Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Mantan Pejabat Militer Yang Guoliang Meninggal Dunia setelah Bertahun-tahun Dianiaya

11 Okt. 2012 |   Oleh koresponden Minghui dari Provinsi Gansu, China


Nama: Yang Guoliang (杨国梁)
Jenis Kelamin: Pria
umur: 78
Alamat: Desa Miaomen, Kecamatan Xiaojin, Distrik Xifeng, Kota Qingyang, Provinsi Gansu
Pekerjaan: Tidak diketahui
Tanggal Kematian: 25 November 2004
Tanggal Penangkapan Terakhir: Tidak diketahui
Tempat Penahanan Terakhir: Institut Rehabilitasi Obat Distrik Xifeng (西峰区戒毒所)
Kota: Qingyang
Provinsi: Gansu
Penganiayaan yang Diderita: Hukuman ilegal, penyiksaan, dan penahanan
Pelaku Utama Penganiayaan: Fu Yikui (付义奎), Zheng Xiang (郑翔), Shao Jun (邵军), He Guohua (贺国华) and Jin Jianxun (金建勋)

(Minghui.org) Yang Guoliang, penduduk Kota Qingyang, Provinsi Gansu, mantan Wakil Kepala Komando Republik China. Setelah partai komunis menguasai China pada tahun 1949, ia mengalami bermacam-macam bentuk penyiksaan. Tubuh dan jiwanya dalam kondisi buruk.

Tahun 1997 mulai berlatih Falun Gong, kesehatannya pulih kembali. Tetapi dua tahun kemudian penindasan terhadap Falun Gong dimulai, Yang kembali dianiaya, tanggal 25 November 2004, ia meninggal dunia.

Yang Guoliang

Hidup dalam Keputusasaan Dibawah Pemerintahan PKC

Yang Guoling lahir pada tanggal 22 Septermber 1926, tinggal di Desa Miaomen, Kecamatan Xiaojin, Distrik Xifeng, Kota Qingyang, Provinsi Gansu. Tahun 1944 ia bergabung dengan angkatan darat. Tahun 1948 ia dipromosikan menjadi Wakil Kepala Komando. Tahun 1949, ia lolos dari maut di medan perang. Karena kehilangan kontak dengan pasukannya ia pulang ke rumah.

Setelah komunis berkuasa, Yang tidak dapat hidup dengan tenang. Tahun 1958, ia dicap dengan banyak label kejahatan dan dikirim ke sebuah pertanian untuk kerja paksa. Walaupun dibebaskan pada tahun 1960, tidak sampai sepuluh tahun kemudian, saat revolusi kebudayaan, ia kembali dicap sebagai kaum anti revolusi dan dianiaya dengan kejam.

Sepuluh tahun kemudian, nama baik Yang dipulihkan. Namun, tubuhnya sudah rusak, dengan banyak penyakit dan hati yang terluka.

Tahun 1984, istrinya meninggal, ia menjadi putus asa. Mulailah ia mencari metode kultivasi, ia membaca banyak buku. Ia juga mengendarai sepeda mengunjungi vihara demi vihara untuk mencari kitab Buddha, tetapi sia-sia.

Setelah bertahun-tahun menderita, kesehatannya semakin memburuk, begitu pula dengan sifatnya. Ia sering menderita pilek dan terakhir menderita bungkuk.

Hidupnya Diperbaharui setelah Berlatih Dafa

Tahun 1997, Yang mulai berlatih Falun Dafa dan menjadi seorang yang baru. Semua penyakitnya hilang, ia menjadi seorang pria yang ramah dan damai. Bungkuknya kembali menjadi lurus. Menantu perempuannya mengatakan ia biasanya selalu memilih-milih makanan dan sangat sulit merawatnya. Tetapi, setelah berlatih Dafa, ia memakan apa saja yang disajikan di meja makan. Tubuhnya menjadi ringan, putri dan menantu perempuannya bahkan tidak mampu mengejarnya ketika berjalan. Ketika melihat perubahannya, menantu perempuannya juga ingin berlatih Dafa.

Yang sering pergi ke tempat jauh untuk mempromosikan Dafa dan belajar ajaran Falun Dafa bersama praktisi lain.

Menderita Penganiayaan karena Mengikuti Sejati-Baik-Sabar

Setelah penindasan Falun Gong mulai pada 20 Juli 1999, Yang dan keluarganya menjadi tidak bisa hidup normal.

Pada 29 Februari 2000 diumurnya yang ke 74 tahun, Yang Guoliang, pergi ke Beijing untuk memohon keadilan bagi Falun Gong. Ia ditangkap dan ditahan di Pusat Penahanan Xifeng selama lebih dari satu bulan. Pada 18 April, Yang, bersama limabelas praktisi lain diseret ke jalan dari pusat penahanan dan dipermalukan. Kemudian, mereka dibawa ke Teater Xiaojin untuk pertemuan besar dan kembali dipermalukan di sana.

Ketika Yang mengunjungi seorang praktisi Falun Gong pada bulan Juli tahun berikut, petugas polisi setempat, Shao Jun, He Guohua, dan Jin Jianxun menangkapnya. Yang dipaksa berdiri di bawah terik matahari selama enam jam. Uang yang ada dibawanya disita dan ia ditahan di pusat penahanan selama lebih dari satu bulan.

Tahun berikutnya, petugas dari Departemen Kepolisian Kota Xifeng, antara lain Fu Yikui dan Zheng Xiang, menjatuhi Yang dengan hukuman satu setengah tahun kerja paksa. Mereka mencoba memasukan Yang ke Kamp Kerja Paksa Provinsi Gansu, tetapi pejabat kamp kerja menolaknya dengan alasan umur. Kemudisan polisi mengirim Yang ke Institut Rehabilitasi Obat Xifeng. Di Institut itu, Yang menjadi lemah karena disiksa dalam jangka panjang. Keluarga berulang kali meminta pembebasannya, tetatpi tidak berhasil. Bulan Mei 2003, Yang menjadi kurus kering, terlalu lemah untuk berjalan, hanya bisa berbaring di atas ranjang. Untuk menghindari tanggung jawab, pejabat institut membebaskannya.

Yang tidak dapat pulih kembali setelah pulang ke rumah. Ia meninggal dunia pada tanggal 25 November 2004.

Chinese version click here
English version click here
Oleh koresponden Minghui dari Provinsi Gansu, China

Nama: Yang Guoliang (???)
Jenis Kelamin: Pria
umur: 78
Alamat: Desa Miaomen, Kecamatan Xiaojin, Distrik Xifeng, Kota Qingyang, Provinsi Gansu
Pekerjaan: Tidak diketahui
Tanggal Kematian: 25 November 2004
Tanggal Penangkapan Terakhir: Tidak diketahui
Tempat Penahanan Terakhir: Institut Rehabilitasi Obat Distrik Xifeng (??????)
Kota: Qingyang
Provinsi: Gansu
Penganiayaan yang Diderita: Hukuman ilegal, penyiksaan, dan penahanan
Pelaku Utama Penganiayaan: Fu Yikui (???), Zheng Xiang (??), Shao Jun (??), He Guohua (???) and Jin Jianxun (???)

(Minghui.org) Yang Guoliang, penduduk Kota Qingyang, Provinsi Gansu, mantan Wakil Kepala Komando Republik China. Setelah partai komunis menguasai China pada tahun 1949, ia mengalami bermacam-macam bentuk penyiksaan. Tubuh dan jiwanya dalam kondisi buruk.

Tahun 1997 mulai berlatih Falun Gong, kesehatannya pulih kembali. Tetapi dua tahun kemudian penindasan terhadap Falun Gong dimulai, Yang kembali dianiaya, tanggal 25 November 2004, ia meninggal dunia.


Yang Guoliang

Hidup dalam Keputusasaan Dibawah Pemerintahan PKC

Yang Guoling lahir pada tanggal 22 Septermber 1926, tinggal di Desa Miaomen, Kecamatan Xiaojin, Distrik Xifeng, Kota Qingyang, Provinsi Gansu. Tahun 1944 ia bergabung dengan angkatan darat. Tahun 1948 ia dipromosikan menjadi Wakil Kepala Komando. Tahun 1949, ia lolos dari maut di medan perang. Karena kehilangan kontak dengan pasukannya ia pulang ke rumah.

Setelah komunis berkuasa, Yang tidak dapat hidup dengan tenang. Tahun 1958, ia dicap dengan banyak label kejahatan dan dikirim ke sebuah pertanian untuk kerja paksa. Walaupun dibebaskan pada tahun 1960, tidak sampai sepuluh tahun kemudian, saat revolusi kebudayaan, ia kembali dicap sebagai kaum anti revolusi dan dianiaya dengan kejam.

Sepuluh tahun kemudian, nama baik Yang dipulihkan. Namun, tubuhnya sudah rusak, dengan banyak penyakit dan hati yang terluka.

Tahun 1984, istrinya meninggal, ia menjadi putus asa. Mulailah ia mencari metode kultivasi, ia membaca banyak buku. Ia juga mengendarai sepeda mengunjungi vihara demi vihara untuk mencari kitab Buddha, tetapi sia-sia.

Setelah bertahun-tahun menderita, kesehatannya semakin memburuk, begitu pula dengan sifatnya. Ia sering menderita pilek dan terakhir menderita bungkuk.

Hidupnya Diperbaharui setelah Berlatih Dafa

Tahun 1997, Yang mulai berlatih Falun Dafa dan menjadi seorang yang baru. Semua penyakitnya hilang, ia menjadi seorang pria yang ramah dan damai. Bungkuknya kembali menjadi lurus. Menantu perempuannya mengatakan ia biasanya selalu memilih-milih makanan dan sangat sulit merawatnya. Tetapi, setelah berlatih Dafa, ia memakan apa saja yang disajikan di meja makan. Tubuhnya menjadi ringan, putri dan menantu perempuannya bahkan tidak mampu mengejarnya ketika berjalan. Ketika melihat perubahannya, menantu perempuannya juga ingin berlatih Dafa.

Yang sering pergi ke tempat jauh untuk mempromosikan Dafa dan belajar ajaran Falun Dafa bersama praktisi lain.

Menderita Penganiayaan karena Mengikuti Sejati-Baik-Sabar

Setelah penindasan Falun Gong mulai pada 20 Juli 1999, Yang dan keluarganya menjadi tidak bisa hidup normal.

Pada 29 Februari 2000 diumurnya yang ke 74 tahun, Yang Guoliang, pergi ke Beijing untuk memohon keadilan bagi Falun Gong. Ia ditangkap dan ditahan di Pusat Penahanan Xifeng selama lebih dari satu bulan. Pada 18 April, Yang, bersama limabelas praktisi lain diseret ke jalan dari pusat penahanan dan dipermalukan. Kemudian, mereka dibawa ke Teater Xiaojin untuk pertemuan besar dan kembali dipermalukan di sana.

Ketika Yang mengunjungi seorang praktisi Falun Gong pada bulan Juli tahun berikut, petugas polisi setempat, Shao Jun, He Guohua, dan Jin Jianxun menangkapnya. Yang dipaksa berdiri di bawah terik matahari selama enam jam. Uang yang ada dibawanya disita dan ia ditahan di pusat penahanan selama lebih dari satu bulan.

Tahun berikutnya, petugas dari Departemen Kepolisian Kota Xifeng, antara lain Fu Yikui dan Zheng Xiang, menjatuhi Yang dengan hukuman satu setengah tahun kerja paksa. Mereka mencoba memasukan Yang ke Kamp Kerja Paksa Provinsi Gansu, tetapi pejabat kamp kerja menolaknya dengan alasan umur. Kemudisan polisi mengirim Yang ke Institut Rehabilitasi Obat Xifeng. Di Institut itu, Yang menjadi lemah karena disiksa dalam jangka panjang. Keluarga berulang kali meminta pembebasannya, tetatpi tidak berhasil. Bulan Mei 2003, Yang menjadi kurus kering, terlalu lemah untuk berjalan, hanya bisa berbaring di atas ranjang. Untuk menghindari tanggung jawab, pejabat institut membebaskannya.

Yang tidak dapat pulih kembali setelah pulang ke rumah. Ia meninggal dunia pada tanggal 25 November 2004.

Chinese version click here
English version click here