Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Perjalanan Kultivasi Seorang Mantan Pasien Kanker

19 Sep. 2011 |   Oleh: Lianxin, seorang praktisi Dafa di Provinsi Shandong, China


(Minghui.org)

1. Tumor Ganas Berubah Jinak


Pada tahun 2003 di usia 24 tahun, saya didiagnosa kena penyakit kanker ganas. Dokter mengatakan bahwa saya hanya memiliki waktu tiga tahun untuk hidup. Karena saya adalah putri satu-satunya, seluruh keluarga merasa depresi dan dalam keputusasaan besar. Saat saya berada di ambang kematian, kami pergi mengunjungi seorang kerabat pada Tahun Baru 2004. Ketika mengetahui situasi saya, dia berkata, "Saya punya saran, Anda barangkali ingin mencoba!" Dia kemudian memberi saya buku Zhuan Falun. Saya membaca satu ceramah setiap hari dan merasakan buku itu dapat membantu. Saya hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh kerabat saya. Ketika saya terus membaca, buku itu benar-benar telah menghilangkan kebingungan saya tentang hidup dan maknanya. Saya akhirnya menyadari bahwa makna sesungguhnya dari hidup saya adalah mencari manifestasi tertinggi dari Dafa: Sejati-Baik-Sabar. Mungkin karena saya tidak berharap penyakit saya sembuh dan karena sikap lurus saya terhadap Fa, Guru memurnikan tubuh saya. Hasil dari operasi kedua  melebihi harapan semua orang: tumor ganas telah menjadi jinak. Para ahli di bidang ini mengatakan bahwa mereka belum pernah melihat ada kasus tumor ganas menjadi jinak dalam waktu singkat. Setelah operasi, saya meninggalkan rumah sakit dengan cepat. Saya belum pernah mendapat suntikan atau memerlukan obat sejak itu.

Setelah keluar dari rumah sakit, saya belajar lima perangkat latihan dan belajar Fa setiap hari. Guru terus memurnikan tubuh saya. Selama lebih dari enam bulan, saya merasa sebelah kaki saya dingin dan yang lainnya panas. Setelah saya mulai bermeditasi, saya merasa indah dan sangat nyaman, seolah-olah saya duduk di dalam kulit telur, meskipun hanya berlangsung dalam waktu yang sangat singkat. Saya memahami bahwa Guru berada di samping saya untuk menjaga dan membantu saya. Ibu sangat berterima kasih kepada Guru karena telah menyelamatkan hidup saya, lalu dia mulai belajar Fa dan melakukan latihan. Kami saling mendukung satu sama lain dan cahaya Dafa telah memurnikan diri kami.

Setelah penyakit saya sembuh, saya kembali bekerja dan meninggalkan lingkungan kultivasi belajar Fa yang saya pernah jalankan bersama ibu. Karena pemahaman saya terhadap Fa sangat minim dan saya berkultivasi sendirian, secara bertahap saya kembali tercemar dalam ‘kolam limbah raksasa’ manusia biasa. Melihat saya tidak tekun, ibu sangat cemas. Ketika saya kembali ke rumah pada akhir pekan, ibu akan menggunakan setiap kesempatan untuk berbagi pemahaman dengan saya dan mengajak saya belajar Fa bersama dan melakukan latihan. Saya memiliki banyak gangguan pada waktu itu. Saya selalu berbicara tentang urusan manusia biasa, dan begitu saya mendengar tentang belajar Fa, kulit kepala saya akan kesemutan. Kadang-kadang saya menjadi cemas dan merasa mual ketika saya hendak melakukan latihan. Setelah berbagi dengan ibu, saya merasa lebih baik untuk sementara. Tapi begitu saya kembali ke masyarakat manusia biasa, saya berubah kembali. Kemudian, saya bahkan bermain game online untuk menghabiskan waktu. Saya seperti itu selama setahun.

Namun Guru tidak meninggalkan saya. Pada tahun 2006, saya bertemu dengan calon suami saya. Seluruh keluarganya mulai berlatih Falun Dafa sebelum tahun 1999. Saya tahu Guru tidak ingin saya tertinggal dan telah mengatur ini untuk saya. Maka, saya kembali ke Dafa dan sekali lagi menjadi pengikut Dafa yang bahagia.

2. Promosi di Tempat Kerja

Melalui calon suami, saya bertemu beberapa pengikut Dafa yang tekun, mengakhiri berkultivasi sendiri. Setelah berbagi dengan mereka, saya sangat menyesali kemunduran saya dan mulai serius belajar Fa. Pada waktu itu, saya hanya punya beberapa buku Dafa dan tidak memiliki ceramah Guru yang lain. Secara kebetulan saya mendengar dari seorang kerabat bahwa seorang teman praktisi punya satu kotak buku-buku Dafa ekstra. Saya segera bergegas ke sana dan mengumpulkan semua buku-buku Dafa. Seperti menemukan harta karun, saya membacanya berulang-ulang. Seketika saya memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang Fa. Saya benar-benar mengikuti standar Dafa dalam hidup saya. Lingkungan sekitar saya telah menjadi lebih baik dan pekerjaan saya berjalan lancar. Pimpinan meminta saya mengerjakan beberapa tugas dari rekan-rekan yang berantakan. Jadi, meskipun pekerjaan saya tidak berubah dan beban kerja saya tetap sama, saya tidak terbebani oleh pekerjaan saya dan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan latihan dan belajar Fa.

Pada tahun 2006, penilaian untuk ke jenjang gaji yang lebih tinggi tiba. Penilaian memiliki persyaratan, yaitu, pelamar harus pernah menerbitkan setidaknya satu artikel di jurnal nasional atau provinsi. Untuk dapat diterbitkan, pemohon harus memberikan sejumlah uang tertentu ke penerbit. (Jumlah tersebut tergantung pada pentingnya artikel yang diterbitkan dalam jurnal: semakin penting, semakin mahal). Kadang-kadang editor hanya akan menempatkan nama apa pun yang mereka pilih dalam sebuah artikel. Saya pikir itu penipuan dan praktisi Dafa tidak seharusnya melakukan itu. Maka, saya membiarkan kolom jumlah uang tetap kosong dan menyerahkan aplikasi. Beberapa hari kemudian, seorang rekan dari departemen personalia datang dan melihat kolom kosong pada aplikasi saya. Dia mengatakan kepada saya, tanpa pemberitahuan lebih dahulu, aplikasi saya akan diseleksi di babak penyisihan pertama. Saya tidak marah, karena saya ingat Guru pernah berkata: "Kita selaku seorang xiulian berprinsip mengikuti keadaan secara wajar, yang semestinya milik anda tidak akan hilang, yang bukan milik anda juga tidak akan dapat direbut." (Zhuan Falun) Lalu saya berpikir, karena aplikasi saya akan didiskualifikasi, akan lebih baik untuk mendapatkan beberapa ratus dollar dikembalikan kepada saya, karena sumber daya Dafa terbatas dan saya tidak seharusnya memboroskannya! Saya pergi ke departemen personalia untuk meminta dan menarik aplikasi saya, tetapi saya diberitahu bahwa itu sudah diajukan. Saya memutuskan untuk membiarkannya berjalan secara alami. Seorang praktisi harus mengikuti segala hal secara wajar. Jika sesuatu adalah milik Anda, Anda tidak akan kehilangan, jika ada sesuatu yang bukan milik Anda, Anda tidak akan memilikinya walaupun Anda berjuang untuk itu.

Saya kemudian melupakan semuanya. Saya sangat terkejut ketika seorang rekan menelepon untuk memberi tahu bahwa jabatan baru saya telah disetujui. Bagaimana mungkin? Tanpa pernah menerbitkan sebuah artikel, bukankah aplikasi akan ditolak? Rekan saya kemudian menceritakan kepada saya. Ternyata seorang sekretaris Partai baru telah ditugaskan untuk unit kami kurang dari sebulan yang lalu dan ia juga menjabat sebagai direktur komite. Setelah pemeriksaan pertama, ketika juri sedang beristirahat, ia melihat semua aplikasi yang tidak memenuhi syarat dan milik saya. Tampaknya aplikasi saya membuat kesan yang baik padanya. Dia memanggil direktur personalia untuk menanyakan apakah orang seperti itu telah mengajukan aplikasi. Direktur personalia menegaskan hal tersebut. Sekretaris Partai diam-diam membiarkan aplikasi saya di tumpukan yang telah disetujui. Sebagai sekretaris Partai yang baru, ia tidak mungkin mengenal saya. Saya tahu adalah Guru kita telah bermurah hati memberi saya dorongan. Dalam hati saya terus berkata: "Terima kasih, Guru. Terima kasih, Guru."

3. Rekan Praktisi sebagai Cermin Bagi Saya

Suami saya dibesarkan dalam keluarga tradisional. Dia sangat jujur dan tidak banyak bicara. Saya telah menerima banyak ide-ide menyimpang dari masyarakat jaman sekarang setelah saya meninggalkan sekolah tinggi dan tinggal jauh dari orang tua. Meskipun saya sudah berkultivasi, saya punya banyak kebiasaan buruk yang tidak saya sadari. Sebagai contoh, saya suka bercanda, berbicara tanpa mempertimbangkan orang lain, menyibukkan diri dengan hal-hal sepele, dan sebagainya. Awalnya, saya tidak menerima apa yang dia katakan. Saya merasa dia selalu menemukan kesalahan saya, jadi saya meremehkan apa yang dia katakan dan menganggapnya sebagai pria tua yang kurang gaul. Perlahan-lahan saya menemukan dia berubah. Adakalanya dia bercanda, dan bahkan dia sedikit cerdik. Dan ketika saya mengatakan sesuatu yang salah dengannya, dia akan segera mencari alasan untuk membenarkan hal itu. Singkatnya, ia telah berubah. Saya bingung: Saya merasa apa yang telah saya lakukan salah, dan kadang-kadang saya merasa bersalah.

Suatu ketika kami ada perselisihan yang disebabkan hal sepele. Saya berkata, "Bagaimana kamu bisa begitu?" Dia berkata, "Saya bercermin darimu!" Tiba-tiba saya tersadarkan. Benar! Semua perilaku suami saya karena tingkah laku saya! Bukan karena suami saya yang berubah. Guru menggunakan rekan praktisi sebagai cermin agar saya bisa melihat pikiran dan tindakan buruk saya, sehingga saya bisa memperbaiki diri sendiri! Saya mencari ke dalam dan menemukan mengapa saya tidak bisa melihat masalah sendiri dan hanya bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi pada orang lain. Faktanya, saya selalu fokus pada orang lain selama bertahun-tahun. Saya menggunakan Fa untuk mengukur orang lain dan menggunakan kata-kata Guru untuk menyalahkan orang lain. Ketika orang lain tidak mendengarkan, saya menjadi sangat gusar dan mengatakan kepada mereka bahwa Guru telah mengatakan demikian dan bagaimana bisa mereka tidak mendengarkan? Saya menggunakan kata-kata Guru sebagai tongkat untuk memukul orang. Ini tindakan tidak hormat terbesar kepada Guru! Saya selalu menemukan alasan untuk membenarkan diri dan perilaku sendiri yang tidak baik. Bagaimana perilaku ini bisa disebut perilaku seorang praktisi? Menyadari hal ini, saya mulai membaca artikel berbagi pengalaman tentang setiap pikiran kita harus berada di dalam Fa.  Saya menyadari bahwa medan praktisi dikendalikan oleh pikiran mereka. Ketika ada pikiran buruk dalam pikiran mereka, hal buruk akan dipancarkan ke luar dan memengaruhi orang-orang dan hal-hal di sekitar mereka, sehingga terjadi perubahan pada lingkungan dan "berubah mengikuti pikiran sendiri." Sejak itu, saya secara ketat mengikuti Fa dan memperbaiki setiap kata dan perbuatan saya. Seperti apa yang dikatakan Guru: ("Ceramah Fa Pada Konferensi Fa Washington DC 2009") "Sebagai orang Xiulian, mengintrospeksi ke dalam adalah sebuah pusaka."

4. Maju Bersama, Meningkat Secara Kesatuan

Suami saya memiliki dua saudara perempuan. Tujuh dari keluarga kami berlatih Dafa bersama-sama, namun konflik tidak berkurang meskipun kami berkultivasi. Pada saat berkumpul, kami sering berdebat. Kami semua berpegang pada pendapat masing-masing. Kami sering berdebat sengit dan akhirnya bubar dalam situasi tegang. Setiap kali setelah saya menenangkan diri, saya bertanya-tanya mengapa ada perbedaan pendapat sedangkan kami adalah praktisi Xiulian? Suatu hari ketika saya sedang membaca "Ceramah Fa pada Konferensi Fa New York 2007," seorang rekan praktisi mengajukan suatu pertanyaan yang berhubungan dengan situasi serupa. Guru menjawab:

“Pengikut Dafa di tengah Xiulian pasti akan ada konflik yang terefleksi ke luar. Jika semuanya tidak bisa mencari ke dalam, tak peduli anda adalah sekeluarga, atau antara sesama praktisi, juga akan membuat konflik terus saja membesar, berlarut dalam waktu lama tahap cobaan tetap saja tidak berhasil dilewati. Lalu bagaimana? Semua harus mencari ke dalam. Siapa yang dapat mewujudkannya lebih dulu, maka akan membuat masalah tersebut terjadi pencairan. Jika semuanya dapat mewujudkan, masalahnyapun selesai.”

Saya pikir situasi tersebut harus berubah. Tidak ada yang dapat memisahkan pengikut Dafa, dan saya harus melakukannya lebih dulu. Ketika kami berkumpul lagi, saya mencoba untuk menahan diri agar tidak berbicara terlalu banyak dan tidak memaksa ide saya ke orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, saya mencoba untuk melakukan pekerjaan rumah tangga lebih banyak. Saya sering bertukar pikiran dengan saudari ipar dan mencoba untuk bersikap baik dan ramah. Saya segera menemukan bahwa kakak yang temperamennya berapi-api telah berubah. Dia menjadi lebih pemaaf. Dan adik yang lain, yang suka mengobrol tentang hal-hal manusia biasa, bisa mendiskusikan masalah dari sudut Fa. Ayah mertua juga kadang-kadang mampu melepas ide-ide lama dan menerima ide-ide kami. Maka, saya memiliki pemahaman yang lebih dalam seperti apa yang dikatakan Guru kepada para murid dari Australia dalam "Ceramah Fa kepada Praktisi Australia."

Sekarang seluruh keluarga kami bekerja sama dengan baik. Kakak ipar saya mengirim sms kepada saya untuk membaca artikel sharing pengalaman rekan-rekan praktisi. Adik ipar saya mengirimkan nomor telepon untuk diklarifikasi yang akan dipublikasikan pada situs web Minghui. Bahkan dua keponakan saya mengumpulkan nama dan alamat untuk dikirimkan materi klarifikasi fakta. Kadang-kadang ketika seluruh keluarga kami pergi keluar untuk bermain dan bertemu orang-orang yang memiliki takdir pertemuan, salah satu dari kami akan memancarkan pikiran lurus sementara yang lain menjelaskan fakta kebenaran. Jika salah satu dari kami tidak bisa mengklarifikasi fakta kebenaran, yang lain akan mengklarifikasi dari sudut yang berbeda. Rumah kami telah menjadi lokasi belajar Fa dan kami belajar Fa bersama-sama dua kali seminggu.

5. Melakukan Tiga Hal dan Perjalanan Pulang Kembali ke Rumah

Tidak lama setelah saya bertemu dengan suami saya pada tahun 2006, ia membawa kotak kardus ke asrama saya. Di dalamnya adalah printer. Sejak hari itu, bunga kecil dalam diri saya mulai berakar. Dalam beberapa tahun terakhir, fasilitas produksi materi klarifikasi keluarga kami telah beroperasi dengan lancar. Kami membuat materi klarifikasi fakta, catatan, dan materi lainnya. Kadang-kadang saya melakukan pekerjaan desain untuk membuat CD. Proses pembuatan CD juga adalah proses kultivasi. Saya tidak mempunyai latar belakang profesional dalam bidang ini. Seorang rekan praktisi sering mengajukan permintaan agar saya memperbaiki desain. Awalnya saya merasa dipersalahkan, tidak mengerti mengapa persyaratan harus begitu tinggi. Kadang-kadang saya bekerja dalam waktu yang lama untuk  sebuah desain, tetapi masih tidak memenuhi persyaratan rekan praktisi dan saya harus mulai dari awal lagi.

Kadang-kadang saya berpikir desain saya sangat bagus, tetapi praktisi lain menilai itu belum memenuhi standar estetika. Sering kali saya berpikir untuk berhenti, tapi saya kembali ke komputer sambil menangis. Saya tahu praktisi lainnya tengah bertanggung jawab terhadap Fa. Saya tidak perlu berdebat dan tanpa syarat bekerja sama dengan dia, untuk memaksimalkan kekuatan bersama kami. Setelah membaca artikel Guru, "Semakin Gigih Maju," saya tahu saya telah melakukan hal yang benar. Selama proses ini, saya telah menyingkirkan banyak konsep manusia biasa: keterikatan ingin cepat berhasil, sikap melakukan sesuatu hanya secara permukaan, keterikatan puas diri, dan sebagainya.

Chinese: http://minghui.ca/mh/articles/2011/8/27/一个前癌症患者的修炼之路-245869.html
English http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/9/3/127836.html