Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Jakarta: Mendukung 100 Juta Pemunduran Dari Partai Komunis China

21 Sep. 2011

(Minghui.org) Pada 7 Agustus 2011, angka pemunduran dari Partai Komunis China (PKC) dan organisasi afiliasinya (seperti: Liga Pemuda Komunis dan Pionir Muda) telah mencapai angka bersejarah 100 juta. Semakin banyak rakyat China yang telah mengenali karakter sesungguhnya dari PKC dan menarik garis pemisah serta menyatakan mundur dari partai tersebut.



Gelombang pemunduran tersebut dimulai pada akhir 2004, setelah terbitnya editorial Sembilan Komentar Mengenai Partai Komunis yang mengupas sejarah kelam PKC. Gerakan pemunduran tersebut dapat dipandang sebagai suatu gerakan moral khas rakyat China yang menolak berbagai bentuk kekerasan serta kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan penguasa komunis sejak mulai berkuasa pada tahun 1949 hingga saat ini.

Dalam berbagai kampanye serta gerakan politiknya, seperti: Gerakan Anti Sayap Kanan, penindasan terhadap kelompok agama, ‘Lompatan Besar Ke Depan’, ‘Revolusi Besar Kebudayaan’, pembantaian mahasiswa di Tiananmen, dan dalam lebih satu dekade terakhir penganiayaan kejam terhadap para praktisi Falun Dafa, PKC bukan saja telah menimbulkan lebih dari 80 juta kematian tidak wajar pada rakyatnya, tetapi juga telah merusak nilai-nilai tradisional serta sendi-sendi moral bangsa China dan menggantinya dengan paham ateisme, yang bertentangan dengan Langit dan Bumi.

Untuk menyatakan dukungan bagi 100 juta rakyat China pemberani yang telah menyatakan pemunduran diri mereka dari PKC, Liga Pemuda dan Pionir Muda Komunis, pada 17 September 2011 siang di depan Kedubes China di Jakarta, para praktisi Falun Gong Jakarta beserta simpatisan yang tergabung dalam ‘Friends of Falun Gong’ mengadakan aksi damai, untuk memberi tahu lebih banyak warga Jakarta akan adanya gelombang pemunduran tersebut. Pada kesempatan tersebut, Tianguo Marching Band Jakarta juga turut memeriahkan acara tersebut.

Selain pengendara mobil yang melintas, banyak perwira dan petugas polisi yang menjaga kelancaran kegiatan tersebut, memperoleh kesempatan untuk mengenal fakta tersebut. Beberapa media online maupun televisi datang meliput kegiatan serta mewawancarai koordinator lapangan.