Falun Dafa Minghui.org www.minghui.org CETAK

Korban Penyiksaan Menyerukan kepada Menteri Luar Negeri untuk Membantu Menghentikan Penindasan Falun Gong

23 Juli 2012 |   Oleh: Ying Xin


(Minghui.org) “Di bawah cuara yang paling dingin, penjaga penjara menelanjangi saya di luar pintu dan menyiramkan air dingin ke kepala saya setiap satu jam. Mereka menyiramkan air dengan perlahan-lahan, satu per satu belanga. Saya tidak merasakan suhu normal sampai keesokkan paginya dan menderita demam tinggi selama lebih dari 10 hari. Saya merasa pusing, muntah darah, dan dada terasa sakit sekali. Saya disetrum dengan tongkat listrik, dikurangi tidur, dan kerja paksa,” kata Lizhi He (pria), seorang warga Toronto, setelah konferensi pers di parlemen Kanada pada 11 Juli 2012. Ia menceritakan kisah penyiksaan yang dialaminya di China karena berlatih Falun Gong.

Menteri Luar Negeri Kanada John Baird akan mengunjungi China pada 20 Juli 2012. Himpunan Falun Dafa Kanada mengadakan konferensi pers pada hari Rabu di Parlemen, dan menyerukan Menlu untuk mendesak para pemimpin China menghentikan penindasan Falun Gong serta melepaskan delapan praktisi, termasuk He Lizhong, yang merupakan kerabat dari warga Kanada tersebut dan dipenjarakan karena keyakinannya. Masa penjara terlama yang dijalani dari kedelapan praktisi Falun Gong ini adalah tujuh tahun.

Lizhi He adalah insinyur senior di China dan mendapatkan lebih dari 10 penghargaan nasional atau tingkat kementerian. Ia dipenjara selama tiga setengah tahun karena keyakinannya pada Falun Dafa dan Sejati-Baik-Sabar. Ia diselamatkan dan dibawa ke Kanada pada 22 Mei 2004 dan berkumpul kembali dengan istrinya di sini. Ia berkata di konferensi pers, “Saudara saya He Lizhong juga seorang praktisi Falun Gong. Karena memberitahu fakta kebenaran tentang penindasan kepada orang lain, dia ditangkap dan dihukum tiga tahun penjara pada Maret 2010. Sekarang dia dipenjarakan di Jiuquan, Provinsi Gansu.”

Lizhi berusaha banyak kali untuk menelepon ibunya di China untuk mencari tahu keadaan saudaranya. Namun dia mendapat pesan, “Nomor yang Anda telepon tidak tersedia.” Delapan belas bulan kemudian, ia akhirnya dapat menghubungi ibunya. Tetapi ibunya sama sekali tidak mengetahui Lizhong. Dari pengalaman penyiksaan yang dialaminya di penjara, ia tahu bahwa saudaranya akan mengalami penderitaan. Desember lalu, Lizhi mengetahui dari Minghui.org bahwa saudaranya dipenjara dan disiksa di Penjara Jiuquan. Namun anggota keluarganya di China tidak mengetahuinya.

Kisah Lizhi dan saudaranya hanyalah puncak gunung es dari ratusan ribu praktisi Falun Gong di China. Kebetulan, tanggal kunjungan Melu Kanada ke China tahun ini adalah 20 Juli, merupakan peringatan 13 tahun dimulainya penindasan Falun Gong. Juru bicara Limin Zhou berkata, “Kami percaya bahwa suara Menlu akan mengingatkan otoritas China bahwa dunia sedang menaruh perhatian terhadap apa yang sedang terjadi di China. Kami pikir bahwa suara beliau juga akan membantu untuk menghentikan penindasan Falun Gong di China.”

Limin berkata sejak 20 Juli 1999, hampir setiap organisasi HAM internasional besar melaporkan tentang penindasan Falun Gong oleh PKC.

Mantan Sekretaris Negara David Kilgour juga menghadiri konferensi pers. Ia dan David Matas menerbitkan laporan penyelidikan mereka pada tahun 2006 dan 2007 tentang pengambilan organ praktisi Falun Gong yang masih hidup oleh PKC. Komite Khusus PBB di Bidang Pertanyaan Penyiksaan dan Penahanan, Manfred Nowak, dan Komisi Khusus Bidang Kebebasan Berkeyakinan atau Beragama mempertanyakan tentang pengambilan organ oleh PKC. Nowak menyimpulkan bahwa serangkaian bukti yang diberikan oleh Kilgour dan Matas pada Maret 2007 memberikan referensi dan gambaran yang relevan. Pada akhir tahun 2008, Komite PBB Menentang Penyiksaan menyatakan keprihatinan dan menyerukan penyelidikan lebih lanjut.


David Kilgour berbicara di konferensi pers dan mengatakan bahwa suara John Baird dan pejabat terpilih lainnya adalah penting untuk menyerukan diakhirinya penindasan Falun Gong. Praktisi Falun Gong Lizhi He berdri di belakangnya (kiri)

Kilgour berkata di konferensi pers bahwa para dokter transplantasi merupakan orang terbaik untuk mendapatkan tantangan seperti pengambilan organ itu. Ia memberikan contoh pada tahun 2006, saat Kongres Internasional Transplantasi Organ, Dr. Torsten Trey bertanya pada seorang dokter transplantasi China bagaimana mereka memperoleh jumlah besar organ untuk transplantasi. Dokter tersebut menjawab, “Anda akan tahu jika bertanya pada praktisi Falun Gong di luar ruang konferensi.” Di luar tempat konferensi, praktisi Falun Gong membawa spanduk dan membagikan brosur yang mengekspos kejahatan pembunuhan PKC untuk mendapatkan organ. Dr. Trey berpikir bahwa dokter China itu bermaksud mengatakan bahwa organ-organ itu berasal dari praktisi Falun Gong.

Kilgour berkata Departemen Negara Bagian Amerika Serikat mengakui adanya pengambilan organ praktisi Falun Gong secara hidup-hidup pada laporan HAM 2012, di mana dikutip banyak media massa.

Pada Juni 2011,  sebuah pertanyaan baru ditambahkan pada pengajuan visa Amerika Serikat formulir DS-160, “Apakah Anda terlibat langsung dalam transplantasi organ manusia atau jaringan tubuh manusia secara paksa?” Ada yang berpikir bahwa penambahan pertanyaan ini menunjukan pemerintah Amerika Serikat mengakui adanya pengambilan organ secara hidup-hidup dan mengambil tindakan.

Chinese version click here
English version click here