Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Orang yang Tidak Mempunyai Keinginan Tidak Perlu Berkompromi

30 Juni 2011 |   Oleh: praktisi China


(Minghui.org) Di Serial TV "Li Wei berperan sebagai Pejabat Tinggi," Kaisar Kangxi memanggil Li Wei dan bertanya, "Jika saya menjadikan Anda kepala daerah dan mengatur daerah, bisakah Anda melakukannya dengan baik?" Li menjawab "Pasti." Kangxi berkata, jika saya memberi anda 500 ribu tail perak, apakah anda bisa menjamin akan menggunakannya untuk masyarakat?" Li berkata, "Ya, saya bisa." Kangxi bertanya, "Kenapa Anda begitu yakin?" Li berkata, "Karena saya sesungguhnya tidak ingin menjadi pejabat tinggi." Jawaban Li mengungkapkan semuanya. Karena dia tidak punya keinginan apapun, dia tidak perlu memperlihatkan integritasnya. Tidak punya keinginan berarti tidak mementingkan diri sendiri. Ia akan membagikannya untuk masyarakat, bukan untuk dirinya sendiri.

Di dalam cerita hantu China kuno, hantu ingin merasuki Ning Caichen, bertanya kepadanya, "Anda mempunyai harapan apa? Saya bisa berikan pada Anda." Ning berkata, "Saya tidak punya harapan." Hantu bertanya, "Tidakkah Anda ingin kaya?" Ning berkata, "Tidak" "Tidakkah Anda ingin kemasyhuran?" "Tidak" "Apa Anda ingin perempuan?" "Tidak." Hantu tidak bisa berbuat apa-apa dan menyerah karena Ning tidak punya keinginan apapun.

Tidak ada materi yin (negatif, gelap) yang dapat eksis di lingkungan materi yang (positif, terang) murni. Suasana di sekitar lokasi manapun adalah refleksi dari kondisi kultivasi praktisi setempat. Akhir-akhir ini, beberapa praktisi ditangkap dan dibawa ke pusat cuci otak. Saya merasa hal semacam ini masih terjadi pada fase akhir dari pelurusan Fa yang seharusnya menjadi perhatian kita. Jika kita semua bertindak lurus sesuai dengan Fa, apakah kejahatan berani berbuat hal semacam ini? Bukankah Guru telah memberitahu kita, "Apakah kalian sungguh tidak mengerti itu adalah hantu yang digaet masuk oleh hati manusia?" ("Waspadalah")

Saya percaya ada dua sebab mengapa hal seperti ini masih terjadi. Pertama adalah praktisi tidak mencari ke dalam untuk melihat apakah seseorang bekerja dengan baik dalam hal berkoordinasi dengan yang lain dan membuktikan Fa. Guru memberitahu kita, mencari ke dalam adalah kunci untuk peningkatan. Tapi ketika kita menghadapi cobaan, kita malah melihat keluar. Setiap keterikatan adalah sebuah substansi. Jika seseorang tidak melihat ke dalam dan tidak bisa meningkatkan diri sendiri, substansi itu tidak bisa dihilangkan. Hal ini memberikan medan bagi substansi yin, dan oleh karena itu kejahatan bisa membuat masalah.

Beberapa konsep kita yang terbentuk lebih dari ribuan tahun lalu terkubur sangat dalam dan sudah menjadi bagian dari diri kita. Mencari ke dalam adalah sangat menyakitkan. Adalah sama dengan memotong bagian tubuh kita yang berisi substansi hitam. Hanya dengan tanpa syarat mencari ke dalam seseorang bisa terhindar dari substansi semacam ini dan meningkatkan diri sendiri.

Setiap keterikatan adalah suatu substansi. Ambil takut sebagai contoh. Jika substansi spesifik takut tidak dibuang, memaksa seseorang untuk tidak takut adalah tidak berguna. Ketika seseorang meningkatkan dirinya sendiri dan membuang substansi buruk itu, seseorang akan dengan alamiah tidak ada rasa takut. Semua keterikatan yang lain juga sama. Ketika seseorang mencapai tingkat Arhat, ia tidak akan terpengaruh ketika dipukul atau dihina. Manusia biasa mungkin akan berpikir bahwa ia bisa menahan diri dengan baik. Tapi sebenarnya ini adalah refleksi dari tingkatnya.

Alasan kedua adalah sebab praktisi tidak sungguh-sungguh menolak penganiayaan. Kekuatan lama tidak berani menentang kita membantu meluruskan Fa dan menyelamatkan orang. Alasan bahwa kasus penganiayaan ini masih terjadi adalah karena pikiran kita, kita masih punya elemen yang mengakui penganiayaan, dengan demikian menyediakan medan untuk kejahatan. Ada praktisi berpikir mereka mungkin akan dianiaya begitu mereka melakukan pekerjaan pembuktian Fa. Kenyataannya, membantu meluruskan Fa dan menyelamatkan manusia tidak punya hubungan apapun dengan penganiayaan.

Beberapa orang berkata bahwa mereka menolak penganiayaan, dan mereka memang menolaknya ketika memancarkan pikiran lurus. Tapi kasus penganiayaan masih terjadi. Saya percaya bahwa bayangan penganiayaan terlalu kuat dipikiran mereka. Secara tidak sadar mereka masih mengakui penganiayaan. Saya pikir untuk betul-betul menolak penganiayaan adalah tidak memikirkannya sama sekali. Konsep pikiran mengenai penganiayaan atau kekuatan lama bahkan tidak boleh eksis di kepala kita. Kita harus melakukan sesuatu selama itu sesuai dengan pelurusan Fa dan abaikan manifestasi permukaan.

"Lakukanlah sesuai keinginan Dafa dan Shifu. Segala hal harus berjalan lurus, ini besarnya tak terbandingkan, agungnya tak tertandingi!" (Ceramah Fa Keliling Amerika Utara")

Guru memberitahu kita:

“Sesungguhnya segala sesuatu yang terjadi di saat ini dalam masyarakat manusia biasa, semua adalah disebabkan oleh sifat hati pengikut Dafa. Walaupun kekuatan lama masih eksis, tetapi jika kalian tidak mempunyai sifat hati yang demikian, mereka niscaya tidak ada dalih untuk berbuat.” ("Ceramah Fa pada Konferensi Fa Philadelphia, A.S. Tahun 2002”)

Pelurusan Fa sudah pada tahap akhir. Kejahatan sudah tersisih banyak, dan praktisi menjadi matang, lingkungan seharusnya berubah lebih baik dan lebih baik. Kita harus bertanya pada diri sendiri mengapa hal ini tidak terjadi. "Lingkungan disebabkan oleh hati manusia, lingkungan tidak baik adalah kalian yang membiarkannya begitu." ("Ceramah Fa pada Konferensi Fa Internasional di Great New York Tahun 2009”)

Pelajaran yang lalu seharusnya membuat kita lebih matang. Jika kita mengerti Fa, dan mencari ke dalam sewaktu bekerja sama dengan yang lain, akankah kejahatan berani menangkap teman praktisi kita?

Di atas adalah pemahaman saya sekarang. Silahkan tunjukkan kekurangan saya.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2011/6/9/交流--无欲则刚-242163.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/6/21/126171.html