Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Guru Memberi Saya Salinan Buku Zhuan Falun Yang Baru

6 Maret 2012 |   Oleh: praktisi Falun Dafa di Beijing, China


(Minghui.org) Saya mulai berlatih Falun Dafa pada akhir tahun 1998. Saya berkultivasi sendiri melalui periode waktu yang singkat sebelum penganiayaan jahat dimulai pada tahun 1999. Pemahaman saya tentang Fa sangat dangkal pada waktu itu, tapi Sejati-Baik-Sabar telah berakar dalam diri saya. Selama kultivasi, saya sangat merasa bahwa ketika kita benar-benar berkultivasi Dafa, Guru selalu di samping kita.

Kisah berikut ini benar-benar terjadi pada saya:

Kakak ipar saya tinggal bersama ibunya setelah ia menikah karena ia tidak bisa menemukan tempat bagi dirinya sendiri. Saat itu, ibu mertua sudah berusia 75 tahun dan tinggal bersama keluarga kakak ipar dalam waktu yang lama. Seiring berjalannya waktu, dia mempunyai beberapa konflik dengan adik ipar saya. Kemudian, mereka bahkan tidak berbicara satu sama lain. Melihat ibunya tidak ada seorangpun yang merawatnya ketika sakit, suami saya bertanya apakah ibunya bisa tinggal bersama kami untuk sementara waktu. Ini terjadi pada musim panas tahun 1999. Meskipun tempat kami kecil, saya berpikir, menjadi seorang praktisi xiulian, adalah penting bagi saya untuk menunjukkan rasa bakti, jadi kami membawa ibu mertua ke rumah kami. Dia telah tinggal bersama kami selama 12 tahun sekarang. Dia berusia 87 tahun dan kami telah hidup bersamanya dengan harmonis.

Pada hari Minggu di tahun 2003, kakak ipar saya datang mengunjungi kami. Saat kami mengobrol, saya perlahan mulai berbicara dengannya tentang perubahan diri sejak saya mulai berkultivasi, betapa baiknya Guru, bagaimana berspesialisasi tunggal, dan sebagainya. Dia mendengarkan dengan tenang dan penuh perhatian, dan saya bisa melihat bahwa dia mempercayai saya sepenuhnya. Pada saat itu, saya merasa bahwa dia juga telah dimurnikan. Itulah kekuatan Dafa. Setelah dia mendengarkan saya dan melihat bagaimana saya memperlakukan ibu mertua, dia berkata, "Adik berkultivasi dengan baik. Apakah adik memiliki buku? Saya ingin belajar Dafa!"

Saya sangat senang mendengar itu, tapi permintaan itu juga merupakan ujian besar bagi saya. Sejak penganiayaan dimulai, buku-buku Dafa sangat langka, dan saya hanya punya satu buku Zhuan Falun. Karena saya terus membacanya, halaman buku itu sudah mulai terurai, jadi saya kembali rekat menggunakan mesin di tempat kerja. Pada awal penganiayaan, saya membuat janji kepada Guru, "Guru, meskipun saya hanya memiliki satu buku Zhuan Falun, saya bertekad untuk berkultivasi sampai akhir!" Karena kakak ipar ingin mengambil buku saya, sulit bagi saya untuk memberikannya kepada dia! Saya tidak bisa memutuskan, jadi saya berkata, "Saya hanya memiliki buku yang satu ini, tapi saya punya satu set video ceramah dan satu set audio. Bagaimana kalau  anda menonton video atau mendengarkan audio dulu?" Tapi kakak ipar mengatakan dengan nada yang tak goyah, "Adik, saya tidak ingin video, saya tidak ingin audio. Saya hanya ingin buku ini." Mendengar ini, otak saya mulai bekerja dengan cepat, dan saya bertanya pada diri sendiri apakah saya sedang bersikap egois. Bukankah hal yang baik bahwa kakak ipar ingin belajar Dafa? Mengapa saya tidak bisa memberikan buku itu padanya tanpa pamrih? Bukankah tujuan dari kultivasi kita untuk menjadi orang yang tidak mementingkan diri sendiri? Kenapa saya tidak bisa melepaskan keegoisan saya saat kritis ini? Lalu saya berkata kepadanya dengan tenang, "Baik! Saya akan memberikan buku ini. Kamu harus menghargainya dan berkultivasi dengan baik! "

Malam itu setelah kakak ipar pergi, saya tidak dapat menahan air mata ketika saya berpikir bahwa saya tidak memiliki buku. Saya berkata kepada Guru dalam hati, "Guru, ini adalah hari pertama bahwa saya tidak memiliki Zhuan Falun untuk dibaca. Saya akan membaca buku Dafa lainnya." Saya membuka rak buku di samping tempat tidur dan mengambil sebuah buku. Itu sebuah buku tebal dan saya pikir mungkin ‘Uraian Falun Dafa.’ Saya membuka halaman pertama dan melihat dengan terkejut bahwa itu adalah buku Zhuan Falun baru. Selain itu, memiliki sampul putih, seperti buku-buku Dafa lain yang saya miliki. Betapa ajaibnya! Selama lima tahun terakhir, saya telah membaca buku-buku Dafa berulang-ulang, tapi saya belum pernah melihat buku ini sebelumnya. Saya tahu saya tidak memiliki salinan kedua dari Zhuan Falun.

Saya merasa bahwa semua partikel pada setiap tingkat di dalam tubuh saya tengah berguncang. Saya mengira mata saya sedang menipu saya. Saya membalik bagian depan buku beberapa kali sampai saya yakin itu nyata. Air mata mengalir di wajah, tak tertahan lagi. Guru melihat bahwa saya ingin belajar Fa dan memberi saya sebuah buku baru. Guru selalu di samping saya dan membantu saya setiap saat. Saya tidak dapat melukiskan kebahagiaan saya dengan kata-kata.

Saya menceritakan kisah saya kepada rekan-rekan praktisi. Keajaiban ini telah menginspirasi kami untuk belajar Fa lebih baik, berkultivasi dengan baik, mengklarifikasi fakta, menyelamatkan orang, lebih rajin, dan melakukan yang terbaik untuk mencapai misi kita membantu Guru dalam Pelurusan Fa.

Saya telah menjalani kultivasi saya selama 12 tahun sekarang. Selama ini, saya telah larut dalam belas kasih tak terbatas dan karunia Guru. Saya tahu bahwa Guru telah memberikan demikian banyak untuk para pengikutnya. Saya juga tahu bahwa saya masih memiliki banyak kekurangan dan keterikatan hati. Namun, saya sangat yakin jika saya percaya pada Guru dan Fa, terus belajar Fa dengan baik dan mencari ke dalam serta menyingkirkan keterikatan hati saya, saya akan dapat melakukan tiga hal secara rasional dan mantap. Saya akan dapat memenuhi janji saya, mencapai kesempurnaan, dan kembali bersama Guru.

Mohon ditunjukkan apabila ada yang tidak tepat.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/12/21/师尊送我一本《转法轮》-249624.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2012/2/23/131653.html