Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mendapatkan Belas Kasih Melalui Kultivasi, Menyelamatkan Makhluk dengan Kebiajaksanaan

8 Jan. 2012 |   Oleh: praktisi di Provinsi Anhui, China

Dari Konferensi Berbagi Pengalaman di Internet kedelapan untuk Praktisi di China


(Minghui.org)

Salam Guru!

Salam rekan-rekan praktisi!

Saya seorang petani berumur 59 tahun. Sudah 13 tahun saya memperoleh Fa sejak musim gugur tahun 1998. Begitu mulai berlatih Dafa, tiga penyakit kronis yang saya derita lenyap, sejak saat itu saya merasa sehat dan bersemangat. Yang lebih menggembirakan adalah Guru membimbing saya di jalur kultivasi. Semakin menjalaninya, saya merasa semakin bersemangat dan luar biasa. Oleh karena itu, saya menghargainya seperti menghargai jiwa saya sendiri.

Rekan praktisi memberitahu saya bahwa artikel berbagi pengalaman saya dipublikasikan di Minghui.org (versi mandarin dari Kebijakanjernih) sebagai bagian dari Konferensi Berbagi Pengalaman Kultivasi di Internet tahun 2009. Dua dari artikel saya yang membicarakan tentang menyelamatkan orang melalui klarifikasi fakta juga dipublikasikan di Mingguan Minghui. Apa lagi yang bisa saya tulis sekarang? Pagi ini setelah latihan, saya berpikir untuk menulis artikel berbagi pengalaman lagi. Saya tahu menulis artikel adalah untuk melaporkan kultivasi saya kepada Guru dan untuk berbagi dengan rekan-rekan praktisi. Proses menulis juga adalah proses untuk meningkatkan xinxing saya. Oleh karena itu saya merasa saya harus menulis. Begitu saya berpikir ini, saya melihat Falun berputar di sudut mata kiri saya, saya tahu Guru sedang mendorong saya. Saya akan membicarakan pengalaman kultivasi saya dalam tiga aspek.

1. Memperkenal Dafa Kepada Lebih Banyak Orang, Lebih Banyak Praktisi Dapat Lebih Banyak Menyelamatkan Orang

Untuk mencegah orang-orang diselamatkan, kekuatan lama telah merusak moralitas manusia hingga ketingkatan yang sangat parah. Di kota kelahiran saya, pejabat pemerintahnya serakah. Orang-orang biasa terbiasa membeli produk-produk palsu dan menggunakan uang palsu, pedagang sayuran selalu curang dengan merekayasa timbangan dan para pekerja setiap hari mencuri dari pabrik mereka.

Pada musim semi tahun 1999, para praktisi dari kota sebelah datang untuk mempromosikan Dafa. Banyak praktisi baru yang datang untuk belajar, tetapi kebanyakan berusia setengah baya atau warga senior yang mencari penyembuhan penyakit. Ketika Partai Komunis China (PKC) mulai menindas Falun Gong, mereka berhenti latihan karena takut. Istri saya dan saya mengunjungi beberapa orang dari mereka untuk mendorong mereka keluar, dan kemudian kami mengirimkan DVD klarifikasi fakta ke rumah mereka. Hanya dua orang di antara mereka yang berani menerima DVD, tetapi mereka berdua masih belum berani keluar untuk melakukan pekerjaan klarifikasi fakta. Sejak saat itu, saya telah mengendarai sepeda ke beberapa kota tetangga untuk mengklarifikasi fakta ke masyarakat di sana, namun saya belum banyak mendengar berita tentang para praktisi di kota-kota tersebut. Ketika saya mendengar bahwa sekitar 10% penduduk di Nanjing adalah praktisi, saya merasa iri. Lebih banyak praktisi dapat lebih banyak menyelamatkan orang. Jadi saya ingin melakukan apa saja untuk memperkenalkan Dafa kepada masyarakat. Dalam 12 tahun terakhir, saya telah mempromosikan Dafa kepada lebih dari 100 orang yang semuanya telah membaca Zhuan Falun atau menonton video ceramah Fa di Guangzhou. Lebih dari duapuluh orang di antaranya sudah mulai berlatih Falun Gong dan sepuluh orang di antaranya juga keluar mengklarifikasi fakta. Praktisi-praktisi baru ini tinggal dalam radius lima kilometer dari rumah saya. Saya sering mengirimkan DVD dan materi-materi lainnya ke rumah mereka, berbagi pengalaman kultivasi dan menawarkan bantuan dalam hal kultivasi. Dalam perjalanan pulang, saya juga mengklarfikasi fakta kepada orang. Seiring meningkatnya jumlah praktisi baru, upaya klarifikasi fakta kami telah meningkat dan lebih banyak orang yang telah diselamatkan.

Beberapa tahun yang lalu, seorang pemuda datang ke kota saya untuk menjual makanan babi. Setelah mendengarkan penjelasan saya mengenai fakta Falun Gong, keesokan harinya ia datang ke rumah untuk belajar. Saya juga membantu ia mundur dari PKC dan organisasi yang terkait dengannya. Ia berasal dari Wuhan dan sedang magang di perusahaan pamannya. Saya memberitahunya bahwa di Provinsi Hubei banyak praktisi, ia harus berhubungan dengan praktisi lokal di daerahnya. Sebelum ia pergi, saya memberinya sebuah buku Zhuan Falun sebagai hadiah. Setengah bulan kemudian, ia datang kembali bersama rekan kerja. Begitu mereka memasuki rumah saya, ia memanggil saya “Guru.” Saya segera menghentikannya dan berkata, “Saya hanyalah Pembina. Hanya ada satu Guru dan ia adalah Guru Li Hongzhi yang dihormati di seluruh dunia.” Kemudian saya menjelaskan fakta kepada rekan kerjanya dan membantu rekannya untuk mundur dari PKC. Ketika saya mengetahui mereka akan pergi ke Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei, saya memberitahunya untuk menyelamatkan keluarga dan saudara-saudaranya, ia harus lebih banyak belajar Fa dan berlatih gerakan.

Selama Shanghai World Expo berlangsung, Komite Pertanian Provinsi mengirim seseorang yang bertanggung jawab “mensejahterakan petani” ke kota saya untuk mempelajari teknik-teknik menanam. Kebetulan kami menunggu bus yang sama. Setelah saya mengetahui siapa dia, saya menyuruhnya untuk mengikuti saya. Ahli tanaman yang akan mengajarinya adalah keponakan saya. Kemudian saya bercerita mengenai Falun Gong kepadanya. Dia berkata, “Saya pernah mendengar tentang Falun Gong di Beijing. Mereka berhenti bekerja begitu mulai berlatih Falun Gong, dan mereka berpikir mereka dapat memperoleh apa saja yang mereka harapkan.” Saya mengatakan kepadanya, “Itu semua adalah propaganda jahat PKC. PKC adalah aliran sesat yang sesungguhnya. Praktisi Falun Gong ingin berkultivasi untuk mencapai kebenaran universal dan tidak mempunyai ambisi terhadap uang ataupun kekuasan politik.” Ia mengikuti saya pulang. Saya menyiapkan teh untuknya dan memutarkan DVD “MInghui Shifang: Jauhi Politik dan Mulailah Berkultivasi.” Ia menontonnya dengan penuh perhatian. Istri saya dan saya menyiapkan makan siang yang lezat untuknya. Kemudian kami memutar DVD “Kata-Kata Tersembunyi di Dalam Batu” dan membujuknya untuk mundur dari PKC dan organisasi terkaitnya. Ia berkata, “Pemerintah sangat korup dan semua pejabat mengejar uang. Komite pertanian provinsi mengirim saya ke sini untuk meneliti teknik-teknik menanam, agar mereka dapat mengajukan permohonan tambahan uang ke pemerintah pusat. Saya sudah cukup melihat. Saya juga akan berkultivasi Falun Gong.” Saya memberinya sebuah buku Zhuan Falun dan DVD Falun Gong serta DVD Shen Yun sebagai hadiah. Saya mengatakan kepadanya, “Teknik menanam keponakan saya sangat bagus. Ia telah memimpin seluruh desa mencapai kesejahteraan lebih tinggi dengan tekniknya dan telah memenangkan banyak pengakuan. Ia dulu seorang pejabat pemerintah tetapi sekarang ia sudah mulai berlatih Falun Gong. Kalian berdua harus baik-baik mengobrol.” Kemudian saya menunjukkan jalan ke rumah keponakan saya. Satu lagi orang yang memiliki takdir pertemuan mulai berkultivasi sekarang.

Tahun lalu saya dihukum satu tahun kerja paksa. Di dalam kamp kerja paksa, saya mengklarifikasi fakta ke lebih dari 100 orang termasuk Sembilan penjaga kamp. Saya keluar dari kamp kerja paksa dengan daftar 23 nama orang yang ingin mundur dari PKC. Setelah mengetahui kebenaran selama beberapa bulan mereka bersama saya di dalam kamp, ada orang yang mulai berlatih Falun Gong. Salah satu dari mereka berasal dari Provinsi Henan, lulusan dari sekolah kejuruan. Ia berada di kamp kerja paksa karena terlibat dalam penjualan bermodel piramida. Ia suka mendengarkan saya berbicara mengenai prinsip-prinsip kultivasi tingkat tinggi dan mempelajari syair dari kelima perangkat gerakan dan beberapa puisi dari Hong Yin. Saya merasa dia memiliki bakat yang bagus untuk berkultivasi, jadi saya menyuruhnya datang ke rumah saya untuk belajar Falun Gong setelah bebas. Ia menelpon saya begitu ia bebas. Saya menyambutnya di rumah dan memutarkan DVD klarifikasi fakta. Dia kemudian belajar Zhuan Falun dan berlatih bersama saya. Dia sangat pintar dan cepat dalam menguasai semua latihan gerakan. Untuk latihan ke lima, ia dapat duduk dengan sila tunggal selama 44 menit untuk pertama kalinya. Berikutnya, ia dapat duduk dengan sila ganda selama 45 menit. Saya dengan istri sangat gembira dan memintanya untuk tinggal bersama kami selama empat hari sebagai tamu kehormatan. Sebelum ia pergi, ia mengunduh file audio Ceramah di Jinan dan musik latihan. Istri saya juga memberinya beberapa potong pakaian bagus dan menyuruhnya untuk belajar Fa dengan baik, berlatih gerakan, dan menyelamatkan teman-teman dan saudaranya. Ia mengangguk setuju.

2. Menyelamatkan Makhluk Hidup Melalui Klarifikasi Fakta

Tiga belas tahun berkultivasi telah merubah saya dari sebuah medan karma, seorang yang egois menjadi praktisi yang memiliki belas kasih dan selalu berpikir tentang bagaimana untuk menyelamatkan orang. Dafa telah memberikan saya kehidupan baru, sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Dalam proses menyelamatkan orang, saya tidak membeda-bedakan orang, orang muda, tua, tuli, ataupun, buta.

Saya pernah berlatih seni bela diri; saya pernah menjadi prajurit di militer dan menjadi buruh pengganti. Jadi, saya dapat memulai suatu pembicaraan dengan mudah dengan berbagai jenis orang, lalu mengklarifikasi fakta sesuai dengan keadaan dan kemampuan mereka untuk mengerti. Di lingkungan tetangga semua mengenal saya sebagai seorang yang hangat, mau membantu sesama. Sebagai contoh, orang-orang sering meminta bantuan saya untuk menulis kaligrafi China bertema sajak pernikahan atau sebagai penerima tamu di acara pernikahan dan pemakaman. Kadang-kadang, saya yang menawarkan bantuan kepada orang lain untuk menciptakan kesempatan memberitahu orang-orang mengenai Falun Gong. Ketika sedang bersepeda di jalan, saya berhenti untuk berbicara dengan pejalan kaki, tak peduli mereka orang muda, setengah baya atau manula. Saya juga menawarkan rokok kepada mereka yang merokok untuk menunjukkan hormat. Karena saya memperlakukan orang lain dengan ramah, efek klarifikasi fakta saya menjadi sangat positif.

Pada musim panas tahun 2008, saya diundang ke pesta pernikahan saudara sepupu. Saat memasuki halaman depan, saya berbicara dengan dua orang dan membujuk mereka untuk mundur dari PKC. Setelah pesta dimulai, suami sepupu saya mengundang saya masuk ke ruangan tempat pelaminan. Semua yang berada di sana berpakaian bagus. Ketika saya duduk, seorang pemuda dengan sopan menawarkan saya rokok. Dengan saya pelan saya berkata, “Saya berlatih Falun Gong dan tidak merokok.” Ia terkejut dan balik berbisik, “Kebanyakan orang di sini adalah pejabat pemerintahan desa. Orang yang duduk di ujung meja itu adalah pejabat pemerintahan kota.” Saya tersenyum. Berikutnya, seorang pejabat muda desa menuangkan saya arak. Saya berdiri dengan sopan dan berkata sambil tersenyum, “Terima kasih. Saya adalah praktisi Falun Gong, jadi saya tidak minum alkohol.” Tiba-tiba semua mata melihat ke arah saya. Saya berkata kepada mereka, “Apakah ada yang berpikir saya seperti orang yang akan membunuh orang lain atau bunuh diri?” Kemudian, saya melanjutkannya dengan memberitahu mereka fakta di balik kejadian pembakaran diri di Lapangan Tiananmen dan tentang menyebarluasnya Falun Dafa ke seluruh dunia. Pejabat desa yang menuangkan arak menunjukkan jarinya ke arah saya dan berkata, “Kamu tidak takut berbicara tentang Falun Gong. Kamu pasti belum pernah di penjara.” Saya tersenyum dan menjawab, “Saya sudah pernah dipenjara empat kali.” Semua orang di meja berhenti minum dan memperhatikan saya. Lalu saya lanjutkan bercerita mengenai bagaimana Jiang Zemin menekan gerakan demokrasi mahasiswa dan menindas Falun Gong, dan sekarang ia akan dihukum oleh langit. Pejabat desa tidak berhasil mendebat saya dan mungkin merasa malu di depan atasannya yang duduk di meja. Sekali lagi ia berdiri dan menunjuk saya, “Katakan kepada putrimu jangan pernah bermimpi untuk masuk ke perguruan tinggi.” Saya jawab, “Kamu salah lagi. Leluhur kita percaya terhadap Surga dan dewa. Kami praktisi Falun Gong juga percaya dewa dan diberkahi serta dilindungi oleh dewa. Semua putri saya sudah lulus kuliah dan punya pekerjaan yang bagus.” Ruangan itu tiba-tiba dipenuhi orang-orang yang berbicara dengan suara yang menenangkan. Mungkin mereka bergembira untuk saya. Saya melihat mereka tersenyum. Saya menghabiskan banyak waktu berbicara dengan mereka mengenai Falun Gong hingga hanya dapat makan sedikit. Namun, saya telah membuat semua orang di meja saya mengetahui kebenaran. Kemudian, pejabat desa lain memberitahukan suami sepupu saya, “Saudara kamu itu benar-benar berani. Dia berani berbicara mengenai Falun Gong di depan umum.” Suami sepupu saya berkelakar, “Ia punya banyak koneksi di tingkat tinggi. Bahkan ia juga punya kenalan di PBB.”

Pagi hari tanggal 2 Juli 2011, ketika saya selesai memasak makan siang, istri saya yang baru pulang dari pasar berkata, “Ada lima pekerja yang sedang memperbaiki jalan. Mereka pas ada di depan rumah kita. Keluarlah ceritakan kepada mereka tentang Falun Gong.” Saya mengambil sebungkus rokok dan cepat-cepat keluar. Saya melihat mereka bercucuran keringat. Saya berkata kepada mereka sambil tersenyum, “Kalian sungguh bekerja keras. Dari kota mana?” “Kota Xu,” jawab mereka. Saya menawarkan rokok kepada mereka sambil berkata, “Saya punya dua orang teman tentara dari kesatuan saya yang tinggal di Kota Xu.” Ketika saya menyebutkan nama mereka, mereka semua mengatakan mengenalnya. Saya menanyakan mereka apakah ada banyak praktisi Falun Gong di kota mereka. Mereka berkata, “Sepuluh tahun yang lalu, ada beberapa. Sekarang kami sudah tidak pernah dengar.” Kemudian saya mengundang mereka makan siang. Mereka mengatakan hanya punya biskuit. Jadi saya mengundang mereka masuk ke dalam rumah dan minum air. Begitu memasuki halaman depan, saya menyuruh istri untuk membeli buah semangka. Para pekerja itu menolak dan mencegah istri saya pergi. Saya memberitahu mereka, “Jalan di depan rumah saya sudah dua kali diperbaiki selama beberapa tahun terakhir ini. Kami selalu menawarkan para pekerjanya air hangat. Tahun lalu ada seorang pekerja tua yang menginap untuk mengawasi tempat pembangunan. Istri saya memberikan dia semangkuk sup telur. Hari ini kita bisa bertemu karena jodoh. Kalian adalah tamu saya. Butuh waktu untuk memasak air. Jadi, sudah biasa makan buah semangka sambil kita menunggu.” Mereka tersentuh. Lalu saya memutar DVD ketika istri saya sedang membeli semangka dan memotongnya. Para pekerja menikmati kipas angin dan buah semangka sambil menonton DVD klarifikasi fakta. Mereka terlihat gembira dan terkejut dengan isi dari ramalan kuno. Saya memberitahu mereka mengenai ramalan itu dan membujuk mereka untuk mundur dari PKC. Kecuali seorang pekerja yang buta huruf, keempat lainnya setuju untuk mundur dari PKC. Mereka katakan mereka akan menyuruh keluarga mereka untuk mundur juga. Jadi saya memberitahukan mereka metode yang dapat digunakan oleh keluarga mereka untuk mundur.” Dan beberapa yang lain. Saya menghimbau mereka untuk saling meminjamkan DVD di antara mereka. Tiga orang dari mereka ingin membeli buku Dafa untuk dibawa pulang. Saya berkata, “Kalian masih harus tinggal di tempat pembangunan untuk beberapa hari lagi. Mudah untuk menyimpan DVD tetapi kurang sesuai untuk menyimpan buku ini. Jika kamu benar-benar ingin menjadi praktisi, kembalilah nanti, saya akan memberikan kalian buku-buku dan DVD latihan.”

Bulan lalu, seseorang dari desa tetangga meminta saya untuk membantu mereka menjadi pembukuan bagi sebuah pemakaman. Saya datang lebih pagi ke sana dan tetap tinggal setelah pekerjaan selesai agar dapat berbincang-bincang dengan orang-orang di sana mengenai Falun Gong. Saya berbicara dengan lebih dari duapuluh orang. Tiga di antaranya setuju untuk mundur dari PKC. Saya membagikan sepuluh set DVD, dan satu orang ingin belajar Falun Gong. Menurut pendapat saya, pernikahan dan pemakaman adalah tempat yang bagus untuk mengklarifikasi fakta. Selama bertahun-tahun saya telah menghadiri banyak acara tersebut, efeknya sangat positif.

3. Meningkatkan Xinxing di Dalam Proses Menyelamatkan Orang

Sekitar bulan April atau Mei 2009, saya sedang bersepeda menuju ke rumah seorang rekan praktisi yang berjarak 20 kilometer jauhnya. Setelah bersepeda beberapa kilometer, saya melihat ada seseorang sedang berjoging di depan saya. Saya mengejar pelari itu dan menyapanya. Dan saya mulai berbicara mengenai Falun Gong. Di luar dugaan, sikapnya kurang baik terhadap Falun Gong dan segera saja ia berpidato mengenai propaganda busuk PKC. Ia berkata, “PKC memimpin rakyat dalam revolusi menggulingkan tiga gunung besar…” Saya pikir ia adalah pensiunan pejabat pemerintah. Saya menginterupsinya. “Saya bisa melafalkan apa yang Anda katakan bahkan ketika saya masih sekolah dasar. Tetapi, komunisme berasal dari Marx yang adalah orang Jerman. Sekarang Rusia saja telah membuangnya, hanya kita orang China yang masih terbebani. Beberapa pejabat pemerintah masih ngefans dengan komunisme sampai-sampai menjadi bodoh, berkata bahwa mereka akan bertemu dengan Marx setelah meninggal. Mengapa mereka tidak pergi menemui Kaisar Yan atau Kaisar Huang setelah meninggal?” Semakin berbicara saya semakin marah. “Sebagai orang asing, apakah Marx akan mengenali Anda?” Pensiunan tua itu berjoging menjauh. Saya bersepeda lagi beberapa kilometer jauhnya sebelum menyadari bahwa saya telah berlaku kasar. Saya mencari ke dalam sambil terus bersepeda dan menjadi jelas bahwa saya telah melakukan kesalahan besar. Saya mengingatkan diri sendiri, “Mengklarifikasi fakta adalah untuk menyelamatkan orang. Bahkan jika saya tidak dapat mengubah orang, praktisi lain mungkin bisa melakukannya nanti. Tetapi, hari ini saya telah mendorong orang itu semakin jauh dari penyelamatan. Bukankah akan semakin sulit baginya untuk diselamatkan di kemudian hari?” Kesalahan saya adalah akibat dari keterikatan terhadap persaingan dan perdebatan. Setelah bertahun-tahun berkultivasi dan ditempa di penjara, saya pikir saya sudah menyingkirkan keterikatan terhadap persaingan dan perebutan. Namun ternyata saya masih punya dan keterikatan itu muncul di depan mata saya ketika saya berjumpa dengan situasi istimewa ini. Saya tidak dapat memaafkan diri sendiri, saya menampar pipi sendiri sebanyak dua kali dengan kencang agar saya mengingatnya dengan jelas dan mendalam.

Di daerah kami, ada seorang praktisi baru berusia enampuluhan yang aktif mengklarifikasi fakta selama dua tahun permulaan kultvasinya. Suatu hari, ia bertekad untuk pergi ke rumah saudaranya untuk mengklarifikasi fakta. Setelah kunjungan ketiga, akhirnya saudaranya menerima kebenaran. Namun, beberapa tahun terakhir, ia belum bisa mengatasi penderitaan karma penyakit yang menyebabkan kakinya sakit dan pergelangan kakinya sering membengkak. Baru-baru ini, ia bahkan tidak berlatih dengan alasan jika berlatih kakinya akan bertambah sakit. Saya menemukan ia tidak dapat melihat ke dalam ketika menghadapi konflik. Ketika dengan sopan saya menunjukkan kepadanya, ia berkata, “Praktisi lain punya masalah yang sama.” Suatu hari saya menunjukkannya lagi dengan kata-kata yang lebih keras. Ia menjadi marah dan ribut dengan saya serta mengeluarkan beberapa keluhan. Untuk mengurangi suasana tegang, saya merubah topik dan mengingatkannya untuk berhati-hati ketika berhadapan dengan praktisi baru lainnya yang terlihat tidak rasional.

Tiba-tiba ia membentak saya, “Jangan cerewet!”  Saya merasa sangat malu dan sakit seperti ditampar oleh seseorang. Saya berpikir, “Sebelum ini, hidupnya tergantung pada obat-obatan dan operasi. Setelah berlatih Falun Gong, ia menikmati kesehatan yang prima tanpa harus menggunakan obat-obatan. Ia dapat mengendarai sepeda listrik dengan bebas. Saya harus pergi ke rumahnya dua puluh kali untuk membujuknya sebelum ia mulai berlatih. Berapa besar upaya dan tenaga yang saya gunakan untuknya? Ia seharusnya berterima kasih bukannya memperlakukan saya seperti ini. Benar-benar mengecewakan dan menyakitkan.” Setelah pulang, saya belajar Fa dan berusaha keras untuk melihat ke dalam. Saya menemukan saya mempunyai masalah yang sama dengannya. Kami berdua senang mendengar pujian tetapi benci dikritik. Melihat lebih dalam, saya menyadari saya merasa lebih baik dari rekan-rekan praktisi karena saya pernah ke Lapangan Tiananmen membentangkan spanduk, pernah melewati penderitaan di pusat penahanan, pusat cuci otak dan kamp kerja paksa. Dulu saya berpikir bahwa jembatan yang saya seberangi lebih panjang daripada total jalan yang dilalui oleh praktisi baru. Saya sering menganggap diri sendiri sebagai pemimpin kelompok, hanya ingin mengkritik orang lain, dan tidak mau dikritik. Setelah menyadari ini, saya bertekad untuk mengatasi semua keterikatan dan perasaan ini di masa mendatang. Sekujur tubuh saya segera terasa lega.

Di penghujung jalan, saya akan semakin rajin dan tulus belajar Fa, menyingkirkan kebiasaan buruk tertidur ketika sedang membaca Fa, teguh melakukan tiga hal dengan baik dan lebih banyak menyelamatkan makhluk hidup untuk berterima kasih kepada Guru kita yang belas kasih.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/11/13/明慧法会--修出慈悲心-救人有智慧-249111.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/12/5/129864.html