Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Guru Mengajar Murid Dafa yang Buta Huruf Membaca Lunyu dalam Mimpinya; Dia Kini Dapat Membantu Guru dalam Pelurusan Fa

12 April 2012 |   Didiktekan oleh praktisi Dafa yang buta huruf di Provinsi Liaoning kepada seorang rekan praktisi

Dari Konferensi Berbagi Pengalaman via Internet Kedelapan bagi Praktisi di China


(Minghui.org) [Catatan dari penulis: Praktisi dalam artikel ini sudah tua dan seumur hidupnya tidak pernah mengenyam pendidikan. Dengan kemurnian dan keyakinannya yang teguh pada Guru dan Dafa, dia mampu mengatasi berbagai rintangan dan membantu Guru dalam proses Pelurusan Fa. Pengalamannya sungguh-sungguh mengungkap perlindungan belas kasih Guru pada dirinya dan keajaiban Dafa.]

Mengenal Latihan Kultivasi

Saya berumur 65 tahun dan tinggal di sebuah desa pegunungan terpencil. Pada 9 Agustus 1994, saya cukup beruntung memperoleh Fa. Empat malam sebelum hari penting tersebut, saya bermimpi dimana tiga laki-laki tua datang mencari saya. Mereka memiliki sebuah buku dan mengatakan  bahwa nama saya ada di dalam buku itu, dan saya seharusnya berjalan pada jalur kultivasi. Pada saat itu, saya tidak mengerti tentang makna kultivasi. Tiga malam kemudian, saya bermimpi lagi, dan kali ini saya melihat Bodhisattva Avalokitesvara, yang bertanya pada saya, "Mengapa kamu belum pergi untuk berkultivasi?" Setelah terbangun keesokan paginya, saya menyadari bahwa saya harus serius pergi mencari kultivasi. Seperti sudah ditakdirkan, kemudian hari itu saya melihat beberapa orang pergi ke rumah seorang penduduk desa untuk belajar cara berlatih gerakan yang disebut "Metode Berdiri Memancang Falun" dan saya hanya mengikutinya. Saya tidak hanya melakukan latihan, namun juga mampu bersila ganda selama 30 menit meditasi. Keesokan harinya, seorang praktisi tiba-tiba muncul di rumah penduduk desa tersebut. Begitu dia melangkah masuk, dia bertanya apakah ada praktisi baru. Ternyata Guru memberinya petunjuk agar dia memberikan buku-buku Dafa kepada kami yang baru mulai belajar.

Belajar Membaca Buku-buku Dafa

Sebagai orang yang buta huruf, saya sangat cemas melihat semua orang membaca buku-buku Dafa sendiri. Suatu malam, saya mencoba membaca Zhuan Falun, namun saya begitu frustrasi hingga tidak tahan untuk tidak menangis. Kemudian, saya memutuskan untuk membalik-balik seluruh halaman buku  dan  melihat apakah ada huruf-huruf yang bisa saya kenali. Saya tertidur setelah melihat seluruh buku. Saya kemudian bermimpi dimana saya melihat sebuah papan tulis dengan tulisan, "Fa Buddha adalah hal paling mendalam, dia merupakan ilmu pengetahuan yang paling muskil dan supernormal dari segala teori di dunia." Guru mengajar saya untuk membaca keseluruhan paragraf, kata demi kata. Sebelum pergi, Guru meminta saya untuk melafalkan paragraf dari ingatan tersebut. Melihat bahwa saya bisa mengingatnya, Guru berkata, "Bagus." Setelah mendengar ini, saya tiba-tiba terbangun. Saya segera membuka buku Zhuan Falun untuk mencari kata-kata yang saya lihat dalam mimpi. Saya menyadari bahwa kata-kata tersebut persis sama dengan paragraf pertama dari Lunyu (Kata ulasan di buku Zhuan Falun). Selama beberapa hari berikutnya, saya bermimpi setiap hari dimana Guru menunjukkan kepada saya bagaimana cara membaca. Dengan cara ini, Guru selesai mengajar saya Lunyu dalam satu minggu.

Putra sulung saya terharu oleh ketulusan saya, jadi dia mulai mengajari saya untuk membaca buku-buku Dafa. Ketika kami membaca buku "Jalan Kesempuraan Agung dari Falun Dafa," dia melihat gambar Guru sedang memperagakan latihan Dafa. Dia segera menyadari bahwa buku-buku Dafa adalah harta karun yang sesungguhnya dan dia mulai berlatih juga. Kami kemudian bergabung dengan sebuah kelompok belajar Fa, dan saya terus belajar dari semua orang cara  membaca buku-buku Dafa. Setelah musim dingin, saya begitu senang karena mampu membaca semua buku sendirian. Menyadari betapa berharganya Fa ini, saya mempergunakan dengan baik setiap waktu yang saya miliki untuk belajar Fa.

Mengkultivasikan Xinxing

Tidak mudah bagi saya untuk memperoleh Fa, jadi saya bertekad untuk mengikuti ajaran Guru. Saya tidak keberatan dimanfaatkan, yang saya tahu adalah bahwa saya tidak pernah bisa berpisah dari Fa.

Saya punya seorang tetangga yang biasanya sangat akrab dengan saya. Setelah mulai berlatih Falun Dafa, pada suatu hari dia tiba-tiba mengutuk saya tanpa alasan. Memikirkan ajaran Guru, saya tidak tergoda untuk membalasnya. Dia terus memaki selama satu bulan, namun kemudian tiba-tiba berhenti. Kami berbaikan kembali.

Tahun kedua kultivasi, desa saya memutuskan untuk mengalokasikan lahan pertanian milik desa untuk semua keluarga. Saya samasekali tidak punya keinginan untuk meminta tambahan lahan atau lahan yang lebih baik, tetapi suami tidak tahan untuk bertengkar dengan penduduk desa lain. Sayangnya, dia jatuh sakit karena stres dan meninggal dunia. Saya berumur 49 tahun. Teman-teman menyarankan saya agar mencari keadilan kepada pemerintah, dan saya berpikir mungkin saya harus benar-benar mengajukan perkara. Saat saya melangkah ke tangga gedung pemerintah desa, sebuah jala emas tiba-tiba mengelilingi saya dan saya kehilangan kesadaran. Ketika sadar, saya menyadari fakta bahwa sudah waktunya bagi saya untuk melepaskan keterikatan pada keuntungan pribadi dan kekayaan materi.

Tiga tahun setelah suami meninggal, saya pergi ke kota untuk melakukan pekerjaan sambilan. Saya pernah menjaga orang tua dan juga mengasuh anak-anak kecil. Ada seorang wanita tua yang sangat pemilih dan sulit untuk diikuti. Pekerjaan yang harus saya lakukan adalah kotor dan melelahkan. Di atas itu, saya harus menghadapi ketidakpercayaan dari keluarganya. Kadang-kadang saya menangis di malam hari, namun saya selalu berhasil mempertahankan Xinxing (kualitas moral, watak). Tidak peduli bagaimana orang lain memperlakukan saya, saya hanya tahu untuk melakukan pekerjaan dengan baik. Berangsur-angsur dia dan keluarganya mulai memahami bahwa pengikut Dafa semuanya adalah orang baik, dan dia bahkan mulai berlatih juga.

Ketika menikah lagi, keluarga suami saya yang baru merasa sangat takut terhadap kemungkinan adanya penganiayaan, jadi mereka berusaha menghentikan saya agar tidak berlatih. Untuk meredakan kekhawatiran mereka, saya melepaskan banyak kepentingan materi dan membiarkan anak-anaknya untuk mengambil semua barang-barang berharga yang kami miliki. Kadang-kadang saya merasa pahit dan tidak bisa berhenti menangis, tetapi ketika menatap foto Guru, saya melihat Beliau tersenyum pada saya dan tahu bahwa dia menyemangati saya agar lebih rajin.

Mengalami Keajaiban Dafa

Dua puluh hari dalam kultivasi, saya melihat lima Falun. Dua atau tiga bulan kemudian, sebuah bulan terang berkilauan muncul di depan mata saya. Suatu malam ketika sedang melakukan latihan "Metode Berdiri Memancang Falun," sebuah mata besar tiba-tiba muncul dan membuat saya terkejut. Sebulan setelah berlatih, saya tiba-tiba melayang di udara pada malam hari. Saat itu saya tidak tahu apa yang terjadi, jadi saya merasa sangat ketakutan. Dengan rasa takut ini, saya jatuh ke tempat tidur.

Ketika kami menghancurkan rumah tua kami pada tahun 1995, tiga batu bata jatuh tepat di atas kepala saya dan membuat saya terjatuh. Semua orang takut, namun saya berdiri, tanpa cedera.

Sebuah kereta kuda penuh penumpang suatu ketika melindas kaki saya, namun saya baik-baik saja.

Suatu hari, kaki saya terkilir begitu parah hingga jari kaki menghadap ke belakang dan tumit menghadap ke depan. Saya tidak memiliki rasa takut, dan hanya dengan satu pelintir, kaki saya kembali ke posisi yang benar. Lalu saya melihat beberapa Falun berputar di sekitar kaki untuk membantu menyembuhkannya.

Suatu malam, saya dan seorang rekan praktisi pergi keluar untuk menempel materi yang mengungkap penganiayaan terhadap Falun Gong. Kami datang ke sebuah pabrik yang lokasinya jauh pada pukul 11:30 malam dan tidak tahu jalan pulang. Jadi kami mengatupkan tangan kami bersama dan meminta Guru untuk membantu kami, "Guru, kami tersesat." Ketika membuka mata, kami menemukan diri kami berdiri di jalanan dekat rumah. Kami sangat gembira dan berterima kasih kepada Guru.

Di waktu yang lain, saya masuk ke sebuah gedung perkantoran untuk membagikan “Sembilan Komentar mengenai Partai Komunis” sementara seorang rekan praktisi memancarkan pikiran lurus di luar. Saya memiliki banyak buku dan meletakkan satu buah di tiap meja. Meskipun ada banyak orang yang sedang bekerja di sana, sepertinya tidak ada yang memperhatikan saya. Ketika keluar dari gedung, saya melihat dua orang sedang mencari saya. Saya kemudian merasakan sebuah hembusan angin dan terbawa ke sebuah ujung jembatan yang jauh, dimana saya menunggu rekan praktisi untuk menyusul saya.

Suatu kali saya ditahan oleh polisi, yang mencuri semua uang yang saya bawa (450 yuan). Saya kemudian memintanya berkali-kali agar mengembalikan uang saya, namun mereka menyangkal pernah mengambilnya. Ajaibnya, uang dan buku Zhuan Falun tiba-tiba muncul di rumah saya pada suatu hari.

Saya adalah seorang praktisi yang berkultivasi dengan mata ketiga yang terbuka dan mampu melihat banyak kejadian supernormal di ruang lain, namun Fa juga memiliki persyaratan yang ketat terhadap saya. Saya telah menemukan bahwa setiap penyimpangan atau pikiran yang tidak benar bisa mengundang gangguan dari ruang lain.

Membantu Menyelamatkan Makhluk Hidup

Tidak lama setelah penganiayaan terhadap Falun Gong dimulai pada 20 Juli 1999, kantor polisi setempat mencari ke seluruh desa untuk menangkap praktisi setempat. Ketika mereka datang ke rumah, saya dengan tegas menolak untuk dibawa pergi, tetapi lebih dari dua lusin praktisi lain ditangkap. Polisi menyuruh mereka berdiri di luar di bawah terik matahari dan memukul mereka dengan papan kayu. Praktisi-praktisi ini tidak diberi makanan, namun ketika keluarga mereka mengirim makanan, polisi menolak menerimanya. Saya juga pergi untuk mengantar makanan. Ketika polisi menolak, saya menegur mereka. Setelah beberapa kali, mereka membiarkan saya untuk memberikan makanan kepada para praktisi yang ditahan.

Kemudian, saya pergi ke tempat lain untuk memberitahu orang-orang tentang Falun Gong. Sejauh ini, sekitar 30 orang telah belajar latihan dari saya, dan beberapa dari mereka telah menjadi pengikut sejati dan melakukan tiga hal.

Saya juga mendistribusikan materi dalam jumlah besar yang mengekspos penganiayaan tersebut. Setiap hari sebelum keluar, saya mengatupkan kedua tangan dan meminta Guru untuk membantu menguatkan saya. Saya mempunyai pemikiran bahwa orang biasa tidak dapat melihat apa yang para Dewa lakukan, dan meminta Guru untuk membantu setiap kali saya mengalami kesulitan. Saya tahu bahwa Gurulah yang melakukan segalanya. Saya memastikan untuk memancarkan pikiran lurus setiap jam. Jika ada sesuatu yang mendesak, saya terus-menerus memancarkan pikiran lurus selama 30 menit, kadang-kadang bahkan satu jam. Semakin lama memancarkan pikiran lurus, medan saya semakin bersih. Seluruh tubuh terasa sangat ringan, seolah-olah akan mengambang. Ketika berjalan, saya merasa seperti mengendarai sepeda dan saya bisa sampai tujuan lebih cepat. Saya juga memperhatikan bahwa para praktisi dengan konsep manusia yang kuat dan karma penyakit memiliki materi gelap dan kotor, serta makhluk-makhluk aneh di medan dimensi mereka.

Saya juga sering mengunjungi kantor pemerintah setempat untuk mendistribusikan materi informasi tentang Falun Dafa. Sejauh ini, saya telah mengunjungi pemerintah daerah setidaknya sepuluh kali dan kantor polisi empat kali. Saya juga pergi ke gedung pengadilan, biro hukum dan kejaksaan beberapa kali. Dengan perlindungan Guru, saya tidak pernah mengalami bahaya yang sesungguhnya.

Suatu kali saya pergi ke suatu pemerintah daerah untuk menyampaikan Sembilan Komentar. Untuk setiap kantor yang tutup, saya menggantungkan buku pada gagang pintu. Jika pintu itu terbuka dan tidak ada orang di dalam, saya menaruh buku di atas meja. saat melewati semua kantor, saya melihat kepala daerah berjalan masuk dari kejauhan dan saya berkata kepada Guru di dalam hati, "Saya belum melakukannya. Guru, tolong jangan biarkan dia masuk dulu." Lalu dia berhenti untuk berbicara dengan seseorang dan tidak masuk sampai saya pergi.

Di lain waktu ketika membagikan materi di pasar pinggir jalan, seorang pria mendekat dan ingin membawa saya ke kantor polisi. Saya masih memiliki banyak materi dan saya pikir saya harus selesai membagikannya. Dengan pemikiran ini, saya membagikan semua buku, pria ini masih mengikuti saya. Kemudian seseorang berkata kepadanya, "Bagus jika kamu ingin membacanya. Jika tidak ingin membacanya, abaikan saja. Ini bukan urusan anda. Mengapa anda harus terlibat?" Mendengar ini, dia melepaskan cengkeramannya pada saya. Saya memberinya sebuah “jimat” (di China, kadang-kadang praktisi “mengklarifikasi fakta” dengan memberikan orang sesuatu yang kecil untuk dipakai atau disimpan, berisikan beberapa kata yang mengingatkan mereka akan kebaikan Dafa) kepadanya sebelum saya pergi. Sejak saat itu, sikapnya terhadap Dafa berubah menjadi lebih baik. Ketika dia melihat saya lagi, dia bahkan meminta lebih banyak materi untuk dibaca.

Saya mulai membantu orang-orang untuk mundur dari Partai Komunis China dan organisasi afiliasinya. Setiap hari saya punya daftar panjang orang yang bersedia untuk mundur. Selain orang-orang yang saya jumpai, saya menunggu di luar sekolah setempat dan berbicara kepada para siswa ketika mereka pulang. Seringkali saya hanya berbicara hanya kepada beberapa dari mereka ketika sekelompok besar mereka berkumpul di sekitar saya, semua meminta untuk melakukan pemunduran. Saya tidak cukup cepat menuliskan nama semua orang, jadi saya meminta mereka untuk menulis nama mereka sendiri.

Ada dua keluarga di kampung halaman saya yang melaporkan banyak pengikut Dafa kepada polisi. Para praktisi setempat tidak berani berbicara kepada mereka. Ketika kembali ke kampung halaman, saya pergi untuk menjelaskan fakta-fakta penganiayaan kepada mereka. Setiap anggota dari dua keluarga tersebut melakukan pemunduran dan bahkan dua orang dari mereka mulai berlatih Falun Gong.

Saya juga mengetahui seorang sekretaris Partai tidak terhindar untuk ikut serta dalam penganiayaan pengikut Dafa. Setelah pergi ke rumahnya untuk memberikan Sembilan Komentar dan materi lainnya, dia menghentikan perbuatan jahatnya.

Sebelum Olimpiade Musim Panas 2008, seorang praktisi yang pernah menempel materi bersama saya tertangkap dan kemudian dibawah tekanan melaporkan saya. Lebih dari sepuluh petugas sebanyak dua kali mencoba untuk menangkap saya. Pertama kali saya mempertahankan pikiran lurus yang kuat dan mereka tidak mampu melakukan apapun terhadap saya. Kedua kalinya, saya gagal mempertahankan pikiran lurus yang kuat dan akibatnya saya ditangkap. Polisi juga menggeledah rumah saya. Ketika mereka mencoba membongkar rak buku, saya memperingatkan mereka bahwa siapa pun yang melakukannya akan patah lengannya. Beberapa hari kemudian, petugas polisi yang membuka rak buku saya memang jatuh dari tangga dan lengannya patah. Satu petugas memukuli saya di pusat penahanan dan saya memancarkan sebuah pikiran untuk menghentikannya. Ketika dia mengangkat lengan untuk memukul sayai, tiba-tiba dia mengalami kram dan harus berhenti. Selama penahanan, saya terus berlatih Gong, memancarkan pikiran lurus dan berbicara kepada orang-orang tentang fakta penganiayaan setiap hari. Saya dibebaskan sembilan hari kemudian.

Mengatasi Kesulitan

Orang bisa membayangkan kesulitan saya setelah suami pertama saya meninggal di tahun kedua kultivasi saya. Saya mampu melewati semuanya dengan mengikuti Guru dari dekat.

Sekitar satu bulan lalu, putra sulung saya tiba-tiba meninggal. Saya tahu dia tidak melakukannya dengan baik sebagai pengikut Dafa, jadi kejahatan mengambil keuntungan atas keterikatannya dan mengambil jiwanya. Namun saya percaya Guru sudah memberi dia yang terbaik. Pada hari pemakamannya, banyak kejadian supernormal terjadi dan bahkan non-praktisi menyaksikannya. Awan-awan di atas ada berupa Falun, naga, burung phoenix, bangau, bunga teratai, dewa-dewi, peri dan sebuah jembatan surgawi. Melihat hal-hal ini, suami saya saat ini juga mulai percaya pada Dafa dan dia sekarang sering mendesak saya untuk melakukan latihan dan memancarkan pikiran lurus.

Saya menulis artikel ini untuk menunjukkan rasa terima kasih saya kepada Guru dan membuktikan keagungan Guru dan Dafa. Bagaimanapun, Gurulah yang melakukan segalanya.

Sekali lagi saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus pada Guru terhormat dan juga rekan-rekan praktisi.

Chinese: http://www.minghui.org/mh/articles/2011/11/15/明慧法会--一星期,在梦里师父教我学完《论语》-249161.html
English: http://www.clearwisdom.net/html/articles/2011/12/10/130012.html