Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

London: Preman China Menyerang Stan Pengunduran Diri dari PKC di Chinatown Makin Menarik Perhatian dan Dukungan kepada Falun Gong

17 Okt. 2012 |   Oleh: praktisi Falun Dafa di Inggris


(Minghui.org) Pada 29 September 2012, sehari sebelum Perayaan Pertengahan Musim Gugur China, banyak orang pergi ke Chinatown untuk berbelanja. Praktisi Falun Gong mendirikan stan untuk klarifikasi fakta tentang penganiayaan Falun Gong di China.

Sukarelawan dari Pusat Pelayanan Pengunduran Diri dari Partai Komunis China (PKC) mengadakan konferensi pers. Selama acara konferensi berlangsung, beberapa pria China dengan kasar menyerang tenda yang didirikan oleh Pusat Pelayanan dan kemudian melarikan diri. Polisi datang dan melakukan penyelidikan. Praktisi melanjutkan kegiatan mereka untuk klarifikasi fakta, dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Praktisi Falun Dafa di Inggris memperagakan latihan dan mengklarifikasi fakta di Chinatown, London selama beberapa bulan terakhir




Pusat Pelayanan Pengunduran Diri dari PKC mengadakan konferensi pers di Chinatown, London

Pusat Pelayanan Pengunduran Diri dari PKC

Pusat Pelayanan mendirikan tenda biru di depan menara di pintu masuk Chintown. Sekitarnya terdapat poster Falun Dafa dan spanduk “Pusat Pelayanan Pengunduran Diri dari PKC di Inggris.” “Rekan-rekan Orang China, Sudahkah Anda Keluar dari PKC dan Organisasinya?” dan “Merayakan 120 Juta Orang Keluar dari PKC dan Organisasi Afiliasinya.” Banyak sukarelawan dan praktisi Falun Dafa membagikan brosur untuk membantu lebih banyak orang China memahami kebenaran tentang penganiayaan dan keluar dari PKC dan organisasinya.

Para Pejalan Kaki Berhenti untuk Mengetahui Lebih Banyak

Konferensi pers diadakan oleh Pusat Pelayanan Pengunduran Diri dari PKC menarik perhatian para pejalan kaki di Chinatown

Sebelum meninggalkan China, Zhao, praktisi wanita Falun Gong, pernah diciduk dari rumahnya oleh polisi dan dipenjara selama dua tahun secara tidak sah. Zhao berkata di konferensi pers, “Saya ingin memberitahu kepada semua orang mengapa saya teguh percaya pada Falun Gong tanpa sedikitpun keraguan bahkan setelah saya disiksa dengan kejam dan diperintahkan untuk melepaskan latihan itu.”

Dr. Li, penanggung jawab Pusat Pelayanan di Inggris, berbicara tentang bagaimana rezim Komunis China secara ilegal mengambil organ praktisi Falun Gong saat mereka masih hidup dan menjual organ-organ itu demi keuntungan. Kekejaman ini telah mendapat perhatian besar di komunitas internasional. Dr. Li berharap rakyat China akan mengenali watak jahat PKC dan cepat keluar dari PKC dan organisasi afiliasinya.

Seorang pemuda Inggris bernama Angus, seorang siswa lulusan dari London School of Economics, mendengar pidato Dr. Li dan pergi ke stan untuk meminta materi Falun Dafa. Ia berkata, “Setiap orang, khususnya rakyat China, harus mempelajari kebenaran Falun Gong.”

Liang, wanita, sukarelawan dari Pusat Pelayanan, berbicara tentang bagaimana orang-orang dengan latar belakang berbeda keluar dari PKC. Ia berharap bahwa makin banyak orang dapat melihat watak jahat PKC, menemukan hati nurani mereka, dan keluar dari PKC dan organisasi afiliasinya.

Preman Menyerang Tenda dan Melarikan Diri

Setelah preman menyerang tenda di Pusat Pelayanan


Polisi datang untuk menyelidiki kejahatan

Sekitar pukul 15.20, tiga atau empat pria China berlari masuk ke tenda yang didirikan oleh Pusat Pelayanan, lalu menjungkirbalikan meja yang penuh dengan brosur, pamflet, dan DVD. Mereka meruntuhkan tenda, poster, spanduk dan membuangnya ke lantai. Pria-pria ini kemudian cepat-cepat melarikan diri. Dr. Li menelepon polisi dan mereka tiba kurang dari sepuluh menit. Mereka mengamati sekitarnya dan berbicara dengan saksi mata. Polisi berkata bahwa mereka akan menggunakan kamera di sekitarnya untuk mengidentifikasi para tersangka.

Setelah polisi menyelesaikan penyelidikan, praktisi merapikan kembali barang-barangnya. Peristiwa itu menarik perhatian lebih banyak pejalan kaki terhadap tenda. Praktisi menggunakan kesempatan dan memakai peristiwa ini untuk klarifikasi fakta tentang penindasan Falun Gong.

Seorang pria Inggris, 50-an tahun berkata kepada seorang praktisi bahwa ia bekerja di sebuah rumah sakit dan pernah mengunjungi China beberapa kali. Ia yakin bahwa kejahatan seperti pengambilan organ dari orang hidup dapat terjadi di China. Ia juga menyemangati praktisi, “(Para preman) melarikan diri dan kalian masih di sini untuk melanjutkan upaya kalian. Jadi kalian menang.”

Orang-orang Mendukung Protes


Praktisi Falun Gong memperagakan latihan di dekat patung naga di Chinatown. Banyak orang berhenti untuk menonton dan menandatangani petisi untuk mendukung Falun Gong.

Seorang pria Inggris membawa putrinya untuk menandatangani petisi sebagai protes penganiayaan

Seorang pria Inggris membawa putrinya untuk menandatangani petisi sebagai protes penganiayaan Falun Gong. Istri dari pria ini adalah seorang China dan putrinya berbicara bahasa Mandarin. Pria itu menceritakan tentang pengalamannya mengetahui Falun Gong untuk pertama kalinya kepada praktisi. Ia pergi ke Xi’an bersama istrinya ketika mereka pergi ke China. Mereka bertemu dengan seorang sopir yang sangat bahagia. Mereka jarang melihat kebahagiaan seperti itu dan menanyakan mengapa ia begitu bahagia. Sopir itu memberitahu mereka bahwa ia berlatih Falun Dafa.

Seorang pria China keluar dari Pionir Muda Komunis

Seorang pria China berdiri di depan poster untuk waktu yang lama. Ia dengan saksama mengamati setiap gambar. Ia berkata bahwa ia adalah seorang umat Buddha. Ia merasa sangat sedih melihat gambar-gambar praktisi disiksa dan ia tahu bahwa para praktisi adalah sangat baik. Seorang praktisi bertanya padanya apakah dia mengetahui tentang gerakan pengunduran diri dari PKC dan organisasi afiliasinya. Ia tahu tapi tidak mengundurkan diri. Ia pernah menjadi anggota Pionir Muda Komunis. Praktisi menyarankan dia mundur dengan nama Foyuan dan ia menyetujuinya.

Chinese version click here
English version click here