Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Dihukum Sepuluh Tahun Karena Membentang Spanduk Falun Dafa di Lapangan Tiananmen, Insinyur Shao Qiang Mengalami Gangguan Jiwa di Penjara

18 Feb. 2012 |   Oleh: koresponden Minghui di Provinsi Shandong, China


Nama: Shao Qiang (邵强)
Jenis kelamin: Laki-laki
Usia: lahir pada tahun 1976
Alamat: Kota Qingdao, Provinsi Shandong
Pekerjaan: Mantan insinyur pada Perusahaan Urusan Penerbangan No. 2 Qingdao
Tanggal Penangkapan Terakhir: 31 Desember 2000
Tempat Penahanan Terakhir: Penjara Jinan (济南监狱)
Kota: Qingdao
Provinsi: Shandong
Penganiayaan yang Diderita: Pelarangan tidur, kerja paksa, hukuman ilegal, pemukulan, penjara, kurungan isolasi, penyiksaan, pelecehan seksual, pengekangan fisik

(Minghui.org) Praktisi Falun Gong - Shao Qiang berasal dari Kota Qingdao, Provinsi Shandong. Dia dan praktisi lain membentangkan spanduk sepanjang 99-meter bertuliskan "Falun Dafa baik" dan "Sejati-Baik-Sabar baik" di Lapangan Tiananmen pada bulan Desember 2000. Karena ini ia dijatuhi hukuman penjara sepuluh tahun. Shao pernah menderita tekanan dan gangguan mental akibat penyiksaan yang ia alami di Penjara Jinan. Setelah dibebaskan pada 31 Desember 2008, kesehatan mental dan fisiknya berangsur-angsur membaik setelah kembali belajar ajaran Falun Dafa dan melakukan latihan. Kami sekarang tengah mengekspos kejahatan yang dilakukan terhadap dirinya.

Antara tahun 2001 dan 2004, sipir penjara sering mengurung praktisi Shao di sel isolasi karena korban menolak untuk melepas keyakinannya pada Falun Dafa. Mereka mengintimidasi dan menyiksanya di ruangan kecil dan gelap, dia dilarang tidur, dan punggung tangannya ditusuki dengan jarum. Petugas juga memukulnya terus-menerus sampai mereka kelelahan.

Sipir Li Wei memerintahkan narapidana Wang dan Guo untuk membuka mulut Shao dengan kail logam pada sebuah rantai, yang digunakan untuk mengikat orang ke atas. Li kemudian memaksakan penisnya ke dalam mulut Shao. Selanjutnya, geng mengikat tangan kanan Shao dan kaki kiri bersama-sama dengan rantai selama seminggu, membuatnya tidak dapat meluruskan punggungnya bila berjalan.

Lain waktu Li Wei dan seorang kepala divisi bermarga Wang menghasut seorang kriminal terpidana mati dan memuntir tangan Shao ke belakang punggung dan melumpuhkannya dengan rantai. Setelah memukulinya dengan kejam, mereka membelenggu korban dan meninggalkannya di daerah yang ramai dilewati oleh para narapidana untuk dijadikan tontonan. Dia tidak diberi makan siang hari itu. Bahkan saat ini tumitnya masih meninggalkan bekas luka belenggu dari penyiksaan hari itu.

Praktisi Shao dipindahkan ke Divisi Empat pada awal 2003, di mana para penjaga memerintahkan dia untuk menuliskan aturan penjara di sebuah ruangan kecil setelah kerja paksa seharian.

Ada beberapa kali ketika para penjaga menempatkan Shao di ruangan gelap kecil setelah memukulinya dengan brutal. Satu-satunya makanan hariannya hanya dua roti kukus. Mereka meninggalkan sebuah baskom baginya untuk buang air. Bau di ruang kecil tersebut menjadi tak tertahankan. Setiap kali para penjaga mengurung Shao di ruangan, mereka meninggalkannya di sana selama satu bulan, selama waktu itu korban benar-benar terputus dari dunia luar. Beberapa praktisi mencoba untuk mengunjunginya tapi setiap kali dikatakan bahwa korban memiliki gangguan mental dan tidak layak untuk ditemui. Keluarganya juga memiliki kesukaran besar untuk melihatnya, karena petugas penjara hanya berkata dia berada di sel isolasi dan tidak diizinkan menerima kunjungan. Ketika mereka akhirnya diijinkan untuk melihatnya, mereka menemukan memar dan luka pada tangan, wajah, dan leher. Ketika ibu Shao mengunjunginya pada Maret 2003, dia melihat beberapa bekas luka di tangannya. Dia mengatakan bahwa para penjaga tidak mengijinkannya untuk tidur dan tangannya ditikam setiap kali dia tertidur.

Ketika saudara tertua Shao menemuinya pada bulan Juni 2004, ia melihat wajah adiknya dan leher dipenuhi dengan memar.  Saudaranya menginformasikan ibunya tentang penemuan yang mengguncang tersebut. Ibu Shao segera pergi ke Kota Jinan, dan tinggal selama sembilan hari, sementara dia mengajukan pengaduan kepada departemen penerapan hukum. Kemanapun dia pergi dia diberi tahu bahwa para sipir penjara tidak diijinkan untuk memukuli para tahanan. Kemudian dia menuliskan semua hasil pengamatannya terkait cedera putranya dari setiap kali kunjungan, dan banyak salinan dicetak untuk dikirim ke berbagai instansi.

Ketika dia bertemu kepala kejaksaan setempat, dia mendesaknya pergi ke penjara untuk melihat  anaknya, dan dia menyetujuinya. Namun, ketika mereka bertemu lagi keesokan harinya ia menyangkal telah melihat luka pada Shao, hal mana berbeda dengan yang dikatakannya, "Jika mereka belum pernah memukuli Shao Qiang, maka saya sedang membuat tuduhan palsu. Tetapi jika mereka memukulinya, tapi tidak berani mengakuinya, mereka sedang melanggar hukum meskipun mereka sepenuhnya mengerti hukum." Kepala kejaksaan menurunkan suaranya dan dia berjanji padanya bahwa dia tidak akan melihat bekas luka di tubuh anaknya di masa depan.




Ibu Shao Qiang yang memrotes di luar Biro Penjara Provinsi Shandong, menuntut pembebasan tanpa syarat bagi anaknya

Pada 2006 seorang teman menulis surat kepada keluarga Shao, merinci penderitaannya di penjara, dan mendesak mereka untuk segera menyelamatkannya. Setelah menerima surat itu, keluarganya pergi menemuinya pada tanggal 23 Juli 2006. Ibunya menjelaskan penderitaannya melalui papan poster dan kemudian pergi untuk menampilkannya di luar toko-toko dan tempat wisata. Dia juga menampilkan papan di luar Biro Manajemen Penjara Provinsi Shandong selama 12 hari, dan di luar Penjara Jinan selama delapan hari, yang secara efektif mengekspos kejahatan otoritas penjara kepada publik dan menggentarkan para pelaku kejahatan.

Pada tanggal 31 Desember 2008, Shao dibebaskan setelah dipenjara selama delapan tahun.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2012/1/28/展横幅被冤判十年-工程师遭迫害精神失常-252471.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2012/2/10/131384.html