Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Tong Ruiqing seorang Pensiunan Pegawai Negeri dan Keluarganya disiksa oleh Kantor 610 Nanle di Provinsi Henan

1 Maret 2012 |   Oleh: koresponden Clearwisdom di Provinsi Henan, China


Nama: Tong Ruiqing (仝瑞卿)
Jenis Kelamin: Laki-laki
Umur: mendekati 70 tahun
Alamat: Kabupaten Daming, Kota Handan, Provinsi Hebei
Pekerjaaan: Pensiunan Pegawai Negeri di Kantor Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja Handan
Tanggal Penahanan Terakhir: 10 Juli 2011
Tempat Penahanan Terakhir: Pusat Penahan Kota Jilin  (南乐县看守所)
Kota: Kabupaten Nanle
Provinsi: Henan
Penganiayaan yang Diderita: hukuman ilegal, pemukulan, pemerasan, penyiksaan, penggeledahan rumah, interogasi, penahanan

(Minghui.org) Praktisi Falun Gong, Tong Ruiqing, seorang pensiunan pegawai negeri dari Kota Handan di Provinsi Hebei, telah dijatuhi hukuman satu tahun kerja paksa. Dia telah ditahan selama hampir tiga bulan di Pusat Penahanan Kabupaten Nanle di Provinsi Henan. Pada tanggal 20 Oktober, petugas dari Departemen Kepolisian Kabupaten Nanle dan agen dari Kantor 610 sekali lagi melaporkan kasusnya kepada Kejaksaan Kabupaten Nanle dalam upayanya agar dapat terus menyiksanya.

Departemen Kepolisian Kabupaten Nanle Menahan Tong Ruiqing dan Menjatuhkan Hukuman Kerja Paksa

Tong adalah seorang pensiunan pegawai dari Kantor Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Handan. Pada tahun 1997, setelah dia mulai berlatih Falun Gong, belasan penyakit yang dideritanya sembuh. Sekarang pria yang berusia hampir 70 tahun tersebut terpaksa meninggalkan rumah untuk menghindari penganiayaan yang dilakukan oleh Partai Komunis China.

Pada tahun 2003, An Zhenzhi, kepala Divisi Keamanan Domestik Congtai, berkerjasama dengan agen dari Kantor 610, memimpin sekelompok orang untuk menangkap Tong secara ilegal. Mereka mengepung rumahnya, menyita mesin fotokopi dan menghukumnya dua tahun kerja paksa. Dia dipenjara di Kamp Kerja Paksa Kota Handan.

Pada sore hari tanggal 8 Maret 2008, polisi dari Departemen Kepolisian Kabupaten Daming dan Divisi Keamanan Domestik mengerahkan lima mobil polisi dengan dua lusinan antek-anteknya menyerbu rumah Tong. Mereka menyita komputer, printer, uang tunai lebih dari 50.000 yuan, buku deposito bank yang nominalnya lebih dari 60.000 yuan, kartu upah dan barang-barang pribadi lainnya. Diperkirakan hampir 130.000 yuan, termasuk pakaian-pakaian berharga dibawa oleh polisi saat penyerbuan tersebut.

Tong sedang tidak ada rumah ketika terjadi penyerbuan itu, sehingga polisi membawa anggota keluarganya sebagai sandera. Menantunya, Bai Shunfeng, Tong Xiaokai cucu tertuanya, cucu perempuan keduanya Tong Xiaoning dan cucu Tong Tielong ada ditempat ketika terjadi perampasan itu. Polisi menangkap Tong Tielong yang berumur 14 tahun dan memborgolnya selama sehari dan semalam di departemen kepolisian. Mereka mengancam, memaksanya agar memberikan alamat praktisi lain. Meskipun Tielong kemudian dilepaskan dan diperbolehkan untuk pergi ke sekolah, petugas memerintahkannya agar selalu mengaktifkan ponselnya jika sewaktu-waktu dia diperlukan dan dipanggil. Remaja ini takut pergi ke sekolah, namun dia tidak berani bolos. Kadang-kadang setelah pulang dari sekolah, polisi sudah menunggunya di luar gerbang sekolah. Mereka menarik anak itu masuk ke dalam mobil dan terus memaksa untuk menunjukan kepada mereka letak rumah praktisi lain.

Pada sore hari tanggal 9 Maret, agen menangkap menantu Tong yang bernama Bai Shunfeng dan putrinya Tong Xiaoning. Mereka menahannya di Pusat Penahanan Wanti di Kabupaten Daming, dan kemudian melepaskan putri Bai Tong yang bernama Tong Xiaokai dan anaknya Tong Tielong untuk mencari kakek mereka. Pada 8 April, petugas dari Divisi Keamanan Domestik Kabupaten Daming mengambil 20.000 yuan uang kas yang mereka sita dari rumah Tong dan kemudian membebaskan Tong Xiaoning.

Tong Ruiqing ditangkap oleh Polisi kabupaten Nanle, pada tanggal 10 Juli 2011 saat membeli buah di jalan di Kabupaten Nanle di Provinsi Henan. Dia kemudian ditahan di Pusat Penahanan Kabupaten Nanle dan kemudian dijatuhi hukuman satu tahun kerja paksa.

Tong Cunshu Dimasukkan ke Kamp Kerja Paksa karena Berusaha Menyelamatkan Saudaranya

Keluarga Tong menyewa pengacara untuk membelanya. Pada tanggal 2 September Tong Cunshu, adik perempuan Tong dan pengacaranya pergi ke Departemen Kepolisian Nanle untuk menyelesaikan proses hukumnya. Setelah itu, karena mereka berkeinginan mengunjungi Tong di pusat penahanan, sebuah kendaraan dari tim polisi kriminal Kabupaten Nanle mencegat mobil Tong, kemudian mengarahkan mereka kembali ke departemen kepolisian. Tong kemudian dibawa ke Deprtemen Kepolisian Daming oleh seseorang dari Divisi Keamanan Domestik Kabupten Daming.

Ibu Tong Cunshu yang berumur 90 tahun pergi ke Departemen Kepolisian Kabupaten Daming untuk memohon kebebasan putrinya. Dua petugas membawa paksa wanita tua itu keluar dari departemen polisi dan melemparkannya ke luar. (Cerita lengkap: "Tong Cunshu Ditangkap saat Mencari Keadilan untuk saudaranya" http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/9/27/128357.html)

Pada tanggal 9 September, polisi dari Departemen Kepolisian Kabupaten Daming dan Kantor 610 menjatuhkan hukuman kerja paksa kepada Tong dan mengirimnya ke Kamp Kerja Paksa Wanita Shijiazhuang. Keluarganya baru mengetahui bahwa dia telah dihukum satu setengah tahun kerja paksa ketika Tong menelepon mereka dari kamp kerja paksa.

Kantor Divisi Keamanan Domestik Nanle: +86-393-8845989, +86-393-8825795

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/11/14/河南南乐县“六一零”陷害退休干部-249266.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2012/1/11/130631.html