Oleh: praktisi dari Kota Changchun, Provinsi Jilin


(Minghui.org) Ketika saya mulai berlatih Falun Gong pada 1996, saya bekerja di pabrik kimia, di bawah lingkungan yang penuh resiko. Saya ditugaskan di shift malam, yang lebih berbahaya daripada siang hari, banyak rekan kerja menjadi sering mual dan pusing akibat asap. Pekerjaan yang kami lakukan memerlukan perhatian dan tidak boleh salah.

Beberapa pekerja tidur sejenak ketika lelah, namun saya tidak melakukan hal tersebut. Setiap orang tahu saya adalah seorang praktisi dan mematut diri dengan standar tinggi. Ketika benar-benar lelah, saya mengingat Fa Guru atau melakukan empat perangkat latihan awal di ruangan lain, di mana saya dapat sendirian. Segera setelah berlatih, rasa lelah segera lenyap. Ketika selesai kerja dan masih memiliki banyak energi, saya pulang ke rumah, menenangkan pikiran dan melakukan perangkat latihan kelima.

Suatu hari di Juni 1998, pengawas tempat kerja meminta saya dan seorang rekan kerja untuk menyalakan ketel uap seberat enam ton. Karena ruangan tersebut tidak berventilasi baik, ataupun dilengkapi dengan kipas atau peralatan keamanan, tidak seorangpun yang mau menyalakan ketel uap. Tetapi, karena telah ditugaskan, saya tidak ada pilihan lain.

Saat saya dan rekan kerja menyalakan ketel uap, kami berdiri di setinggi tiga kaki. Tiba-tiba,”KA-BOOM!” ketel uap meledak! Asap tebal memenuhi seluruh gedung berlantai tiga. Orang-orang terkejut dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Tembakan oli logam setebal satu inci dan sepanjang satu yard terlontar dari ledakan tersebut dan menghantam saya tepat di belakang kepala, menjatuhkan saya dari tempat tinggi.

Wajah saya terasa panas dan perih. Rambut dan alis mata terbakar hingga mengering, dan saya sulit membuka mata. Lalu saya berpikir, ”Saya berbeda. Saya dilindungi oleh Guru!” Mata saya perlahan terbuka dan melihat orang-orang berdiri di sekitar saya, kelihatan sangat tercengang. Atasan saya ingin membawa saya ke rumah sakit, namun saya memintanya untuk menyuruh seseorang mengantar saya pulang.

Segera setelah tiba di rumah, seorang teman sekolah yang mendengar tentang kecelakaan tersebut, mengetok pintu dan menanyakan bagaimana keadaan saya. Saya memberitahunya bahwa saya adalah seorang praktisi dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ia tidak percaya dan berkata, ”Kamu kelihatan parah! Ayo pergi ke rumah sakit.”

Demi menghargai kekhawatirannya, saya setuju pergi ke rumah sakit kabupaten bersamanya. Ketika tiba di sana, staf rumah sakit mengatakan bahwa listrik mati, jadi mereka tidak dapat menerima saya. Lalu teman sekolah membawa saya ke rumah sakit  pengobatan China, listriknya juga mati. Kemudian kami pergi ke rumah sakit ketiga dan listriknya juga mati. Saya kemudian menyadari bahwa saya seharusnya dari awal tidak pergi ke rumah sakit. Namun teman sekolah tidak menyerah dan membawa saya ke rumah sakit kabupaten lainnya. Untuk membuatnya gembira, yang ini tidak mati listrik.

Dokter mata memeriksa saya. Ia menaruh pembius cair pada mata dan mencoba mengorek sesuatu. Ia kemudian menyarankan saya pergi ke Rumah Sakit Mata Harbin, karena mereka tidak memiliki alat yang tepat untuk mengeluarkan serpihan yang tertanam dalam salah satu mata saya. Saya tidak menaruh perhatian dan berpikir, ”Pulang ke rumah, saya akan baik-baik saja dalam beberapa hari.” Teman sekolah masih khawatir. Saya mencoba meyakinkan dan berkata saya mungkin mempertimbangkan pergi ke Rumah Sakit Mata Harbin nanti.

Setelah menghabiskan tiga hari di rumah, keajaiban terjadi. Saya merasa sedikit kurang nyaman ketika mengeluarkan air mata dan kemudian saya kembali dapat melihat dengan jelas, seperti sebelumnya. Benjolan di belakang kepalaku, akibat hantaman tembakan oli, juga hampir sirna. Banyak serpihan kecil yang tertanam di muka, semuanya muncul ke permukaan kulit dan saya menggunakan kuku untuk mengeluarkan beberapa di antaranya.

Ketika kembali bekerja beberapa hari kemudian, rekan-rekan kerja sangat terkejut melihat saya dan mengajukan berbagai macam pertanyaan mengenai kecelakaan tersebut. Saya menceritakan seluruh kejadian, termasuk fakta di mana saya tidak pernah dirawat di rumah sakit. Mereka sangat takjub! Saya memberitahu mereka bahwa siapapun yang sungguh-sungguh berlatih Falun Gong akan dilindungi oleh Guru Li Hongzhi.

Saya memeriksa ruangan ketel uap di mana kecelakaan tersebut terjadi dan terkejut. Ketel uap merekah seperti lapisan roti yang dibakar. Rusak begitu parah hingga perusahaan mencatatnya sebagai kerugian total.

Perlindungan penuh belas kasih Guru menyelamatkan saya dari kecelakaan mengerikan itu. Meskipun mata sedikit terluka akibat ledakan, saya tidak pergi ke rumah sakit karena saya sungguh-sungguh percaya pada Guru dan Fa. Adalah Guru yang memberi saya kehidupan kedua. Tiada kata-kata yang dapat mengungkapkan rasa terima kasih saya kepada Guru.

Pengikut Dafa Melakukan Hal-hal Dewa

Ketika praktisi memberitahu orang tentang fakta kebenaran Falun Gong, entah dengan berbicara kepada mereka atau membagikan materi klarifikasi fakta, itu dilakukan untuk menyelamatkan makhluk hidup. Setelah memancarkan pikiran lurus pada pukul 18.00, saya bersepeda ke pedesaan untuk klarifikasi fakta kebenaran kepada orang-orang di desa. Kadang-kadang saya bersepeda bermil-mil, mengunjungi tempat yang belum pernah saya kunjungi. Ketika tiba di sebuah desa, saya mengunjungi setiap rumah bergiliran.

Suatu ketika saat mendekati pintu masuk sebuah desa di malam hari, seekor anjing menyalak dan menerjang ke arah kaki kanan saya. Saya tahu bahwa sekali anjing menyalak, anjing lainnya juga akan menyalak dan susah bagi saya untuk menyebarkan brosur. Saya segera berkata, ”Hus! Kembali!” Lalu saya melihat ekspresi ganas anjing tersebut tiba-tiba berubah, seakan menurut untuk menjauh bersama anjing lain yang telah bersiap bergabung untuk menyerang saya. Saat itu saya merasa terharu, seakan Guru ada di samping saya. Saya juga merasa segalanya memiliki jiwa dan segalanya datang demi Fa. Saya tidak meninggalkan desa itu sampai jam 06.00 pagi, setelah  membagikan semua materi.

Saya keluar bersama istri untuk memasang poster, yang juga seorang praktisi. Kami ingin mengungkap kejahatan keji yang dilakukan oleh polisi dan pejabat setempat serta memberitahu orang-orang tentang cara mereka memperlakukan praktisi. Kami menempelkan poster di rumah-rumah petugas polisi, kantor polisi dan gedung perumahan polisi. Kami ingin para petugas ini berhenti menganiaya orang-orang yang tidak bersalah! Setiap kali kami melakukan hal ini, polisi menjadi sangat ketakutan dan meningkatkan patroli di daerah ini.

Satu malam setelah kami selesai menempelkan poster, di mana terjadi di bawah lampu penerangan jalan, saya tiba-tiba menengadah dan melihat sebuah mobil patroli polisi hanya beberapa yard jauhnya. Ada empat petugas di dalam mobil sedang berbicara, tertawa dan merokok. Saya segera menenangkan diri dan meminta Guru menguatkan kami serta melenyapkan gangguan kekuatan lama yang ada di depan kami. Kemudian kami dengan santai berjalan lurus melewati mobil polisi dan pulang ke rumah. Situasi ini sering kali terjadi.

Kekuatan lama tidak berani berbuat apapun kepada praktisi yang mempunyai pikiran lurus yang kuat dan percaya kepada Guru dan Fa.

Dua Tiupan Memandamkan Api

Karena ada promosi di tempat kerja, saya dipindahkan dari bengkel kerja ke ruang pengontrol. Tidak hanya pekerjaan menjadi lebih mudah, namun saya juga menerima kenaikan gaji. Saya tahu ini diatur oleh Guru supaya saya dapat mengklarifikasi fakta kebenaran kepada lebih banyak orang dan melakukan tiga hal dengan lebih baik.

Pada 14 November 2010, jam 23.00, saya sedang beristirahat ketika tiba-tiba melihat api keluar dari stop kontak listrik. Saya menyadari itu adalah kebakaran listrik dan memerlukan alat  pemadam api khusus. Saya tahu tindakanku tidak rasional, dengan menggunakan mulut meniup api. Saya meniup api dua kali dan anehnya, api padam. Saya tidak dapat mempercayainya! Saya duduk di sofa untuk waktu yang lama, berusaha memahami apa yang terjadi. Bagaimana api padam? Api itu sangat besar namun saya memadamkannya hanya dengan dua tiupan! Saya menyadari Guru memperbolehkan kita menggunakan kemampuan supernormal yang kita kembangkan melalui kultivasi untuk menghadapi kemungkinan bahaya.

Ketika saya memanggil tukang listrik untuk melihat penyebab kebakaran, dia mengatakan terlalu banyak alat listrik yang terhubung dengan satu stop kontak dan kabel listriknya sudah tua. Namun dia berkata, saat memeriksa semuanya, kabelnya baik-baik saja dan tidak ada bukti kebakaran. Saya mencari ke dalam untuk menemukan mengapa kejadian ini terjadi dan menemukan keterikatan saya pada kenyamanan mencuat sejak saya mendapatkan pekerjaan baru, yang juga menyangkut banyak keterikatan lainnya.

Saya tidur lebih banyak dari biasanya dan bahkan melewatkan waktu pemancaran pikiran lurus tengah malam. Jadi saya meminta orang lain menelepon untuk membangunkan saya. Seiring berlalunya waktu, saya bahkan tidak bangun ketika mereka menelepon. Saya juga lebih banyak menonton film dan serial televisi, semakin sulit untuk berhenti menonton. Saya merasa keterikatan menjadi semakin menguat, sulit untuk dilenyapkannya. Saya bahkan mulai berpikir untuk merokok lagi, yang telah saya hentikan jauh sebelumnya. Awal tahun ini, saya diberikan cerutu pada acara khusus di mana saya diundang. Setelah selesai merokok, saya merasa sangat malu. Namun setiap kali mencoba melepaskan keterikatan ini, saya tidak dapat melepaskan sepenuhnya.

Saya seharusnya melepaskan keterikatan ini segera setelah mengenalinya, yang pastinya akan memperkuat tekad saya. Setiap keterikatan adalah hambatan yang menghalangi kita mencapai Kesempurnaan. Kultivasi memang sangat serius.

Yang menakutkan dalam situasi saya adalah saya tertinggal di belakang praktisi yang gigih. Apa yang paling saya takutkan adalah jika saya tidak melepaskan keterikatan, tidak mungkin ada cara apapun untuk mencapai Kesempurnaan dan pulang bersama Guru. Saya merasa sangat penting untuk mengkultivasi diri dan menyelamatkan makhluk hidup. Tidak cukup waktu yang tersisa bagi kita untuk mulai berkultivasi dari awal. Kita benar-benar perlu mengkultivasi diri kita sesuai dengan prinsip Sejati-Baik-Sabar.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/2/22/征文选登--六吨锅炉爆炸后……-236416.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/3/12/123757.html