Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Perjalanan Pasangan Muda: Tunangan Zhou Xiangyang Mengajukan Permohonan Selama Tujuh Tahun Bagi Pembebasan Zhou

24 Juli 2011 |   Oleh: Li Shanshan dari China


(Minghui.org) Saya mengajukan kisah cinta saya kepada majalah Zhiyin untuk dipublikasikan. Awalnya, majalah itu tertarik pada kisah saya, namun kemudian dengan cepat berubah pikiran setelah mereka mengetahui tunangan saya dianiaya.

Saya bertemu dengan tunangan saya Zhou Xiangyang hanya tiga kali sebelum dia ditahan secara ilegal selama sembilan tahun. Selama itu, saya menunggu dan mengajukan permohonan baginya selama tujuh tahun di bawah tekanan besar baik dari masyarakat maupun keluarga kami. Segera saya juga ditangkap dan ditahan di sebuah kamp kerja paksa selama 15 bulan karena mengajukan permohonan bagi tunangan saya.

Tunangan saya dianiaya dengan berbagai cara keji selama 4 bulan. Kakinya diborgol pada cincin metal, tangannya diborgol ke belenggu di lantai beton, dan terus-menerus disetrum dengan tongkat listrik selama berhari-hari. Dia melancarkan mogok makan selama 18 bulan untuk memprotes penganiayaan tersebut dan beberapa kali dibawa ke ruang gawat darurat di rumah sakit. Dia selamat dari penganiayaan ini dengan tekad yang luar biasa, dan segera setelah keluar dari penjara, dia menikahi saya. Ketika kami menikmati kegembiraan pada awal pernikahan, mimpi buruk datang kembali. Dia ditangkap dan tanpa proses hukum dibawa ke penjara untuk kedua kalinya, jadi saya mulai mengajukan permohonan lagi. Berikutnya adalah kisah kami.


Praktisi Falun Gong, Zhou Xiangyang, mantan insinyur Institut Survei dan Perancangan Jalur Kereta Api ke-3 di Tianjin


Li Shanshan, istri Zhou Xiangyang

Nama saya Li Shanshan. Saya menunggu pembebasan Zhou Xiangyang selama tujuh tahun sejak pertemuan pertama untuk menikahinya. Diantara waktu itu, dia dipenjara selama enam tahun. Kami sebenarnya bertemu sebanyak tiga kali sebelum dia dikirim ke penjara. Kami tidak berpegangan tangan sama sekali. Saya pertama kali mengenal tentang dirinya melalui keluarga, teman, dan surat. Dia menyentuh hati saya, jadi saya setuju untuk menjadi istrinya dan memulai kehidupan luar biasa bersamanya.

Seorang pria dengan Integritas - “Sejati-Baik-Sabar” Membuat Dirinya Menjadi Orang Baik

Zhou Xiangyang lahir di Kabupaten Changli, Kota Qinhuangdao. Ibu mertua mengatakan dia sangat baik ketika masih kecil. Dia tidak pernah mengeluh ketika orang lain mengambil keuntungan darinya. Dia adalah seorang siswa yang baik dan berkerja di Institut Survei dan Perancangan Kereta Api ke-3 di Tianjin setelah lulus dari Universitass Jiantong Utara. Karena kinerjanya yang sangat baik, perusahaan memberi penghargaan dengan mengirimnya ke Universitas Tianjin untuk pendidikan lebih lanjut.

Dia mendapatkan gelar investasi keuangan, dan pada tahun 1998 dia menjadi surveyor kwantitatif. Pada saat itu, hanya ada 60 surveyor kwantitatif negara. Dia berpikir cepat, pekerja keras, dan tidak pernah bertengkar dengan orang lain untuk keuntungan pribadi.

Pada 1998, seorang insinyur senior bersikeras ingin memperkerjakan Zhou Xiangyang untuk pengajuan proposal bagi sebuah proyek besar skala nasional. Dia menerima penghargaan dan bonus terbesar di kalangan para insinyur muda karena dia diakui bersikap jujur, dapat diandalkan dan pekerja keras. Sangat mudah di China untuk mendapat sedikit uang tambahan dari proyek, tetapi dia tidak pernah menerima uang suap yang ditawarkan. Saya melihat dia mampu menolak pengaruh buruk dalam kehidupannya karena keyakinannya pada Sejati,Baik, sabar. Dia pria yang baik dan mengikuti prinsip-prinsip Falun Dafa.

Permintaan untuk Menikahi Xiangyang Mengejutkan Petugas Penjara

Setelah 20 Juli 1999, ketika penganiayaan Falun Gong dimulai, Zhou Xiangyang pergi ke Beijing untuk mengajukan permohonan bagi Falun Gong. Dia dikirim ke kamp kerja paksa selama satu setengah tahun, dan dianiaya berat. Dia dipukul, disetrum dengan tongkat listrik dan dicaci-maki oleh sipir penjara serta narapidana lain. Mereka pernah secara terus-menerus menyiksanya setelah dia pingsan dan sadar, dia melihat darahnya berceceran di seluruh dinding.

Zhou Xiangyang menolak dicuci otak dan teguh pada keyakinannya pada Falun Dafa. Ketika dia memprotes penahanan ilegal, masa hukumannya diperpanjang satu tahun. Dia dipaksa melakukan kerja paksa dan menggali terowongan di Kamp Kerja Paksa Yushan, Kabupaten Ji, Tianjin.

Seseorang yang dibebaskan dari kamp kerja paksa mengatakan kepada kami apa yang terjadi: Pada musim gugur 2000, polisi Wei Wei memukul Zhou Xiangyang untuk memaksa dia melepaskan keyakinannya. Dia memukul Zhou Xiangyang dan bertanya, "Akankah kamu masih berlatih Falun Gong?" Zhou perlahan bangkit dan mengabaikannya. Wei Wei berteriak padanya, "Di Kamp Kerja Paksa Shuangkou tidak ada orang yang tidak takut pada saya!" Dia mulai memukul Zhou lagi. Wajah Zhou berdarah, tapi Wei Wei tidak berhenti dan menjatuhkannya ke lantai lagi, mengajukan pertanyaan yang sama. Dia perlahan bangkit dan sekali lagi tidak menjawabnya. Wei Wei kemudian menampar wajah Zhou secara membabi-buta sampai bengkak dan terluka, serta menjatuhkannya lagi. Siklus ini terus berulang. Wei Wei berkata, "Hari ini saya akan memukulmu sampai mati!" Dia kemudian memukul Zhou Xiangyang dengan pentungan tebal. Zhou pingsan, dan setelah sadar, dia mencoba berdiri lagi. Wei Wei merasa takut akan tekad Zhou dan berkata, "Baik, saya menyerah. Tetap berdiri setelah saya pergi." Wei Wei berlari keluar ruangan dengan cepat.

Zhou Xiangyang mulai melancarkan mogok makan untuk memprotes penganiayaan yang terus-menerus. Dia menjadi sangat lemah. Kamp kerja paksa meminta perusahaannya untuk mempekerjakan Zhou kembali sehingga dia dapat pulih, namun perusahaan telah memecatnya. Dia dipaksa bekerja di tempat lain untuk mencari nafkah. Disinilah saat saya bertemu dengannya. Seiring saya berlatih Falun Gong juga, kami memiliki standar moral dan pengalaman yang sama. Saya bersimpati dan memiliki kekaguman yang besar kepadanya.

Pada Mei 2003, Zhou Xiangyang diikuti dan dilaporkan ke polisi sewaktu dia mengklarifikasi fakta kebenaran Falun Gong kepada orang lain. Pada saat itu, kami hanya bertemu sebanyak tiga kali. Dia dihukum penjara secara ilegal selama sembilan tahun dan ditahan di Penjara Gangbei di Tianjin sejak 9 Agustus 2004.

Semua anggota keluarga Zhou Xiangyang adalah praktisi Falun Dafa. Orangtuanya dipaksa menjadi tunawisma untuk menghindari penangkapan. Kakaknya juga dijatuhi hukuman sembilan tahun penjara. Saudari iparnya dijatuhi hukuman tiga tahun penjara, dan saudarinya ditahan di sebuah pusat penahanan. Saudara iparnya bertugas untuk mengunjungi kerabatnya di penjara. Kisah keluarga ini menyentuh saya, dan saya memutuskan untuk mengunjungi Zhou Xiangyang. Saya mendapatkan pekerjaan di sebuah sekolah taman kanak-kanak di Tianjin. Kemudian saya pergi ke Penjara Gangbei untuk mengunjungi Xiangyang, namun petugas penjara menolak permintaan saya untuk bertemu dia dengan alasan saya bukan kerabatnya.

Tanah di sekitar Penjara Gangbei kosong. Pada kedua sisi selokan penuh dengan alang-alang. Setelah 1 jam naik bus, saya harus berjalan selama setengah jam ke bangunan penjara, dan di musim dingin, salju turun dengan deras. Semua narapidana kriminal boleh bertemu dengan  teman-teman dan keluarganya, namun Xiangyang tidak boleh. Saya duduk di gerbang penjara dan menjadi sangat sedih. Saya merasa bahwa dunia ini lebih dingin daripada musim dingin itu sendiri. Xiangyang hanya ingin hidup sesuai Sejati-Baik-Sabar. Dia tidak melakukan kejahatan apa pun. Saya tiba-tiba memiliki keberanian untuk meminta petugas penjara, untuk menikahkan Xiangyang dan saya. Permintaan ini mengejutkan hati dingin petugas. Banyak keluarga praktisi Falun Gong tercerai-berai sejak dimulainya penindasan Falun Gong. Penjara biasanya hanya menerima permintaan cerai. Ini adalah pertama kalinya mereka menerima permintaan pernikahan. Setelah lima bulan melakukannya, pihak penjara akhirnya setuju bahwa saya boleh bertemu dengan tunangan saya. Pada saat itu, saya sangat gembira setelah bertahun-tahun dalam kesedihan dan penderitaan.

Diancam dan Dipenjara karena Mengajukan Permohonan

Meskipun sekarang saya sudah bertunangan dengan Xiangyang, petugas penjara masih mempesulit saya untuk benar-benar bisa bertemu dengannya. Dari tanggal 13 sampai 21 Juli 2005, Xiangyang mengirim dua surat keluhan untuk mengekspos penggunaan siksaan selama interogasi oleh Tim Investigasi Kriminal ke-8 dari Departemen Kepolisian Distrik Hexi di Tianjin. Namun surat-surat itu disimpan oleh Zhang Shilin, kepala penjara Bangsal Ke-5, selama enam bulan. Mereka akhirnya menyerahkan pada saya pada akhir Desember 2005. Saya dan saudara iparnya akhirnya menemui administrasi penjara dan mengajukan protes. Namun mereka mengatakan bahwa kami seharusnya tidak menentang penjara, karena akan menyebabkan lebih banyak masalah. Kami pergi ke kejaksaan Hexi untuk memprotes dan pimpinan yang bertugas mengatakan bahwa kami adalah kerabat praktisi Falun Gong yang pertama kali memprotes penjara selama sekian tahun. Kami mengirim keluhan ke Seksi Inspeksi Disiplin Departement kepolisian Hexi. Kami tiba di sana, namun kepala seksi mengatakan bahwa dia sibuk dan meminta kami meninggalkan nomor ponselr. Meskipun para agen tampak memproses dokumen sesuai aturan, sebenarnya tidak ada seorangpun yang benar-benar membantu kami.

Setelah pertemuan itu, saya diikuti oleh petugas Keamanan Nasional. Suatu hari, masih di bulan Desember, penjaga Luo Zhiguo menelepon saya dan berkata, ”Kamu tidak perlu datang menjenguk Zhou Xiangyang. Dia melanggar aturan penjara, dan mogok makan. Kami tidak akan bertanggung jawab akibatnya.” Kemudian seorang rekan praktisi yang keluar dari penjara mengatakan fakta sebenarnya kepada saya. Xiangyang berusaha untuk menghentikan penayangan video yang memfitnah pencipta Falun Gong, Guru Li Hongzhi. Para narapidana, dibawah perintah para sipir, menyeretnya ke ruang penyiaran dan memukulinya. Dia dikurung di sel isolasi kecil dan dianiaya dengan kedua kaki dibelenggu pada cincin metal dan tangannya diborgol ke belenggu di lantai beton.

Saat saya dilarang mengunjungi Xiangyang, saya menelepon Luo Zhiguo, kepala Brigade Pertama, selama beberapa hari. Dia mengatakan pada saya bahwa Xiangyang baik-baik saja, dan sangat sehat. Beberapa hari kemudian, instruktur politik Zhang Shilin meminta saya mendatangi penjara untuk membicarakan tentang Xiangyang. Zhang Silin, Luo Zhiguo dan kepala Brigade Kedua Song Xueshen, hadir dalam pertemuan tersebut. Mereka mengatakan bahwa Xiangyang tidak melepaskan latihan Falun Gong dan “menolak bekerjasama” dengan mereka. Penjara ingin menindaknya. Zhang Silin berbicara dengan saya selama satu jam, mengatakan bahwa Xiangyang seharusnya tidak mengirim surat keluhan, karena tidak baik baginya. Dia juga mengatakan tidak takut pada keluhan Xiangyang dan akan bertarung dengan Xiangyang sampai akhir. Saya mengatakan padanya bahwa saya akan meneruskan keluhan ini untuk Xiangyang. Segera setelah itu, Penjara Gangbei memulai babak lain yaitu sesi cuci otak secara intensif.

Luo Zhiguo menelepon saya suatu hari pada Januari 2006 dan berkata, ”Li Shanshan, kamu harus melindungi dirimu dengan baik.” Beberapa hari kemudian saya diancam karena mengajukan permohonan bagi Xiangyang. Setelah petugas Keamanan Nasional mengikuti saya selama tiga bulan. Ketua Tim Keamanan Nasional Hao Baogang memerintahkan polisi dari Kantor Polisi Wang Dingti untuk menggeledah rumah saya. Saya ditahan dan dimasukan ke penjara selama 30 hari. Ketika dibebaskan, saya diawasi di rumah selama 15 hari sebelum dikirim ke kamp kerja paksa selama 15 bulan. He Baogang menginterogasi saya, dan mengatakan bahwa Zhang Silin berkata bahwa saya telah mengancam penjara mereka. Dia mengatakan bahwa dengan menyuarakan penganiayaan Xiangyang, saya berusaha menghasut orang untuk melakukan kerusuhan di gerbang penjara. Jadi saya dituduh "melakukan subversi terhadap negara" dan dihukum kerja paksa.

Saya hanya berumur 25 tahun pada waktu itu. Saya menderita karena kerja paksa dan kesepian yang tak tertahankan. Tapi saya tidak menyesal atas pengajuan permohonan bagi Xiangyang. Sehari sebelum masa hukuman saya berakhir, seorang pemimpin Keamanan Nasional datang ke kamp kerja paksa untuk berbicara dengan saya. Dia mencoba membuat saya menyerah atas permohonan saya bagi Xiangyang. Saya mengatakan padanya dengan serius bahwa saya akan membantu teman manapun yang membutuhkannya, apalagi tunangan saya.

Setelah dibebaskan, saya tetap mengunjungi Xiangyang. Dia kemudian dipindahkan ke Penjara Liyantou di Tianjin. Penjara masih mempersulit kunjungan saya. Pada April 2008, Penjara Gangbei menarik Xiangyang kembali dan memulai babak lain pencucian otak. Dia diisolasi di sel isolasi kecil dan dikurangi hak kunjungan keluarga. Dia dianiaya dengan "Jangkar Tanah," dan kemudian mulai melancarkan mogok makan yang berlangsung sekitar satu tahun. Dia pantang menyerah atas keyakinanya. Pada April dan Mei 2009, dia dikirim untuk perawatan darurat sebanyak dua kali di Rumah Sakit Xinsheng dan rumah sakit penjara. Dia sangat lemah, dan keluarganya diberitahu bahwa mereka dapat membawanya pulang dengan alasan medis. Jadi, pada 28 Juli 2009, Xiangyang meninggalkan penjara dan kembali ke kota asalnya Changli untuk memulihkan kesehatan. Penjara Gangbei mengharuskan kami hidup di bawah pengawasan Tim Keamanan Nasional dari Kantor 610 Tianjin. Selama pembebasan bersyaratnya, saya mendengar ceritanya tentang apa yang dia alami di penjara.

Ketika Xiangyang pertama kali kembali dari Penjara Gangbei, dia sangat lemah. Perawakannya setinggi 5'9", namun beratnya hanya 86 lbs. Dia nyaris tidak bisa berjalan sendiri dan hanya dapat makan makanan cair. Pada hari ketujuh setelah Xiangyang kembali ke rumah, sekelompok orang terdiri dari enam orang, termasuk yang bertanggung jawab di Penjara Gangbei dan petugas polisi dari Kantor Polisi Changli, tiba-tiba menerobos rumah untuk mengganggunya. Kemudian kami mengetahui bahwa ini karena perincian penganiayaan Zhou Xiangyang tercatat pada Komite Anti Penganiayaan PBB, dan mereka berencana untuk mengirim seorang komisaris untuk menyelidiki Rumah Sakit Perusahaan Institut Survei dan Rancangan Kereta Api ke-3

Ada tiga bekas luka di tangan Xiangyang, di belakang telinga, dan di kaki, disebabkan oleh setruman tongkat listrik bertegangan tinggi berulang-kali. Dia menggambar peta “Jangkar Lantai” dan melukiskan rincian bagaimana para praktisi Falun Gong dianiaya di sel isolasi.

"Tiga narapidana kriminal mengawasi saya, dan salah satunya duduk di atas kepala saya dan menginjak tangan saya. Ini juga merupakan penghinaan dengan menduduki kepala saya di bawah pantatnya. Dua narapidana lainnya duduk dekat kaki saya dan terus membaca artikel yang memfitnah Falun Dafa. Mereka terus memukul dan menghina saya. Beberapa bahkan mengancam untuk membunuh saya. Mereka terus menekan kaki saya, yang menyebabkan rasa sakit yang hebat, karena betis saya menggantung setengah. Mereka mengatakan bahwa mereka 'membantu' saya melatih tulang dengan tidak mengunci saya ke tanah dan mencoba mematahkan pinggang, kaki, dan lengan saya. Ini juga sangat menyakitkan. Kepala Penjaga, Song Xuesen, berada di luar ruangan dan mendengarkan. Ketika sunyi, dia mengancam para narapidana, "Apakah kalian masih ingin melakukannya? Tidakkah kalian ingin mengurangi masa hukuman? Jika tidak ingin melakukannya, keluar saja." Ketika para sipir tidak puas dengan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang narapidana kriminal, mereka membawa narapidana ini kembali ke sel dan menghukumnya. Dia lalu dianiaya oleh para sipir dan narapidana lainnya di dalam sel dan dipaksa melakukan pekerjaan yang sangat kotor. Di bawah tekanan besar dan iming-iming pengurangan hukuman penjara, para narapidana berusaha berbagai cara untuk menyiksa saya. Saya hampir tidak dapat berdiri akibat metode penyiksaan tersebut.”

“Jangkar tanah” adalah penyiksaan yang umum digunakan di Penjara Gangbei, dan diperkenalkan ke semua penjara di Tianjin. Setelah Zhou Xiangyang dibebaskan dari siksaan “Jangkar Tanah”, dia tidak dapat berdiri tegak, dan tidak mampu meluruskan punggungnya selama beberapa bulan. Setelah mendengarkan penderitaan anaknya di penjara, Ibu Xiangyang tidak bisa apa-apa selain mengucurkan air mata.

Setelah Tujuh Tahun Penantian, Akhirnya Kami Menikah

Selama tujuh tahun, saya seringkali bermimpi tentang pertemuan dengan kekasih saya. Tidak ada harapan, ayah saya menyuruh saya keluar untuk berkencan beberapa kali. Ketika dia mengetahui bahwa saya mengajukan permohonan bagi Xiangyang dan berurusan dengan penjara, dia mengkhawatirkan keselamatan saya dan cemas kalau polisi akan menggeledah rumah kami lagi. Dia ingin memutuskan hubungan ayah-anak, bahkan sampai memukul saya, karena takut dan frustrasi. Namun saya sangat yakin bahwa saya harus berdiri untuk Xiangyang, apapun yang terjadi.

Falun Dafa Menakjubkan

Setelah dua bulan mempelajari ajaran Falun Dafa dan melakukan latihan, berat badan Xiangyang meningkat menjadi 103 lbs. Dengan kebaikan yang dia peroleh dari latihan Falun Gong, Xiangyang dengan cepat memperoleh sambutan dari keluarga saya dan teman-teman, terutama ayah saya. Pada 26 Oktober, kami secara resmi menikah. Karena 11 tahun penganiayaan, keluarga Xiangyang hidup penuh kesulitan. Kami tidak berniat mengadakan upacara pernikahan. Namun, Xiangyang memiliki reputasi yang sangat baik diantara keluarga dan teman, begitu banyak orang menawarkan bantuan dan mengadakan pesta. Saya akhirnya mengenakan gaun pengantin putih yang telah saya impikan sangat lama.

Ketika Xiangyang pergi ke unit kerja untuk bertemu dengan para pemimpinnya di Kelompok Perusahaan Institut Survei dan Rancangan Kereta Api ke-3, rekan-rekannya sangat gembira melihatnya. Seorang koleganya sangat mengagumi semangatnya yang pantang menyerah dan ingin menyediakan dana baginya untuk pergi ke luar negeri. Dia menawarkan uang kepada Xiangyang untuk mendukung keluarganya namun Xiangyang tidak menerimanya.

Namun, presiden perusahaan tersebut tidak ingin melihat Xiangyang dan meminta bawahannya untuk memberitahu Xiangyang bahwa file personil-nya masih ditahan di Penjara Gangbei. Hanya jika Tim Keamanan Nasional dari Kantor 610 setuju untuk mentransfernya kembali ke unit kerja awalnya, maka dia akan menerima kedatangannya untuk kembali bekerja.

Pada Mei 2010, ayah saya membantu kami dengan menyewa stan di sebuah supermarket besar dan kami mulai berbisnis. Akhirnya, kami memiliki sumber pendapatan yang stabil. Meskipun hidup kami membaik, Xiangyang masih sangat hemat. Saya sedih melihatnya menderita begitu banyak dan saya selalu ingin membelikan sesuatu yang baik kepadanya untuk membantu meningkatkan kesehatannya. Setiap kali dia meminta saya untuk tidak membuang-buang uang untuknya. Pada musim panas, dia enggan membeli sandal, melainkan tetap mengenakan sepasang sepatu kets yang sama. Mantel musim dinginnya berusia lebih dari sepuluh tahun dan tidak ingin membeli yang baru. Karena dia memilih hidup dengan Sejati-Baik-Sabar, dia menjalani hidup sebagai seorang insinyur tingkat negara sampai mendirikan sebuah usaha kecil di sebuah stan, namun dia tidak pernah mengeluh. Sebaliknya, dia diam-diam terus melakukan apa yang dia harus lakukan. Untuk itu, sebagai istrinya, saya mengaguminya dari lubuk hati.

Secara Ilegal Dikirim Ke Penjara Lagi

Tanpa terduga, pada 5 Maret 2011, petugas berpakaian preman dari Tim Keamanan Nasional Kota Tangshan tiba-tiba menerobos ke rumah kami dan mengobrak-abrik rumah kami. Mereka menangkap kami berdua dan mengambil uang tunai 13.000 yuan dan harta pribadi senilai lebih dari 10.000 yuan. Mereka juga menyita semua buku-buku Falun Dafa kami. Saya ditahan selama 15 hari dan kemudian dipindahkan ke fasilitas pencucian otak setempat. Xiangyang diinterogasi dan dianiaya. Tidak ada yang tahu keberadaannya. Ibu mertua dan adik ipar pergi ke Penjara Gangbei dan menunggu di sana selama dua hari berturut-turut. Namun petugas penjara masih tidak mengizinkan mereka mengunjunginya.

Pada 24 Maret, setelah kembali ke rumah, saya menelepon Penjara Gangbei dan bertanya tentang kondisi fisik Xiangyang. Li Guoyu, asisten kepala penjara, mengatakan bahwa Xiangyang menolak makan apa pun. Karena dia belum pulih sepenuhnya, perut, limpa, dan ginjalnya rusak. Dia mengalami hematuria dan membutuhkan infus setiap dua hari.

Ibu Zhou Xiangyang mengenakan rompi bertuliskan, “Anakku dalam kondisi kritis – Penjara Gangbei tidak mengijinkan kunjungan orangtuanya – putra saya adalah orang baik.”

Pada 12 April, ibu Xiangyang tak bisa menahan rasa derita karena mengkhawatirkan putranya, jadi dia pergi ke Penjara Gangbei lagi. Dalam keputusasaan, dia mengenakan rompi dengan tulisan yang menyatakan anaknya dipenjara secara ilegal dan ditolak haknya untuk mengunjungi putranya. Setelah melihat anaknya dibawa keluar oleh dua kriminal yang mengawasinya, dia tidak bisa menahan air mata. Pada 5 Maret, ketika Xiangyang ditangkap, dia tidak makan apa-apa. Dia bersikeras memprotes penganiayaan. Saya tidak tahu berapa lama kami harus melakukan permohonan namun kami akan terus mengajukan permohonan dan tidak pernah berhenti.

Artikel terkait:
http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/6/24/126227.html
http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/6/20/126150.html
http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/5/5/124948.html

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2011/6/9/一对年轻人的苦难经历-七年等待-九年冤狱-242179.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/6/26/126261.html